jump to navigation

Alim Yang Tergelincir 31 Mei 2011

Posted by jihadsabili in nasehat.
trackback

Alim Yang Tergelincir

by Anang Al Atsary on Tuesday, May 31, 2011 at 8:14pm

Bismillahirrohmanirrohim

 

Seorang yang berilmu yang tergelincir duduk di pintu jannah seraya menyeru orang lain agar menuju jannah dengan perkataannya, namun di sisi lain ia menyeru manusia dengan perbuatannya untuk masuk kedalam an nar.

 

Setiap kali perkataannya menyeru manusia : “marilah kesini kita bersama-sama masuk ke dalam jannah”, akan tetapi dalam perbuatannya seolah-olah mengatakan : “janganlah kalian dengar perkataanku”.

 

Seandainya apa yang diserukan oleh seorang alim yang tergelincir itu benar, tentu merekalah orang yang pertama kali melakukannya, secara dhohir.

 

Mereka adalah penunjuk jalan, tapi sebenarnya mereka adalah penjahat.

 

Jika benar hanya Alloh Subhanahu wa Ta’ala yang engkau tuju, tentu semua karunia akan datang dan mendekat dengan segala anugerah yang menghampiri.

 

Tapi jika tujuanmu hanya mencari sesuatu yang engkau harapkan dariNya, maka anugerah akan terputus darimu, karena anugerah berada di tanganNya dan bersifat mengikuti.

 

Artinya engkau akan berhasil meraih anugerah apabila engkau mencari lewat ketundukan.

 

Tetapi jika engkau hanya bertujuan mencari anugerah, maka engkau tidak akan mendapatkan ketundukan.

 

Jika engkau telah mengenal Alloh Subhanahu wa Ta’ala dan tenteram karenaNya, kemudian engkau tergoda untuk mencari kemuliaan, maka Alloh Subhanahu wa Ta’ala dengan kemulianNya akan pergi meninggalkan dirimu.

 

Dari Abdurrohman bin Abdulloh bin Mas’ud, dari ayahnya diriwayatkan bahwa ada seorang lelaki yang datang menemui Abdulloh bin Mas’ud dan berkata : “Wahai Abu Abdirrohman, ajarkan kepadaku beberapa kata yang ringkas dan padat lagi berguna.” Abdulloh berkata : “Janganlah engkau menyekutukan Alloh dengan sesuatu, berjalanlah seiring dengan ajaran Al Qur’an ke manapun ia mengarah dan barangsiapa yang datang kepadamu membawa kebenaran, terimalah ! meskipun ia orang jauh, yang engkau benci, barangsiapa yang datang kepadamu membawa kebatilan, tolaklah ia ! meskipun ia adalah kerabat yang engkau cintai.” (Shifatush Shofwah, 1/419).

 

wallohu a’lam bish showab

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: