jump to navigation

Cara Melunasi Hutang Riba 19 Maret 2011

Posted by jihadsabili in fiqih.
trackback

Cara Melunasi Hutang Riba

 

riba Ada yang menanyakan:Sekarang saya sedang kredit rumah 15 tahun, maunya beli cash namun gak mampu, sedang kebutuhan rumah (minimal RSS) sangat kami butuhkan. Bagaimana jalan keluar melunasi hutang ini? 

Yang jelas hutang di atas mengandung riba. Apakah hutang tersebut tetap harus dilunasi? Agar para pembaca mendapatkan jawaban mengenai hal ini, kami bawakan fatwa Syaikh Muhammad bin Sholeh Al Utsaimin dalam Liqo’ Al Bab Al Maftuh (194/12) berikut ini.

Pertanyaan:

Ada seseorang yang memiliki hutang pada bank ribawi, kemudian dia bertaubat pada Allah. Bank tersebut biasa memotong dari gajinya untuk melunasi hutang tersebut. Orang ini tidak memiliki uang untuk membayar hutang tersebut secara tunai, namun dia ingin keluar dari hutang bank tersebut. Apakah ada baginya sesuatu untuk melunasi hutang tersebut hingga lunas?

Jawaban:

Orang tersebut wajib berlepas diri dari riba tersebut sesuai dengan kemampuannya karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melaknat pemakan riba (rentenir) dan orang yang menyerahkan riba (nasabah) [1]. Boleh jadi dia meminta pinjaman hutang dari saudara atau kerabatnya untuk melunasi hutang bank tersebut agar gugur darinya riba. Yang terpenting adalah dia harus tetap merencakan hal ini. Jika tidak mungkin, maka dia berusaha meminta pada bank agar jangan ada lagi tambahan riba. Akan tetapi setahu kami, bank tidak mungkin menyetujui hal ini.

Lalu si penanya balik bertanya:

Akan tetapi, wahai Syaikh! Orang tersebut tidak mampu keluar dari bank yaitu berpindah darinya kecuali jika dia melunasi hutangnya.

Lalu Syaikh rahimahullah menjawab:

Kalau begitu, sebaiknya orang tersebut meminta hutangan dari saudara atau sahabatnya lalu dia lunasi hutang (riba) tersebut.

_________

[1] Sebagaimana hal ini terdapat dalam hadits:

Dari Jabir bin ‘Abdillah, beliau berkata,

لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- آكِلَ الرِّبَا وَمُوكِلَهُ وَكَاتِبَهُ وَشَاهِدَيْهِ وَقَالَ هُمْ سَوَاءٌ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat pemakan riba (rentenir), orang yang menyerahkan riba (nasabah), pencatat riba (sekretaris) dan dua orang saksinya.” Beliau mengatakan, “Mereka semua itu sama.”(HR. Muslim) [Muslim: 23-Kitab Al Masaqoh, 19-Bab Laknat pada Orang yang Memakan Riba dan yang Menyerahkannya].

_________

Kesimpulan:

Kalau sudah terlanjur kredit rumah semacam itu, maka hutang kredit tersebut harus tetap dilunasi dengan cara dia meminta pinjaman dari selain bank semacam dari saudara, kerabat atau temannya. Tujuannya di sini adalah agar dia tidak termasuk orang yang menyerahkan riba sebagaimana yang dilaknat dalam hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di atas. Dan selalu mohon pertolongan kepada Allah agar dimudahkan terlepas dari bunga bank ini. Wallahu a’lam.

Semoga Allah menyelamatkan kita semua dari berbagai bentuk riba dan juga debu-debunya.

****

Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel http://rumaysho.com

24 Rabi’ul Awwal 1430 H


DISQUS...

Glad you liked it. Would you like to share?

Sharing this page …

Thanks! Close

Tambahkan Komentar Baru

Showing 10 of 30 comments

Urutan tampil Popularitas Best rating Terbaru dulu Terlama dulu Subscribe by email Subscribe by RSS
  •  

    ummu ujaddid 12/06/2010 11:30 AM
    Bismillah,Assalamu’alaikum…ust ana pgn ty bagaimana sikap yang ana terapkan apabila dpn rmh ana seorang rentenir,tp dia seorang katolik.ana sedih byk muslim yang pinjam k ttgga ana tsb.bagaimana skp ana dengan keadaan tsb,sedang ana jg pas2an.apa ana berdosa apaila diam saja?jazakalloh ust

  •  

    Wa’alaikumus salam 

    Bantu dg doa dan kasih solusi pd org2 muslim yg ada untuk pinjam dari orang muslim yg mampu. Pasti saudara banyak kenalan. Banyak doakan mereka.

