jump to navigation

Suami tak bernurani 22 Maret 2011

Posted by jihadsabili in keluarga, munakahat.
trackback

Suami tak bernurani

Pilu. Sedih membaca tulisan seorang istri yang mengetahui suaminya berbuat zina dengan orang lain. Sungguh. Aku hanya teringat perkataan imam Syafi’i -kurang lebih, “Jika engkau melakukan perbuatan keji dengan berbayar dirumahmu, bisa jadi kelak keluargamu -istri atau anakmu- akan melakukannya di tempat yang sama, bahkan tak berbayar.”

 

Coba baca tulisan ini :

 

saya, seorang istri. suami saya pernah berzinah dan saya mengetahuinya bukan dari pengakuannya, tapi karena saya menemukan video perbuatan mesum dia di camera digital saya. saya adalah istri yg setia, tidak pernah mengeluh, tidak pernah menuntut, tidak pernah meminta apapun. saya bekerja dan membantu suami dalam memenuhi kebutuhan kami. saya adalah istri yang rajin beribadah. dan suami saya bukan seorang imam yang baik karena dia tidak rajin sholat atau puasa. Saya sering menangis melihat kemalasannya dalam beribadah, sehingga saya sering berdoa agar dia diberi hidayah oleh Allah, hingga akhirnya Allah menunjukkan kebejatan dia. hingga kini, saya belum menggugat cerai dia, karena saya merasa kasihan terhadap anak2 dan dia. jika saya meninggalkan dia, maka saya takut dia tidak sanggup membiayai anak2 kami. malah dia pernah mengancam akan meninggalkan kami jika sy menceraikannya, sehingga saya masih bertahan hingga kini. Rumah, mobil dan semua harta kami adalah jerih payah saya, dan itu saya lakukan dengan ikhlas karena saya ingin membuat suami dan anak2 saya bahagia. prinsip saya adalah rela jika harus menangis sepanjang hidup asalkan mereka bahagia. sekarang hidup saya hampa, sehari2 saya lalui tanpa arah seolah saya tidak punya masa depan lagi. harta saya adalah sesuatu yang sia-sia, karena saya tidak bisa menikmatinya. bukan karena habis atau mubazir, namun saya merasa itu semua tiada arti, karena cinta saya selama ini dibalas dengan zina dan cukuplah itu membuat saya tidak punya arti lagi. Sekalipun harta melimpah, pekerjaan lancar dan menghasilkan banyak uang, semua itu hampa, saya pun tak lagi konsentrai dalam menjalani hidup, seolah saya tidak punya lagi senyum dan kebahagiaan. saya membutuhkan satu masukan agar saya dapat kembali menjalani hidup dengan normal dan bahagia… saya lebih memilih meninggalkan harta saya, dari pada saya harus berada dalam suasana kepedihan ini. terimakasih. saya sedikit lega bisa bercerita, mudah2an Allah memberi kelegaan yg berarti dihati saya yg setiap hari terasa semakin sesak ini. _Komentar tertanggal 9 Febuari 2011 pukul 11.45 pm.

 

 

Curhat ibu tadi tertulis setelah membaca artikel ini :

http://www.oaseimani.com/suami-hilang-nurani.html

 

Artikel diatas ditulis berdasarkan cerita ustadz Imtihan yang dicurhati oleh seorang istri yang mengadukan suaminya -padahal seorang ikhwan– sebelum adzan shubuh berkumandang. Sehingga pada tanggal 04 September 2010 pukul 6.52 melalui web seluler,status beliau berisi,

 

“Di pagi buta, seorang perempuang mengadukan suaminya yang berzina dengan seseorang yang dikenalnya lewat facebook… jaga aku, ya Allah…” begitu juga dengan kami ya Allah….,

 

 

Benar sekali kalau ada yang menulis status seperti ini, “karena terlalu seringnya “ngobrol” hati mulai menduga akn adany kesamaan rasa..mulailah pembicaraan tidak hanya sekedar ” KELUARNYA KATA ” tapi mulai MENATA KATA…agar TERDENGAR ENAK, TERKESAN SANTUN & DIPANDANG MENYENANGKAN..dan tanpa disadari diri terblnggu dalam ikatan cinta yg membabi buta…”

 

Ikhwati…., pergunakan facebook ini sebagai sarana untuk menebarkan manfaat, bukan malah menimbun maksiat yang kelak akan merugikan kita, dan membuat kita menyesalinya….sesal tiada henti…,sesal yang tidak lagi berarti…., -nasehat untuk diri saya sendiri, tentunya agar bisa memaksimalkan sarana fb ini untuk hal-hal yang bermanfaat.

 

 

Semoga bermanfaat.

 

Salam ukhuwah dari akhukum fillah.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: