jump to navigation

Cinta Itu Terluka 1 November 2011

Posted by jihadsabili in cinta.
add a comment

Cinta itu membuat hati kita terluka. Kita diuji oleh Allah melalui orang yang kita cintai dengan disakiti, dikhianati agar kita bisa menjadi orang yang kuat dan sabar dalam menjalani kehidupan. Itulah cinta yang membuat hidup kita terluka namun kita tetap tangguh, tidak peduli badai yang menimpa hidup ini. Ada seorang Ibu yang berkenan bershodaqoh di Rumah Amalia sebagai wujud tanda syukur kepada Allah yang telah mengembalikan keutuhan keluarganya, beliau bertutur bahwa awalnya ia dikhianati oleh suami yang juga seorang pengusaha sukses, cintanya kepada istrinya luntur karena tergoda oleh perempuan lain. keluarganya berakhir dengan perceraian dan suami meninggalkan ia serta anak-anaknya.

Seiring waktu pengusaha ini ternyata menikah dengan seorang perempuan yang hanya ingin mendapatkan materi dan kekayaannya semata. Setahun kemudian kekayaannya terkuras habis, pertengkaran demi pertengkaran terjadi terus menerus. Konflik rumah tangga seolah tiada akhir dan membuatnya sakit keras dan masuk rumah sakit. Ditengah sakit, istrinya tidak mau merawat dan mengurus suaminya. Dalam kondisi sakit dan sendiri si pengusaha itu menghubungi mantan istrinya. Dia mencoba mengabarkan keadaan dirinya yang tengah terbaring di Rumah Sakit. ‘Aku sakit, Tolong aku Ma, aku menyesal dan minta maaf telah melukai hatimu.’ tuturnya. ‘Istrimu kemana?’ ‘Entahlah, kami sudah berpisah,’ jawabnya melemah.

Ibu itu menangis mendengar kabar mantan suaminya yang tengah terbaring di Rumah Sakit. Tanpa berpikir panjang Ia mengambil uang di buku tabungan. Anaknya sempat melarang, ‘Ma, untuk apa Mama peduli dengan ayah yang tidak bertanggungjawab, kita juga hidup susah Ma. Ayah telah membuat hidup kita menderita.’ Dengan berlinangan air mata sang ibu kemudian menjelaskan kepada anaknya. ‘Dek, Mama tahu adek menderita karena ayah. Ingatlah dek, Allah mengajarkan kita agar kita sebagai hambaNya membalas keburukan siapapun dengan kasih sayang.’ Anak dan ibu terlihat berdua menangis karena relung hatinya dipenuhi kasih sayang Allah.

Sang Ibu lalu bergegas ke Rumah Sakit untuk merawatnya, laki-laki yang pernah mengkhianati & melukai hatinya. Kesembuhannya membawa berkah. Menyadarkan untuk rujuk kembali bersama anak dan istrinya. Di Rumah Amalia bersama suami dan anaknya telah menemukan kebahagiaan kembali, wajahnya memancarkan kedamaian ditengah keluarga yang telah utuh kembali. Itulah cinta yang membahagiakan. Bila kita mengerti, kita tidak akan mengeluh menjalani kesulitan hidup ini. karena cinta Allah kepada kita senantiasa hadir dan menguatkan kita dalam menghadapi badai kehidupan.

‘Dan sungguh akan Kami beri cobaan kepadaMu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. Yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka mengucapkan ‘Inna lillaahi wa innaa ilaihi raajiuun’. (Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepadaNya kami kembali). Mereka itulah yang mendapatkan keberkahan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapatkan petunjuk.’ (QS. al-Baqarah : 155-157).

Iklan

TERAPI RASULULLAH MENYEMBUHKAN PENYAKIT CINTA [1] 23 Juli 2011

Posted by jihadsabili in cinta.
add a comment

TERAPI RASULULLAH MENYEMBUHKAN PENYAKIT CINTA [1]

MUKADIMAH
Virus hati yang bernama al isyq (cinta), ternyata telah memakan banyak korban. Mungkin anda pernah mendengar seorang remaja nekad bunuh diri disebabkan putus cinta, atau tertolak cintanya. Atau anda pernah mendengar kisah Qeis yang tergila-gila kepada Laila. Kisah cinta yang bermula sejak mereka bersama menggembala domba sewaktu kecil hingga dewasa. Akhirnya sungguh tragis, Qeis benar-benar menjadi gila ketika Laila dipersunting oleh pria lain. Apakah anda pernah mengalami problema seperti ini atau sedang mengalaminya ? Mari kita simak terapi mujarab yang disampaikan Ibnul Qayyim dalam karya besarnya Zadul Ma’ad.
___________________________

Beliau berkata, ”Gejolak cinta merupakan jenis penyakit hati yang memerlukan penanganan khusus. Disebabkan berbeda dengan jenis penyakit lain, baik dari segi bentuk, penyebabnya maupun terapinya. Jika telah menggerogoti kesucian hati manusia dan mengakar di dalam hati, sulit bagi para dokter mencarikan obat penawarnya dan penderitanya sulit disembuhkan.”

Allah mengisahkan penyakit ini dalam Al Qur’an tentang dua tipe manusia. Pertama, wanita dan kedua, kaum homoseks yang cinta kepada mardan (anak laki-laki yang rupawan).

Allah mengisahkan bagaimana penyakit ini telah menyerang istri Al Aziz (gubernur Mesir) yang mencintai Nabi Yusuf, dan menimpa kaum Luth. Allah mengisahkan kedatangan para malaikat ke negeri Luth.

وَجَاءَ أَهْلُ الْمَدِينَةِ يَسْتَبْشِرُونَ(67)قَالَ إِنَّ هَؤُلَاءِ ضَيْفِي فَلَا تَفْضَحُونِ(68)وَاتَّقُوا اللَّهَ وَلَا تُخْزُونِ(69)قَالُوا أَوَلَمْ نَنْهَكَ عَنِ الْعَالَمِينَ(70)قَالَ هَؤُلَاءِ بَنَاتِي إِنْ كُنْتُمْ فَاعِلِينَ(71)لَعَمْرُكَ إِنَّهُمْ لَفِي سَكْرَتِهِمْ يَعْمَهُونَ(72)

Dan datanglah penduduk kota itu (ke rumah Luth) dengan gembira (karena) kedatangan tamu-tamu itu. Luth berkata, “Sesungguhnya mereka adalah tamuku; maka janganlah kamu memberi malu (kepadaku), dan bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu membuat aku terhina.” Mereka berkata, “Dan bukankah kami telah melarangmu dari (melindungi) manusia?” Luth berkata, “Inilah puteri-puteri (negeri) ku (kawinlah dengan mereka), jika kamu hendak berbuat (secara yang halal).” (Allah berfirman), “Demi umurmu (Muhammad), sesungguhnya mereka terombang-ambing di dalam kemabukan (kesesatan).” [Al Hijr : 67-72]

KEBOHONGAN KISAH CINTA NABI DENGAN ZAINAB BINTI JAHSY
Ada sekelompok orang yang tidak mengetahui cara menempatkan kedudukan Rasul sebagaimana layaknya. Beranggapan, bahwa Rasulullah tak luput dari penyakit ini. Konon, sebabnya ialah tatkala Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat Zainab binti Jahsy, seraya berkata kagum, ”Maha Suci Rabb yang membolak-balik hati.” Sejak itu Zainab mendapat tempat khusus di dalam hati Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Oleh karena itu Beliau berkata kepada Zaid bin Haritsah, ”Tahanlah ia di sisimu hingga Allah menurunkan ayat:

تَقُولُ لِلَّذِي أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَأَنْعَمْتَ عَلَيْهِ أَمْسِكْ عَلَيْكَ زَوْجَكَ وَاتَّقِ اللَّهَ وَتُخْفِي فِي نَفْسِكَ مَا اللَّهُ مُبْدِيهِ وَتَخْشَى النَّاسَ وَاللَّهُ أَحَقُّ أَنْ تَخْشَاهُ

Dan (ingatlah), ketika kamu berkata kepada orang yang Allah telah melimpahkan ni`mat kepadanya dan kamu (juga) telah memberi ni`mat kepadanya,”Tahanlah terus isterimu dan bertakwalah kepada Allah”, sedang kamu menyembunyikan di dalam hatimu apa yang Allah akan menyatakannya, dan kamu takut kepada manusia, sedang Allah-lah yang lebih berhak untuk kamu takuti. Maka tatkala Zaid telah mengakhiri keperluan terhadap isterinya (menceraikannya), Kami kawinkan kamu dengan dia supaya tidak ada keberatan bagi orang mu’min untuk (mengawini) isteri-isteri anak-anak angkat mereka, apabila anak-anak angkat itu telah menyelesaikan keperluannya daripada isterinya. Dan adalah ketetapan Allah itu pasti terjadi. [Al Ahzab:37] [2]

Sebagian orang beranggapan, ayat ini turun berkenaan kisah kasmaran Nabi. Bahkan sebagian penulis mengarang buku khusus mengenai kisah kasmaran para nabi dan meyebutkan kisah Nabi ini di dalamnya. Hal ini terjadi, karena kejahilannya terhadap Al Quran dan kedudukan para rasul. Hingga memaksakan kandungan ayat dngan apa yang tidak layak dikandungnya. Menisbatkan perbuatan Rasulullah, yang seolah Allah menjauh dari diri Beliau

Padahal kisah sebenarnya, bahwasannya Zainab binti Jahsy adalah istri Zaid Ibn Haritsah (bekas budak Rasulullah) yang diangkatnya sebagai anak dan dipanggil dengan Zaid Ibn Muhammad. Zainab merasa lebih tinggi dibandingkan Zaid. Oleh sebab, itu Zaid ingin menceraikannya. Zaid datang menemui Rasulullah minta saran untuk menceraikannya. Maka Rasulullah menasehatinya agar tetap memegang Zainab. Sementara Beliau pun tahu, bahwa Zainab akan dinikahinya jika dicerai Zaid. Beliau takut akan cemoohan orang-orang jika mengawini wanita bekas istri anak angkatnya. Inilah yang disembunyikan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam dirinya. Rasa takut inilah yang tejadi dalam dirinya. Oleh karena itu Allah menyebutkan karunia yang dilimpahkanNya kepada Beliau dan tidak mencelanya karena hal tersebut. Sambil menasehatinya agar tidak perlu takut kepada manusia dalam hal-hal yang memang Allah halalkan baginya. Sebab Allahlah yang seharusnya ditakuti. Jangan sampai Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam takut berbuat sesuatu hal yang Allah halalkan karena takut gunjingan manusia. Setelah itu Allah memberitahukan, bahwa Allah langsung yang akan menikahkannya setelah Zaid menceraikan istrinya. Agar Beliau menjadi contoh bagi umatnya mengenai bolehnya menikahi bekas istri anak angkat. Adapun menikahi bekas istri anak kandung, maka hal ini terlarang.sebagaimana firman Allah.

وَحَلَائِلُ أَبْنَائِكُمُ الَّذِينَ مِنْ أَصْلَابِكُمْ

(dan diharamkan bagimu) isteri-isteri anak kandungmu (menantu). [An Nisa’ : 23].

Allah berfirman dalam surat lain.

مَاكَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِنْ رِجَالِكُمْ

Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu [Al Ahzab : 40].

Allah berfirman di pangkal surat ini.

وَمَا جَعَلَ أَدْعِيَاءَكُمْ أَبْنَاءَكُمْ ذَلِكُمْ قَوْلُكُمْ بِأَفْوَاهِكُمْ

Dan Dia tidak menjadikan anak-anak angkatmu sebagai anak kandungmu (sendiri). Yang demikian itu hanyalah perkataanmu di mulutmu saja. [Al Ahzab : 4].

Perhatikanlah bagaimana pembelaan terhadap Rasulullah ini, dan bantahan terhadap orang-orang yang mencelanya. Wabillahit taufiq.

Tidak dipungkiri bahwa Rasulullah sangat mencintai istri-istrinya. Aisyah adalah istri yang paling dicintainya. Namun kecintaannya kepada Aisyah dan kepada lainnya tidak dapat menyamai cintanya tertinggi , yakni cinta kepada Rabbnya.

Dalam hadis shahih.

وَلَوْ كُنْتُ مُتَّخِذًا مِنَ النَّاسِ خَلِيلًا لَاتَّخَذْتُ أَبَا بَكْرٍ

Andaikata aku dibolehkan mengambil seorang kekasih dari salah seorang penduduk bumi, maka aku akan menjdikan Abu Bakr (sebagai kekasih).[3]

KRITERIA MANUSIA YANG BERPOTENSI TERJANGKIT PENYAKIT AL ISYQ
Penyakit al isyq akan menimpa orang-orang yang hatinya kosong dari rasa mahabbah (cinta) kepada Allah, selalu berpaling dariNya dan dipenuhi kecintaan kepada selainNya. Hati yang penuh cinta kepada Allah dan rindu bertemu denganNya pasti akan kebal terhadap serangan virus ini, sebagaimana yang terjadi dengan Yusuf alaihis salam.

كَذَلِكَ لِنَصْرِفَ عَنْهُ السُّوءَ وَالْفَحْشَاءَ إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُخْلَصِينَ

Sesungguhnya wanita itu telah bermaksud (melakukan perbuatan itu) dengan Yusuf, dan Yusuf-pun bermaksud (melakukan pula) dengan wanita itu andaikata dia tidak melihat tanda (dari) Tuhannya. Demikianlah, agar Kami memalingkan daripadanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih.….[Yusuf : 24].

Nyatalah bahwa ikhlas merupakan immunisasi manjur yang dapat menolak virus ini dengan berbagai dampak negatifnya, berupa perbuatan jelek dan keji. Artinya, memalingkan seseorang dari kemaksiatan harus dengan menjauhkan berbagai sarana yang menjurus ke arah itu.

Berkata ulama Salaf, “Penyakit cinta adalah getaran hati yang kosong dari segala sesuatu selain apa yang dicinta dan dipujanya. Allah berfirman mengenai ibu Nabi Musa.

وَأَصْبَحَ فُؤَادُ أُمِّ مُوسَى فَارِغًا إِنْ كَادَتْ لَتُبْدِي بِهِ

Dan menjadi kosonglah hati ibu Musa. Sesungguhnya hampir saja ia menyatakan rahasia tentang Musa, seandainya tidak Kami teguhkan hatinya. ([Al Qasas : 11].

Yakni kosong dari segala sesuatu, kecuali Musa; karena sangat cintanya kepada Musa dan bergantungnya hatinya kepada Musa.

BAGAIMANA VIRUS INI BISA BERJANGKIT ?
Penyakit al isyq terjadi karena dua sebab. Pertama, karena mengganggap indah apa-apa yang dicintainya. Kedua, perasaan ingin memiliki apa yang dicintainya. Jika salah satu dari dua faktor ini tak ada, niscaya virus tidak akan berjangkit -walaupun penyakit kronis ini telah membingungkan banyak orang dan sebagian pakar berupaya memberikan terapinya. Namun solusi yang diberikan belum mengena.

MAKHLUK DICIPTAKAN SALING MENCARI YANG SESUAI DENGANNYA
Berkata Ibn Al Qayyim, ketetapan Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan hikmahNya menciptakan makhlukNya dalam kondisi saling mencari yang sesuai dengannya. Secara fitrah saling tertarik dengan jenisnya, dan sebaliknya akan menjauh dari yang berbeda dengannya.

Rahasia adanya percampuran dan kesesuaian di alam ruh, menyebabkan adanya keserasian serta kesamaan, sebagaimana adanya perbedaan di alam ruh akan berakibat tidak adanya keserasian dan kesesuaian. Dengan cara inilah tegaknya urusan manusia. Allah befirman,

:”هُوَ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَجَعَلَ مِنْهَا زَوْجَهَا لِيَسْكُنَ إِلَيْهَا

Dialah Yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan daripadanya Dia menciptakan isterinya, agar dia merasa senang kepadanya. [Al A’raf : 189].

Dalam ayat ini Allah menjadikan sebab perasaan tenteram dan senang seorang lelaki terhadap pasangannya karena berasal dari jenis dan bentuknya. Jelaslah faktor pendorong cinta tidak bergantung dengan kecantikan rupa. Tidak pula karena adanya kesamaan dalam tujuan dan keinginan, ataupun kesamaan bentuk dan dalam mendapat petunjuk. Pun demikian tidak dipungkiri, bahwa hal-hal ini merupakan salah satu penyebab ketenangan dan timbulnya cinta.

Nabi pernah mengatakan dalam sebuah hadits.

الْأَرْوَاحُ جُنُودٌ مُجَنَّدَةٌ فَمَا تَعَارَفَ مِنْهَا ائْتَلَفَ وَمَا تَنَاكَرَ مِنْهَا اخْتَلَفَ

Ruh-ruh itu ibarat tentara yang saling berpasangan, yang saling mengenal sebelumnya akan menyatu dan yang saling mengingkari akan berselisih. [4]

Dalam Musnad Imam Ahmad diceritakan, bahwa asbabul wurud hadis ini yaitu ketika seorang wanita penduduk Makkah yang selalu membuat orang tertawa hijrah ke Madinah, ternyata dia tinggal dan bergaul dengan wanita yang sifatnya sama sepertinya. Yaitu senang membuat orang tertawa. Karena itulah Nabi Shallallahu alaihi wa sallam mengucapkan hadits ini.

Karena itulah syariat Allah menghukumi sesuatu menurut jenisnya. Mustahil syariat menghukumi dua hal yang sama dengan perlakuan berbeda atau mengumpulkan dua hal yang kontradiktif. Barang siapa yang berpendapat lain, maka jelaslah karena minimnya ilmu pengetahuannya terhadap syariat ini atau kurang memahami kaedah persamaan dan sebaliknya.

Penerapan kaidah ini tidak saja berlaku di dunia. Lebih dari itu akan diterapkan pula di akhirat. Allah berfirman.

احْشُرُوا الَّذِينَ ظَلَمُوا وَأَزْوَاجَهُمْ وَمَا كَانُوا يَعْبُدُونَ

(kepada malaikat diperintahkan): “Kumpulkanlah orang-orang yang zalim beserta teman sejawat mereka dan sembahan-sembahan yang selalu mereka sembah. [Ash Shaffat : 22].

Umar Ibn Khatab dan setelahnya Imam Ahmad pernah berkata mengenai tafsiran “azwajahum” yakni yang sesuai dan mirip dengannya.

Allah juga berfirman.

وَإِذَا النُّفُوسُ زُوِّجَتْ

dan apabila jiwa (ruh-ruh) dipertemukan. [At Takwir : 7].

Yakni setiap orang akan digiring beserta dengan orang-orang yang sama perilakunya. Allah akan menggiring sesama orang-orang yang saling mencintai karenaNya ke dalam surga, dan orang–orang yang saling berkasih-kasihan di atas jalan syetan digiring ke neraka Jahim. Mau tidak mau, maka setiap orang akan digiring dengan siapa yang dicintainya. Di dalam Mustadrak Al Isyq Hakim disebutkan, bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ”Tidaklah seseorang mencintai suatu kaum, kecuali akan digiring bersama mereka kelak.”[5]

CINTA DAN JENIS-JENISNYA
Cinta memiliki berbagai macam jenis dan tingkatan. Yang tertinggi dan paling mulia ialah mahabbatu fillah wa lillah (cinta karena Allah dan di dalam agama Allah). Yaitu cinta yang mengharuskan mencintai apa-apa yang dicintai Allah, dilakukan berlandaskan cinta kepada Allah dan RasulNya. Cinta berikutnya adalah cinta yang terjalin karena adanya kesamaan dalam cara hidup, agama, madzhab, ideologi, hubungan kekeluargaaan, profesi dan kesamaan dalam hal-hal lainnya.

Diantara jenis cinta lainnya yakni cinta yang motifnya karena ingin mendapatkan sesuatu dari yang dicintainya; baik karena kedudukan, harta, pengajaran dan bimbingan, ataupun kebutuhan biologis. Cinta yang didasari hal-hal seperti tadi -yaitu al mahabbah al ‘ardiyah- akan hilang bersama hilangnya apa yang ingin didapatkan dari orang yang dicintainya. Yakinlah, bahwa orang yang mencintaimu karena sesuatu, akan meninggalkanmu ketika telah mendapat apa yang diinginkan darimu.

Adapun cinta lainnya yaitu cinta karena adanya kesamaan dan kesesuaian antara yang menyinta dan yang dicinta. Mahabbah al isyq termasuk cinta jenis ini. Tidak akan sirna kecuali jika ada sesuatu yang menghilangkannya. Cinta jenis ini, yaitu berpadunya ruh dan jiwa. Oleh karena itu tidak terdapat pengaruh yang begitu besar baik berupa rasa was-was, hati yang gundah gulana maupun kehancuran kecuali pada cinta jenis ini.

Timbul pertanyaan, bahwa cinta ini merupakan bertemunya ikatan batin dan ruh, tetapi mengapa ada cinta yang bertepuk sebelah tangan? Bahkan kebanyakan cinta seperti ini hanya sepihak dari orang yang sedang kasmaran saja? Jika cinta ini perpaduan antara jiwa dan ruh, maka tentulah cinta itu akan terjadi antara kedua belah pihak dan bukan sepihak saja?

Jawabnya ialah, bahwa tidak terpenuhinya hasrat disebabkan kurangnya syarat tertentu. Atau adanya penghalang sehingga tidak terealisasinya cinta antara keduanya. Hal ini disebabkan tiga factor. Pertama, bahwa cinta ini sebatas cinta karena adanya kepentingan. Oleh karena itu tidak mesti keduanya saling mencintai. Terkadang yang dicintai justru lari darinya. Kedua, adanya penghalang sehingga seseorang tidak dapat mencintai orang yang dicintanya, baik karena adanya cela dalam akhlak, bentuk rupa, sikap dan faktor lainnya. Ketiga, adanya penghalang dari pihak orang yang dicintai.

Jika penghalang ini dapat disingkirkan, maka akan terjalin benang-benang cinta antara keduanya. Kalau bukan karena kesombongan, hasad, cinta kekuasaan dan permusuhan dari orang-orang kafir, niscaya para rasul-rasul akan menjadi orang yang paling mereka cintai lebih dari cinta mereka kepada diri, keluarga dan harta.

TERAPI PENYAKIT AL ISYQ
Sebagai salah satu jenis penyakit, tentulah al-isyq dapat disembuhkan dengan terapi-terapi tertentu. Diantara terapi tersebut ialah sebagai berikut,

Jika terdapat peluang bagi orang yang sedang kasmaran tersebut untuk meraih cinta orang yang dikasihinya dengan ketentuan syariat dan suratan taqdirnya, maka inilah terapi yang paling utama. Sebagaimana terdapat dalam sahihain dari riwayat Ibn Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ *

Hai sekalian pemuda, barangsiapa yang mampu untuk menikah, maka hendaklah dia menikah. Barangsiapa yang belum mampu, maka hendaklah berpuasa. Karena puasa dapat menahan dirinya dari ketergelinciran (kepada perbuatan zina).

Hadis ini memberikan dua solusi, utama, dan pengganti.

Solusi pertama adalah menikah. Jika solusi ini dapat dilakukan, maka tidak boleh mencari solusi lain. Ibnu Majah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمْ نَرَ لِلْمُتَحَابَّيْنِ مِثْلَ النِّكَاحِ*

Aku tidak pernah melihat ada dua orang yang saling mengasihi selain melalui jalur pernikahan.

Inilah tujuan dan anjuran Allah untuk menikahi wanita, baik yang merdeka ataupun budak dalam firmanNya.
,
يُرِيدُ اللَّهُ أَنْ يُخَفِّفَ عَنْكُمْ وَخُلِقَ الْإِنْسَانُ ضَعِيفًا

Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, dan manusia dijadikan bersifat lemah. [An Nisa : 28].

Allah menyebutkan dalam ayat ini keringanan yang diberikan terhadap hambaNya. Dan Allah mengetahui kelemahan manusia dalam menahan syahwatnya, sehingga memperbolehkan menikahi para wanita yang baik-baik dua, tiga ataupun empat. Sebagaimana Allah memperbolehkan mendatangi budak-budak wanita mereka. Sampai-sampai Allah membuka bagi mereka pintu untuk menikahi budak-budak wanita jika mereka membutuhkannya sebagai peredam syahwat. Demikianlah keringanan dan rahmatNya terhadap makluk yang lemah ini..

Jika terapi pertama tidak dapat dilakukan akibat tertutupnya peluang menuju orang yang dikasihinya karena ketentuan syar’i dan takdir, maka penyakit ini bisa semakin ganas. Adapun terapinya harus dengan meyakinkan pada dirinya, bahwa apa-apa yang diimpikannya mustahil terjadi. Lebih baik baginya untuk segera melupakannya. Jiwa yang telah memutus harapan untuk mendapatkan sesuatu, niscaya akan tenang dan tidak lagi mengingatnya. Jika ternyata belum terlupakan, dapat mempengaruhi keadaan jiwanya hingga semakin menyimpang jauh.

Dalam kondisi seperti ini wajib baginya untuk mencari terapi lain. Yaitu dengan mengajak akalnya berfikir, bahwa menggantungkan hatinya kepada sesuatu yang mustahil dijangkaunya itu ibarat perbuatan gila. Ibarat pungguk merindukan bulan. Bukankah orang-orang akan mengganggapnya termasuk ke dalam kumpulan orang-orang yang tidak waras?

Apabila kemungkinan untuk mendapatkan apa yang dicintainya terhalang karena larangan syariat, maka terapinya yaitu dengan mengangap bahwa yang dicintainya itu bukan ditakdirkan menjadi miliknya. Jalan keselamatan ialah dengan menjauhkan dirinya dari yang dicintainya. Dia harus merasa bahwa pintu ke arah yang diingininya tertutup, dan mustahil tercapai.

Jika ternyata jiwanya yang selalu menyuruhnya kepada kemungkaran masih tetap menuntut, hendaklah dia mau meninggalkannya karena dua hal.

Pertama : Karena takut (kepada Allah). Yaitu dengan menumbuhkan perasaan, bahwa ada hal yang lebih layak dicintai, lebih bermanfaat, lebih baik dan lebih kekal. Seseorang yang berakal jika menimbang-nimbang antara mencintai sesuatu yang cepat sirna dengan sesuatu yang lebih layak untuk dicintai, lebih bermanfaat, lebih kekal dan lebih nikmat, tentu akan memilih yang lebih tinggi derajatnya. Jangan sampai engkau menggadaikan kenikmatan abadi yang tidak terlintas dalam pikiranmu menggantikannya dengan kenikmatan sesaat yang segera berbalik menjadi sumber penyakit. Ibarat orang yang sedang bermimpi indah, ataupun berkhayal terbang melayang jauh, maka ketika tersadar ternyata hanyalah mimpi dan khayalan. Akhirnya sirnalah segala keindahan semu. Yang tertinggal hanyalah keletihan, hilang nafsu dan kebinasaan menunggu.

Kedua : Keyakinan bahwa berbagai resiko yang sangat menyakitkan akan ditemuinya jika gagal melupakan yang dikasihinya. Dia akan mengalami dua hal yang menyakitkan sekaligus. Yaitu : gagal mendapatkan kekasih yang diinginkannya, serta bencana menyakitkan dan siksa yang pasti akan menimpanya. Jika yakin bakal mendapatkan dua hal menyakitkan ini, niscaya akan mudah baginya meninggalkan perasaan ingin memiliki yang dicinta. Dia akan bepikir, bahwa sabar menahan diri itu lebih baik. Akal, agama , harga diri dan kemanusiaannya akan memerintahkannya untuk bersabar, demi mendapatkan kebahagiaan abadi. Sementara kebodohan, hawa nafsu, kedzalimannya akan memerintahkannya untuk mengalah mendapatkan apa yang dikasihinya. Sungguh, orang yang terhindar ialah orang-orang yang dipelihara oleh Allah.

Jika hawa nafsunya masih tetap ngotot dan tidak menerima terapi tadi, maka hendaklah berfikir mengenai dampak negatif dan kerusakan yang akan ditimbulkannya segera, dan kemasalahatan yang akan gagal diraihnya. Sebab mengikuti hawa nafsu dapat menimbulkan kerusakan dunia dan menepis kebaikan yang bakal diterimanya. Lebih parah lagi, dengan memperturutkan hawa nafsu ini akan menghalanginya untuk mendapat petunjuk yang merupakan kunci keberhasilan dan kemaslahatannya.

Jika terapi ini tidak mempan juga untuknya, hendaklah dia selalu mengingat sisi-sisi keburukan kekasihnya dan hal-hal yang dapat membuatnya menjauh darinya. Jika dia mau mencari-cari kejelekan yang ada pada kekasihnya, niscaya dia akan mendapatkannya lebih dominan daripada keindahannya. Hendaklah dia banyak bertanya kepada orang-orang yang berada disekeliling kekasihnya tentang berbagai kejelekannya yang belum diketahuinya. Sebab sebagaimana kecantikan sebagai faktor pendorong seseorang untuk mencintai kekasihnya, maka demikian pula kejelekan merupakan pendorong kuat agar dapat membenci dan menjauhinya. Hendaklah dia mempertimbangkan dua sisi ini dan memilih yang terbaik baginya. Jangan terperdaya karena kecantikan kulit, dan membandingkannya dengan orang yang terkena penyakit sopak atau kusta. Tetapi hendaklah dia memalingkan pandangannya kepada kejelelekan sikap dan perilakunya. Hendaklah dia menutup matanya dari kecantikan fisik dan melihat kepada kejelekan yang diceritakan mengenai hatinya.

Jika terapi ini masih saja tidak mempan baginya, maka terapi terakhir yaitu mengadu dan memohon dengan jujur kepada Allah penolong orang-orang yang ditimpa musibah jika memohon kepadaNya. Hendaklah dia menyerahkan jiwa sepenuhnya di hadapan kebesaranNya sambil memohon, merendahkan dan menghinakan diri. Jika dia dapat melaksanakan terapi akhir ini, maka sesungguhnya dia telah membuka pintu taufik (pertolongan Allah). Hendaklah dia berbuat iffah (menjaga diri) dan menyembunyikan perasaannya. Jangan menjelek-jelekkan kekasihnya dan mempermalukannya di hadapan manusia ataupun menyakitinya. Sebab hal tersebut merupakan kedzaliman dan melampaui batas.

PENUTUP
Demikianlah kiat-kiat khusus untuk menyembuhkan penyakit ini. Namun ibarat kata pepatah, mencegah lebih baik daripada mengobati. Sebelum terkena virus ini, maka lebih baik menghindar. Bagaimana cara menghindarinya? Tidak lain, yaitu dengan tazkiyatun nafs. Semoga pembahasan ini bermanfaat.

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 08/Tahun VI/1423H/2002M Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km. 8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 08121533647, 08157579296]
_______
Footnote
[1]. Diterjemahkan Oleh Ahmad Ridwan Abu Fairuz Al Medani. Dari Kitab Zadul Ma’ad Fi Hadyi Khairi Ibad, Juz 4, Hal. 265-274.
[2]. Ini berita batil yang diriwayatkan oleh Ibn Sa’ad dalam At Tabaqat 8/101-102, dan Al Hakim 3/23 dari jalan Muhammad Ibn Umar Al Waqidi, seorang yang matruk (ditinggalkan). Dan sebagian menggapnya sebagai pemalsu hadis; dari Muhammad Ibn Yahya Ibn Hibban, seorang yang tsiqah , namun riwayat yang diriwayatkannya dari Nabi seluruhnya mursal. Kebatilah riwayat ini telah diterangkan oleh para ulama al muhaqqiqin. Mereka berkata, “Penukil riwayat ini dan yang menggunakan ayat ini sebagai dalil atas prasangka buruk mereka mengenai Rasulullah, sebenarnya tidak meletakkan kedudukan kenabian Rasulullah sebagaimana layaknya, dan tidak mengerti makna kemaksuman Beliau. Sesungguhnya yang disembunyikan Nabi di dalam dirinya dan belakangan Allah nampakkan adalah berita yang Allah disampaikan padanya, bahwa kelak Zainab akan menjadi istrinya. Faktor yang membuat nabi menyembunyikan berita ini tidak lain disebabkan perasaan takut beliau terhadap perkataan orang, bahwa Beliau tega menikahi istri anak angkatnya . Sebenarnya dengan kisah ini Allah ingin membatalkan tradisi jahiliyyah ini dalam masalah adopsi. Yaitu dengan menikahkan Rasulullah dengan istri anak angkatnya.Peristiwa yang terjadi dengan Rasulullah ini sebagai pemimpin manusia akan lebih diterima dan mengena di hati mereka.. Lihat Ahkam Al Quran 3/1530,1532, Karya Ibn Arabi dan Fathul Bari8/303, Ibn Kastir 3/492, dan Ruhul Ma’ani 22/24-25.
[3]. Hadis diriwaytkan oleh Bukhari 7/15 dalam bab Fadhail Sahabat Nabi, dari jalan Abdullah Ibn Abbas, dan diriwayatkan oleh Imam Muslim (2384) dalam Fadhail Sahabat, Bab Keutamaan Abu Bakar, dari jalan Abdullah Ibn Masud, dan keduanya sepakat meriwayatkan dari jalan Abu Sa’id Al Khudri.
[4]. Hadis Riwayat Bukhari 7/267dari hadis ‘Aisyah secara muallaq, dan Muslim (2638) dari jalan Abu Hurairah secara mausul
[5]. Diriwayatkan oleh Ahmad 6/145, 160, dan An Nasai dari jalan ‘Aisyah. Bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Aku bersumpah terhadap tiga hal, Allah tidak akan menjadikan orang-orang yang memiliki saham dalam Islam sama dengan orang yang tidak memiliki saham. Saham itu yakni: Shalat, puasa dan zakat. Tidaklah Allah mengangkat seseorang di dunia, kemudain ada selainNya yang dapat mengangkat (derajatnya) di hari kiamat. Tidaklah seseorang mencintai suatu kaum kecuali kelak Allah akan menggumpulkannya bersama (di akhirat). Kalau boleh aku bersumpah terhadap yang keempat dan kuharap aku tidak berdosa dalam hal ini, yaitu tidaklah seseorang memberi pakaian kepada orang lain (untuk menutupi auratnya), kecuali Allah akan memberinya pakaian penutup di hari kiamat.” Para perawi hadits ini tsiqah, kecuali Syaibah Al Khudri (di dalam Musnad di tulis keliru dengan Al Isyq Hadrami). Dia meriwayatkan dari Urwah, dan dia tidak di tsiqahkan kecuali oleh Ibn Hibban. Namun ada syahidnya dari hadits Ibn Masud dari jalur Abu Ya’la, dan Thabrani dari jalur Abu Umamah. Dengan kedua jalan ini, maka hadits ini menjadi shahih.

Mengeluh dan Merasa Sempit dengan Kehidupan? 13 Juli 2011

Posted by jihadsabili in cinta, jodoh, munakahat.
add a comment

Sebagian istri ada yang mengeluhkan kehidupannya dan tidak bisa menerima penghasilan suaminya. Ia ingin hidup seperti Fulanah atau seperti salah seorang karib keluarganya.

Engkau lupa bahwa Allah tidaklah menciptakan manusia sama rata. Allah menciptakan orang kulit putih dan orang kulit hitam, orang kaya dan orang miskin, orang kuat dan orang lemah.

Agar engkau dapat menenangkan dirimu hendaklah camkan hadits berikut ini

“Lihatlah orang yang dibawahmu dan jangan lihat orang yang diatasmu, hal itu lebih baik sehingga engkau tidak menyepelekan nikmat Allah.” (HR Muslim)

Ingatlah selalu bahwa kebahagiaan bukan hanya terletak pada harta semata. Berapa banyak wanita yang memiliki suami kaya hartanya namun bakhil perasaan dan cintanya. Sementara yang lain memiliki suami yang fakir hartanya namun kaya perasaannya dan cinta kepada istri dan rumahnya.

Hendaklah seorang istri selalu ridha menerima suaminya yang mencintai dirinya. Kebahagiaan itu bukan hanya terletak pada makanan dan minuman, bukan berhias dengan pakaian mahal, perabotan mewah, emas perak dan kendaraan yang banyak. Namun kekayaan itu letaknya dalam dada dan hati yang tenang, penuh dengan cinta dan keimanan.

***
Disalin dari buku Agar Suami Cemburu Padamu, karya Dr. Najla’ As Sayyid Nayil, Pustaka At Tibyan

Lelaki Pengetuk Pintu Surga ( Catatan Harian Seorang Istri) 13 Juli 2011

Posted by jihadsabili in cinta, keluarga, munakahat.
add a comment

Lelaki Pengetuk Pintu Surga ( Catatan Harian Seorang Istri)

“Cinta..’… Selamat Ulang Tahun…” bisik seraut wajah tampan tepat di hadapanku. “Hmm…” aku yang sedang lelap hanya memicingkan mata dan tidur kembali setelah menunggu sekian detik tak ada kata-kata lain yang terlontar dari bibir suamiku dan tak ada sodoran kado di hadapanku.

Shubuh ini usiaku dua puluh empat tahun. Ulang tahun pertama sejak pernikahan kami lima bulan yang lalu. Nothing special. Sejak bangun aku cuma diam, kecewa. Tak ada kado, tak ada black forest mini, tak ada setangkai mawar seperti mimpiku semalam. Malas aku beranjak ke kamar mandi. Shalat Subuh kami berdua seperti biasa. Setelah itu kuraih lengan suamiku, dan selalu ia mengecup kening, pipi, terakhir bibirku. Setelah itu diam. Tiba-tiba hari ini aku merasa bukan apa-apa, padahal ini hari istimewaku. Orang yang aku harapkan akan memperlakukanku seperti putri hari ini cuma memandangku.

Alat shalat kubereskan dan aku kembali berbaring di kasur tanpa dipanku. Memejamkan mata, menghibur diri, dan mengucapkan. Happy Birthday to Me… Happy Birthday to Me…. Bisik hatiku perih. Tiba-tiba aku terisak. Entah mengapa. Aku sedih di hari ulang tahunku. Kini aku sudah menikah. Terbayang bahwa diriku pantas mendapatkan lebih dari ini. Aku berhak punya suami yang mapan, yang bisa mengantarku ke mana-mana dengan kendaraan. Bisa membelikan blackforest, bisa membelikan aku gamis saat aku hamil begini, bisa mengajakku menginap di sebuah resor di malam dan hari ulang tahunku. Bukannya aku yang harus sering keluar uang untuk segala kebutuhan sehari-hari, karena memang penghasilanku lebih besar. Sampai kapan aku mesti bersabar, sementara itu bukanlah kewajibanku.

“Cinta kenapa?” tanya suamiku dengan nada bingung dan khawatir.

Aku menggeleng dengan mata terpejam. Lalu membuka mata. Matanya tepat menancap di mataku. Di tangannya tergenggam sebuah bungkusan warna merah jambu. Ada tatapan rasa bersalah dan malu di matanya. Sementara bungkusan itu enggan disodorkannya kepadaku.

“Selamat ulang tahun ya ‘…” bisiknya lirih. “Sebenernya abi mau bangunin kamu semalam, dan ngasih kado ini… tapi kamu capek banget ya? Ucapnya takut-takut.

Aku mencoba tersenyum. Dia menyodorkan bungkusan manis merah jambu itu. Dari mana dia belajar membukus kado seperti ini? Batinku sedikit terhibur. Aku buka perlahan bungkusnya sambil menatap lekat matanya. Ada air yang menggenang.

“Maaf ya mi, abi cuma bisa ngasih ini. Nnnng… Nggak bagus ya mi?” ucapnya terbata. Matanya dihujamkan ke lantai.

Kubuka secarik kartu kecil putih manis dengan bunga pink dan ungu warna favoritku. Sebuah tas selempang abu-abu bergambar Mickey mengajakku tersenyum. Segala kesahku akan sedikitnya nafkah yang diberikannya menguap entah ke mana. Tiba-tiba aku malu, betapa tak bersyukurnya aku.

“Jelek ya Cinta? Maaf ya ‘… aku nggak bisa ngasih apa-apa…. Aku belum bisa nafkahin kamu sepenuhnya. Maafin aku ya cinta’…” desahnya.

Aku tahu dia harus rela mengirit jatah makan siangnya untuk tas ini. Kupeluk dia dan tangisku meledak di pelukannya. Aku rasakan tetesan air matanya juga membasahi pundakku. Kuhadapkan wajahnya di hadapanku. Masih dalam tunduk, air matanya mengalir. Rabbi… mengapa sepicik itu pikiranku? Yang menilai sesuatu dari materi? Sementara besarnya karuniamu masih aku pertanyakan.

“Bi’ lihat aku…,” pintaku padanya. Ia menatapku lekat. Aku melihat telaga bening di matanya. Sejuk dan menenteramkan. Aku tahu ia begitu menyayangi aku, tapi keterbatasan dirinya menyeret dayanya untuk membahagiakan aku. Tercekat aku menatap pancaran kasih dan ketulusan itu. “Tahu nggak… kamu ngasih aku banyaaaak banget,” bisikku di antara isakan. “Kamu ngasih aku seorang suami yang sayang sama istrinya, yang perhatian. Kamu ngasih aku kesempatan untuk meraih surga-Nya. Kamu ngasih aku jundi’,” senyumku sambil mengelus perutku. “Kamu ngasih aku sebuah keluarga yang sayang sama aku, kamu ngasih aku mama….” bisikku dalam cekat.

Terbayang wajah mama mertuaku yang perhatiannya setengah mati padaku, melebihi keluargaku sendiri. “Kamu yang selalu nelfon aku setiap jam istirahat, yang lain mana ada suaminya yang selalu telepon setiap siang,” isakku diselingi tawa. Ia tertawa kemudian tangisnya semakin kencang di pelukanku.

Rabbana… mungkin Engkau belum memberikan kami karunia yang nampak dilihat mata, tapi rasa ini, dan rasa-rasa yang pernah aku alami bersama suamiku tak dapat aku samakan dengan mimpi-mimpiku akan sebuah rumah pribadi, kendaraan pribadi, jabatan suami yang oke, fasilitas-fasilitas. Harta yang hanya terasa dalam hitungan waktu dunia. Mengapa aku masih bertanya. Mengapa keberadaan dia di sisiku masih aku nafikan nilainya. Akan aku nilai apa ketulusannya atas apa saja yang ia berikan untukku? Hanya dengan keluhan? Teringat lagi puisi pemberiannya saat kami baru menikah… Aku ingin mencintaimu dengan sederhana…

(Di ambil dari catatan Harian Istriku Ummu Jundi…ketika di awal-awal ,merintis karier….Ya Rabbana Bantu Kami Ke SurgaMu)

Ketika Cinta Tidak Perlu Diberi Nama 13 Juli 2011

Posted by jihadsabili in cinta.
add a comment

Ketika Cinta Tidak Perlu Diberi Nama

Posted by cakra on March 16th, 2010

Oleh Dian Sianturi
 

Udara yang cukup panas siang itu cukup membuat pori – pori kulit saya banyak mengelurkan keringat. Tetapi, saya cukup beruntung karena angkot yang tumpangi hanya berisi beberapa penumpang, hingga saya bisa lebih leluasa duduk tanpa harus berhimpit – himpitan dengan penumpang yang lain.
Tidak beberapa lama kemudian, angkot yang saya tumpangi kemudian sedikit merapat untuk kemudian naiklah dua orang penumpang. Seorang wanita yang mungkin umurnya saya perkirakan masih 20-an dengan dua orang anaknya. Secara jujur saya ingin mengatakan penampilan wanita muda itu dengan kedua orang anaknya itu jauh dari kesan menyejukkan mata. Rambut kusam dengan pakainnya yang bila boleh dikatakan tidak layak lagi.
Tetapi yang paling menarik perhatian saya adalah dua orang bocah yang duduk bersama perempuan itu. Dua orang bocah yang penampilan setali tiga uang dengan wanita muda itu. Bocah perempuan yang kira-kita umurnya delapan tahun duduk didekat saya, beberapa benjolan yang berisi nanah mengihiasi kepala dan bagian kaki serta lenganya. Dan sedikit menimbulakan bau yang kurang sedap. Begitu juga dengan bocah satu tahun yang berada dalam gendongan perempuan itu.
Beberapa penumpang yang ada didalam angkot itu, sedikit menutup hidungnya, mungkin karena bau yang ditimbulakan oleh koreng – koreng penumpang kecil itu. Saya yang kebetulan duduk di dekat dua bocah itu, rasaya pun ingin muntah, Karena bau anyir itu.
Merasa tidak diharapkan kehadirannya, wanita itu kemudian merapatkan bocah tertuanya untuk lebih dekat kepada tubuhnya, memeluk tubuh mungil itu dengan sebelah tangannya, sedang tangan yang satu ia pergunakan untuk menggendong bocah yan paling kecil. Tangannya kemudian membelai kepala anaknya yang tertua dan menciumnya penuh sayang.
Melihat apa yang dilakukan wanita muda itu, membuat hati saya jadi terenyuh. Saya yakin wanita itu pasti merasa bahwa orang – orang yang berada di angkot itu merasa terganggu dengan kehadiran mereka. Namun, perbuatannya tadi itu saya tafsirkan sebagai bentuk pembelaan kepada kedua anaknya. Sebagai bentuk wujud cinta seorang ibu keapada sang anak. Apapun keadaan anaknya.
Ah, saya jadi teringat dengan wanita mulia yang ada di ujung Sumatera. Ibu saya, yang selalu setia menyambut kedatangan saya dari luar kota tempat saya kuliah dengan senyumnya yang menawan. Tak Pernah saya berpikir betapa besar cinta wanita separuh paya itu kepada saya. Sebuah cinta yang murni bagaikan tetesan embun di pagi hari yang menyegarkan suasana pagi hari yang sejuk.
Perasaan cinta. Yang tidak hanya dilatar belakangi oleh nafsu untuk memiliki sepenuhnya yang dicintai. Sebuah perasaan yang tulus untuk kebahagiaan sang buah hati. Sebuah ungkapan kasih sayang untuk sebuah daging yang telah lama bersemayam dalam tubuhnya. Karena sesungguhnya cinta adalah perasaan di mana setiap orang yang memiliki perasaan itu akan sepenuhnya menyerahkan jiwa dan raganya untuk yang di cintai.
Rumit memang, untuk mendefinisikan rasa cinta yang tak akan pernah habis untuk di bahas keberadaannya. Namun, toh tak ada salahnya bila kemudian saya merasakan rasa cinta begitu besar kepada semua yang layak untuk saya cintai apapun itu bentuknya. Tanpa aturan – aturan yang mengharuskan cinta itu untuk di definisikan artinya secara kaku.
Seperti juga perasaan wanita muda yang saya jumpai terhadap dua orang anaknya yang berada di angkot, kepada dua bocah yang mungkin sebagian orang mengganggapnya sebagai makhluk yang jijik. Tapi itulah sebenarnya rasa cinta yang kadang membuat kita memiliki energi lebih untuk melindungi orang yang kita cintai. Toh sebenarnya wanita itu juga mungkin seperti saya, tak mengerti apa itu sebenarnya definisi dari cinta yang abstrak. Wallahu.alam

kenapa saya belum menikah?? 13 Juli 2011

Posted by jihadsabili in cinta, munakahat, Uncategorized.
add a comment

kenapa saya belum menikah??


subhanallah… semua dalam genggaman Allah… Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: “Jadilah!” maka terjadilah ia…

subhanallah… dari sekian banyak email yang masuk setiap hari, dan teman-teman yang berpapasan di jalan banyak yang bertanya… kenapa saya belum menikah?? saya jawab “nanti insya Allah saya tulis di catatan fb”, atau sebagian yang lain saya jawab “belum punya duit”, kamu mau nambahin memangnya??”… widih ketika saya jawab “belum punya duit” rame deh panjang lebar debat… “gimana sih mas edi??, mas edi kan yang mengajarkan kepada kami kalau segala sesuatu make Allah bukan make duit…!!” he2… saya iseng jawab “blm punya duit buat nikah” (saya berlindung kepada Allah dari berharap kepada makhluk, padahalkan niatnya saya gini “kalau kamu mau dibantu sama Allah, maka bantulah saudaramu, niscaya Allah akan membantumu dalam urusanmu”, gitu… kan lumayan siapa tahu aja nanti saya digolongkan oleh Allah kepada orang-orang yang menebarkan kebaikan…. (mudah-mudahan temen-temennya gak pada su’udzon yah… amin). maka jawaban yang tepat untuk orang yang bertanya kenapa saya belum menikah gini… cuma satu jawaban “Allah belum menyetujuinya” titik atau “belum waktunya” titik.

buat temen-temen yang memang belum menikah dan memang ngebet banget kepingin menikah gini trik nya…
1. “gak usah khawatir…, kambing aja yg gak mandi menikah tuh!!, masa kita manusia… yang mandi, yang beribadah kepada Allah, nurut sama Allah, gak dikasih jodoh?? gak mungkin lah…”
2. “tenang aja…, semua orang menikah kok!!, tidak ada orang yang tidak menikah, orang jelek menikah, orang cacat (cacat menurut kita) menikah, kecuali orang-orang yang memang tidak mau menikah…, seperti “biksu, pendeta dll yg gak mau menikah..”, yang jadi permasalahannya gini… “kok lama yah??, gak tahan nih, gimana dong?”, jawabannya gini : “ini lah ujian buat kita, ujian kesabaran…, pohon mangga juga klo belum matang, kita petik lalu kita makan rasanya pahit dan kecut…, biarlah Allah mematangkan diri kita dulu sampai akhirnya kita bisa membentuk keluarga yang sakinah, mawadah, wa rahmah…, berapa banyak orang yang menikah tidak bertahan lama, lantaran mereka belum matang untuk menikah??, maka tugas kita adalah sibuk aja dan menyibukan diri muhasabah ke Allah, nanti Allah yang bimbing kita untuk dapat menikah dengan Kekuasaan Allah.

memang benar…. saya lah edi sutisna (facebooknya : http://www.facebook.com/ed i.sutisna.kerens) adalah salah satu orang yang menganjurkan “segala sesuatu jangan make uang, tapi make Allah…, biar cepet dan sudah saya rasakan sendiri… ‘ini adalah ilmu buat saya’ dan ini juga anjuran dari para guru saya…

karena dalam hal ini “masalah menikah”…. maka menikahlah dengan menggunakan Allah, meminta pertolongan Allah biar cepet… “loh mana dalilnya mas…??, nih dalilnya… :”Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: “Jadilah!” maka terjadilah ia… ” tuh (Qs.Yaasiin : 82)… kalau Allah sudah berkehendak maka “jadilah” cepet kan??

yang jadi permasalahannya gini mas… bagaimana caranya agar Allah berkehendak??… “wah pertanyaan bagus tuh…!! he2″ (loh kok ini seperti ngomong sendiri yah??, “iya… he2.., biar gak sepi, habisnya kamu sih bisanya cuman baca doang, gak mau koment!!, atau ngasih apa kek buat penyemangat… ^_^, “loh kok panjang mas??”, eh maap… ^_^).

trik nya gini biar Allah berkehendak….:
waktu saya kecil…, sering kali (berarti berkali-kali, bkn satu kali) ketika saya menginginkan sesuatu kepada orang tua saya…, saya ingin mainan mobil-mobilan…, tentu saja saya gak punya duit untuk membeli mobil-mobilan karena saya belum ada duit (atau penghasilan deh)… nah… saya gunakan cara ini… “saya beli mobil-mobilan tidak memakai duit loh, tapi memakai orang tua saya…”, tentunya ibu saya yang berkuasa memegang keuangan di dalam rumah tangga saya…, (karena saya waktu itu belum kenal tauhid, maka cara ini yang saya pakai)…

gimana caranya supaya ibu saya berkehendak membelikan saya mobil-mobilan??, saya berusaha mengambil ‘hati’ ibu saya…, bagaimana caranya agar ‘hati’ ibu saya bisa terambil??, tentu nya saya harus nurut kepada perintah-perintah ibu saya, tidak membangkang…, disuruh mandi maka saya mandi, disuruh langsung pulang sehabis sekolah jangan keluyuran, maka saya pun segera pulang…, bahkan saya mempunyai trik agar bisa dipercepat hajat saya… yaitu “sebelum ibu saya memerintah saya sudah siap sedia, bahkan sudah beres perintahnya…” maksudnya gini… saya tahu benar setiap pagi pasti saya akan disuruh “menyapu dan mengepel” (itu rutin setiap pagi), jadi sebelum ibu saya menyuruh saya.., nah saya sudah kerjakan sebelumnya (sebelum ibu saya nyuruh mengepel, saya sudah mengepel)… bukan satu atau dua pekerjaan, tetapi semuanya… menurut temen-temen gimana respon ibu saya ketika saya melakukan itu semua (selama 1 minggu aja deh dulu…, sukur-sukur seterusnya seperti itu terus)?? pastinya ibu saya akan senang… karena seorang ibu memiliki bahasa bathin kepada anaknya…, maka ibu kita pun akan faham kenapa saya berbuat seperti ini…, sebelum saya mengutarakan keinginan saya, maka ibu saya segera mendekati saya dan berkata “wahai anakku, ibu sayang kepada kamu.., kamu mau apa nak??”…. nah dalam suasana seperti ini… langsung deh saya berkata “saya mau mainan mobil-mobilan ibundaku sayang…” he2… kira-kira apa yang terjadi yah?? (kalau bahasa Allah mah ‘Kun Fayakun’, ‘jadilah’ maka ‘terjadilah’).

subhanallah… seharusnya ini menjadi sebuah ‘ILMU’ dan ‘METODE’ buat kita…, karena apa??, karena kejadian ini akan terjadi kepada siapa saja dan secara berulang-ulang kepada siapa saja yang mau mengikuti cara ini…. Allahu Akbar…!!!

ilustrasi diatas ialah kepada ‘seorang ibu pada anaknya’…, alias ‘makhluk kepada makhluk’… sedangkan kita sama-sama tahu bahwa makhluk itu penuh keterbatasan dan tak berdaya, kekuatannya apa sih??….

Allah… Sumber dari segala sumber rizki yang ada di seluruh jagad raya…, Raja dari segala Raja jagad raya…, semua total milik Allah… semua total tunduk kepada Allah… Allahu Akbar…

bagaimana ceritanya yah ketika metode yang saya pakai kepada orang tua (ibu) saya, saya terapkan kepada Allah….?? Subhanallah…, Allahu akbar…. “seorang ibu dapat menghargai usaha anaknya”, seorang makhluk diberi rasa kepada makhluk lain…, bagaimana dengan Allah?? Allah lah yang Maha Menghargai setiap usaha makhluk-makhluk-Nya yang ia ciptakan…, karena Allah yang menciptakan kita, tentu saja Allah lah yang paling mengetahui dan paling menghargai diri ini dari siapapun…., tidak usah berpanjang lebar dan berbasa basi lagi…, coba aja buktikan sendiri 1 minggu aja deh, 1 bulan aja deh… pasti kerasa banget-banget… lebih-lebih lagi kita konsisten kepada Allah seumur hidup kita, nurut sama Allah, jalankan semua perintah Allah… sukur-sukur sebelum Allah nyuruh kita udah melaksanakan dan siap sedia (kan ilustrasi diatas gitu klo pengen cepet dapet maenan mobil-mobilan)… loh maksudnya gimana ini?? gini maksudnya.., kan sudah pasti tuh setiap waktu kita disuruh, allah memerintahkan sholat 5 waktu…, nah sebelum Allah nyuruh kita udah standby, sebelum Allah manggil kita untuk sholat nah kita udah standby di masjid…, pas Allah bilang “hayya ala sholat…!!” ayo kita sholat!!, kita jawab :”saya udah disini dari tadi ya Allah..!!, di masjid ini dari tadi loh!! he2… mantep kan??

bagaimana ceritanya jika kita mentokin beribadah ke Allah, maksudnya gini…, selain yang wajib-wajib kita kerjakan tepat waktu…, nah yang sunnah-sunnah pun kita tidak mau ketinggalan…, seperti sholat tahajud, dhuha, membaca al-quran, puasa senin kamis/daud, sedekah, membantu orang yang kesusahan…., dan melakukan apapun yang Allah sukai…. hasilnya apa?? subhanallah… tak heran baginda Rasulullah saw Allah jadikan makhluk termulia dari semua makhluk…, tak heran Allah sendiri yang menawari Rasulullah saw menjadi seorang raja yang akan dilimpahi harta yang berlimpah, tak heran Allah menawari suatu gunung yang akan dijadikan emas untuk Rasulullah saw…. subhanallah…, Allahu Akbar… Allah mengerti benar kepada Makhluk-Nya, Allah menghargai benar usaha makhluk-Nya…, tak heran sebelum Rasulullah meminta…, semua disodorkan Allah…. dan tak heran semua kemauan Rasulullah, do’a rasulullah semua di ijabah seketika…. ‘ada saat-saat do’a rasulullah memang tidak diijabah Allah, karena itu memang kasih sayang Allah…, Allah Maha Tahu atas segala sesuatu yang baik dan buruk nya suatu keinginan kita…..

seorang ibu berkata kepada anaknya di ilustrasi diatas : “wahai anakku, ibu sayang kepada kamu.., kamu mau apa nak??”, bagaimana dengan Allah??

sepertinya pembahasannya panjang banget yah??, takut melenceng nih dari tema kenapa saya belum menikah? he2… saya pengen cerita sedikit pengalaman…. sepertinya temen-temen suka yah klo saya nulis pengalaman saya??, sebagian menjawab ‘enak didongengin’ sebagai teman tidur… berarti alhamdulillah ^_^… sebagian lagi berkata ‘lumayan buat pengalaman’ alhamdulillah juga… yang penting tulisan-tulisan saya ada manfaatnya… dan mudah-mudahan ini menjadi amal juga buat saya untuk nambah-nambah pahala untuk pemberat timbangan pahala ketika amal saya ditimbang bersama dosa-dosa saya kelak… amin.

saya edi sutisna (facebook : http://www.facebook.com/edi.sutisna.kerens) kata sebagian temen-temen…, tidak berusaha mencari calon istri karena terlalu sibuk mengurusi organisasi atau kerjaan atau lain-lain… saya katakan tidak!! (makanya ini saya mau cerita disini, biar clear aja…)

kalau temen-temen semua mengetahui alur-alur perjalanan seorang edi sutisna.., mungkin agak sedikit kaget mungkin…, “loh kok bisa mas??” iya tenang dulu dong…, ini juga mau diceritakan he2… “coba mas ceritakan, saya pengen denger nih…!!”… iya makanya.., km dengerin aja yah?? jangan banyak koment dulu.., nanti klo saya suruh koment, baru deh kamu koment yah??, “oke deh mas!!” tuh kan koment lagi, kan belum saya suruh…, “oh.. gitu yah..”, iya udah, diem dulu.. tar gak kelar-kelar nih tulisan…. (maap yah temen-temen itu kembaran saya bawel nya minta ampun…. ^_^ maap yah…). lanjut deh…

kalau saya ingat-ingat… sepertinya saya sudah 7 kali melamar orang (wanita) untuk saya jadikan sebagai istri…, gitu deh ke-7 tujuhnya semuanya ditolak he2… yah gimana lagi kalau Allah belum mengizinkan siapapun atau apapun tak akan bisa melawan kehendak Allah…, namanya juga usaha yah?? dan saya sakin semua ini pasti mengandung banyak hikmah buat saya…

LAMARAN 1
sepertinya ketika SMA (dipondok pesantren sukabumi) saya menyukai seorang gadis asal bandung…, waktu itu saya baru berumur sekitar belasan tahun…, saya terinspirasi oleh ayah saya, yang ketika ayah saya menikah umur 21 tahun…, ceritanya saya gak mau nih, gak mau keduluan dengan ayah saya…, maka saya lapor ke ayah saya ‘ingin menikah’… ayah saya tertawa-tawa dan berkata ‘yah silahkan saja, asal usaha sendiri…’, waktu itu saya tidak mengerti kenapa ayah saya tertawa-tawa…, dan saya langsung memberanikan diri untuk melamar sang gadis…., saya susul ke bandung…

subhanallah… sampai sekarang… jika saya ingat kejadian tersebut ‘saya jadi tertawa sendiri… he2..’ kejadian lucu…, dan subhanallah sekali.., dengan bermodalkan kertas alamat satu lembar.. saya sampai persis didepan pintu rumahnya si gadis…., gadis itu pun kaget karena sebelumnya saya tidak memberitahukannya he2… seberani itukah saya?? he2.. saya juga mungkin gak sadar kali yah??, namanya juga anak masih bau kencur… gak memikirkan dampak baik dan buruk sesudah nya… tapi alhamdulillah bandung – jakarta selamat sampai di tujuan PP.

ketika sampai dirumah beliau…, saya dihadapkan dengan ayah sang calon mertua… sempat tegang sedikit tapi itu bukan suatu halangan buat saya waktu itu…, karena menurut saya niat saya ini baik-baik.. itulah yang menguatkan saya waktu itu.

sang calon mertua menyodorkan beberapa pertanyaan, pertanyaan klasik yang sering ditanya kepada sang calon mertua kepada calon menantu… tetapi lagi-lagi subhanallah… saya dihadapkan dengan seorang calon mertua yang bijak… sehingga tidak terjadi sesuatu yang tidak mengenakan yang membuat saya trauma (karena biasanya seorang pemuda bau kencur gampang trauma karena kejadian-kejadian yang tidak mengenakan). sang calon mertua bertanya “orang tua kamu sudah tahu??”, saya jawab ‘sudah’, “apa kata orang tua kamu”, saya jawab ‘itu terserah saya orang tua saya mendukung, asal saya berusaha sendiri’…, pertanyaan kedua dari sang calon mertua ialah :”kamu sekarang sudah bekerja???”, saya jawab ‘belum pak!!’…, sang calon mertua menjelaskan panjang lebar… “kalau ingin membentuk rumah tangga haruslah dibarengi dengan usaha kerja yang menghasilkan uang untuk kebutuhan sehari-hari kamu dan istri kamu… untuk kedepannya.., anak kamu pun harus kamu nafkahi, dan nafkah itu wajib buat kamu….” katanya… dst….dst…. panjang lebar menjelaskan kepada saya, dan alhamdulillah saya pun mengerti…, padahal tadinya belum mengerti sama sekali yang seperti itu… (subhanallah dapet ilmu dari pengalaman….)

wa’hasil saya pulang dengan membawa ilmu “kalau ingin menikah yah saya kerja dulu…” sampai akhirnya lambat laun saya tidak memikirkan pernikahan sampai saya mempunyai pekerjaan yang menghasilkan uang…. subhanallah… waktu adalah waktu…. seiring berjalannya waktu… saya lulus dan lupa kepada wanita bandung tersebut… he2.. aneh tapi nyata…, padahal ketemunya juga cuman 2 kali dengan wanita bandung itu di pondok… sampai sekarang pun saya lupa namanya siapa…, mungkinkah kamu ingat wahai wanita bandung kepada saya???

LAMARAN 2
ketika awal-awal kuliah (mungkin sekitar semester dua)… waktu itu saya sudah memiliki rental pengetikan di depan kampus saya sendiri (untuk menyiasati agar bisa bayaran kuliah…) jarang pulang, mandi di kampus, makan dikampus, kuliah dikampus he2…. kadang-kadang tidur pun dikampus.., karena ada TV nya… mayan nebeng nonton TV dikampus…

waktu itu memang saya ditakdirkan menjadi penguasa laboratorium komputer he2 (maksudnya jadi assisten lab komputer, kunci lab saya yang megang…) mayan ada AC buat tidur, ‘adem’….

suatu ketika saya terhenyak… terhentak… dengan jilbab panjang dan sedikit-sedikit berkata ‘subhanallah’… sedikit-sedikit membuka al-qur’an… sedikit-sedikit berkata ‘allah’…

ada suatu moment yang tidak bisa terlupakan sampai saat ini didalam memory saya.., ketika…. subhanallah… biarpun saya waktu itu ‘serabutan’, istilah katanya mah asoy geboy aja, cuekan, gak tau malu mungkin… tetapi saya dianugerahi oleh Allah otak yang lumayan ‘encer’ he2… (saya berlindung kepada Allah dari sifat sombong…) suatu ketika banyak yang private kepada saya soal mata pelajaran kuliah… janjian biasanya jam 07.00 pagi (untuk private)… suatu ketika saya datang jam 06.30 pagi… saya mendengar suara merdu melantunkan ayat-ayat Allah (al-Qur’an), tapi saya bingung suara itu dari mana?? saya mencari-cari dan saya dapati si wanita ini sedang melantunkan ayat Allah… Allah menggerakan air mata saya sampai bercucuran begitu derasnya… dan saya tidak mengerti kenapa ini?? apa yang terjadi??, Allah menggerakan hati saya begitu damai dan tenang… subhanallah air mata saya bercucuran deras…. saat itu ingggiiinnnnn sekali saya memeluknya dan mendekap nya dengan erat karena rasa sayang nya begitu besar bergejolak tiba-tiba saat itu…. (tapi bukan mukhrim yah?? tar saya kena tabok/tampar….) ini lah moment itu… subhanallah…

saya memberanikan diri dan mencari-cari waktu yang pas untuk mengutarakan bahwa saya ingin melamar dia…. (waktu itu saya mempunyai target, paling telat saya harus sudah menikah umur 21 tahun…, karena ayah saya 21 tahun sudah menikah…., saya lupa waktu itu umur berapa, mungkin sekitar umur 20-an).

akhirnya ketemu juga moment yang pas untuk mengutarakan mau melamar…., saya bilang ke dia saya mau melamar, kalau bisa besok saya datang ke rumah…, wanita itu pun terdiam…, yang saya tangkep waktu itu ialah ‘diam berarti iya’, ‘kalau dia nolak berarti dia menjawab tidak’… ini lah mungkin bahasa wanita… dan ke esokan harinya saya berkunjung ke rumahnya untuk melaksanakan hajat saya untuk melamar…., oleh sang calon mertua hanya satu pertanyaan yang membuat saya tidak berkutik…. “saya sih setuju saja anak saya kamu nikahkan, tapi saya mau anak saya menyelesaikan kuliahnya dulu baru saya mengizinkan dia menikah….” kata sang calon mertua…. subhanallah… saya tidak bisa berkata-kata kecuali mengiyakan saja dan pulang.

lambat laun saya lulus… dan gadis itu belum lulus… saya gak tahu harus menunggu atau tidak?? yang jelas saya menyibukan diri untuk mencari duit… dan sampai akhirnya saya mempunyai perusahaan sendiri dan kesibukan saya di luar kota melupakan wanita tersebut…. sampai akhirnya wanita itu sekrang berada di luar negeri untuk melanjutkan kuliah nya kembali…. subhanallah… inilah perjalanan yang memang Allah merancang semuanya…

LAMARAN 3
singkat cerita saya bertemu dengan anak orang kaya…, ayahnya didektur pertamina saat itu… uang sudah saya siapkan dengan cukup.., bahkan menurut saya lebih… suatu ketika saya langsung melamar sang gadis… rencana pernikahan sekitar 6 bulan… subhanallah… detik-detik menjelang pernikahan, yaitu sekitar 1 bulan sebelum menikah…, perusahaan saya bangkrut total yang merugikan ratusan juta rupiah, bahkan saya mempunyai hutang yang begitu banyak untuk menebus segala sesuatunya di perusahaan… subhanallah inilah moment buat saya yang memang moment saya harus jatuh tersungkur dari ketinggian…, bukan sekedar jatuh, bahkan tertimpa tangga yang saya naiki pula… subhanallah.. sang calon mertua beralih 180 derajat, menolak saya sebagai menantunya lantaran perusahaan saya bangkrut dan jatuh miskin… subhanallah (inilah bukti bahwa menikah dengan menggunakan duit…, kalau Allah tidak berkenan yah tidak akan jadi….)

masih banyak sih ceritanya (sampai lamaran ke 7), tapi tangan saya pengel nih ngetiknya… capex… boleh lanjut jika temen-temen mau ngetik?? he2… maap becanda…

alhamdulillah dengan semua kejadian ini beribu-ribu hikmah terkuak didalamnya… sampai saya menemukan Allah disini…. dihati ini…. ‘TAUHID ITU PENTING’

alhamdulillah.. subhanallah… seiring waktu berjalan… lambat laun kehidupan saya pun normal, bahkan lebih baik dari sebelumnya…, lebih baik ketimbang punya duit banyak… sekarang saya sudah punya Allah…. Allah terima kasih yah…. (hutang sudah lunas…, kehidupan pun dipenuhi dengan Allah didada ini)

dalam 6 bulan terakhir kemarin saya pengen pasang badan… saya ingin menikah… ‘tentu saja dengan Allah, bukan dengan uang’… saya kosongkan semua tabungan saya… (saya pinjamkan ke Allah). subhanallah… temen-temen tahu apa yang terjadi??, mau tahu??, pernah melihat seorang pria dilamar oleh seorang wanita??…. subhanallah inilah yang terjadi pada diri saya… saya dilamar oleh tetangga saya… subhanallah saat itu saya kaget dan merasa belum siap, karena dia maunya dipercepat…, saya nya masih merasa bimbang…. akhirnya tidak jadi menikah he2 (ini namanya takdir Allah juga…., mungkin Allah pengen nunjukin ke saya…. Kunfayakun…!!)

subhanallah.. Allahu akbar…. bukan sampai disitu saja… empat bulan terakhir pun saya sering didatangi para orang tua yang minta anaknya dilamar, para gadis sms minta di lamar, bahkan tidak sedikit email saya dipenuhi dengan tawaran menikah dengan seseorang (ada juga dari para anggota CPA http://www.club-pecinta-alquran.com/ ini , saya gak mau menyebutkan berapa orang, takut saya terbesit sifat sombong (saya berlindung kepada Allah dari sifata sombong yang secara halus, Allah ampun…) saya cuman ingin membagi pengalaman bahwa jika Allah menghendaki ‘terjadi’ maka terjadilah….

sampai detik ini sudah lebih 1 bulan dari target menikah 6 bulan sekarang sudah 7 bulan…, tapi saya belum menikah…, awalnya target umur 21 ingin menikah sekarang sudah mencapai umur 27 tahun belum menikah… he2… sudah tua yah?? gpp… semua nya juga kehendak Allah… saya mah gak bisa berbuat apa-apa??, apa sih yang bisa saya perbuat klo Allah belum mengizinkan???

tadi pagi ada titipan uang beberapa juta rupiah untuk saya dari teman saya… diamanatkan untuk saya, untuk modal nikah… biar saya percaya diri katanya… alhamdulillah ini juga Allah yang menggerakan. rencana bulan depan akhir saya akan melamar seseorang… saya memohon kepada Allah dengan uang 4 juta rupiah saya dapat dimudahkan untuk menikah. amin.

mohon do’anya juga bagi temen-temen yang membaca tulisan ini agar mendo’akan saya agar dimudahkan oleh Allah dalam urusan menikah… hitung-hitung sebagai hadiah untuk saya yah… terima kasih….

semoga Allah ridho kepada kita…. assalamu’alaikum wrwb…

Kiriman Pembaca

Artikel : http://mediasalafi.com/

Malu, Takut, Dan Cinta 13 Juli 2011

Posted by jihadsabili in cinta.
add a comment

Malu, Takut, Dan Cinta

Tiga sifat, yakni malu, takut, dan cinta ternyata menjadi kekuatan yang luar biasa untuk menggerakkan orang. Seseorang melakukan atau tidak melakukan sesuatu karena didorong oleh salah satu dari ketiga sifat itu. Oleh karena rasa malu tidak akan lulus misalnya, maka seorang mahasiswa terpaksa tidak tidur semalaman, belajar menghadapi ujian. Karena malu selalu ditegur tentang skripsi, atau tesis, dan bahkan disertasinya yang tidak selesai-selesai, maka mahasiswa yang bersangkutan tidak pernah istirahat menyelesaikan tugasnya itu.

Selain malu, sesorang bergerak atau tidak bergerak karena didorong oleh rasa takut dan cinta. Karena takut dimarahi oleh orang tuanya, maka seorang anak tidak berani pulang ke rumah. Karena rasa takut maka seseorang terpaksa bekerja seharian tidak mengenal lelah menyelesaikan tugasnya. Karena takut sebatas ditegur oleh atasan, maka seorang bawahan tidak berani pulang duluan sebelum pimpinannya pulang. Demikian pula didorong oleh rasa cinta, maka seorang pemuda melakukan apa saja agar wanita yang dicintai berpihak padanya. Seorang tokoh mengorbankan apa saja yang dimiliki, untuk membela pengikut yang dicintainya.

Antara rasa takut dan malu, sekalipun keduanya merupakan kekuatan penggerak, masing-masing memiliki perbedaan. Rasa takut mendorong seseorang melakukan atau justru menghindari dari sesuatu karena keterpaksaaan. Yaitu terpaksa dilakukan oleh karena takut datangnya ancaman yang tidak mengenakkan. Berbeda dengan takut adalah rasa cinta. Atas dasar rasa mencintai maka seseorang melakukan sesuatu, dan bahkan dengan perasaan cinta itu pula maka seseorang berani berkorban. Oleh karena maka sering muncul kalimat indah, yakni cinta adalah pengorbanan.

Akhir-akhir ini ketiga sifat itu rasanya semakin kurang mewarnai kehidupan masyarakat, dan bahkan hilang. Dulu, jika seseorang memiliki saudara terlibat criminal, sekalipun sederhana, misalnya dituduh mencuri, maka tidak saja yang bersangkutan, bahkan saudara-saudaranya pun menghindar karena malu. Berbeda dengan itu, pada saat sekarang ini, maka jangankan melakukan kesalahan kecil-kecilan, bahkan berkorupsi milyardan rupiah sekalipun, seperti tidak ada sesuatu yang dirasakan mengganggu.

Berbagai kejahatan dilakukan atas dasar kalkulatif. Melakukan korupsi milyardan rupiah, lalu dihukum beberapa tahun, dianggap lebih untung daripada bekerja yang tidak akan mendapatkan keuntungan sebesar itu. Keanehan lain, seseorang merasa biasa menjenguk saudaranya ke penjara, karena terlibat criminal. Melakukan kejahatan hingga dihukum sudah tidak dirasakan sebagai sesuatu yang nista, bahkan aib.

Orang-orang dahulu, oleh karena rasa malu, maka tidak berani mencalonkan diri sebagai pimpinan masyarakat, takut kalau di kemudian hari akan dipandang tidak mampu. Sekarang ini, yang terjadi justru sebaliknya. Tanpa melihat kemampuan dirinya, ——- prestasi yang pernah dihasilkan, berkampanye agar dipilih sebagai calon pemimpin. Bahkan, sekalipun tidak memenuhi syarat, seseorang berani menempuh jalan yang kurang terpuji, misalnya dengan cara membayar atau membeli suara, menyuap atau menyogok, memalsukan persyaratan dan lain-lain.

Rupanya ketiga sifat tersebut ——malu, takut, dan cinta sudah dibeli atau diganti dengan uang. Budaya masyarakat sudah bersifat transaksional. Apa saja sudah dapat digerakkan dengan uang, bahkan untuk mengejar uang, maka rasa malu, takut, dan cinta sudah ditinggalkan. Pepatah yang mengatakan bahwa, jika sudah tidak punya rasa malu, maka berbuatlah sekehendak hatimu. Maka, pepatah itu ternyata sudah menjadi kenyataan di tengah masyarakat luas. Rasa malu, takut, dan cinta sudah semakin sulit didapatkan.

Ironinya lagi bahwa hal semacam itu sudah menembus ke semua wilayah kehidupan. Bahkan wilayah yang seharusnya dijaga dari kegiatan transaksional sekalipun, pada saat ini sudah dijalankan seperti halnya di pasar. Semua sudah dijalankan dengan pendekatan transaksional. Bahkan sampai-sampai, seorang tokoh agama, baru bersedia memimpin doa, asal diberi honorarium. Bayangkan, memimpin permohonan kepada Tuhan pun memerlukan honor. Kita juga melihat gejala menyedihkan lainnya, bahwa orang tidak lagi merasa malu mengikuti pendidikan dengan pendekatan transaksional. Belajar dan tugas-tugasnya diselesaikan ala kadarnya, asalkan membayar, kemudian lulus dan disandanglah gelar akademik.

Tiga sifat luhur sebagai penyangga peradaban, akhir-akhir ini sudah semakin hilang, dan digantikan dengan uang. Sebagai akibatnya, tatkala orang tidak memiliki rasa malu, takut, dan cinta, maka terjadilah saling berebut apa saja. Sebaliknya, yang muncul adalah saling membangun kekuatan masing-masing untuk mendapatkan kemenangan dan keuntungan. Sebab dirasakan, ternyata siapa yang kuat, maka merekalah yang menang dan menganggapnya akan mendapatkan kebahagiaan. Suasana perebutan semacam itu, pada saat ini sudah tampak sejak dari hulu hingga hilir.

Mengamati dan sekaligus melihat kenyataan itu, seorang teman merasakan keprihatinannya, kemudian mengajak berdiskusi, bagaimana mengatasi persoalan itu. Saya menjawabnya ringan, ialah ajaklah bangsa ini agar memiliki rasa malu, takut, dan cinta, sebagaimana masyarakat dahulu telah memeliharanya. Jika mau merenung secara mendalam, saya yakin akan ditemukan kesimpulan bahwa sesungguhnya bangsa ini bukan miskin sembako, melainkan adalah masih miskin dari sifat-sifat mulia tersebut, termasuk di kalangan sebagian para pemimpinnya. Wallahu a’lam.

Kamis, 01 Oktober 2009 15:39

Ketika Orang Tua Tidak Merestui Calon Kita~ 11 Juni 2011

Posted by jihadsabili in cinta, jodoh, munakahat.
1 comment so far

~Ketika Orang Tua Tidak Merestui Calon Kita~~ ♪♫•*¨*•.¸¸❤ﷲ❤¸¸.•*¨*•♫♪♪♫•*¨*•.¸¸❤ﷲ❤¸¸.•*¨*•♫♪♪ * *** Y_Y بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِارَّحْمَنِ ارَّحِيم لسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ ikhwah… Perlu kita ingat kembali bahwa hukum w…anita menjalin hubungan dengan laki-laki yang bukan mahram (pacaran) adalah haram, sebagaimana ditegaskan oleh para ulama. Allah Ta ’ala berfirman: “Dan janganlah kalian mendekati zina, karena ia merupakan suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk. ” (Qs. Al-Isra’: 32) Ayat ini melarang dan mengharamkan kita untuk mendekati zina, apapun bentuknya. Dan diantara bentuk perbuatan mendekati zina adalah pacaran. Ingat pula sabda Nabi – shallallahu ’alaihi wa sallam-: “Sesungguhnya Allah mentakdirkan untuk anak adam, bagian zina yang ia pasti akan melakukannya. Maka zinanya mata adalah melihat, zinanya lisan adalah dengan bertutur kata, dan hatinya berangan- angan dan menyenangi sesuatu. Sedang kemaluannya, bisa jadi ia menuruti semua itu, dan bisa juga ia tidak menurutinya. ” (HR. Bukhari no.6243, Muslim no.2657) “Andai saja kepala salah seorang dari kalian ditusuk dengan penusuk dari besi, itu lebih baik bagi dia, daripada memegang wanita yang tidak halal baginya. ” (HR. Thabarani, dan di- shahih-kan oleh Albani dalam Silsilah Shahihah, hadits no: 226) Dan Islam tidak melarang sesuatu, kecuali karena adanya banyak mafsadah di dalamnya, atau mafsadah-nya lebih besar dari pada manfaatnya. Baik mafsadah itu kita rasakan langsung atau tidak. Oleh karena itu, mohonlah ampun kepada Allah dan bertaubatlah, karena Rasul – shallallahu ’alaihi wa sallam- juga bersabda: “ Setiap anak adam itu banyak salahnya, dan sebaik-baik orang yang banyak salahnya itu mereka yang banyak taubatnya. ” (HR. Tirmidzi: 2499, dan di-hasan-kan oleh Al Albani) Kedua: Jangan kita lupakan pula, bahwa kita terlahir di dunia, -dari bayi yang tidak tahu apa-apa, hingga dewasa sehingga kaya ilmu-, adalah atas jasa orang tua kita. Oleh karena itulah Islam sangat menekankan masalah berbakti kepada orang tua, membahagiakan mereka, dan tidak durhaka pada mereka. Bahkan Nabi -shallallahu ’alaihi wa sallam- bersabda: ﺭﺿﺎ ﺍﻟﻠﻪ ﻓﻲ ﺭﺿﺎ ﺍﻟﻮﺍﻟﺪﻳﻦ ﻭﺳﺨﻂ ﺍﻟﻠﻪ ﻓﻲ ﺳﺨﻂ ﺍﻟﻮﺍﻟﺪﻳﻦ “Keridhaan Allah itu terletak pada keridhaan kedua orang tua, dan (sebaliknya) kemurkaaan Allah (juga) terletak pada kemurkaan kedua orang tua. “ Apalagi, kita juga nantinya akan menjadi orang tua bagi anak- anak kita, bukankah ketika itu, kita juga ingin agar anak kita berbakti pada kita, membahagiakan kita, dan tidak mendurhakai kita?! Jika kita nantinya ingin seperti ini, maka hendaklah sekarang kita melakukannya untuk orang tua kita, karena balasan sesuatu itu sesuai dengan amalan yang kita lakukan. (fal jaza’u min jinsil amal) Ketiga: Islam sangatlah menghormati wanita, dan melindunginya dari segala sesuatu yang merugikan dan membahayakannya. Oleh karena itulah, ia tidak boleh menikah kecuali dengan izin dari walinya, sebagaimana sabda Nabi -shallallahu ’alaihi wa sallam-: “Siapapun wanita yang menikah tanpa izin walinya, maka nikahnya batal (tidak sah). ” Dan jika bapak anti masih ada, beliaulah yang harus menjadi wali. Maka bagaimana anti akan menikah dengan sah, jika bapak anti tidak mengizinkannya?! Keempat: Keputusan menikah adalah keputusan yang sangat besar dalam perjalanan hidup anti, dan konsekuensinya akan anti rasakan seumur hidup. Oleh karena itu, hendaklah ekstra hati-hati dalam menghadapi masalah ini. Bertukar pendapatlah dengan orang yang paling berhak dijadikan rujukan, yakni orang tua kita. Biasanya mereka lebih jernih dalam melihat keadaan dari pada kita, karena mereka lebih pengalaman dalam mengarungi kehidupan, dan lebih matang pikirannya. Tentunya keputusan yang diambil dari kesepakatan antara kita dengan mereka, itu lebih baik dan lebih matang dari pada keputusan dari satu pihak saja. Ditambah lagi, jika kita menjalani suatu keputusan atas restu dari orang tua, tentunya mereka akan selalu mendoakan kebaikan bagi kita, dan tidak diragukan lagi, doa mereka akan sangat mustajab dan menjadikan hidup kita penuh berkah, tentram, dan bahagia dunia akhirat. Kelima: Cobalah membayangkan jika anti berada di posisi orang tua, mungkin anti juga akan mengambil langkah yang sama. Karena seringkali orang tua lebih menghargai anaknya, dari pada kita sendiri. Oleh karena itu, mungkin orang tua merasa tidak pantas anaknya mendapatkan orang yang kurang memenuhi standar dalam pandangannya. Disinilah pentingnya komunikasi, tukar pendapat, dan saling memberi informasi. Keenam: Ingat pula sabda Nabi -shallallahu ’ alaihi wa sallam- tentang pentingnya agama calon kita, tentunya orang yang agamanya kuat, lebih kita dahulukan dari pada orang yang agamanya lemah, karena orang yang agamanya kuat, akan lebih mengetahui hak dan kewajibannya sebagai kepala rumah tangga. Ketujuh: Mungkin solusi berikut bisa menjadi pertimbangan anti: * Adakan komunikasi yang lebih baik dan lebih terbuka dengan orang tua. * Jelaskan alasan yang mendasari langkah anti, dan kelebihan yang ada pada pilihan anti. * Jelaskan kerugian yang timbul, jika anti meninggalkan pilihan anti. * Jika satu kesempatan tidak cukup, teruslah komunikasi dalam kesempatan-kesempatan lainnya. * Mungkin orang tua ada pandangan lain, cobalah untuk menjajakinya * Jangan lupa untuk selalu berdoa kepada Allah, terutama ketika sujud dalam sholat, dan ketika sepertiga malam terakhir, agar dimudahkan urusan anti, dan diberikan solusi terbaik. * Jangan lupa juga untuk sholat istikharah, dan memohon petunjuk Allah, apakah calon anti itu baik bagi masa depan anti di dunia dan akhirat, atau tidak? … Karena hanya Dia-lah yang maha mengetahui apa yang tersembunyi dari hambanya … Petunjuk dari sholat istikharah, tidak harus berupa mimpi, tapi bisa juga dengan perasaan hati, atau yang lainnya. Pesan terakhir, ingatlah selalu dan jangan sampai lupa, bahwa langkah untuk menikah adalah langkah besar dalam kehidupan kita. Oleh karena itu, jangan sampai kita melangkah, kecuali semuanya sudah clear, serta orang tua setuju dan merestui langkah besar ini Wallahi Taufiq WalHidayah ..Semoga bermanfaat ..Amiin Ya Rabb Subhanaka Allahuma wabihmdika asyhadu ala ilaha illa anta astaghfiruka wa atubu ilaik * Shared By Sohibati (Nasehat Untuk Diri dan Hati)

Beda Jodoh dengan Kekasih 8 Juni 2011

Posted by jihadsabili in cinta, jodoh.
add a comment

Beda Jodoh dengan Kekasih

* Mengutip Catatan Indah Prof. Dr. Paul Gunadi

 

Salah satu alasan paling umum mengapa kita menikah adalah karena cinta – cinta romantik, bukan cinta agape, yang biasa kita alami sebagai prelude ke pernikahan. Cintalah yang meyakinkan kita untuk melangkah bersama masuk ke mahligai pernikahan.

 

Masalahnya adalah, walaupun cinta merupakan suatu daya yang sangat kuat untuk menarik dua individu, namun ia tidak cukup kuat untuk merekatkan keduanya.

 

Makin hari makin bertambah keyakinan saya bahwa yang diperlukan untuk merekatkan kita dengan pasangan kita adalah kecocokan, bukan cinta.

 

Saya akan jelaskan apa yang saya maksud :

Biasanya cinta datang kepada kita ibarat seekor burung yang tiba- tiba hinggap di atas kepala kita . Saya menggunakan istilah “datang” karena sulit sekali (meskipun mungkin) untuk membuat atau mengkondisikan diri mencintai seseorang.

 

Setelah cinta menghinggapi kita , cinta pun mulai mengemudikan kita ke arah orang yang kita cintai itu. Sudah tentu kehendak rasional turut berperan dalam proses pengemudian ini. Misalnya, kita bisa menyangkal hasrat cinta karena alasan-alasan tertentu. Tetapi, jika tidak ada alasan-alasan itu, kita pun akan menuruti dorongan cinta dan berupaya mendekatkan diri dengan orang tersebut.

 

Cinta biasanya mengandung satu komponen yang umum yakni rasa suka. Sebagai contoh, kita berkata bahwa pada awalnya kita tertarik dengan gadis atau pria itu karena kesabarannya, kebaikannya menolong kita, perhatiannya yang besar terhadap kita , wajahnya yang cantik atau sikapnya yang simpatik, dan sejenisnya.

 

Dengan kata lain, setelah menyaksikan kualitas tersebut diatas timbullah rasa suka terhadapnya sebab memang sebelum kita bertemu dengannya kita sudah menyukai kualitas tersebut. Misalnya, memang kita mengagumi pria yang sabar, memang kita menghormati wanita yang lemah lembut, memang kita menyukai orang yang rela menolong orang lain dan seterusnya.

 

Jadi, rasa suka muncul karena kita menemukan yang kita sukai pada dirinya. Saya yakin cinta lebih kompleks dari apa yang telah saya uraikan. Namun khusus untuk pembahasan kali ini, saya membatasi lingkup cinta hanya pada unsur suka saja. Cocok dan suka tidak identik namun sering dianggap demikian.

 

Saya berikan contoh :

Saya suka rumah yang besar dengan taman yang luas, tetapi belum tentu saya cocok tinggal di rumah yang besar seperti itu. Saya tahu saya tidak cocok tinggal di rumah sebesar itu sebab saya bukanlah tipe orang yang rajin membersihkan dan memelihara taman (yang dengan cepat akan bertumbuh kembang menjadi hutan). Itulah salah satu contoh di mana suka tidak sama dengan cocok.

 

Contoh yang lain. Rumah saya kecil dan cocok dengan saya yang berjadwal lumayan sibuk dan kurang ada waktu mengurusnya. Namun saya kurang suka dengan rumah ini karena bagi saya, kurang besar (tamannya).

 

Pada contoh ini kita bisa melihat bahwa cocok berlainan dengan suka. Pada intinya, yang saya sukai belum tentu cocok buat saya, yang cocok dengan saya belum pasti saya sukai. Sekarang kita akan melihat kaitannya dengan pemilihan pasangan hidup.

 

Tatkala kita mencintai seseorang, sebenarnya kita terlebih dahulu menyukainya, dalam pengertian kita suka dengan ciri tertentu pada dirinya. Rasa suka yang besar (yang akhirnya berpuncak pada cinta) akan menutupi rasa tidak suka yang lebih kecil dan — ini yang penting — cenderung menghalau ketidakcocokan yang ada di antara kita .

 

Di sinilah terletak awal masalah. Ini yang acap kali terjadi dalam masa berpacaran. Rasa suka meniup pergi ketidakcocokan di antara kita, bahkan pada akhirnya kita beranggapan atau berilusi bahwa rasa suka itu identik dengan kecocokan. Kita kadang berpikir atau berharap,”Saya menyukainya, berarti saya (akan) cocok dengannya.” Salah besar!

 

*Suka tidak sama dengan cocok*; *cinta tidak identik dengan cocok!* Alias, kita tidak mungkin mencintai seseorang yang sama sekali tidak cocok dengan kita.

 

Pada waktu Tuhan menciptakan Hawa untuk menjadi istri Adam , Ia menetapkan satu kriteria yang khusus dan ini hanya ada pada penciptaan istri manusia, yakni, “Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.”

 

Kata “sepadan” dapat kita ganti dengan kata “cocok.” Tuhan tidak hanya menciptakan seorang wanita buat Adam yang dapat dicintainya, Ia sengaja menciptakan seorang wanita yang cocok untuk Adam.

 

Tuhan tahu bahwa untuk dua manusia bisa hidup bersama mereka harus cocok. Menarik sekali bahwa Tuhan tidak mengagungkan cinta (romantik) sebagai prasyarat pernikahan. Tuhan sudah memberi kita petunjuk bahwa yang terpenting bagi suami dan istri adalah kecocokan*. Ironisnya adalah, kita telah menggeser hal esensial yang Tuhan tunjukkan kepada kita dengan cara mengganti kata “cocok” dengan kata “cinta.”

 

Tuhan menginginkan yang terbaik bagi kita ; itulah sebabnya Ia telah menyingkapkan hikmat-Nya kepada kita. Sudah tentu cinta penting, namun yang terlebih penting ialah, apakah ia cocok denganku?

 

Saya teringat ucapan Norman Wright, seorang pakar keluarga di Amerika Serikat, yang mengeluhkan bahwa dewasa ini orang lebih banyak mencurahkan waktu untuk menyiapkan diri memperoleh surat ijin mengemudi dibanding dengan mempersiapkan diri untuk memilih pasangan hidup. Saya kira kita telah termakan oleh motto, “Cinta adalah segalanya,” dan melupakan fakta di lapangan bahwa cinta (romantik) bukan segalanya.

 

Jadi, kesimpulannya ialah, “cintailah yang cocok dengan kita”

 

 

** Teman-teman ini saya juga berikan sebuah doa untuk menemukan pasangan hidup yang tepat dan cocok,doa ini sangat indah semoga juga bisa memberikan kesadaran bahwa semua itu akan kita kembalikan kepada Sang Empunya Kehidupan. ini saya buat dua versi yang bisa digunakan sesuai jenis kelamin dan kebutuhan teman2.

 

Jika artikel dan doa ini Anda rasa berguna…berikan kepada mereka yang membutuhkan dan yakinlah niat baik Anda pasti tidak akan pernah sia-sia… semoga bermanfaat**

 

 

** PRAYER FOR LIFETIME PARTNER ***

Tuhanku,

Aku berdoa untuk seorang pria/perempuan, yang akan menjadi bagian dari hidupku. Seorang yang sungguh mencintaiMU lebih dari segala sesuatu. Seorang pria/perempuan yang akan meletakkanku pada posisi kedua di hatinya setelah Engkau. Seorang pria/perempuan yang hidup bukan untuk dirinya sendiri tetapi untukMU. Wajah ganteng/cantik dan daya tarik fisik tidaklah penting. Yang paling penting adalah sebuah hati yang sungguh mencintai dan haus akan Engkau dan memiliki keinginan untuk menjadi seperti Engkau.

 

Dan ia haruslah mengetahui bagi siapa dan untuk apa ia hidup, sehingga hidupnya tidaklah sia-sia. Seseorang yang memiliki hati yang bijak bukan hanya otak yang cerdas. Seorang pria/perempuan yang tidak hanya mencintaiku tetapi juga menghormati aku. Seorang pria/perempuan yang tidak hanya memujaku tetapi dapat juga menasehati ketika aku berbuat salah. Seorang yang mencintaiku bukan karena kecantikan/ketampan an-ku tetapi karena hatiku. Seorang pria/perempuan yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam tiap waktu dan situasi. Seseorang yang dapat membuatku merasa sebagai seorang perempuan/pria ketika berada di sebelahnya.

Aku tidak meminta seorang yang sempurna, namun aku meminta seorang yang tidak sempurna, sehingga aku dapat membuatnya sempurna di mataMU. Seorang pria/perempuan yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya. Seorang pria/perempuan yang membutuhkan doaku untuk kehidupannya. Seseorang yang membutuhkan senyumanku untuk mengatasi kesedihannya. Seseorang yang membutuhkan diriku untuk membuat hidupnya menjadi sempurna.

 

Dan aku juga meminta :

Buatlah aku menjadi seorang perempuan/pria yang dapat membuat pria/perempuan itu bangga dan bahagia. Berikan aku sebuah hati yang sungguh mencintaiMU, sehingga aku dapat mencintainya dengan cintaMU, bukan mencintainya dengan sekedar cintaku. Berikanlah RohMU yang lembut sehingga kecantikanku/ ketampananku datang dariMU bukan dari luar diriku. Berilah aku tanganMU sehingga aku selalu mampu berdoa untuknya. Berikanlah aku mataMU sehingga aku dapat melihat banyak hal baik dalam dirinya dan bukan hal buruk saja. Berikan aku mulutMU yang penuh dengan kata-kata kebijaksanaanMU dan pemberi semangat, sehingga aku dapat mendukungnya setiap hari. Berikanlah aku bibirMU dan aku akan tersenyum padanya setiap pagi. Dan bilamana akhirnya kami akan bertemu, aku berharap kami berdua dapat mengatakaan “betapa besarnya Tuhan itu karena Engkau telah memberikan kepadaku seseorang yang dapat membuat hidupku menjadi sempurna”.

 

Aku mengetahui bahwa Engkau menginginkan kami bertemu pada waktu yang tepat dan Engkau akan membuat segala sesuatunya indah pada waktu yang Kau tentukan. Amin

♥~Ku Lepas Cintamu dari Hatiku~♥~ 8 Juni 2011

Posted by jihadsabili in cinta, jodoh.
add a comment

♥~Ku Lepas Cintamu dari Hatiku~♥~

 

#share dari  : Izinkan Aku Menikah tanpa Pacaran#

 

Allah menghendaki kami sebuah pertemuan, aku mengagumi pribadinya yang sederhana dan shalih. Siapa sangka ternyata dia pun menyimpan rasa yang sama, bahakan dia mengutarakn perasaannya dengan langsung mengutarakan niatnya mengkhitbahku…

Namun sayang, cinta itu datang di saat yang belum tepat karena aku tidak bisa menerima pinangan darinya.. Aku masih punya amanah yang belum terselesaikan. Dan mungkin aku masih harus menanggung amanah itu 2tahun lagi.

 

Lalu, dia bersedia menungguku, menunggu di batas waktu, dan akupun menyetujuinya. Dia akan menjauh dengan dunianya dan akupun akan menjauh dengan duniaku sendiri. Tidak mungkin bagi kami mengikat cinta antara kami dengan hubungan kasih bernama PACARAN. Karena kami berdua faham betul tidak ada tuntunan pacaran dalam islam. Meskipun dalam hati kami takut jika kami tidak dapat bersatu karena tidak ada ikatan antara kami, tapi kami lebih takut pada-Nya jika harus menjalin asmara dalam keadaan kami yang faham syariat Islam.

 

Ku pikir menunggu di batas waktu itu mudah. Tapi ternyata menjalaninya tak semudah yang ku bayangkan. Apakah karena adanya campur tangan Syaitan atau akusendiri yang tak bisa mengendalikan nafsu ku sendiri? Rasa cinta yang ku simpan rapi dalam hati itu menjadi boomerang untukku sendiri. Rasa cinta itu berbuah rindu yang mecabik-cabik hatiku. Mampukah aku melarang bibirku untuk mengungkapkan rindu padanya? Mampukah aku tetap diam meski batinku menjerit perih karena rindu?? Dalam setiap sujudku, bayangannya pun tak mau absen menggangguku, bayangannya selalu hadir mengganggu kekhusuk’an shalatku, waktu senggangkupun di penuhi bayangan-bayangan masa depan hidup bersamanya, membuatku menjadi panjang angan-angan. Astaghfirullah.. apa yang terjadi padaku???

 

Jika orang yang berpacaran bisa mengobati kerinduan mereka dengan pertemuan, Menghubungi via telphone atau mengirim Message sebagai penawar rindunya, lalu aku , apa yang harus aku lakukan agar rasa rindu ini tidak lagi mencabik-cabik hatiku??? Istighfar.. ya Istighfar sebanyak-banyaknya, Tapi jika aku sudah kembali diam, rindu itu akan kembali datang merongrong kalbuku.

 

Rasa rindu yang semakin hari semakin menyiksaku akhirnya mampu membuatku khilaf, dengan mengucapkan padanya dan mengungkapakan betapa tersiksanya aku menaggung derita cinta ini. Aku benci diriku sendiri, kenapa aku tidak mampu menahan diri. Ternyata aku tidak mampu menunggunya dengan tetap diam menjaga Izzah sampai ke batas waktu. Meski aku tidak berpacaran dengannya, aku sudah banyak mengecewakan Rabb ku dengan mencintainya. Aku telah melakukan aktivitas yang tidak di sukai-Nya, merindukan dia melebihi rinduku pada-Nya, mengingat dia melebihi aku mengingat-Nya, Bahkan waktu sholatku yang menjadi waktu istimewa antara aku dan Rabbku pun tidak luput dari kejaran bayangannya.

 

 

AkhirnyaKu putuskan untuk berhenti.

Berhenti menanti batas waktu itu.

Berhenti berharap dan memberi harapan.

Aku tidak sanggup menanggung cinta itu jika harus bermaksiat pada-Nya.

Aku tidak sanggup menunggu, jika penantian itu bagaikan penyakit yang semakin hari semakin membuatku lemah dan menyiksa batinku.

Aku tidak sanggup berharap jika harapan itu hanya membuatku panjang angan-angan.

Aku ingin mengembalikan rasa cinta itu kepada Yang Menganugerahkan. Karena hati ini Milik-Nya dan menjaga hati ini adalah tanggung jawabku.

Aku akan melepasmu dari hatiku…

Aku lebih memilih hidup tenang bersama Cinta-Nya.

Karena Cinta mu hanya menghadirkan kegundahan dan penderitaan.

Biarlah Allah Ta’ala yang memilihkan Calon Pangeran untukku dalam Genggaman-Nya. Ku harap Ia mempertemukan aku dengan Cinta itu, dengan

Pangeran itu nanti.. Di saat yang tepat, saat tidak ada alasan lagi bagiku untuk menolak pinangan dari seorang Pangeran yang mencintaiku Karena-Nya.

Ku Lepas Cintamu Dari Hatiku…..