  •  

    Salam, ustadz.
    sy baru saja teken akad kredit KPR bulan ini, pd awalnya c sy dapat persetujuan melalui bank syariah, hanya saja d bank syariah tsb tidak memberikan plafon yg sesuai dg kemampuan sy sehingga memberatkan saya. jdnya sy memilih bank konvensional meski sy pilih dengan berat hati. karena Bank Konvensional memberikan plafon yg sesuai dg kemampuan sy. setahun ke depan saya akan membayar dengan memotong pokok, karena sdh terikat akad mungkin setahun atau dua taun br bisa berpindah k bank syariah. bagaimana jika saya melunasi cicilan KPR dengan memotong pokoknya tanpa pindah ke bank lain jd sy percepat pelunasan tsb dr 10tahun mjd 5 tahun. apakah yg sy lakukan ini berdosa ustadz?

  •  

    Saran kami malah KPR itu secepat mungkin dilunasi baik di bank syariah maupun konvensional, karena keduanya menggunakan trik riba. Silakan lihat pembhsn kami di sini:
    http://rumaysho.com/hukum-isla… 

    Semoga Allah mudahkan. Dan sekali lihat nasehat Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin di atas.

  •  

    Lho, berarti sebenarnya smpai sekarang pun, bank syariah masih belum murni syariah? Tapi yang say dengar ntuk tabungannya sudah sesuai syari’at Islam, tetapi fasilitas lain belum. Gimana ustadz?

  •  

    Iya kira2 spt itu.

  •  

    assalamualaikum ustadz
    saya baru saja ambil KPR rumah dan memang saya punya keinginan melunaskannya dengan cepat. Malah setelah membaca artikel di atas, makin besar keinginan itu dan makin takut saya akan laknat Allah. Aapakah ustadz punya kenalan yg mau meminjamkan saya uang utk melunaskan kredit beserta pinaltinya karena melunaskan diluar perjanjian. Nanti peminjamannya dikurs menjadi emas dan saya juga akan mencicilnya sesuai dengan harga emas yg berlaku sehingga nilai uangnya tidak akan turun. Sama2 untung dengan saya, saya beruntung bebas riba, yg minjamin untung karena nilai uangnya tidak turun dan mengikuti harga emas yg berlaku. Ya jadi semacam investasi jangka panjanglah buat yg punya uang. Kalau ada bisa, mohon balas ke email saya ya ustadz.

  •  

    Wa’alaikumus salam.
    Semoga Allah senantiasa memberikan kemudahan pada antum untuk terlepas dari jerat riba. Kami usahakan bisa memberikan info ttg donatur tersebut. Bagusnya memang antum cari info dari keluarga dekat terlebih dahulu. 

    Jika seseorang berusaha dengan sungguh2 untuk terlepas dari riba, pasti Allah akan beri kemudahan. Kami pun selalu mendoakan antum demikian.
    Sekali lagi semoga Allah selalu memberi kemudahan pada antum. Teruslah berusaha dan berusaha.

  •  

    ustadz ana mau tanya tetangga ana yang berdagagang keramik
    tapi modalnya dari investor tapi dia lebih senang pinjam ke bank
    konvensional
    alasannya karena bagi hasilnya dengan investor lebih mencekik
    dari pada bunga bank
    lalu ana nasihati dia dengan dalil bahwa bunga bank khan haram
    tapi dia malah membalas ucapan saya dengan ucapan begini
    :lha hartaku di kuras habis je jika aku ambil modal ke investor
    dari pada ke bank ribawi
    bagaiamanakah agama islam memberi solusi agar harta tetangga ana tadi
    tidak di kuras habis oleh investor dan agar ttga ana tidak pinjam ke bank ribawi????

  •  

    Tidak semua investor semacam itu. Ada investor yg mau bagi hasil dgn adil dan tdk menzholimi. Semoga Allah beri taufik padanya.

Show more comments …

Reactions

//
View the discussion thread.
blog comments powered by Disqus

toko-muslim.com
Majalah_Pengusaha_Muslim_Desember_2010_-_Bisnis_Komputer
Situs Para Ustadz 

Jadi Rujukan

Visit Other Articles

Rumaysho.com Favourite

// <![CDATA[ 

var links = document.getElementsByTagName (‘link’);
var included = false;
if (links.length) {
for (var i=0;i

Buletin_BannerHome 

 

Subscription
banner-kpmi 

konsultasisyariah

Iklan

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: