jump to navigation

Mandi Air Hangat Bisa Keluarkan Racun Dalam Tubuh 31 Mei 2011

Posted by jihadsabili in kesehatan, muslimah.
add a comment

udul tulisan tersebut merupakan salah satu manfaat dari mandi. Ternyata mandi juga tidak cuma segar tapi juga berkhasiat. Penelitian mengenai mandi bahwa selain untuk membersihkan tubuh ternyata memiliki peranan dalm meningkatkan sistem kekebalan, mencegah penyakit kulit, bahkan untuk menyembukan masalah medis yang serius.

Berikut beberapa manfaat mandi bagi kesehatan yang perlu kamu ketahui, petunjuk mandi asyik dan menyehatkan:

* Mengeluarkan racun

Mandi air hangat sekitar 32-35 derajat Celsius membuka pori-pori yang dapat membantu mengeluarkan toksin. Mandi air hangat juga dapat membantu menurunkan tingkat gula darah, menyembuhkan sakit otot dan membantu menjaga usus besar bekerja dengan baik. Waktu yang dianjurkan selama 10-20 menit.

* Meredakan Stress

Jika anda benar-benar mengalami stress, mandi air dingin akan menjadi jawaban yang tepat. Temperatur yang dianjurkan sekitar 12-18 derajat Celsius. Mandi air dingin sangat baik meredakan ketegangan, sebaliknya dari air hangat karena mandi air dingin dapat mempersempit darah dan meningkatkan tingkat gula darah.

* Mengatasi Penyakit Eksema

Penyakit kulit tertentu seperti eksema, ruam atau gatal-gatal dengan menambahkan baking soda (sodium bicarbonate) ke dalam bak mandi dapat membuat perbedaan besar. Sodium bicarbonate bertindak sebagai antiseptik. Isi air dengan air hangat kuku, tambahkan kira-kira satu pound baking soda dan aduk sampai rata. Dianjurkan berendam selama 10-20 menit.

* Menyembuhkan Infeksi

Infeksi yeast seperti sariawan dapat dibantu dengan menambahkan tiga atau empat cuka dari sari buah apel ke dalam bak mandi. Ini juga baik untuk mengeluarkan racun dari dalam tubuh karena cuka dapat menyeimbangkan kembali asam. Tambahkan pada air hangat dan berendam selama 15-20 menit.

* Flu dan Sakit Kepala

Merendam kaki dalam air hangat dapat membantu menyembuhkan flu dan sakit kepala dan juga menyegarkan kembali kaki yang lelah. Masukan air hangat secukupnya dalam bak sampai menutupi kaki dan pergelangan kaki tambahkan beberapa tetes minyak seperti lavender, peppermint atau lemon. Setelah selesai basuh dengan air dingin. Lakukan selama 10-20 menit.

* Mengatasi Insomnia

Merendam kaki dalam air dingin sangat baik bagi anda yang memiliki masalah insomnia atau mereka yang memiliki masalah tidur. Masukan kaki sampai kaki merasa dingin. Pengobatan ini juga berguna bagi kaki lelah, pendarahan hidung, flu dan sembelit.

* Melancarkan Sirkulasi

Cobalah merendam kaki secara bergantian antara air hangat dan air dingin jika anda mengalami masalah sirkulasi. Mulai dengan merendam kaki selama satu atau dua menit dalam air hangat, kemudian 30 menit dalam air dingin. Cobalah lakukan selama 15 menit kemudian diselesaikan dengan air dingin.

Itulah beberapa manfaat mandi bagi kesehatan tubuh Anda, yang disajikan oleh healthliving.info, setelah membaca artikel ini diharapkan kita jadi rajin mandi dan tidak malas lagi hehe….[widyadara]

Sebab dan Pencegahan Kanker Serviks 31 Mei 2011

Posted by jihadsabili in muslimah, nasehat.
add a comment

Kanker Serviks atau kanker leher rahim ternyata dapat disebabkan oleh gaya hidup dan pola makan Anda, jadi hati-hatilah dengan penyakit yang telah membunuh banyak wanita di dunia ini.

Banyak sekali kasus HPV terdiagnosis di dunia dan ribuan wanita meninggal karena kanker serviks, yang ditimbulkan oleh infeksi HPV (Penyakit dari hubungan seksual). HPV adalah penyebab utama kematian akibat kanker pada kaum wanita di negeri-negeri berkembang. Kanker serviks merupakan jenis kanker rahim yang paling umum kedua di dunia. Apa yang dimaksud HPV itu? Lalu bagaimana caranya agar terhindar dari kanker serviks?

Kanker serviks terjadi pada area serviks atau leher rahim wanita. Penyebabnya karena infeksi virus HPV (human papillomavirus) atau virus papiloma manusia. HPV menimbulkan bisul atau kutil pada bagian serviks seorang wanita, termasuk bisul pada kelamin. Ini bisa terjadi pada pria maupun wanita. Namun, kutil ini akan berkembang menjadi kanker hanya pada wanita. Sedangkan seorang pria bisa berperan sebagai media penularan. Kanker serviks atau kanker leher rahim bisa terjadi jika terjadi infeksi HPV yang tidak sembuh-sembuh dalam kurun waktu yang cukup lama. Sebaliknya, kebanyakan infeksi HPV akan hilang sendiri, teratasi oleh sistem kekebalan tubuh.

Kanker serviks setidaknya menelan korban satu wanita setiap jam di Indonesia
Wanita yang aktif berhubungan seks sejak usia sangat muda rentan terinfeksi HPV. Selain itu, wanita yang sering berganti pasangan seks, atau yang berhubungan seks dengan pria yang suka berganti pasangan juga memiliki faktor risiko tinggi tertular HPV yang bisa menyebabkan kanker serviks. Dalam banyak kasus, pria yang tidak menunjukkan gejala terinfeksi HPV itulah yang menularkannya kepada pasangannya.

Tetapi, dalam beberapa kasus, wanita yang kehidupannya bersih secara moral atau mungkin tidak pernah melakukan hubungan seks bisa terinfeksi juga. Misalnya, ketika terdapat virus ini pada tangan seseorang, lalu menyentuh daerah genital, virus ini akan berpindah dan dapat menginfeksi daerah serviks atau leher rahim Anda. Cara penularan lain adalah di closet pada WC umum yang sudah terkontaminasi virus ini. Seorang penderita kanker ini mungkin menggunakan closet, virus HPV yang terdapat pada penderita berpindah ke closet. Bila Anda menggunakannya tanpa membersihkannya, bisa saja virus kemudian berpindah ke daerah genital Anda. Cara lain yaitu ditularkan melalui persalinan dari ibu kepada anaknya.

Beberapa gejala bisa diamati meski tidak selalu menjadi petunjuk infeksi HPV. Keputihan atau mengeluarkan sedikit darah setelah melakukan hubungan intim adalah sedikit tanda gejala dari kanker ini. Selain itu, adanya cairan kekuningan yang berbau di area genital juga bisa menjadi petunjuk infeksi HPV. Virus ini dapat menular dari seorang penderita kepada orang lain dan menginfeksi orang tersebut. Penularannya dapat melalui kontak langsung dan karena hubungan seks.

Kanker serviks bisa dihindari. Tentunya ini bisa terjadi jika seorang wanita rutin melakukan tindakan pencegahan yaitu deteksi dini. Beberapa cara untuk deteksi dini kanker serviks adalah dengan melakukan pemeriksaan pap smear dan perkembangan yang lebih modern yaitu thin prep. Kedua metode pemeriksaan itu sudah terbukti cukup menekan angka kematian karena kanker serviks.

Pemeriksaan pap smear lebih dikenal di masyarakat Indonesia bahkan sudah bisa dilakukan di tingkat Puskesmas. Metode pengembangan pap smear adalah thin prep yang lebih menjamin keakuratan hasil pengambilan sampel dari daerah serviks sehingga dapat didiagnosa dengan tepat jika terdapat sel atau jaringan yang abnormal. Jika semua hasil tes pada metode sebelumnya menunjukkan adanya infeksi atau kejanggalan, prosedur kolposkopi akan dilakukan dengan menggunakan alat yang dilengkapi lensa pembesar atau mikroskop untuk mengamati bagian yang terinfeksi.

Metode pemeriksaan lain yang lebih sederhana adalah Inspeksi Visual dengan Asam asetat (IVA) yang cukup terjangkau harganya. Metode pemeriksaan dengan mengoles serviks atau leher rahim dengan asam asetat. Kemudian diamati apakah ada kelainan seperti area berwarna putih. Jika tidak ada perubahan warna, maka dapat dianggap tidak ada infeksi pada serviks. Anda dapat melakukan di Puskesmas dengan harga relatif murah.

Semua pemeriksaan tersebut sebaiknya rutin dilakukan setidaknya setahun sekali agar dapat mendeteksi secara dini jika terjadi infeksi HPV. Infeksi HPV pada serviks dapat berkembang menjadi sel pre-kanker yang pada akhirnya jika tidak diatasi bisa menjadi kanker serviks yang mematikan. Kanker serviks bisa dicegah dan bisa diobati. Deteksi sejak dini dan rutin melakukan pap smear atau thin prep atau metode pemeriksaan lainnya untuk organ kewanitaan (pelvis) akan memperkecil risiko terkena kanker serviks.

Ubah gaya hidup Anda dan juga pola makan Anda agar terhindar dari penyakit yang membunuh banyak wanita di dunia ini. Misalnya dengan menghindari merokok, terbiasa dengan pola makan sehat, dan menghindari seks bebas, juga menjadi bagian untuk mencegah tertular virus HPV. Dengan demikian, maka kesehatan serviks atau leher rahim lebih terjamin. Dengan gaya hidup dan cara yang tepat, kanker serviks bisa dicegah.Banyak sekali kasus HPV terdiagnosis di dunia dan ribuan wanita meninggal karena kanker serviks, yang ditimbulkan oleh infeksi HPV. HPV adalah penyebab utama kematian akibat kanker pada kaum wanita di negeri-negeri berkembang. Kanker serviks merupakan jenis kanker rahim yang paling umum kedua di dunia. Apa yang dimaksud HPV itu? Lalu bagaimana caranya agar terhindar dari kanker serviks?

Kanker serviks terjadi pada area serviks atau leher rahim wanita. Penyebabnya karena infeksi virus HPV (human papillomavirus) atau virus papiloma manusia. HPV menimbulkan bisul atau kutil pada bagian serviks seorang wanita, termasuk bisul pada kelamin. Ini bisa terjadi pada pria maupun wanita. Namun, kutil ini akan berkembang menjadi kanker hanya pada wanita. Sedangkan seorang pria bisa berperan sebagai media penularan. Kanker serviks atau kanker leher rahim bisa terjadi jika terjadi infeksi HPV yang tidak sembuh-sembuh dalam kurun waktu yang cukup lama. Sebaliknya, kebanyakan infeksi HPV akan hilang sendiri, teratasi oleh sistem kekebalan tubuh.

Kanker serviks setidaknya menelan korban satu wanita setiap jam di Indonesia
Wanita yang aktif berhubungan seks sejak usia sangat muda rentan terinfeksi HPV. Selain itu, wanita yang sering berganti pasangan seks, atau yang berhubungan seks dengan pria yang suka berganti pasangan juga memiliki faktor risiko tinggi tertular HPV yang bisa menyebabkan kanker serviks. Dalam banyak kasus, pria yang tidak menunjukkan gejala terinfeksi HPV itulah yang menularkannya kepada pasangannya.

Tetapi, dalam beberapa kasus, wanita yang kehidupannya bersih secara moral atau mungkin tidak pernah melakukan hubungan seks bisa terinfeksi juga. Misalnya, ketika terdapat virus ini pada tangan seseorang, lalu menyentuh daerah genital, virus ini akan berpindah dan dapat menginfeksi daerah serviks atau leher rahim Anda. Cara penularan lain adalah di closet pada WC umum yang sudah terkontaminasi virus ini. Seorang penderita kanker ini mungkin menggunakan closet, virus HPV yang terdapat pada penderita berpindah ke closet. Bila Anda menggunakannya tanpa membersihkannya, bisa saja virus kemudian berpindah ke daerah genital Anda. Cara lain yaitu ditularkan melalui persalinan dari ibu kepada anaknya.

Beberapa gejala bisa diamati meski tidak selalu menjadi petunjuk infeksi HPV. Keputihan atau mengeluarkan sedikit darah setelah melakukan hubungan intim adalah sedikit tanda gejala dari kanker ini. Selain itu, adanya cairan kekuningan yang berbau di area genital juga bisa menjadi petunjuk infeksi HPV. Virus ini dapat menular dari seorang penderita kepada orang lain dan menginfeksi orang tersebut. Penularannya dapat melalui kontak langsung dan karena hubungan seks.

Kanker serviks bisa dihindari. Tentunya ini bisa terjadi jika seorang wanita rutin melakukan tindakan pencegahan yaitu deteksi dini. Beberapa cara untuk deteksi dini kanker serviks adalah dengan melakukan pemeriksaan pap smear dan perkembangan yang lebih modern yaitu thin prep. Kedua metode pemeriksaan itu sudah terbukti cukup menekan angka kematian karena kanker serviks.

Pemeriksaan pap smear lebih dikenal di masyarakat Indonesia bahkan sudah bisa dilakukan di tingkat Puskesmas. Metode pengembangan pap smear adalah thin prep yang lebih menjamin keakuratan hasil pengambilan sampel dari daerah serviks sehingga dapat didiagnosa dengan tepat jika terdapat sel atau jaringan yang abnormal. Jika semua hasil tes pada metode sebelumnya menunjukkan adanya infeksi atau kejanggalan, prosedur kolposkopi akan dilakukan dengan menggunakan alat yang dilengkapi lensa pembesar atau mikroskop untuk mengamati bagian yang terinfeksi.

Metode pemeriksaan lain yang lebih sederhana adalah Inspeksi Visual dengan Asam asetat (IVA) yang cukup terjangkau harganya. Metode pemeriksaan dengan mengoles serviks atau leher rahim dengan asam asetat. Kemudian diamati apakah ada kelainan seperti area berwarna putih. Jika tidak ada perubahan warna, maka dapat dianggap tidak ada infeksi pada serviks. Anda dapat melakukan di Puskesmas dengan harga relatif murah.

Semua pemeriksaan tersebut sebaiknya rutin dilakukan setidaknya setahun sekali agar dapat mendeteksi secara dini jika terjadi infeksi HPV. Infeksi HPV pada serviks dapat berkembang menjadi sel pre-kanker yang pada akhirnya jika tidak diatasi bisa menjadi kanker serviks yang mematikan. Kanker serviks bisa dicegah dan bisa diobati. Deteksi sejak dini dan rutin melakukan pap smear atau thin prep atau metode pemeriksaan lainnya untuk organ kewanitaan (pelvis) akan memperkecil risiko terkena kanker serviks.

Ubah gaya hidup Anda dan juga pola makan Anda agar terhindar dari penyakit yang membunuh banyak wanita di dunia ini. Misalnya dengan menghindari merokok, terbiasa dengan pola makan sehat, dan menghindari seks bebas, juga menjadi bagian untuk mencegah tertular virus HPV. Dengan demikian, maka kesehatan serviks atau leher rahim lebih terjamin. Dengan gaya hidup dan cara yang tepat, kanker serviks bisa dicegah.

Menghilangkan Flek Hitam Di Wajah 31 Mei 2011

Posted by jihadsabili in tips.
1 comment so far

Pasti tidak ada seorangpun yang menginginkan wajahnya dipenuhi dengan flek hitam, kecuali Mak Lampir. Namun demikian ternyata sangat susah menghilangkannya. Ada banyak kasus dimana banyak orang telah mencoba berbagai macam cara untuk menghilangkan flek hitam namun hasilnya masih nihil.

Sebelum kita berupaya untuk menghilangkan flek hitam di wajah, ada baiknya kita tahu terlebih dahulu apa sebenarnya flek hitam dan apa penyebabnya.

Flek Hitam merupakan pigmentasi kulit atau melasma yang bisa terjadi di kulit, terutama di daerah wajah, akibat paparan sinar matahari, pemakaian beberapa jenis obat atau akibat bekas adanya jerawat.

Cara paling mudah yang dapat ditempuh untuk menghilangkan flek hitam di wajah adalah dengan melakukan facial. Fungsi dari facial ini sendiri adalah untuk membersihkan kulit dari sel-sel kulit mati dan mencerahkan wajah. Namun jika Anda tidak memiliki banyak dana untuk facial, Anda bisa mencoba beberapa cara di bawah ini sebagai alternatif.

Masker Bengkuang atau Mentimun

Masker bengkuang dan mentimun sudah sejak lama dikenal mampu menghilangkan flek hitam di wajah. Cara penggunaannya mudah, Anda tinggal menghaluskannya kemudian lumurkan di wajah agar flek hitam di wajah memudar.

Irisan Jeruk Nipis

Irisan jeruk nipis di kulit wajah dan seluruh tubuh terbukti dapat mengangkat sel-sel kulit mati. Cara pemakaiannya cukup tempelkan irisan jeruk nipis di kulit wajah, diamkan hingga kering, kemudian bilas dengan air hangat supaya pori-pori kulit terbuka. Setelah itu, bilas kembali dengan air dingin agar pori-porinya merapat.

Teh

Kandungan antioksidan yang terdapat di dalam teh juga baik untuk mencegah penuaan dini. Caranya pemakaiannya sebagai berikut :
– Buatlah teh kental kemudian diamkan semalaman.
– Oleskan air teh tersebut ke seluruh kulit wajah dan tubuh dan biarkan mengering.
– Bilas dengan air hangat terlebih dahulu kemudian bilas lagi dengan air dingin.

Perlu diingat bahwa untuk menghilangkan flek hitam di wajah tidak dapat dilakukan dengan satu kali perawatan. Butuh beberapa kali perawatan agar flek hitam di wajah dapat hilang dengan sempurna.[ref:IDWS]

5 hal yang menyebabkan Anda awet muda. 31 Mei 2011

Posted by jihadsabili in tips.
add a comment

 5 hal yang menyebabkan Anda awet muda.

Simak saja ulasan dibawah ini mengenai tips awet muda dan sehat. Dan merupakan tips dan resep yang patut Anda coba agar Anda tampil kelihatan 10 tahun lebih muda.

Menurut dr. Satya Bhakti Negara, semua bahan alami yang ada di sekitar Anda dan hampir tiap hari dikonsumsi adalah obat ajaib yang akan membuat Anda tetap sehat dan awet muda. Selanjutnya kembali pada Anda untuk memanfaatkan berbagai sumber tersebut agar hasilnya maksimal.

Obat
Semua obat awet muda ada di dalam kandungan sayur-sayuran dan buah-buahan. Perkaya konsumsi Anda dengan 5 jenis sayur dan 5 jenis buah tiap harinya, dalam menu harian Anda. Tak harus dalam jumlah yang banyak, namun bervariasi agar semua kebutuhan vitamin dan mineral tercukupi.

Karbohidrat
Kurangi karbohidrat yang Anda konsumsi, terlalu banyak karbohidrat akan meminimalisir keinginan Anda mencukupi kebutuhan vitamin dan mineral dari makanan lain. Misalnya, jika porsi nasi Anda terlalu banyak, Anda pasti malas makan sayur, akibatnya vitamin yang diperlukan tubuh dari sayur berkurang. Tak ada lagi sisa ruangan untuk buah yang juga diperlukan tubuh Anda. Oleh karena itu atur menu sesuai kebutuhan Anda, usahakan semuanya seimbang agar impian Anda untuk sehat dan awet muda tercapai.

Olah Raga
Seringkali digembar-gemborkan bahwa tubuh membutuhkan olah raga agar tetap bugar. Olah raga apa yang terbaik untuk menjaga keindahan, kesehatan dan awet muda tubuh Anda? Semua olah raga yang menggerakkan tubuh sangat baik, hanya saja Anda cenderung menitikberatkan pada kuantitas dan Anda melupakan esensi penting dari suatu latihan. Kesinambungan dan kedisiplinan latihan jauh lebih penting daripada jika Anda berlatih berat. Anda akan menemukan manfaat maksimal ketika latihan Anda rutin dilakukan.

Wajah
Sebuah tawa ceria di wajah Anda akan membantu menggerakkan otot-otot di wajah. Memang sangat sulit usaha wajah untuk dapat bergerak, berbeda dengan bagian tubuh lain yang bebas bergerak. Oleh karena itu, buat diri Anda nyaman dan tertawalah dalam kebahagiaan Anda. Anggap saja ini sebagai senam wajah, diibaratkan sama halnya dengan saat tubuh Anda melakukan aerobic.

Air
Satu kunci lainnya adalah air mineral, yang masih saja dianggap remeh oleh beberapa orang. Konsumsi atas air mineral seringkali sangat rendah, padahal tubuh sangat membutuhkan efek sehat air mineral untuk menjaga kelembaban tubuh. Apakah Anda masih ragu untuk mengonsumsi minimal 8 gelas air mineral dalam sehari?

Tips Mengatasi Rasa Kantuk Yang Berlebihan 31 Mei 2011

Posted by jihadsabili in tips.
add a comment

Rasa kantuk memang datang tidak kenal waktu, dan pada siapapun, tak perduli itu pejabat maupun tukang sapu jalanan. Kalo saatnya datang ngantuk, susah rasanya hendak menangkalnya. Tapi disini ada tips mengatasi rasa kantuk yang berlebihan, sehingga kita masih bisa untuk beraktifitas.

Sebuah studi baru menunjukkan bahwa orang yang menyandang narcolepsy yang mengikuti diet rendah karbohidrat Atkins mengalami perbaikan lumayan dalam hal rasa mengantuk siang hari.

Narcolepsy merupakan gangguan neurologis yang berdampak pada pengendalian tidur dan bangun. Gangguan ini menyebabkan rasa kantuk berlebihan di siang dan orang dengan gangguan ini biasanya tak mampu melawan kantuk, hingga tak sadar tertidur di siang hari, bahkan pada jam kerja. Wah!

Meskipun temuan awal ini menunjukkan bahwa perubahan pola makan membantu memperbaiki rasa mengantuk di siang hari, para peneliti mengatakan studi lebih komprehensif dibutuhkan untuk menentukan apakah diet rendah karbohidrat, penurunan berat badan atau faktor lain bertanggung jawab pada dampak menguntungkan ini.

Dalam studi yang hasilnya dimuat pada jurnal Neurology edisi Juni (2004), para peneliti menanyai sembilan orang berbadan gemuk penyandang narcolepsy yang mengikuti diet rendah karbohidrat yang dijabarkan dalam buku Dr. Atkins’ New Diet Revolution selama delapan pekan. nasihat diet ini membatasi asupan karbohidrat kurang dari 20 gram per hari.

Salah satu peserta keluar dari studi ini setelah empat pekan sebab tidak mampu mengikuti pola diet yang memang lumayan berat.

Diantara peserta yang menyelesaikan studi selama delapan pekan, para peneliti menemukan bahwa gejala-gejala narcolepsy berkurang sebesar 18% dan jumlah serangan tidur siang hari berkurang 13%.

Para peserta kehilangan berat badan rata-rata 15 pon dalam studi ini, dan dilaporkan tak ada dampak serius. Empat orang mengalami efek samping sementara termasuk sakit kepala, kram kaki serta sulit berkonsentrasi.[dechacare]

Kebencian Yang Memuncak di Neraka 31 Mei 2011

Posted by jihadsabili in akherat.
add a comment

Kebencian Yang Memuncak di Neraka

bismillah

Pada hari kiamat badan pun bertengkar dengan roh. Ibnu Katsir mengatakan bahwa Ibnu Mandah dalam bukuny a ar-Ruh, telah meriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas radiyallohu ‘anhu yang berkata,

 

“Manusia pada hari kiamat bertengkar sampai-sampai rohpun bertengkar dengan jasad. Roh berkata kepada jasad, “Engkau yang telah melakukan”. Jasadpun berkata kepada roh “Engkau yang telah menyuruh dan membujukku”. Alloh lalu mengutus malaikat yang melerai keduanya. Malaikat itu berkata kepada keduanya, “Perumpamaan kalian bagaikan seseorang yang lumpuh dengan seseorang yang buta, yang sama-sama masuk ke suatu kebun. Yang lumpuh berkata kepada yang buta, “Aku melihat buah-buahan disini, tetapi aku tidak mampu menjangkaunya”. Kemudian yang buta berkata kepadanya, “Naikilah aku, lalu ambillah bua-buah itu” Si lumpuhpun menaiki si buta dan mengambil buah-buahan itu. (Kemudian malaikat bertanya) “Manakah diantara mereka yang salah (dzalim)?”. Roh dan jasad menjawab, “keduanya”. Malaikatpun berkata kepada keduanya, “Sesungguhnya kalian telah memberi keputusan kepada diri kalian berdua.” Yaitu Jasad bagaikan tunggangan bagi roh, dan roh menaikinya.” (Tafsir Ibnu Katsir, VI, hal 92)

 

Lalu Mereka membenci diri mereka sendiri.

 

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir diserukan kepada mereka (pada hari kiamat): “Sesungguhnya kebencian Allah (kepadamu) lebih besar daripada kebencianmu kepada dirimu sendiri karena kamu diseru untuk beriman lalu kamu kafir”. (Al-Mu’min 10)

 

Mereka juga membenci, mengutuk, dan meminta tambahan adzab bagi setiap orang yang dahulu menjadi penolong dalam keburukan dan sahabat dalam kesesatan mereka di dunia.

 

“ Pada hari ketika muka mereka dibolak-balikan dalam neraka, mereka berkata: “Alangkah baiknya, andaikata kami ta’at kepada Allah dan ta’at (pula) kepada Rasul”. Dan mereka berkata;:”Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah menta’ati pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang benar).  Ya Tuhan kami, timpakanlah kepada mereka azab dua kali lipat dan kutuklah mereka dengan kutukan yang besar”. (Al-ahzab 66-68)

 

Karena besarnya rasa dendam mereka kepada orang yang telah menyesatkan mereka di dunia, mereka memohon kepada Alloh agar memperlihatkan kepada orang-orang yang telah menyesatkan mereka, agar mereka dapat menginjak kepala orang-orang yang telah menyesatkan mereka itu (karena sangking kesalnya mereka).

 

Dan orang-orang kafir berkata: “Ya Rabb kami perlihatkanlah kepada kami dua jenis orang yang telah menyesatkan kami (yaitu) sebagian dari jinn dan manusia agar kami letakkan keduanya di bawah telapak kaki kami supaya kedua jenis itu menjadi orang-orang yang hina”. (Fush-Shilat 29)

 

Ketika mereka (orang kafir) masuk neraka, mereka saling mengutuk dengan teriakan yang keras, antara orang yang satu menginginkan tambahan adzab bagi yang lainnya,

 

Allah berfirman: “Masuklah kamu sekalian ke dalam neraka bersama umat-umat jin dan manusia yang telah terdahulu sebelum kamu. Setiap suatu umat masuk (ke dalam neraka), dia mengutuk kawannya (menyesatkannya); sehingga apabila mereka masuk semuanya berkatalah orang-orang yang masuk kemudian  di antara mereka kepada orang-orang yang masuk terdahulu : “Ya Tuhan kami, mereka telah menyesatkan kami, sebab itu datangkanlah kepada mereka siksaan yang berlipat ganda dari neraka”. Allah berfirman: “Masing-masing mendapat (siksaan) yang berlipat ganda, akan tetapi kamu tidak mengetahui”. (Al-A’raf 38)

Judul Buku : “Ensiklopedia” Kiamat

Penulis : DR. ‘Umar Sulaiman al-Asyqar

Penerbit : Serambi

 

Sumber : http://sunnahkami.blogspot.com/2011/05/penyesalan-yang-tidak-berujung.html

Cegah Dini Masalah Gizi Anak dengan ASI Eksklusif 31 Mei 2011

Posted by jihadsabili in anak, kesehatan.
add a comment

 

Oleh : Didik Hariyadi, S.Gz, M.Si

 

Badan kesehatan dunia (WHO) mencatat bahwa di negara-negara berkembang masalah kekurangan gizi mikro merupakan masalah kesehatan yang serius. Kekurangan gizi mikro terutama kekurangan vitamin dan mineral esensial (penting) seperti vitamin A, besi, dan seng (zinc) termasuk masih tingginya penyakit infeksi. Global Alliance for Improved Nutrition pada tahun 2007 juga mempublikasikan dampak yang ditimbulkan dari masalah kekurangan gizi mikro, dimana terjadi kematian anak sebanyak 1 juta sebelum mereka umur 5 tahun dan besarnya kasus kecacatan lahir pada bayi yang seharusnya bisa dicegah.

 

 

Indonesia yang merupakan salah satu Negara berkembang juga tidak luput dari masalah gizi tersebut. Diantara 3 anak terdapat 2 anak dengan masalah kekurangan gizi besi yang akan berdampak pada anemia pada anak. Beberapa masalah gizi anak yang ada sampai saat ini meliputi masalah kekurangan dan kelebihan gizi, kekurangan gizi besi, kekurangan iodium, dan kekurangan gizi mikro terutama seng. Berbagai upaya dan penanggulangan masalah gizi anak telah dan sedang dilakukan. Diantaranya dengan melakukan peningkatan pemberdayaan masyarakat dan pemberian makanan tambahan serta fortifikasi makanan yang baru-baru ini sedang di sosialisasikan di beberapa daerah di Indonesia. Bahkan dalam 5 tahun terakhir upaya penanggulangan masalah gizi sangat gencar di Indonesia. Semua komponen masyarakat tertuju pada upaya ini, sehingga tidak sedikit energy yang harus dikeluarkan baik finansial maupun infrastruktur.

 

Pendekatan pemberdayaan masyarakat merupakan salah satu upaya yang banyak dilakukan, terutama dengan adanya proyek NICE (Nutrition Improvement through Community Empowerment). Proyek ini diharapkan mampu menangani masalah gizi di Indonesia, khususnya perannya terhadap penurunan prevalensi anak dengan gizi buruk dan gizi kurang. Salah satu terobosan yang dilakukan dalam proyek ini adalah dengan memberikan anak taburia, yaitu serbuk fortifikasi zat gizi mikro yang mengandung 12 vitamin dan 4 mineral yang ditaburkan dalam makanan anak. Beberapa pendekatan upaya yang telah dilakukan cenderung sebuah penanganan terhadap masalah gizi yang telah terjadi (problem oriented).

 

Disadari atau tidak sudah dapat dipastikan penanganan masalah gizi dengan pendekatan ini akan berdampak pada tingginya biaya yang harus dikeluarkan. Satu anak dengan gizi buruk membutuhkan dana yang tidak sedikit, sejak dari perawatan, pengobatan, pemulihan sampai pada pembelajaran tentang bagaimana masalah gizi buruk tidak lagi diderita. Meskipun harus diakui penyelesaian masalah dengan konsep problem oriented sudah cukup popular di kalangan pemegang kebijakan.

 

Solusi masalah gizi dengan cost rendah dan sesungguhnya dapat dilaksanakan adalah bagaimana masalah gizi tersebut tidak muncul pada kelompok anak umur 1 – 5 tahun. Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan yang optimal sejak dini menjadi keharusan, jika harapannya tidak memunculkan masalah gizi buruk yang akan datang. Pendekatan sederhana dan seharusnya bias dilakukan hampir di semua lini kebijakan adalah pendekatan dini pencegahan anak gizi buruk.

 

Pertama, pendekatan alamiah. Secara alamiah setiap manusia mempunyai insting saat pertama kali lahir ke dunia untuk mempertahankan hidupnya dengan mencari makanan. Seperti halnya makhluk mamalia, maka manusia pun saat pertama kali melahirkan secara alamiah akan mencari susu ibunya. Atas dasar inilah maka penanganan yang paling awal saat ibu melahirkan bayinya adalah dengan asuhan persalinan normal denggan menerapkan apa yang disebut dengan Inisiasi Menyusu Dini (IMD).

 

IMD adalah bayi diberi kesempatan mulai (inisiasi) menyusu sendiri segera setelah lahir (dini) dengan meletakkan bayi menempel di dada atau perut ibu, bayi dibiarkan merayap mencari puting dan menyusu sampai puas. Proses ini berlangsung minimal 60 menit pertama sejak bayi lahir. Pendekatan dini penanganan gizi buruk dengan menerapkan IMD merupakan satu pendekatan bahwa bayi dengan IMD secara alamiah akan menentukan keberhasilan pemberian Air Susu Ibu (ASI) sampai bayi umur 6 bulan atau dikenal dengan ASI eksklusif.

 

Kedua, pendekatan fisiologis dan psikologis. Tidak ada satu makanan di dunia ini yang sesuai dan cocok untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi kecuali ASI. Secara fisiologis dan psikologis bayi tidak membutuhkan makanan apapun kecuali ASI sampai ia umur 6 bulan. Disamping memenuhi akan kebutuhannya, kasih sayang dan kedekatan antara ibu dan bayi akan didapatkan dengan pemberian ASI yang tidak mungkin didapatkan dari metode menyusui cara apapun. Dengan pendekatan ini pertumbuhan dan perkembangan bayi akan terjamin, mengingat bahwa pertumbuhan dan perkembangan bayi sangat dipengaruhi olek factor fisiologis dan psikologis. Dua faktor ini hanya akan didapatkan dengan pendekatan ini yang pada akhirnya kesehatan optimal akan di dapat pada masa anak-anak.

 

Ketiga, pendekatan pembelajaran pola makan. Saat bayi umur 6 bulan keatas pendekatan pembelajaran pola makan mutlak diberikan. Adalah sebuah “kekerasan” jika saat umur 6 bulan bayi dipaksakan diberi makanan layaknya makanan dewasa. Fisiologis bayi tidak memungkinkan untuk diberikan makanan itu. Sehingga pembelajaran akan pola makan yang baik dan benar perlu diperhatikan. Pemberian jus buah dengan disaring merupakan salah satu langkah awal yang baik dalam pembelajaran pola makan pada bayi umur 6 bulan. Seterusnya secara bertahap dan dengan penggantian jenis makanan yang bijaksana akan membawa bayi ke masa anak-anak sampai umur 2 tahun dan seterusnya menjadi anak dengan kesehatan yang optimal.

 

Keempat, pendekatan gizi seimbang. Konsep gizi seimbang merupakan hal yang penting dalam masa awal anak-anak. Setidaknya pertimbangan kualitas dan kuantitas makanan mutlak dipertimbangkan. Dengan melihat kebutuhan yang sesuai dengan umur dan masa pertumbuhan dan perkembangannya, konsep gizi seimbang adalah konsep yang paling tepat dan benar dalam pengaturan makanan sejak dini. Kesesuaian akan kebutuhan karbohidrat, lemak, protein, vitamin dan mineral serta kebutuhan cairannya akan membawa anak sehat secara optimal dan akan terhindar dari kejadian gizi buruk di masa yang akan datang.

 

Kegagalan 4 pendekatan akan membawa risiko anak gizi buruk. Dampak secara makro tidak hanya pada pertumbuhan dan perkembangan si anak, tetapi dalam jangka waktu lama dan skala kejadian yang luas akan merapuhkan sendi-sendi ekonomi bangsa yang pada akhirnya membawa pada meluasnya kemiskinan dan kemunduran suatu negara. **

 

*  Penulis, Dosen di Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Pontianak

Sumber : Pontianakpost.com

Penyedap Rasa MSG Bisa Bikin Gemuk 31 Mei 2011

Posted by jihadsabili in kesehatan.
add a comment

Penyedap Rasa MSG Bisa Bikin Gemuk

by Griya Centre on Monday, May 30, 2011 at 11:28pm

Monosodium glutamat (MSG) biasanya sering dikaitkan dengan munculnya sakit kepala setelah makan. Tapi studi terbaru menemukan bahwa MSG juga bisa meningkatkan lingkar pinggang dan kegemukan.

 

Para peneliti menemukan bahwa orang yang mengonsumsi banyak MSG akan lebih memungkinkan memiliki kelebihan berat badan atau obesitas sehingga ukuran lingkar pinggangnya meningkat.

 

MSG adalah salah satu aditif yang paling banyak digunakan dalam dunia makanan. Meskipun cenderung lebih populer di negara-negara Asia, tapi makanan olahan seperti keripik dan makanan kalengan di Amerika juga mengandung MSG.

 

Pada jumlah tertentu MSG memang dianggap aman, tapi terkadang jika jumlahnya berlebihan atau pada orang yang sensitivitas tinggi bisa mengeluhkan sakit kepala, mual dan reaksi buruk lainnya.

 

Beberapa studi telah menemukan hubungan yang potensial antara penggunaan MSG dan berat badan. Para ilmuwan menuturkan bahwa orang bisa makan dalam jumlah yang besar jika makanan tersebut diberi MSG, karena ia membuat selera suatu makanan menjadi lebih enak.

 

Selain itu bukti lain juga menunjukkan bahwa MSG dapat mengganggu sistem sinyal di dalam tubuh yang berfungsi mengatur nafsu makan dan metabolisme yaitu hormon leptin.

 

“Konsumsi MSG bisa menyebabkan tubuh mengalami resistensi leptin, sehingga tubuh tidak bisa memproses energi yang diterima dari makanan secara benar yang membuat berat badannya bertambah,” ujar Ka He, seorang ahli nutrisi di University of North Carolina, Chapel Hill yang memimpin studi, seperti dikutip dari Reuters, Senin (30/5/2011).

 

Peneliti menemukan laki-laki dan perempuan yang mengonsumsi MSG rata-rata 5 gram sehari akan cenderung memiliki kelebihan berat badan sekitar 30 persen dibandingkan dengan orang yang sedikit mengonsumsi MSG (kurang dari 0,5 gram sehari). Sedangkan pada orang yang sudah kelebihan berat badan sebelumnya, maka risiko meningkat menjadi 33 persen.

 

Studi ini melibatkan lebih dari 1.000 orang dewasa di China selama 5,5 tahun dan hasilnya telah diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition. Untuk itu perhatikan kandungan MSG dalam setiap lebl makanan yang dikonsumsi dan hindari penggunaannya jika memasak makanan sendiri.

 

MENGUNGKAP BAHAYA FANATIK MAZHAB (Oleh: Al-Ustadz Abu Ubaidah Yusuf As-Sidawi hafizhahullah) 31 Mei 2011

Posted by jihadsabili in Uncategorized.
add a comment

MENGUNGKAP BAHAYA FANATIK MAZHAB (Oleh: Al-Ustadz Abu Ubaidah Yusuf As-Sidawi hafizhahullah)

Definisi Fanatik 

Fanatik atau dalam bahasa arabnya disebut dengan “Ta’ashub” adalah anggapan yang diiringi sikap yang paling benar dan membelanya dengan membabi buta. Benar dan salahnya, wala’ dan bara’nya diukur dan didasarkan keperpihakan pada golongan. Fanatik ini bisa terjadi antar madzhab, kelompok, organisasi, suku atau negara. (Lihat kembali Majalah Al-Furqon hal. 13 edisi 5 Th. 11) -majalah yang dikelola Ustadz Abu Ubaidah (editor)-

 

Adapun madzhab ialah pendapat seseorang mujtahid tentang hukum sesuatu, yaitu pendapat yang digali dari Al-Qur’an dan hadits dengan kekuatan ijtihadnya.

 

Madzhab yang masyhur ada empat:  Madzhab Hanafi (Abu Hanifah rahimahullah), madzhab Maliki (imam Malik rahimahullah), madzhab Syafi’i (imam Syafi’i rahimahullah), madzhab Hanbali (Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah)

 

Sekalipun sebenarnya ada beberapa madzhab lainnya seperti madzhab Dhahiriyyah, Zaidiyyah, Sufyaniyyah dan sebagainya. Semua madzhab dapat diambil pendapatnya jika benar dan dapat pula ditinggalkan jika salah, karena memang tidak ada yang ma’shum (terjaga dari kesalahan) kecuali Al-Qur’an dan sunnah Nabi. (Lihat Syarh Lum’ah Al-I’tiqad hal. 166-167 oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah).

 

Fenomena Fanatik Mazdhab

 

Fenomena fanatik madzhab sangat nyata terpampang tak terelakkan, baik dalam lembaran kitab madzhab klasik dan kontemporer maupun dalam fakta kehidupan. Muatannya sesak dengan saling tuding-menuding, menghujat, dan mencela satu sama lain sehingga memantapkan kita semua bahwa klaim mereka selama ini  “semua madzhab adalah benar” hanyalah omong kosong belaka yang tidak ada buktinya.

 

Sejarah menjadi saksi bahwa fanatik buta terhadap madzhab hingga detik ini telah menelan korban yang tak sedikit jumlahnya. Berikut saya akan turunkan beberapa ucapan para ahli fanatisme madzhab yang masing-masing mengkalim bahwa kebenaran pada pihaknya sendiri sedangkan kebatilan pada pihak madzhab lainnya.

 

– Dari mazdhab Hanafiyyah, Muhammad ‘Alauddin, seorang tokoh yang cukup populer dalam madzhab Hanafi pernah berkata:

 

فَلَعْنَةُ رَبِّنَا أَعْدَادَ رَمْلٍ عَلَى مَنْ رَدَّ قَوْلَ أَبِيْ حَنِيْفَةَ

 

La’nat Rabb kami sejumlah bilangan pasir

Terhadap orang yang menolak perkataan Abu Hanifah. (Ad-Durrul Mukhtar 1/48-49).

 

Abul Hasan Al-Karkhiy Al-Hanafi juga mengatakan: “Setiap ayat dan hadits yang menyelisihi penganut madzhab kami (Hanafiyyah), maka dia harus dita’wil (diselewengkan artinya) atau mansukh (dihapus hukumnya)”. (Lihat Ma Laa Yajuzu Al-Khilaf Bainal Muslimin hal. 95).

 

– Dalam madzhab Malikiyyah, mayoritas para penganutnya  mempunyai sebuah peribahasa lucu:

 

لَوْ لَمْ يَكُنْ مَالِكاً لَكَانَ الدِّيْنُ هَالِكًا

 

Seandainya bukan karena Malik, maka agama ini akan hancur.

 

– Dalam madzhab Syafi’iyyah, imam Al-Juwaini As-Syafi’i rahimahullah berkata:

 

“Menurut kami, setiap orang berakal dan seluruh kaum muslimin, baik di timur maupun barat, jarak dekat maupun jauh wajib mengikuti madzhab Syafi’i. Bagi orang yang masih awam dan jahil, mereka harus mengikuti madzhab Syafi’i dan tidak mencari pengganti lainnya”. (Lihat Mughitsul Al-Khalq hal. 15-16)

 

– Dalam  madzhab Hanabilah, seorang di antara mereka pernah mengungkapkan:

 

أَنَا حَنْبَلِيٌّ مَا حَيَيْتُ وَإِنْ أَمُتْ فَوَصِيَّتِيْ لِلنَّاسِ أَنْ يَتَحَنْبَلُوْا

 

Saya seorang (bermazdhab) hanbali selama hidup dan matiku

Wasiat saya kepada manusia agar mereka bermadzhab Hanbali. (Lihat Irwa’ul Ghalil 1/22-23 karya Al-Albani)

 

Ucapan-ucapan serupa seringkali kita jumpai dari kalangan ahli fanatik madzhab, bahkan diantara mereka sangat keterlaluan dalam menjunjung tinggi imamnya, memperjuangkan madzhabnya, berkoar agar manusia hanya mengikutinya, mencoreng habis madzhab selainnya serta berusaha sekuat tenaga menjatuhkan kedudukan lawannya.

 

Tragisnya, sebagian mereka mengangkat kedudukan imam madzhabnya pada derajat yang belum pernah dijangkau oleh seorang pun dari sahabat Nabi.

 

Perhatikanlah ungkapan ‘Alauddin Al-Haskafiy Al-Hanafiy ketika memuji imam Abu Hanifah rahimahullah:

 

“Kesimpulanya, imam Abu Hanifah merupakan mu’jizat Nabi yang paling besar setelah Al-Qur’an. Cukuplah sebagai keutamaan beliau adalah tersohornya madzhab beliau. Tidak pernah dia mengeluarkan suatu pendapat melainkan ada dari imam kaum muslimin yang mengambilnya. Sejak zaman beliau hingga hari ini, Allah selalu menguatkan madzhabnya bagi para penganutnya hingga Isa bin Maryam kelak akan berhukum dengan madzhabnya…”.

 

(Lihat Ad-Durrul Mukhtar 1/55-58 diringkas dari Zawabi’ fi Wajhi Sunnah hal. 223 oleh Syaikh Sholah Maqbul Ahmad dan Kutub Hadzara Minha Ulama’ (1/158-167) oleh Syaikh Masyhur Hasan Salman).

 

Wajibkah Bermadzhab dengan salah satu empat madzhab?

 

Banyak kaum muslimin berkeyakinan, baik yang masih awam maupun kyainya bahwa seorang muslim wajib mengikuti salah satu madzhab dari empat madzhab. Sungguh ini merupakan anggapan yang salah fatal dan kejahilan yang mendalam. (Lihat Halil Muslim Mulzam bi Ittib’ Madzhab Mu’ayyan hal. 5 oleh Syaikh Muhammad Sulthan Al-Ma’shumi rahimahullah).

 

Apa yang disindir oleh Syaikh Al-Ma’shumirahimahullah di atas bukan hanya omong kosong tetapi fakta dan nyata. Banyak para penulis dan penceramah memprogandakan wajibnya bermadzhab. Simaklah apa yang dikatakan Ahmad As-Shawi rahimahullah, salah seorang shufi bermadzhab Maliki dan beraqidah Asya’irah (wafat th. 1241 H) dalam Hasyiyah Al-Jalalain (3/10): “Tidak boleh taklid selain kepada empat madzhab walaupun sesuai dengan perkataan sahabat, hadits maupun ayat. Orang yang diluar empat madzhab adalah sesat dan menyesatkan, bahkan dapat menjebloskannya ke lubang kekufuran, sebab mengambil tekstual Al-Qur’an dan hadits termasuk sumber kekufuran !!!”.

 

Syaikh Abdul Muhsin Al-Abbad hafizhahullah mengomentari ucapan ini: “Ucapan As-Shawi di atas merupakan ucapan yang paling kotor. Seandainya seseorang mencari ucapan yang lebih kotor darinya, mungkin dia tak menemukannya.  Hal itu mempengaruhi dirinya dalam menafsirkan Al-Qur’an berdasarkan akal dan fanatik madzhab. Kita memohon kepada Allah keselamatan”. (Ar-Radd Ala Rifa’i wal Buthi hal.47)

 

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyahrahimahullah berkata dalam Minhaj Sunnah (3/412): “Tidak ada seorangpun dari kalangan ahli sunnah yang mengatakan: “kesepakatan imam empat adalah hujjah yang ma’shum”, “Kebenaran hanya pada imam empat saja” atau “Siapa yang  tidak mengikutinya berarti salah”. Bahkan, apabila ada seorang yang di luar penganut madzhab empat -seperti Sufyan Tsauri rahimahullah, Al-Auza’irahimahullah, Laits bin Sa’adrahimahullah dan ulama’ lainnya- suatu perkataan yang bertentangan dengan pendapat madzhab empat, maka harus ditimbang dengan Al-Qur’an dan sunnah. Pendapat yang sesuai dengan Al-Qur’an dan sunnah, itulah yang lebih kuat”.

 

Dalil-Dalil Tercelanya Fanatik

 

Dalil Pertama:

 

 

فَلْيَحْذَرِ الَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِ أَن تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

 

Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah-Nya takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih. (QS. An-Nur: 63).

 

Imam Ahmad rahimahullah berkata: “Saya heran dengan suatu kaum yang telah mengenal sanad hadits dan keabsahannya kemudian mereka berpegang dengan pendapat Sufyan (Ats-Tsauri) padahal Allah berfirman (beliau membawakan ayat di atas) lalu berkata: Tahukah engkau apa itu fitnah? Fitnah adalah syirik. Bisa jadi jikalau dia menolak sebagian sunnah Nabi, maka akan bercokol dalam hatinya suatu penyimpangan hingga dia hancur binasa”.

 

Semoga Allah merahmati Imam Ahmad. Kalau demikian kecaman keras beliau terhadap orang yang menentang sunnah Nabi dengan pendapat imam Sufyan Tsauri rahimahullah padahal beliau adalah salah satu ulama besar, lantas bagaimana kalau seandainya beliau melihat manusia zaman sekarang yang bukan hanya menolak sunnah dengan perkataan alim ulama, tetapi mereka menentang sunnah dengan pendapat para tokoh agama (kyai) yang juhala’ (bodoh), rasionalis, politikus bahkan para artis dan pelawak yang miskin ilmu. Hanya kepada Allah-lah kita mengadu semua ini.

 

Dalil Kedua:

 

إِذْ تَبَرَّأَ الَّذِينَ اتُّبِعُوا مِنَ الَّذِينَ اتَّبَعُوا وَرَأَوُا الْعَذَابَ وَتَقَطَّعَتْ بِهِمُ اْلأَسْبَابُ

 

(Yaitu) ketika orang-orang yang diikuti itu berlepas diri dari orang-orang yang mengikutinya, dan mereka melihat siksa; dan (ketika) segala hubungan antara mereka terputus sama sekali. (QS. Al-Baqarah: 166).

 

Syaikh Muhammad Sulthan Al-Ma’shumi rahimahullah berkata dalam risalahnya “Halil Muslim Mulzam…” hal. 31:

 

“Ketahuilah bahwa ayat ini adalah halilintar keras bagi para para ahli taklid karena sikap membeonya mereka terhadap ucapan dan pendapat manusia dalam masalah agama, baik mereka masih hidup atau sudah meninggal dunia! Taklid dalam masalah aqidah dan ibadah! Masalah halal dan haram! Karena semua masalah ini harus bersumber dari Allah dan rasul-Nya, bukan diambil dari pendapat dan pemikiran seorang, lebih-lebih dari para tokoh penyesat agama”.

 

Dalil Ketiga:

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا تَرْفَعُوا أَصْوَاتَكُمْ فَوْقَ صَوْتِ النَّبِيِّ وَلَا تَجْهَرُوا لَهُ بِالْقَوْلِ كَجَهْرِ بَعْضِكُمْ لِبَعْضٍ أَنْ تَحْبَطَ أَعْمَالُكُمْ وَأَنْتُمْ لَا تَشْعُرُونَ

 

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu meninggikan suaramu lebih dari suara Nabi, dan janganlah kamu berkata kepadanya dengan suara keras sebagaimana kerasnya (suara) sebahagian kamu terhadap sebahagian yang lain, supaya tidak hapus (pahala) amalanmu sedangkan kamu tidak menyadari.” (QS. Al-Hujurat: 2).

 

Imam Ibnu Qoyyim rahimahullah dalam I’lamul Muwaqqiin (1/60) berkomentar: “Apabila mengeraskan suara mereka di atas suara rasul saja dapat menyebabkan gugurnya amalan mereka, lantas bagaimana kiranya dengan mendahulukan dan mengedepankan pendapat, akal, perasaan, politik dan pengetahuan di atas ajaran rasul? Bukankah ini lebih layak untuk sebagai faktor penggugur amalan mereka?”

 

Dalil Keempat:

 

قَالَ النَّبِيُّ: “وَالَّذِيْ نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَوْ بَدَا لَكُمْ مُوْسَى ثُمَّ اتَّبَعْتُمُوْهُ وَتَرَكْتُمُوْنِيْ لَضَلَلْتُمْ عَنْ سَوَاءِ السَّبِيْلِ وَلَوْ كَانَ حَيًّا وَأَدْرَكَ نُبُوَّتِيْ لاَتَّبَعَنِيْ”.

 

Rasulullah bersabda: “Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, seandainya Musa hadir di tengah kalian lalu kalian mengikutinya dan meninggalkanku, maka sungguh kalian telah tersesat dari jalan yang lurus. Kiranya Musa hidup dan menjumpai kenabianku, dia pasti mengikutiku. (Hasan. riwayat Ad-Darimi dalam Sunannya (441) dan Ahmad (3/471, 4/466) Lihat Al-Misykah (177) oleh Al-Albani).

 

Maksudnya apabila kita meninggalkan sunnah Nabi dan mengikuti Musa, seorang nabi mulia yang pernah diajak bicara oleh Allah, maka kita akan tersesat dari jalan yang lurus. Lantas bagaimana pendapatmu apabila kita meninggalakan sunnah Nabi dan mengikuti  para kyai, tokoh agama, ustadz, mubaligh, cendekiawan dan sebagainya yang sangat jauh bila dibandingkan dengan Nabi Musa?. Pikirkanlah! (Lihat Muqaddimah Bidayatus Suul hal. 6 oleh Syaikh Al-Albani).

 

Dalil Kelima:

 

قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ: “يُوْشِكُ أَنْ تَنْزِلَ عَلَيكُْم ْحِجَارَةٌ مِنَ السَّمَاءِ, أَقُوْلُ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ وَتَقُوْلُوْنَ: قَالَ أَبُوْ بَكْرٍ وَعُمَرُ؟!”

 

Ibnu Abbas berkata: “Hampir saja kalian akan dihujani batu dari langit. Aku katakan: Rasulullah bersabda demikian lantas kalian membantahnya: Tapi Abu Bakar dan Umar berkata demikian?!” (Shahih. Riwayat Ahmad 1/337 dan Al-Khatib dalam Al-Faqih wal Mutafaqqih 1/145).

 

Syaikh Sulaiman bin Abdullah Alu Syaikh rahimahullah berkata dalam kitabnya Taisir Aziz Al-Hamid hal. 483:

 

“Jikalau perkataan yang muncul dari Ibnu Abbas ini diperuntukkan pada orang yang menentang sunnah dengan pendapat Abu Bakar dan Umar yang telah diketahui bersama kedudukan mereka berdua, lantas bagaimana kiranya apa yang akan beliau katakan terhadap orang yang menetang sunnah nabi dengan dengan tokoh dan imam madzhab yang dianutnya? Lalu menjadikan pendapat orang tersebut sebagai tolok ukur Al-Qur’an dan sunnah, bila keduanya sesuai dengan pendapat tokohnya maka diterima dan bila bertentangan dengan pendapat tokohnya maka ditolak atau ditakwil. Kepada Allah kita memohon pertolongan”. (Lihat pula Al-Qaulul Mufid (2/152) oleh Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah cet. Dar Ibnu Jauzi).

 

Dampak Negatif Fanatik

 

Fanatisme memunculkan berbagai dampak negatif yang sangat berbahaya bagi pribadi secara khusus dan masyarakat secara umum. Demi kewaspadaan kita semua agar tidak terjerat dalam belenggunya, akan kami paparkan beberapa dampak tersebut:

 

1. Memejamkan mata dari argumen yang kuat dan berpegang dengan argumen yang rapuh.

 

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah menandaskan:

 

“Mayoritas orang-orang fanatik mazdhab tidak mendalami Al-Qur’an dan sunnah kecuali segelintir orang saja. Sandaran mereka hanyalah hadits-hadits lemah, pendapat-pendapat rapuh atau hikayat-hikayat dari para tokoh ulama’ yang bisa jadi benar dan bisa jadi bohong”. (Majmu’ Fatawa 22/254).

 

2. Mementahkan dalil shahih karena bertentangan dengan madzhab.

 

Bahkan seringkali mereka mementahkan dalil shahih dengan uslub yang kasar. Sebagai contoh, KH. Sirajuddin Abbas dalam bukunya “40 Masalah Agama” Juz 1 hal. 186 -cet. Kedua puluh sembilan- tatkala mengomentari hadits Abu Malik Al-Asyja’iy tentang bid’ahnya qunut shubuh terus-menerus sebagaimana dilakukan mayoritas kaum muslimin di Indonesia: “Nampaknya Thariq ini tidak dapat dipercayai omongannya dan mungkin ini bukan perkataan Thariq, tetapi disebut-sebut oleh orang lain dan dikatakan ucapan Tahriq!!!”.

 

 

3. Menyulut api perselisihan dan permusuhan

 

Persatuan dan kedamaian terasa mustahil terwujudkan bila penyakit fanatik madzhab masih bercokol di dada kaum muslimin. Bahkan api kebencian, percekcokan dan perpecahan bertambah menyala-nyala dalam kehidupan. Imam Dzahabi rahimahullah menceritakan dalam Mizanul I’tidal (4/51) bahwa Muhammad bin Musa Al-Balasaghuniy rahimahullah pernah berkata: “Seandainya aku menjadi pemimpin, niscaya aku akan mengambil pajak dari penganut madzhab Syafi’i”.

 

Dalam muqaddimah buku “Halil Muslim Mulzam bi Ittiba’ Madzhabin Mu’ayyan” oleh Muhammad Sulthan Al-Ma’shumi rahimahullah diceritakan begini:

 

“Rombongan Jepang pernah berkeinginan masuk agama Islam. Untuk melaporkan keperluannya, mereka pergi ke sebuah lembaga Islam di kota Tokyo. Ternyata para pengurusnya dari berbagai madzhab. Orang India mengatakan: “Rombongan ini wajib mengikuti madzhab Abu Hanifah karena beliau adalah pelita umat sedangkan orang Indonesia “Jawa” menyahut: “Madzhab Syafi’i lebih utama untuk dianut”. Mendengar keributan para pengurus tersebut, rombongan Jepang terheran-heran dan merasa kebingungan  sehingga akhirnya mereka tidak jadi masuk Islam”.

 

Nyarisnya, sumber permusuhan itu biasanya berinduk pada masalah fiqih belaka. Imam Dzahabi rahimahullah menceritakan dalam Siyar A’lam Nubala’ (17/477) bahwa Abu Abdillah Muhammad bin Fadhl Al-Farra’ pernah menjadi imam shalat di masjid Abdullah selama enam puluh tahun lamanya, beliau bermadzhab Syafi’i dan melakukan qunut (shubuh). Setelah itu, imam shalat diambil alih oleh seorang yang bermadzhab Maliki, beliau tidak qunut (shubuh). Karena hal ini menyelisihi tradisi masyarakat, akhirnya mereka bubar meninggalkannya seraya berkomentar: “Shalatnya gak pecus!!!”

 

4. Menolak kebenaran sekalipun sudah jelas hujjahnya

 

Imam Ibnul Jauzy rahimahullah mengatakan:

 

“Termasuk tipu daya Iblis terhadap para fuqaha’ yaitu tatkala jelas kebenaran berada di tangan lawannya, dia akan tetap bersikukuh mempertahankan pendapatnya dan merasa sesak dada untuk menerima kebenaran dari lawannya, bahkan dia akan berusaha menggulingkan lawan padahal sudah jelas dia yang benar. Hal seperti ini sangat nista sekali, karena fungsi dialog adalah mencari kebenaran sebagaimana dikatakan oleh Syafi’i: “Tidak pernah saya berdialog dengan seseorang yang menolak kebenaran kecuali dia hina di hadapanku dan tidak pernah saya berdialog dengan seseorang yang menerima kebenaran kecuali dia berwibawa dalam pandanganku. Tidak pernah saya berdialog dengan seseorang kecuali saya akan mengikuti kebenaran, bila kebenaran memang bersamanya saya akan mengikutinya dan bila kebenaran bersamaku dia mengikutiku” (Talbis Iblis hal.120).

 

5. Mempermainkan dalil demi membela madzhabnya.

 

Contohnya banyak sekali, saya akan tampilkan satu contoh saja:

Ahmad As-Shawi rahimahullah berkata dalam Hasyiyah Jalalain (3/307-308) ketika menafsirkan surat Fathir:

 

أَفَمَن زُيِّنَ لَهُ سُوءُ عَمَلِهِ فَرَءَاهُ حَسَنًا

 

“Maka apakah orang yang dijadikan (syaitan) menganggap baik pekerjaannya yang buruk lalu dia meyakini pekerjaan itu baik.” (QS. Fathir: 8).

 

Katanya:

 

“Ayat ini turun kepada kelompok Khawarij yang merubah makna Al-Qur’an hadits dan menghalalkan darah dan harta kaum muslimin sebagaimana dapat kita saksikan sekarang pada cikal bakalnya yang berada di Hijaz yaitu Wahhabiyyah! Mereka menyangka bahwa kelompoknya di atas hujjah padahal tidak sama sekali. Ketahuilah mereka adalah manusia pendusta. Syetan telah menjangkiti mereka sehingga membuat mereka lupa dari mengingat Allah. Merekalah bala tentara Syetan. Ketahuilah bahwa bala tentara Syetan pasti merugi. Kita memohon kepada Allah agar meluluhlantahkan kekuatan mereka”.

 

Lihatlah wahai saudaraku, bagaimana fanatik madzhab membuat buta para pemeluknya sehingga mengeluarkan kata yang tak terkontrol oleh akal warasnya. Saya di sini bukan untuk membantah kedustaan ini sebab sebagaimana kata seorang penyair:

 

ئِمَّةُ حَقٍّ كَالشُّمُوْشِ اشْتِهَارُهُمْ                فَمَاانْطَمَسُوْا إِلاَّ مَنْ بِهِ عُمَى

 

Para Imam Kebenaran, Popularitas mereka seperti matahari

 

 

Tidak ada yang mencela mereka kecuali orang yang buta.

 

 

6. Merubah nash demi kepentingan madzhab.

 

Contohnya banyak sekali, saya akan tampilkan satu contoh saja:

 

Atsar tentang qunut shubuh yang diriwayatkan oleh imam Ahmad (3/472), Ibnu Majah (1241), Tirmidzi (2/252) dan beliau menshahihkannya:

 

عَنْ ماَلِكٍ الأَشْجَعِيِّ قَالَ : قُلْتُ لأَبِيْ: يَا أَبَتِ! إِنَّكَ صَلَّيْتَ وَرَاءَ النَّبِيِّ وَأَبِيْ بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ هَا هُنَا بِاالْكُوْفَةِ, أَكَانُوْا يَقْنُتُوْنَ فِيْ الْفَجْرِ؟ قَالَ : أَيْ بُنَيَّ مُحْدَثٌ

 

Dari Malik Asyja’iy berkata: “Saya pernah bertanya kepada ayahku: “Wahai ayahku! Engkau pernah shalat di belakang Rasulullah, Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali di Kufah sini selama lima tahun lamanya, apakah mereka melakukan qunut shubuh? Jawab beliau: ‘Wahai anakku, Itu merupakan perkara baru”!!

 

Dalam kitab Al-Majmu’ Syarh Muhadzab (3/484) karya imam Nawawi, cetakan yang ditahqiq oleh Syaikh Muhammad Najib Al-Muti’iy, seorang tokoh mazdhab Syafi’i di Mesir sekarang tertulis begini:

 

أَيْ بُنَيَّ فَحَدِّثْ

 

Wahai anakku, ceritakanlah!!

 

Hal ini tidak lain kecuali karena dampak fanatik madzhab yang mengakar kuat pada dirinya. Dalam kitabnya An-Nafilah fil Ahaditsil Bathilah (1/47), Syaikh Abu Ishaq Al-Huwaini rahimahullah, salah seorang ulama’ ahli hadits Mesir murid Syaikh Al-Albani menceritakan bahwa beliau pernah mendengar Syaikh Muhammad Najib Al-Muti’iy rahimahullah mengatakan: “Shalatnya orang yang meninggalkan qunut shubuh secara sengaja hukumnya batal tidak sah!”

 

Sungguh alangkah indahnya apa yang pernah saya baca dalam Silsilah Ahadits Dha’ifah (3/388) karya Al-Muhaddits Al-Albani rahimahullah, kata beliau:

 

“Dalam biografi Abul Hasan Al-Kurjiy As-Syafi’i rahimahullah (wafat th. 532 H) diceritakan bahwa beliau tidak melakukan qunut shubuh seraya berkata: “Tidak ada hadits shahih tentang hal itu”. Syaikh Al-Albani rahimahullah mengomentari:

 

“Ini menunjukkan akan kedalaman ilmu dan inshafnya (keadilan), semoga Allah merahmatinya. Beliau termasuk orang yang diselamatkan Allah dari belenggu fanatik madzhab. Kita memohon kepada Allah agar termasuk mereka”.

 

7. Memalsukan hadits demi menjunjung madzhab.

 

Fanatik madzhab mempunyai andil yang cukup besar dalam pemalsuan hadits demi membela madzhab. Contohnya, hadits palsu bikinan orang-orang fanatik madzhab Abu Hanifah rahimahullah sebagai berikut:

 

سَيَأْتِيْ مِنْ بَعْدِيْ رَجُلٌ يُقَالُ لَهُ النُّعْمَانَ بْنَ ثَابِتٍ وَيُكْنَى أَبَا حَنِيْفَةَ لَيُحْيِيَنَّ دِيْنَ اللهِ وَسُنَّتِيْ عَلَى يَدَيْهِ

 

Akan datang setelahku seorang yang bernama Nu’man bin Tsabit dan kunyah-nya Abu Hanifah, sungguh dia akan menghidupkan agama Allah dan sunnahku. (Lihat Tanzih Syari’ah 2/30 karya Ibnu ‘Arraq dan Tarikh Baghdad 2/289 karya Al-Khatib Al-Bahgdadi).

 

Lebih ngeri lagi pernah dikatakan kepada Ma’mun bin Ahmad Al-Harawi rahimahullah: “Bagaimana pendapatmu tentang Syafi’i dan para pengikutnya di Khurasan?” Dia menjawab: “Menceritakanku Ahmad bin Abdillah bin Mi’dan rahimahullah dari Anas secara marfu’:

 

يَكُوْنًُ فِيْ أُمَّتِيْ رَجُلٌ يُقَالُ لَهُ مُحَمَّدَ بْنَ إِدْرِيْسَ أَضَّّرَ عَلَى أُمَّتِيْ مِنْ إِبْلِيْسَ وَيَكُوْنُ فِيْ أُمَّتِيْ رَجُلٌ يُقَالُ لَهُ أَبَا حَنِيْفَةَ هُوَ سِرَاجُ أُمَّتِيْ

 

“Akan datang pada umatku seorang yang bernama Muhammad bin Idris (nama imam Syafi’i), dia lebih berbahaya bagi umatku daripada Iblis. Dan akan datang pada umatku seorang bernama Abu Hanifah, dia adalah pelita umatku.” (Lihat Lisanul Mizan (5/7-8) karya Ibnu Hajar dan Tadrib Rawi (1/277) karya As-Suyuthi).

 

Hadits ini disamping maudhu’ (palsu), juga bertentangan dengan ketegasan Al-Qur’an yang menyatakan bahwa pelita umat adalah Nabi Muhammad sebagaimana dalam surat Al-Ahzab: 46.

 

8. Mewajibkan taklid kepada seorang imam madzhab.

 

Para fanatisme madzhab akan menyerukan kepada kaumnya tentang kewajiban taklid yaitu mengambil pendapat seorang tanpa mengetahui dalilnya. Bahkan, untuk mencapai tujuan ini, mereka membuat hadits dusta yaitu:

 

مَنْ قَلَّدَ عَالِمًا لَقِيَ اللهَ سَالِمًا

 

Barangsiapa yang taklid kepada seorang alim, maka dia akan berjumpa Allah dengan selamat.

 

Syaikh Muhammad Rasyid Ridha rahimahullah pernah ditanya tentang hadits ini dalam Majalah Al-Manar (34/759) lalu beliau menjawab : “Itu bukan hadits”. Hal ini disetujui oleh Syaikh Muhammad Nasiruddin Al-Albani rahimahullah dalam Silislah Ahadits Ad-Dha’ifah (551).

.

Berikut ucapan para propagandis taklid beserta sedikit sanggahannya:

 

a. Al-Baijury dalam “Jauharah Tauhidnya” pernah mengungkapkan:

 

فَوَاجِبٌ تَقْلِيْدُ حَبْرٍ مِنْهُمْ                     كَذَا حَكَى الْقَوْمُ بِلَفْظٍ يُفْهَمُ

 

Sewajibnya untuk taklid kepada seorang alim diantara mereka

Demikianlah diceritakan oleh suatu kaum dengan lafadz yang mudah difahami.

 

Syaikh Muhammad Ahmad Al-Adawi rahimahullah berkata dalam Al-Jadid ‘ala Jauharah Tauhid hal. 111 mengomentari bait di atas: “Kami belum mendapati pendahulu bagi penulis yang mewajibkan taklid”.

 

b. KH. Ahmad Masduqi, wakil Ro’is PWNU Jatim berkata dalam bukunya “Konsep Dasar Pengertian Ahlus Sunnah Wal Jama’ah” hal. 60 cet. Pelita Dunia Surabaya: “Apabila sejak ratusan tahun yang lalu sampai sekarang sebagian besar umat Islam di seluruh dunia yang termasuk dalam golongan Ahlus sunnah wal Jam’ah (ala mereka -pent-) membanarkan adanya kewajiban taklid bagi orang yang tidak mencukupi syarat-syarat untuk berijtihad…”.

 

Ini adalah ucapan batil dari akarnya dan kebohongan nyata!. Tidak pernah ada kewajiban seperti ini dari Allah, Rasulullah hatta imam madzhab sekalipun, karena pendapat mereka itu kadang benar dan kadang juga salah. Seringkali para imam imam madzhab berpendapat suatu pendapat lalu setelah jelas baginya dalil, dia ruju’ (kembali) kepada dalil. Para imam sendiri telah mengucapkan perkataan-perkataan berharga tentang haramnya taklid kepada mereka. Imam Syafi’i sendiri pernah berkata:

 

كُلُّ مَا قُلْتُ وَكَانَ عَنِ النَّبِيِّ خِلاَفُ قَوْلِيْ مِمَّا يَصِحُّ فَحَدِيْثُ النَّبِيِّ أَوْلَى وَلاَ تُقَلِّدُوْنِيْ

 

Setiap ucapan saya yang bertentangan dengan hadits shahih, maka hadits Nabi lebih utama dan janganlah kalian taklid kepadaku. (Adab Syafi’i wa Manaqibuhu (1/66) oleh Ibnu Abi Hatim).

 

Tentang haramnya taklid dan bahayanya, para ulama sudah membahas secara tuntas seperti imam:

 

  1. Ibnu Qoyyim Al-Jauziyyah rahimahullah dalam I’lam Muwaqqi’in,
  2. Syaikh Shalih Al-Fulani dalam Iqhadhul Himami Ulil Abshar,
  3. Syaikh Muhammad Sulthan Al-Ma’shumi Al-Hujandi dalam Halil Muslim Mulzam bi Ittiba’i Madzhabin Mu’ayyanin,
  4. Syaikh Muhammad ‘Ied Al-Abbasi dalam Bid’ah Ta’ashub Madzhabi,
  5. Muhammad Nasiruddin Al-Albani dalam muqaddimah  Sifat Shalat Nabi dan masih banyak lainnya lagi.

 

10. Menutup pintu ijtihad.

 

KH. Ahmad Masduqi berkata dalam bukunya yang berjudul Konsep Dasar Ahlus Sunnah wal Jama’ah, hal. 60:

 

“Atau dengan lain perkataan, belum pernah ada orang yang mampu memasuki “Pintu Ijthad Yang Mutlaq” semenjak dahulu sampai sekarang, meskipun pintu tersebut tidak pernah ditutup. Dan apabila di sana-sini banyak kita jumpai orang-orang yang berlagak pilon mengaku sebagai mujtahid, artinya menggali sendiri dari Al-Qur’an dan Al-hadits dalam menjalankan syari’at Islam dan tidak mau mengikuti pendapat imam madzhab, maka sebenarnya mereka tidak lebih dari orang-orang yang membebek kepada guru-guru mereka yang masih belum memahami benar-benar arti ijtihad, apalagi memenuhi syarat-syarat untuk berijtihad”.

 

Ucapan di atas  salah fatal, tipu daya tak samar, kesesatan nyata dan ajaran baru yang diusung oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab sehingga berdampak negatif yaitu sikap kolot terhadap pendapat madzhab.

 

http://abiubaidah.com/fanatik-kepada-ulama.html/

 

Semoga bermanfaat…

 

 

Baca juga;

 

Berkenalan Dengan Ahlus Sunnah wal Jama’ah;

http://www.facebook.com/note.php?note_id=10150620017830175

Dosa Selalu Menggelisahkan Jiwa 31 Mei 2011

Posted by jihadsabili in nasehat.
add a comment

Dosa Selalu Menggelisahkan Jiwa

Kebaikan selalu menentramkan jiwa dan kejelekan selalu menggelisahkan jiwa. Itulah realita yang ada pada umumnya manusia.

Dari cucu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Al Hasan bin ‘Ali, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

دَعْ مَا يَرِيبُكَ إِلَى مَا لاَ يَرِيبُكَ فَإِنَّ الصِّدْقَ طُمَأْنِينَةٌ وَإِنَّ الْكَذِبَ رِيبَةٌ

Tinggalkanlah yang meragukanmu dan beralihlah pada apa yang tidak meragukanmu. Sesungguhnya kejujuran lebih menenangkan jiwa, sedangkan dusta (menipu) akan menggelisahkan jiwa.”[1]

Dalam lafazh lain disebutkan,

فَإِنَّ الخَيْرَ طُمَأْنِيْنَةٌ وَإِنَّ الشَّرَّ رِيْبَةٌ

Kebaikan selalu mendatangkan ketenangan, sedangkan kejelekan selalu mendatangkan kegelisahan.”[2]

Dalam hadits lainnya, dari Nawas bin Sam’an, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الْبِرُّ حُسْنُ الْخُلُقِ وَالإِثْمُ مَا حَاكَ فِى نَفْسِكَ وَكَرِهْتَ أَنْ يَطَّلِعَ عَلَيْهِ النَّاسُ

Kebaikan adalah dengan berakhlak yang mulia. Sedangkan kejelekan (dosa) adalah sesuatu yang menggelisahkan jiwa. Ketika kejelekan tersebut dilakukan, tentu engkau tidak suka hal itu nampak di tengah-tengah manusia.”[3]

An Nawawi rahimahullah menjelaskan, “Dosa selalu menggelisahkan dan tidak menenangkan bagi jiwa. Di hati pun akan tampak tidak tenang dan selalu khawatir akan dosa.”[4]

Sampai-sampai jika seseorang dalam keadaan bingung, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan menanyakan pada hatinya, apakah perbuatan tersebut termasuk dosa ataukah tidak. Ini terjadi tatkala hati dalam keadaan gundah gulana dan belum menemukan bagaimanakah hukum suatu masalah. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menasehatkan pada Wabishoh,

اسْتَفْتِ نَفْسَكَ ، اسْتَفْتِ قَلْبَكَ يَا وَابِصَةُ – ثَلاَثاً – الْبِرُّ مَا اطْمَأَنَّتْ إِلَيْهِ النَّفْسُ وَاطْمَأَنَّ إِلَيْهِ الْقَلْبُ ، وَالإِثْمُ مَا حَاكَ فِى النَّفْسِ وَتَرَدَّدَ فِى الصَّدْرِ وَإِنْ أَفْتَاكَ النَّاسُ وَأَفْتَوْكَ

Mintalah fatwa pada jiwamu. Mintalah fatwa pada hatimu (beliau mengatakannya sampai tiga kali). Kebaikan adalah sesuatu yang menenangkan jiwa dan menentramkan hati. Sedangkan kejelekan (dosa) selalu menggelisahkan jiwa dan menggoncangkan hati.”[5]

Ibnu Rajab Al Hambali rahimahullah menjelaskan, “Hadits Wabishoh dan yang semakna dengannya menunjukkan agar kita selalu merujuk pada hati ketika ada sesuatu yang merasa ragu. Jika jiwa dan hati begitu tenang, itu adalah suatu kebaikan dan halal. Namun jika hati dalam keadaan gelisah, maka itu berarti termasuk suatu dosa atau keharaman.”[6] Ingatlah bahwasanya hadits Wabishoh dimaksudkan untuk perbuatan yang belum jelas halal atau haram, termasuk dosa ataukah bukan. Sedangkan jika sesuatu sudah jelas halal dan haramnya, maka tidak perlu lagi merujuk pada hati.

Demikianlah yang namanya dosa, selalu menggelisahkan jiwa, membuat hidup tidak tenang. Jika seseorang mencuri, menipu, berbuat kecurangan, korupsi, melakukan dosa besar bahkan melakukan suatu kesyirikan, jiwanya sungguh sulit untuk tenang.

Lantas bagaimana jika ada yang melakukan dosa malah hatinya begitu tentram-tentram saja?

Jawabannya, bukan perbuatan dosa atau maksiat dibenarkan. Yang benar adalah itulah keadaan hati yang penuh kekotoran, yang telah tertutupi dengan noda hitam karena tidak kunjung berhenti dari maksiat. Allah Ta’ala berfirman,

كَلَّا بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka.” (QS. Al Muthoffifin: 14). Jika hati terus tertutupi karena maksiat, maka sungguh sulit mendapatkan petunjuk dan melakukan kebaikan. Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, “Jika hati sudah semakin gelap, maka amat sulit untuk mengenal petunjuk kebenaran.”[7]

اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ فِعْلَ الْخَيْرَاتِ وَتَرْكَ الْمُنْكَرَاتِ

Allahumma inni as-aluka fi’lal khoiroot, wa tarkal munkaroot. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu untuk mudah melakukan berbagai kebajikan dan meninggalkan berbagai kemungkaran.[8]