jump to navigation

Jatuh C.I.N.T. A berjuta rasanya …. 10 Mei 2011

Posted by jihadsabili in cinta.
trackback

Jatuh C.I.N.T. A berjuta rasanya ….

Bismillah

Mengapa sesuatu hubungan yang terlarang itu menarik dan sepertinya terlihat mesra / terasa menggebu-gebu?,

Tetapi sebaliknya ketika sesuatu sudah halal malah kok terkadang terasa membosankan, semakin banyak saja terlihat kekurangan dan semakin menyebalkan?,

Maka untuk artikel kali ini ustadz. Dr Muhammad Arifin Badri M.A. akan menjelaskan penyebab hal tersebut diatas, dan terapi untuk orang yang sedang tergoda / tergila-gila terhadap sesuatu hubungan yang terlarang, disertai pula kiat – kiat untuk dapat melestarikan dan menggapai cinta suami istri yang suci, sejati dan lestari, Insya Allah.

Benarkah CINTA anda SUCI? Benarkah cinta anda adalah CINTA SEJATI?

Saudaraku, bila anda mencintai pasangan anda karena kecantikan atau ketampanannya, maka saat ini saya yakin anggapan bahwa ia adalah orang tercantik  dan tertampan, telah luntur.

Bila dahulu rasa cinta anda kepadanya tumbuh karena ia adalah orang yang  kaya, maka saya yakin saat ini, kekayaannya tidak lagi spektakuler di mata  anda.

Bila rasa cinta anda bersemi karena ia adalah orang yang berkedudukan tinggi dan terpandang di masyarakat, maka saat ini kedudukan itu tidak lagi berkilau  secerah yang dahulu menyilaukan pandangan anda.

Dahulu, tatkala hubungan antara anda dengannya terlarang dalam agama, maka setan berusaha sekuat tenaga untuk mengaburkan pandangan dan akal sehat anda,  sehingga anda hanyut oleh badai asmara.

Karena anda hanyut dalam badai asmara  haram, maka mata anda menjadi buta dan telinga anda menjadi tuli, sehingga  andapun bersemboyan: Cinta itu buta. Dalam pepatah arab dinyatakan:

حُبُّكَ الشَّيْءَ يُعْمِي وَيُصِمُّ

“Cintamu kepada sesuatu, menjadikanmu buta dan tuli.”

Akan tetapi setelah hubungan antara anda berdua telah halal, maka spontan setan menyibak tabirnya, dan berbalik arah. Setan tidak lagi membentangkan tabir  di mata anda, setan malah berusaha membendung badai asmara yang telah menggelora  dalam jiwa anda. Saat itulah, anda mulai menemukan jati diri pasangan anda  seperti apa adanya. Saat itu anda mulai menyadari bahwa hubungan dengan pasangan  anda tidak hanya sebatas urusan paras wajah, kedudukan sosial, harta benda.

Anda  mulai menyadari bahwa hubungan suami-istri ternyata lebih luas dari sekedar  paras wajah atau kedudukan dan harta kekayaan. Terlebih lagi, setan telah  berbalik arah, dan berusaha sekuat tenaga untuk memisahkan antara anda berdua  dengan perceraian. Orang-orang Arab mengungkapkan :

كُلُّ مَمْنُوعٍ مَرْغُوبٌ

Setiap yang terlarang itu menarik (memikat).

Nenek moyang kita mengungkapkannya dalam ungkapan yang  cukup unik: “Rumput tetangga terlihat lebih hijau dibanding rumput sendiri.”

“Saudaraku! bila anda terlanjur terbelenggu cinta kepada seseorang, padahal ia  bukan suami atau istri anda, ada baiknya bila anda menguji kadar cinta anda.  Kenalilah sejauh mana kesucian dan ketulusan cinta anda kepadanya.

Coba anda  duduk sejenak, membayangkan kekasih anda dalam keadaan ompong peyot, pakaiannya  compang-camping sedang duduk di rumah gubuk yang reot. Akankah rasa cinta anda  masih menggemuruh sedahsyat yang anda rasakan saat ini?”

Anda penasaran ingin tahu, mengapa kenyataan ini bisa terjadi dan “Anda ingin sengsara karena tidak lagi merasakan indahnya cinta pasangan anda,  dan tidak lagi menikmati lembutnya buaian cinta kepadanya? Ataukah anda ingin  tetap merasakan betapa indahnya cinta pasangan anda dan betapa bahagianya  mencintai pasangan anda?”

Cinta  Sejati

Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri, M.A.

Makna ‘Cinta Sejati’ terus dicari dan digali. Manusia dari zaman ke zaman seakan tidak pernah bosan membicarakannya. Sebenarnya? apa itu ‘Cinta Sejati’  dan bagaimana pandangan Islam terhadapnya?

saya ingin mengajak saudara untuk sedikit menyelami: apa itu cinta?

Adakah cinta sejati dan cinta suci?

Dan cinta model  apa yang selama ini menghiasi hati anda?

Seorang peneliti dari Researchers at National Autonomous University of Mexico  mengungkapkan hasil risetnya yang begitu mengejutkan. Menurutnya: Sebuah  hubungan cinta pasti akan menemui titik jenuh, bukan hanya karena

faktor bosan  semata, tapi karena kandungan zat kimia di otak yang mengaktifkan rasa cinta itu  telah habis. Rasa tergila-gila dan cinta pada seseorang tidak akan bertahan  lebih dari 4 tahun. Jika telah berumur 4 tahun, cinta sirna, dan yang tersisa  hanya dorongan seks, bukan cinta yang murni lagi. Menurutnya, rasa tergila-gila muncul pada awal jatuh cinta disebabkan  oleh aktivasi dan pengeluaran komponen kimia spesifik di otak, berupa hormon dopamin, endorfin, feromon, oxytocin, neuropinephrine yang membuat seseorang  merasa bahagia, berbunga-bunga dan berseri-seri. Akan tetapi seiring berjalannya  waktu, dan terpaan badai tanggung jawab dan dinamika kehidupan efek  hormon-hormon itu berkurang lalu menghilang. (sumber: www.detik.com Rabu, 09/12/2009  17:45 WIB).

Wah, gimana tuh nasib cinta yang selama ini anda dambakan dari pasangan anda?  Dan bagaimana nasib cinta anda kepada pasangan anda? Jangan-jangan sudah lenyap  dan terkubur jauh-jauh hari.

Anda ingin sengsara karena tidak lagi merasakan indahnya cinta pasangan anda  dan tidak lagi menikmati lembutnya buaian cinta kepadanya? Ataukah anda ingin  tetap merasakan betapa indahnya cinta pasangan anda dan juga

betapa bahagianya  mencintai pasangan anda?

Saudaraku, bila anda mencintai pasangan anda karena kecantikan atau

ketampanannya, maka saat ini saya yakin anggapan bahwa ia adalah orang

tercantik  dan tertampan, telah luntur.

Bila dahulu rasa cinta anda kepadanya tumbuh karena ia adalah orang yang kaya, maka saya yakin saat ini, kekayaannya tidak lagi spektakuler di mata anda.

Bila rasa cinta anda bersemi karena ia adalah orang yang berkedudukan tinggi  dan terpandang di masyarakat, maka saat ini kedudukan itu tidak lagi berkilau  secerah yang dahulu menyilaukan pandangan anda.

Saudaraku! bila anda terlanjur terbelenggu cinta kepada seseorang, padahal ia  bukan suami atau istri anda, ada baiknya bila anda menguji kadar cinta anda.  Kenalilah sejauh mana kesucian dan ketulusan cinta anda kepadanya.

Coba anda  duduk sejenak, membayangkan kekasih anda dalam keadaan ompong peyot, pakaiannya  compang-camping sedang duduk di rumah gubuk yang reot. Akankah rasa cinta anda  masih menggemuruh sedahsyat yang anda rasakan saat ini?

Para ulama’ sejarah mengisahkan, pada suatu hari Abdurrahman bin Abi Bakar radhiallahu ‘anhu bepergian ke Syam untuk berniaga. Di tengah jalan, ia melihat seorang wanita berbadan semampai, cantik nan rupawan bernama Laila

bintu  Al Judi. Tanpa diduga dan dikira, panah asmara Laila melesat dan menghujam hati  Abdurrahman bin Abi Bakar radhiallahu ‘anhu. Maka sejak hari itu,  Abdurrahman radhiallahu ‘anhu mabok kepayang karenanya, tak kuasa  menahan badai asmara kepada Laila bintu Al Judi. Sehingga Abdurrahman  radhiallahu ‘anhu sering kali merangkaikan bair-bait syair, untuk  mengungkapkan jeritan hatinya. Berikut di antara bait-bait syair yang pernah ia  rangkai:

Aku senantiasa teringat Laila yang berada di seberang negeri  Samawah

Duhai, apa urusan Laila bintu Al Judi dengan  diriku?

Hatiku senantiasa diselimuti oleh bayang-bayang sang wanita

Paras wajahnya slalu membayangi mataku dan menghuni  batinku.

Duhai, kapankah aku dapat berjumpa  dengannya,

Semoga bersama kafilah haji, ia datang dan akupun  bertemu.

Karena begitu sering ia menyebut nama Laila, sampai-sampai Khalifah Umar bin  Al Khattab radhiallahu ‘anhu merasa iba kepadanya. Sehingga tatkala beliau mengutus pasukan perang untuk menundukkan negeri Syam, ia berpesan kepada  panglima perangnya: bila Laila bintu Al Judi termasuk salah satu tawanan  perangmu (sehingga menjadi budak), maka berikanlah kepada Abdurrahman  radhiallahu ‘anhu. Dan subhanallah, taqdir Allah setelah kaum muslimin berhasil menguasai negeri Syam, didapatkan Laila termasuk salah satu  tawanan perang. Maka impian Abdurrahmanpun segera terwujud. Mematuhi pesan  Khalifah Umar radhiallahu ‘anhu, maka Laila yang telah menjadi tawanan  perangpun segera diberikan kepada Abdurrahman radhiallahu ‘anhu.

Anda bisa bayangkan, betapa girangnya Abdurrahman, pucuk cinta ulam tiba, impiannya benar-benar kesampaian. Begitu cintanya Abdurrahman radhiallahu ‘anhu kepada Laila, sampai-sampai ia melupakan istri-istrinya yang lain.

Merasa tidak mendapatkan perlakuan yang sewajarnya, maka istri-istrinya yang  lainpun mengadukan perilaku Abdurrahman kepada ‘Aisyah istri Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam yang merupakan saudari kandungnya. Menyikapi teguran saudarinya, Abdurrahman berkata:

“Tidakkah engkau saksikan betapa indah giginya, yang bagaikan biji delima?”

Akan tetapi tidak begitu lama Laila mengobati asmara Abdurrahman, ia ditimpa  penyakit yang menyebabkan bibirnya “memble” (jatuh, sehingga giginya selalu  nampak).

Sejak itulah, cinta Abdurrahman luntur dan bahkan sirna. Bila dahulu ia  sampai melupakan istri-istrinya yang lain, maka sekarang iapun bersikap ekstrim.  Abdurrahman tidak lagi sudi memandang Laila dan selalu bersikap kasar kepadanya.  Tak kuasa menerima perlakuan ini, Lailapun mengadukan sikap suaminya ini kepada  ‘Aisyah radhiallahu ‘anha.

Mendapat pengaduan Laila ini, maka  ‘Aisyahpun segera menegur saudaranya dengan berkata:

يا عبد الرحمن لقد أحببت ليلى وأفرطت، وأبغضتها فأفرطت، فإما أن تنصفها، وإما

أن  تجهزها إلى أهلها، فجهزها إلى أهلها.

“Wahai Abdurrahman, dahulu engkau mencintai Laila dan berlebihan dalam mencintainya. Sekarang engkau membencinya dan berlebihan dalam membencinya. Sekarang, hendaknya engkau pilih: Engkau berlaku adil kepadanya atau engkau

mengembalikannya kepada keluarganya. Karena didesak oleh saudarinya demikian, maka akhirnya Abdurrahmanpun memulangkan Laila kepada keluarganya.  (Tarikh Damaskus oleh Ibnu ‘Asakir 35/34 & Tahzibul Kamal oleh Al Mizzi 16/559)

(1) Bagaimana saudaraku! Anda ingin merasakan betapa pahitnya nasib yang dialami  oleh Laila bintu Al Judi? Ataukah anda mengimpikan nasib serupa dengan yang  dialami oleh Abdurrahman bin Abi Bakar radhiallahu  ‘anhu?

Tidak heran bila nenek moyang anda telah mewanti-wanti anda agar senantiasa waspada dari kenyataan ini. Mereka mengungkapkan fakta ini dalam ungkapan yang  cukup unik:

Rumput tetangga terlihat lebih hijau dibanding rumput sendiri.

Anda penasaran ingin tahu, mengapa kenyataan ini bisa terjadi? Temukan rahasianya pada sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa  sallam berikut ini:

الْمَرْأَةُ عَوْرَةٌ فَإِذَا خَرَجَتِ اسْتَشْرَفَهَا الشَّيْطَانُ. رواه  الترمذي وغيره

“Wanita itu adalah aurat (harus ditutupi), bila ia ia keluar dari

rumahnya, maka setan akan mengesankannya begitu cantik (di mata lelaki yang

bukan mahramnya).” (Riwayat At Tirmizy dan lainnya)

Orang-orang Arab mengungkapkan fenomena ini dengan berkata:

كُلُّ مَمْنُوعٍ مَرْغُوبٌ

Setiap yang terlarang itu menarik (memikat).

Dahulu, tatkala hubungan antara anda dengannya terlarang dalam agama, maka setan berusaha sekuat tenaga untuk mengaburkan pandangan dan akal sehat anda,  sehingga anda hanyut oleh badai asmara. Karena anda hanyut dalam

badai asmara  haram, maka mata anda menjadi buta dan telinga anda menjadi tuli, sehingga  andapun bersemboyan: Cinta itu buta. Dalam pepatah arab dinyatakan:

حُبُّكَ الشَّيْءَ يُعْمِي وَيُصِمُّ

Cintamu kepada sesuatu, menjadikanmu buta dan tuli.

Akan tetapi setelah hubungan antara anda berdua telah halal, maka spontan setan menyibak tabirnya, dan berbalik arah. Setan tidak lagi membentangkan tabir  di mata anda, setan malah berusaha membendung badai asmara yang

telah menggelora  dalam jiwa anda. Saat itulah, anda mulai menemukan jati diri pasangan anda  seperti apa adanya. Saat itu anda mulai menyadari bahwa hubungan dengan pasangan  anda tidak hanya sebatas urusan paras wajah,

kedudukan sosial, harta benda.

Anda  mulai menyadari bahwa hubungan suami-istri ternyata lebih luas dari sekedar  paras wajah atau kedudukan dan harta kekayaan.  Terlebih lagi, setan telah  berbalik arah, dan berusaha sekuat tenaga untuk memisahkan antara anda berdua  dengan perceraian:

فَيَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِ بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِهِ.  البقرة

“Maka mereka mempelajari dari Harut dan Marut (nama dua setan) itu apa

yang dengannya mereka dapat menceraikan (memisahkan) antara seorang (suami)

dari  istrinya.” (Qs. Al Baqarah: 102)

Mungkin anda bertanya, lalu bagaimana saya harus bersikap?

Bersikaplah sewajarnya dan senantiasa gunakan nalar sehat dan hati nurani anda. Dengan demikian, tabir asmara tidak menjadikan pandangan anda kabur dan  anda tidak mudah hanyut oleh bualan dusta dan janji-janji palsu.

Mungkin anda kembali bertanya: Bila demikian adanya, siapakah yang sebenarnya  layak untuk mendapatkan cinta suci saya? Kepada siapakah saya harus menambatkan  tali cinta saya? Simaklah jawabannya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa  sallam:

تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لأَرْبَعٍ لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَجَمَالِهَا  وَلِدِينِهَا ، فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ

يَدَاكَ. متفق عليه

“Biasanya, seorang wanita itu dinikahi karena empat alasan: karena harta

kekayaannya, kedudukannya, kecantikannya dan karena agamanya. Hendaknya

engkau  menikahi wanita yang taat beragama, niscaya engkau akan bahagia dan

beruntung.”  (Muttafaqun ‘alaih)

Dan pada hadits lain beliau bersabda:

إِذَا خَطَبَ إِلَيْكُمْ مَنْ تَرْضَوْنَ دِينَهُ وَخُلُقَهُ فَزَوِّجُوهُ  إِلاَّ تَفْعَلُوا تَكُنْ فِتْنَةٌ فِى الأَرْضِ

وَفَسَادٌ عَرِيضٌ. رواه الترمذي  وغيره.

“Bila ada seorang yang agama dan akhlaqnya telah engkau sukai, datang

kepadamu melamar, maka terimalah lamarannya. Bila tidak, niscaya akan

terjadi  kekacauan dan kerusakan besar di muka bumi.” (Riwayat At Tirmizy

dan  lainnya)

Cinta yang tumbuh karena iman, amal sholeh, dan akhlaq yang mulia, akan

senantiasa bersemi. Tidak akan lekang karena sinar matahari, dan tidak pula

luntur karena hujan, dan tidak akan putus walaupun ajal telah menjemput.

الأَخِلاَّء يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلاَّ الْمُتَّقِينَ.  الزخرف

“Orang-orang yang (semasa di dunia) saling mencintai pada hari itu

sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang

bertaqwa.” (Qs. Az Zukhruf: 67)

Saudaraku! Cintailah kekasihmu karena iman, amal sholeh serta akhlaqnya, agar  cintamu abadi. Tidakkah anda mendambakan cinta yang senantiasa menghiasi dirimu walaupun anda telah masuk ke dalam alam kubur dan kelak

dibangkitkan di hari kiamat? Tidakkah anda mengharapkan agar kekasihmu senantiasa setia dan mencintaimu walaupun engkau telah tua renta dan bahkan telah menghuni liang lahat? Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ثَلاَثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ حَلاَوَةَ الإِيمَانِ: أَنْ يَكُونَ اللَّهُ  وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا،

وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لاَ  يُحِبُّهُ إِلاَّ لِلَّهِ، وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُودَ فِى الْكُفْرِ كَمَا  يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ

فِى النَّارِ. متفق عليه

“Tiga hal, bila ketiganya ada pada diri seseorang, niscaya ia merasakan betapa manisnya iman: Bila Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai dibanding selain  dari keduanya, ia mencintai seseorang, tidaklah ia mencintainya kecuali karena  Allah, dan ia benci untuk kembali kepada kekufuran setelah Allah menyelamatkan  dirinya, bagaikan kebenciannya bila hendak diceburkan ke dalam kobaran api.”  (Muttafaqun ‘alaih)

Saudaraku! hanya cinta yang bersemi karena iman dan akhlaq yang mulialah yang  suci dan sejati. Cinta ini akan abadi, tak lekang diterpa angin atau sinar  matahari, dan tidak pula luntur karena guyuran air hujan.

Yahya bin Mu’az berkata: “Cinta karena Allah tidak akan bertambah hanya karena orang yang engkau cintai berbuat baik kepadamu, dan tidak akan berkurang  karena ia berlaku kasar kepadamu.” Yang demikian itu  karena cinta anda tumbuh bersemi karena adanya iman, amal sholeh dan akhlaq mulia, sehingga bila iman orang yang anda cintai tidak bertambah, maka cinta  andapun tidak akan bertambah. Dan sebaliknya, bila iman orang yang anda cintai  berkurang, maka cinta andapun turut berkurang. Anda cinta kepadanya bukan karena  materi, pangkat kedudukan atau wajah yang rupawan, akan tetapi karena ia beriman  dan berakhlaq mulia. Inilah cinta suci yang abadi saudaraku.

Saudaraku! setelah anda membaca tulisan sederhana ini, perkenankan saya bertanya: Benarkah cinta anda suci? Benarkah cinta anda adalah cinta sejati?  Buktikan saudaraku

Wallahu a’alam bisshowab, mohon maaf bila ada kata-kata yang kurang berkenan atau menyinggung perasaan.

***

Ustadz Muhammad Arifin Badri, M.A. Dipublikasi ulang dari www.pengusahamuslim.com

Footnote:

1) Saudaraku, setelah membaca kisah cinta sahabat Abdurrahman bin Abi Bakar ini, saya harap anda tidak berkomentar atau berkata-kata buruk tentang sahabat  Abdurrahman bin Abi Bakar. Karena dia adalah salah seorang sahabat nabi,  sehingga memiliki kehormatan yang harus anda jaga. Adapun kesalahan dan  kekhilafan yang terjadi, maka itu adalah hal yang biasa, karena dia juga manusia  biasa, bisa salah dan bisa khilaf. Amal kebajikan para sahabat Nabi  shallallahu ‘alaihi wa sallam begitu banyak sehingga akan menutupi  kekhilafannya. Jangan sampai anda merasa bahwa diri anda lebih baik dari  seseorang apalagi sampai menyebabkan anda mencemoohnya karena kekhilafan yang ia  lakukan. Disebutkan pada salah satu atsar (ucapan seorang ulama’ terdahulu):

مَنْ عَيَّرَ أَخَاهُ بِذَنْبٍ مَنْ عَابَهُ بِهِ لَمْ يَمُتْ حَتَّى يَعْمَلَهُ

“Barang siapa mencela saudaranya karena suatu dosa yang ia lakukan,

tidaklah ia mati hingga terjerumus ke dalam dosa yang  sama.”

Tambahan : Sekedar Informasi bahwa kajian secara langsung bersama Ustadz

Muhammad Arifin Badri, M.A. bisa diikuti diradio RODJA AM 756 Khz /

www.radiorodja.com , setiap Hari Sabtu Ba’da Ashar.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: