jump to navigation

JANGAN MERENDAHKAN KEWIBAWAAN ISTRI DIHADAPAN ANAK 9 Mei 2011

Posted by jihadsabili in anak, munakahat, nasehat.
trackback

JANGAN MERENDAHKAN KEWIBAWAAN ISTRI DIHADAPAN ANAK

Syaikh Musthafa bin Al-Adawi hafizhahullah menjelaskan,

أيها الأب

لا تهن الأم أمام أبنائها و بناتها إذا أردت أن ترشدها إلى شيء فليكن ذلك فيما بينك و بينها كي لا تسقط كرامتها ولا تذهب هيبتها أمام أبنائها فمن ثم لا يطيعوا أمرها في غيابها, و يفشل البيت في غيابها, و فضلا عن ذلك ففي إسرارك بحديثك مع زوجتك و عقابك لها فيما بينك و بينها ستر عليها,

(( و من ستر مسلما ستره الله في الدنيا و الآخرة ))

كما قال النبي صلى الله عليه و سلم1.

قد يخطأ الطفل فيحتاج إلى تأديب فتأتي أمه تأدبه فإذا بالزوج الغافل ينهر الأم أمام طفلها فينعكس أثر ذلك على الطفل فتسقط هيبة الأم فإياك أن تنهر الأم أمام طفلها, و لكن تلطف في الخطاب و أعطها قدرها من الهيبة و الوقار قل لها مثلا _ إذا رأيت أن الولد لا يستحق أن يضرب

-عفا الله عنه هذه المرة – و سامحيه هذه المرة, و إن عاد فعاقبيه و سأعاقبه أنا معك أيضا.

إنك إذا ضربت الأم و نهرتها أمام أطفالها ينعكس ذلك بصورة واضحة على الأطفال و على حالتهم النفسية, فمنهم من يبغضك و يكرهك و يحزن على أمه حزنا شديدا و منهم من يحمل ذلك في نفسه فإذا أخطأ و عاتبته أمه يقول لها سأقول لأبي يضربك و يفعل بك و يفعل, و من ثم يتأثر البيت و يتصدع البيت.

Wahai Para Ayah

Janganlah merendahkan sang ibu di depan anak-anak. Jika Anda ingin membimbing sang ibu, lakukanlah berdua di antara Anda dengannya saja agar kehormatannya tidak jatuh. Jangan pula Anda hilangkan kewibawaanya di depan anak-anak karena bisa berakibat mereka tidak akan menaati sang ibu di saat Anda tidak di rumah. Ketika itulah, keadaan rumah tangga Anda menjadi berantakan.

Oleh karena itu, jika ingin melakukan pembicaraan dan memberikan sanksi kepada istri Anda, lakukanlah secara rahasia, tanpa sepengetahuan anak. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

و من ستر مسلما ستره الله في الدنيا و الآخرة

“Siapa saja yang menutupi aib seorang muslim, Allah akan menutup aibnya di dunia dan akhirat.”

Terkadang, seorang anak melakukan sebuah kesalahan yang perlu diluruskan, lalu sang ibu pun menghukumnya. Namun, tiba-tiba datanglah sang ayah dengan membentak sang ibu di depan anaknya sehingga yang terjadi adalah sebaliknya, wibawa seorang ibu jatuh kala itu. Oleh karena itu, janganlah sekali-kali Anda membentak ibu di depan anak-anak. Akan tetapi, sikapilah dirinya dengan kelemahlembutan dan hargailah dirinya sesuai dengan kedudukannya sebagai seorang ibu yang memiliki kewibawaan dan kehormatan. Kalaupun Anda memang memandang kesalahan anak tidak sampai pada tingkat perlunya pemukulan, katakanlah pada istri Anda,

“Semoga Allah memaafkan anak kita untuk kali ini. Maka, maafkanlah dia. Jika anak kita megulanginya lagi, hukumlah ia dan “aku pun” akan menghukumnya bersamamu.

  • Jika Anda memukulnya dan membentaknya di hadapan anak-anak, hasil yang terjadi adalah dampak negatif yang jelas nampak pada kejiwaan sang anak. Di antara mereka ada yang menjadi marah dan benci kepada Anda. Ia pun merasa sangat sedih terhadap ibunya yang Anda pukuli itu.
  • Namun, ada juga yang malah “memanfaatkan” sikap kasar itu dalam dirinya. Maka, jika si anak berbuat salah lalu dihukum oleh ibunya, si anak malah akan berkata, ”Nanti aku laporkan kepada ayah supaya ayah memukul ibu.” Dengan demikian, suasana rumah terasa runyam dan tidak harmonis.

Lihat kitab فقه تربية الأبناء و طائفة من نصائح الأطباء /Fiqh Tarbiyatul Abna’ wa Thaifatun min Nasha-ihi al-Aththibaa’/ karya مصطفى بن العدوي /Musthafa bin Al-‘Adawi/, cet. 1423 H – 2002 M, penerbit دار ابن رجب للنشر و التوزيع /Daar Ibn Rajab Lin-Nasyr wat-Tauzi’/, hal.137.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: