jump to navigation

Dilibas atau Melibas Frigiditas 15 Maret 2011

Posted by jihadsabili in keluarga, munakahat.
trackback

Dilibas atau Melibas Frigiditas


Meskipun secara lahir sexual intercourse atau hubungan seksual adalah kontak fisik, namun factor psikologis sebenarnya juga amat berperan. Factor kedua itu akan mendukung factor pertama sehingga tercapai kepuasan optimal. Sebuah hubungan seks (jima’) yang sehat, selalu melibatkan seluruh struktur dan infra struktur tubuh. Mulai dari pikiran, intuisi hingga imajinasi. Bahkan bagi seorang muslim, factor iman amat menentukan. Disamping sebagai aktivitas rutin suami istri, jima’ (hubungan seks) juga suatu yang bernilai ibadah.

Al-Burudul Jinsi

Begitulah bahasa arabnya, suatu bentuk bahaya laten bagi hubungan seks. Ia sangat potensial menciptakan suasana gelap dalam berhubungan seks. Suatu ganjalan bagi pasangan yang hendak mengekspresikan diri secara utuh dalam hubungan seks. Pasalnya agresifitas, respon dan keseriusan pasangan dalam aktivitas tersebut mutlak diperlukan. Ketiga factor ini sangat berperan dalam mengoptimalkan kemampuan seks pasutri. Dengan begitu keduanya akan mampu menikmati “hasil karya” tersebut.

Penyakit ini sering dialami oleh kaum hawa. Bahkan kemudian diindentikkan sebagai “penyakit wanita”, meski hakikatnya tidak demikian. Frigiditas atau sikap dingin secara umum merupakan penyakit fisik. Tapi kadang juga termasuk penyakit kejiwaan. Hal itu dapat dilihat dari gejala, perilaku dan factor yang melatarbelakangi kemunculannya.

Frigiditas Fisik

Biasanya terlihat dari kondisi fisik. Seseorang tampak tidak reaktif dan responsive terhadap sentuhan dan belaian. Frigiditas bukan kelainan yang menyebabkan mampetnya cairan vagina. Frigiditas fisik hanya menyebabkan organ non produktif menjadi kurang responsive. Akibatnya muncul kesan sikap “ogah-ogahan” terhadap pasangannya.

Penyebab frigiditas model ini bisa diakibatkan oleh banyak hal. Bisa karena  factor kecelakaan, sehingga saraf-saraf kulit kehilangan kepekaan terhadap sentuhan. Bisa juga akibat operasi berat, penyakit-penyakit tertentu atau sebab lain. Diantaranya:

1. Punuk rahim yang kering

Ini menyebabkan semburan cairan ke bagian bawah rahim dan kelamin wanita tidak cukup. Karenanya, pelumasan “daerah khusus” wanita tidak sempurna, sehingga timbul rasa sakit saat berhubungan seks. Akibatya respon wanita akan menurun sewaktu akan berhubungan lagi. Solusi sementara, seorang wanita bisa menggunakan cream atau minyak alami untuk melumasi bagian “rahasianya”.

2. Epilepsi (Sawan)

Pengaruhnya terasa kalau kambuh. Perlu penanganan serius untuk         mengantisipasinya. Baik secara psikologis, medis, maupun doa kepada Allah.

3. Diabetes

Penyakit ini menurunkan reaksi seksual cukup besar. Pada lelaki tidak jarang menyebabkan impotensi berat, lebih-lebih bila ada komplikasi.

4. Produktivitas kelanjar thyroxine rendah

Ini dapat menyebabkan lemah syahwat dan frigiditas bagi kaum wanita. Solusinya dengan memberikan hormone thyiroxine dalam bentuk pil. Dianjurkan menggunakan dosis 150-200 ml satu kali sehari.

5. Over size

Ukuran penis umumnya 12 hingga 15 cm. Tapi ada yang berukuran lebih, apalagi saat ereksi sempurna. Hal ini bisa menimbulkan problem penetrasi serius. Lebih diperparah dengan ukuran vagina isteri kecil, tubuhnya kurus dan bidang rahim kurang lebar. Bisa menimbulkan rasa sakit yang luar biasa saat penetrasi. Untuk mengatasinya dibutuhkan pelumas berupa cream atau minyak nabati alami.

Dalam kasus tertentu, bahkan bisa menimbulkan luka atau merobek vagina. Karena itu kadang dibutuhkan operasi. Bahkan Islam mengizinkan perceraian. Tentu didasarkan pada mafsadat dan maslahat.

Frigiditas Psikologis

Yang model ini sangat beragam. Ada yang berupa sikap ogah-ogahan, resah, takut, atau ragu-ragu. Ada yang hanya muncul di awal-awal hubungan seks ada juga yang permanent hingga akhir permainan. Penyebabnya pun macam-macam, diantaranya :

1. Bermain tanpa Mukaddimah

Sering suami dalam hubungan seks dengan isterinya tanpa melakukan pendahuluan. Tidak ada rangsangan-rangsangan berupa ucapan atau aktivitas tubuh. Ini akanmengakibatkan sang isteri kehilangan respon seksualnya atau paling tidak berkurang

Hal ini biasanya dialami oleh “para pemula” yang kurang ilmu. Padahal sebagai seorang muslim tentu tahu Rasulullah pun telah memberikan tuntunan. Ilmu yang semacam itu adalah ilmu yang mulia bukan barang tabu atau jorok.

Di samping itu sering juga dialami kalangan suami yang terlalu sibuk. Dalam hubungan seks pun akhirnya tergesa-gesa, asal hajatya kesampaian. Ini amat berbahaya, karena isteri belum siap. Akibat selanjutnya-karena tidak terbiasa-isteri dikemudian hari menjadi tidak bereaksi terhadap sentuhan atau elusan. Yang dirasakan hanya rasa geli, yang tidak mampu meningkatkan gairah seksual.

2. Trauma

Misalnya kejadian perkosaan, baik dialami sendiri ataupun melihat peristiwa secara langsung. Kejadian tragis itu dapat menimbulkan trauma. Sehingga terbawa sampai ketika berhubungan seks. Pada tingkatan tertentu, kalaupun ada respon “normal” tapi tetap menghalangi orgasme.

3. Kesalahan Informasi

Wanita yang baru menikah kadang sebelumnya telah mendapat informasi yang salah atau disengaja diputarbalikkan. Sehingga yang terekam adalah sisi-sisi jelek hubungan seks. Rasa sakit saat robeknya selaput dara seorang wanita, misalnya, kesulitan melakukan “penetrasi perdana” atau sulitnya melayani dan memuaskan sang suami.

Miss information seputar hubungan seks tersebut menimbulkan  rasa takut yang terus terbawa ke ranjang cinta bersama suami. Tidak jarang seorang wanita menolak melakukan hubungan intim hingga berhari-hari. Bahkan hingga satu bulan atau lebih.

Oleh sebab itu orang tua atau orang dekat calon mempelai wanita mesti menepis informasi keliru tersebut. Perlu diberi gambaran yang indah tentang hubungan seks secara proposional. Bahkan dalam Islam hubungan seks adalah ibadah yang besar pahalanya. Belum lagi pahala melayani dan memuliakan suami, sebagai orang yang harus ditaati setelah Allah dan Rasul-Nya.

4. Akibat Blue Film (Film Porno)

Seorang mualaf asal Amerika, Yahya Amriki,-kini alhamdulillah giat menuntut ilmu di Saudi Arabia-memberikan pendapatnya. Film-film biru (Film Porno) secara amat signifikan dapat menimbulkan gambaran buruk tentang seks. Apalagi terhadap orang yang masih “lugu”. Karena adegan-adegan dalam blue film (Film porno), lebih-lebih jenis triple-X, amat vulgar dan menjijikkan.

Selain haram, film-film tersebut telah menanamkan image yang selah tentang hubungan bernilai tinggi tersebut. Wanita beriman, selemah apapun imannya, biula melihat adegan-adegan kotor tersebut, akan merasa jijik. Terutama bagi yang belum menikah. Hal ini bisa memunculkan frigiditas berat, dalam awal pernikahan. Jangankan melakukan hubungan seks secara sempurna, bersentuhan atau berpelukan saja sudah merasa ketakutan sekali. Maka di harapkan si wanita berkonsultasi secara lisan atau tulisan dengan ulama atau penuntut ilmu. Terutama yang berkompeten dibidang ilmu fikih, selain dikenal bijak dalam menyelesaikan masalah.

Apapun jenis frigiditas yang menjangkiti sang istri, semua pihak yang terkait harus berupaya optimal demi kesembuhannya. Bagi para pemuda dan pemudi muslim hendaklah berusaha secara preventif. Sebaiknya meninggalkan hal-hal yang kiranya bisa menjadi factor pemicu munculnya frigiditas. Semua itu demi kebaikan bersama. Segera libas frigiditas, sebelum dia melibas kemesraan hubungan anda sebagai suami istri.

Sumber : Majalah Nikah Edisi 6/I/2002, Hal. 12-14

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: