jump to navigation

Model-model Sesembahan Selain Allah 15 Maret 2011

Posted by jihadsabili in aqidah.
trackback

 

Model-model Sesembahan Selain Allah


Penulis: Ibnu Ahmad Muhammad Ronal

Para pembaca yang semoga dirahmati Alloh, seringkali kita melihat banyak orang yang bersemangat membantu saudaranya ketika hak saudaranya dilanggar oleh saudaranya yang lain. Namun ironisnya, sedikit sekali dari kaum muslimin yang tidak bergeming dan berpaling ketika melihat hak Alloh atas hambaNya dilanggar oleh makhluknya. Apakah hak Alloh atas hambaNya yang dilanggar itu? Jawabannya adalah pengarahan peribadatan makhluk kepada Alloh semata dan tidak ditujukan kepada selain Alloh.

Alloh berfirman yang artinya, “Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang diberi bagian dari Al Kitab? Mereka percaya kepada jibt (sihir) dan thaghut, dan mengatakan kepada orang-orang kafir (musyrik Makkah), bahwa mereka itu lebih benar jalannya dari orang-orang yang beriman.” (QS. An Nisaa’: 51)

Kemudian, bagaimanakah model-model pelanggaran hak Alloh yang dilakukan oleh hambaNya sehingga membuat hambaNya itu terhalangi dari surga Alloh selama-lamanya?

Tabarruk (Mengharapkan Barokah) Kepada Kubur, Pohon, Batu dan Sejenisnya.

Di antara model kesyirikan yang ada adalah tabarruk (mengharapkan barokah) kepada kubur baik kubur orang sholih ataupun kubur orang yang tidak jelas asal-usulnya. Pada zaman dahulu, orang musyrikin Arob hanya menyembah kubur orang sholih dengan maksud untuk mendekatkan dirinya kepada Alloh. Sedangkan pada zaman sekarang kaum musyrikin tidak pandang bulu dalam menyembah kubur, baik itu kubur orang sholih atau orang yang tidak jelas asal usulnya.

Oleh karena itu, benarlah perkataan bahwa kemusyrikan pada zaman ini lebih parah dari kemusyrikan orang kafir musyrik yang dahulu diperangi Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam. Padahal Alloh berfirman yang artinya, “Maka apakah patut kamu (hai orang-orang musyrik) menganggap Al Lata dan Al Uzza dan Manah yang ketiga, yang paling rendah (sebagai anak perempuan Alloh)?” (QS. An Najm: 19)

Para penyembah Lata, Uzza dan Manat, mereka melakukan peribadahan dalam rangka tabarruk. Maka barangsiapa ber-tabarruk dengan tempat-tempat seperti kubur, berarti telah menyerupai perbuatan orang musyrik. Di dalam tabarruk model seperti ini terdapat ta’dhim (pengagungan) kepada selain Alloh. Jika dilakukan dengan cinta, harap dan takut maka ini semua merupakan bentuk peribadahan kepada selain Alloh.

Selain itu, bentuk tabarruk tidak selalu berupa kubur, tetapi dapat juga berupa pohon atau batu yang dikeramatkan. Sebagaimana hadits yang dibawakan oleh Abu Waqid Al-Laitsi, ”Kami pergi keluar bersama Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam ke Hunain. Kami adalah orang-orang yang baru masuk Islam. Ketika itu, orang-orang musyrik memiliki pohon yang digunakan untuk bersemedi dan menggantungkan senjata-senjata mereka Pohon itu dinamakan ‘dzatu anwath’. Tatkala kami melewati pohon tersebut, kami mengatakan, ’Wahai Rosululloh, buatkan ‘dzatu anwath’ untuk kami seperti mereka’. Rosululloh bersabda, ’Allohu Akbar, itu adalah tradisi orang-orang sebelum kalian. Demi Dzat yang diriku berada di tanganNya ucapan kalian itu seperti ucapan Bani Isroil kepada Nabi Musa; ‘Buatkanlah sesembahan-sesembahan untuk kami sebagaimana mereka juga memiliki sesembahan yang banyak’ (QS. Al A’rof: 138). Kalian pasti akan mengikuti tradisi orang-orang sebelum kalian’.” (HR. At Tirmidzi, shohih).

Tabarruk di atas merupakan syririk akbar yang akan menyeret pelakunya untuk dimasukkan ke dalam neraka jahannam selama-lamanya, jika pelakunya memiliki keyakinan bahwa benda-benda yang dicari berkahnya tersebut mampu mendekatkan diri mereka kepada Alloh dan menyampaikan kebutuhannya kepada Alloh.

Menyembelih Binatang Dengan Niat Bukan Untuk Alloh.

Kemudian kaum muslimin yang dimuliakan Alloh, di antara model-model kesyirikan yang lain adalah menyembelih binatang dengan niat bukan untuk Alloh.

Di mana banyak kita lihat di zaman sekarang, ketika seseorang akan membangun jembatan maka harus dengan tumbal (korban) hewan tertentu agar tidak diganggu oleh jin penghuni di daerah itu. Padahal jika dilogika maka tidak ada hubungannya antara tumbal dengan gangguan jin, karena hanya Alloh-lah yang menguasai seluruh alam ini. Shahabat Ali bin Abi Tholib rodhiallohu’anhu berkata, ”Rosululloh sholallohu ’alaihi wa sallam telah menyampaikan kepadaku empat masalah: Alloh melaknat orang yang menyembelih binatang dengan berniat bukan untuk Alloh, Alloh melaknat orang yang melaknat kedua orang tuanya, Alloh melaknat orang yang melindungi pelaku kejahatan, Alloh melaknat orang yang merubah tanda batas tanah.” (HR. Muslim).

Walaupun yang disembelih hanyalah seekor lalat pun jika dengan niat bukan untuk Alloh, maka di dalamnya tetap terkandung syirik akbar karena ada unsur pengagungan kepada selain Alloh. Sebagaimana dalam hadits dari Thariq bin Syihab yang menuturkan bahwa Rosululloh sholallohu ’alaihi wa salam bercerita tentang dua orang yang akan melewati suatu negeri. Namun, jika ingin selamat melewati negeri tersebut, mereka harus melakukan persembahan kepada berhala di negeri tersebut. Sampai pada cerita, ”…Ketika itu, berkatalah mereka (penduduk negeri tersebut) kepada salah seorang dari kedua orang itu, ‘Persembahkanlah kurban kepadanya.’ Dia menjawab, ‘Aku tidak mempunyai sesuatu yang dapat kupersembahkan kepadanya.’ Mereka pun berkata kepadanya lagi, ‘Persembahkan, sekalipun seekor lalat.’ Lalu orang itu mempersembahkan seekor lalat dan mereka pun memperkenankan dia untuk meneruskan perjalanannya. Maka dia pun masuk neraka karenanya…” (HR. Ahmad).

Memakai Gelang Agar Dapat Menangkal Penyakit

Para pembaca yang semoga dimuliakan Alloh, model lain dari kesyirikan yang sering kita temui adalah memakai gelang dengan keyakinan dapat menangkal penyakit. Ketika Nabi shollallohu’alaihi wa salam melihat laki-laki yang memakai gelang kuningan di tangannya, maka beliau bertanya, ”Apakah ini?” Orang itu menjawab, ”Penangkal sakit” Nabi pun bersabda, ”Lepaskanlah itu, karena dia hanya akan menambah kelemahan pada dirimu, sebab jika kamu mati, sedang gelang itu masih ada pada tubuhmu, kamu tidak akan beruntung selama-lamanya.” (HR. Ahmad dengan sanad yang bisa diterima).

Demikianlah hasil dari perbuatan syirik, di mana pelakunya justru mendapatkan lawan dari apa yang mereka harapkan. Karena ketika laki-laki tersebut memakai gelang untuk menangkal penyakit, justru gelang itu sendiri yang semakin menambah kelemahan pada dirinya.

Dukun Atau Paranormal.

Di antara model-model kesyirikan yang ada, model inilah yang paling sering kita temui, bahkan yang disuguhkan dan ditawarkan di hadapan kita. Yaitu banyaknya dukun atau paranormal yang mengaku dapat mengetahui sesuatu hal yang ghoib. Misalnya adanya ramalan bintang di koran-koran atau di majalah-majalah yang banyak digandrungi para pemuda muslim. Dan kadang secara tidak sadar kita pun ikut membaca dan menikmati ramalan tersebut. Bahkan sampai ada yang mempercayainya dan mempengaruhi hati dan pikirannya. Padahal, tidaklah dukun atau paranormal itu mengetahui perkara yang ghoib kecuali sedikit saja. Mereka memperoleh berita itu dari jin setelah sebelumnya kafir kepada Alloh dan meminta perlindungan (isti’adzah) kepada selain Alloh, yaitu kepada jin.

Alloh berfirman yang artinya, ”Dan bahwasannya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.” (QS. Al Jin: 6). Ironisnya, banyak di antara orang-orang yang dianggap sebagai ”kyai” atau tokoh agama yang menganggap hal ini bukan suatu model kesyirikan di tengah umat, bahkan malah mempopulerkannya dan ikut mendukungnya!!! Na’udzubillahi min dzalik…

Inilah sebagian dari model-model kesyirikan yang merajalela di tengah kaum muslimin. Dengan model-model kesyirikan inilah banyak di antara kaum muslimin yang diharamkan dari surga dan nerakalah tempat kembali bagi mereka. Oleh karena itu, bagi kita yang telah mengetahuinya hendaklah lebih berhati-hati agar tidak terjerumus ke dalamnya. Dan semoga kita selalu diberi pertolongan Alloh untuk terhindar dari bahaya kesyirikan. Amin.

www.muslim.or.id

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: