jump to navigation

Afwan, Satu-persatu Kuremove FBmu, Ikhwan 15 Maret 2011

Posted by jihadsabili in adaB, nasehat.
trackback

Satu-persatu Ingin Kuremove FBmu, Ikhwan

Sering sudah ana dinasihati. Berkali – kali.
Remove ikhwan dr fb.Tapi ana hanya diam.

Ahhh, meski berteman di FB selama ini juga jarang interaksi dengan mereka, jarang comment2, dan  ana rasa itu sudah cukup,menjaga diri. Begitu pikirku..

Toh, banyak juga ilmu yang didapat dari mereka.
Tapi kuakui,tak sedikit pula dari mereka yang banyak tingkahnya ,seperti contoh :

  • Status Tidak Jelas. Statusnya mengandung unsur “haduuuhhh”,”seddih”,”jadi pengen nangis”‘,”aku sakiitt”. Kok Cengeng. Terlalu banyak mengeluh. hmm..plisss dong, antum ikhwan. Tegar dikit, kawaann… Mengeluhlah sama Allah langsung, bukan lewat FB. Padahal 3 jam sebelumnya update status tausiahnya mantep beneerrrr.

Umar bin Al-Khaththab pernah mengatakan, “Ucapan itu hanya ada empat, selain itu cuma sampah belaka.Pertama, membaca Al-Quran. Kedua, membaca hadits-hadits nabi. Ketiga, membaca ucapan-ucapan penuh hikmat dari para ulama. Keempat, berbicara hal yang penting, dalam soal keduniaan.”

  • Pasang gambar makhluk bernyawa. Entah di samping-samping tausyiah, di poster-poster iklan dan layanan masyarakat. Memasang gambar makhluk bernyawa adalah haram...
  • Upload foto pribadi. Saking bahagianya mungkin, entah berapa ratus foto-fotonya dengan berbagai pose lagi narsis. Ada juga yang cambur baur sama temen-temennya yang akhwat, tanpa merasa berdosa. Yang di tag juga, bangga-bangga aja, adem ayem aja, fotonya mejeng di wall. Semoga tidak ada ajnabi yang melihat. Karena harusnya kita  paham bagaimana Hukum Mencuri Pandang
  • Pasang Foto di Profile Picture . Dengan bangga Profil Picturenya dipasangi  fotonya yg lagi narsis atau pasang foto keluarganya, adeknya, kakaknya  yg akhwat dan ga menutup aurat. Wah, diliatin dah tu pada, sama temen ikhwannya yg laen. “Kasian banget nasibmu,ukh,ukh”. Padahal sudah dinasehati,eh, dipasangnya lagi. MasyaAllah. Memajang foto anak, foto wisuda, foto keluarga untuk kenangan adalah haram.  Padahal antum juga yang nasehati kami untuk gadhul bashar (menundukkan pandangan). Sadarkah antum,antum merusak hati orang lain dengan menandang foto-foto antum? Kaburo maktan indallahi antaquluu maalaa taf aluun.
  • Saling berkomentar dan chatting. Ikhwan sering ditemukan komentar di tempat akhwat (begitu juga sebaliknya), padahal bahasan mereka itu pada ga jelas. Apa sih maksudnya?! Berkomunikasi dengan lawan jenis tanpa hajah adalah sarana menuju haram. (+ Bikin -calon-Zauji cemburu )
  • Alay. Entah itu ikhwan dari planet mana. Aaarrrghhh. Gak banget gitu lhooh.. Nulis makasih aja MhaKaZiekh. Beuuuuhhh. ~minta dipentung~.

(Ada yang mau nambahin ?)

Begitu sedikit banyak kondisinya. Bagaimana kita menjaga saudara-saudara kita yang lain, bila menjaga diri saja kita belum mampu.

Jadi, Akhi… Apa Susahnya Kau Hapus Akhwat dari Friendlist Facebookmu?

Jika kalian ingin menggunakan FB ini untuk dakwah. Sampaikan!

Ingat!

Dakwah adalah menyampaikan, bukan diam ketika kita melihat kemungkaran, sedangkan lisan kita masih mampu menyampaikan…

Ana sangat cemburu, sangat cemburu dengan temen-temen akhwat yang lebih senang & sering berinteraksi dengan ikhwan.

“Tausiah dari temen-temen yang akhwat, masih kurang ukh ???”

Sadarilah wahai UKHTY…..IKHWAN JUGA MANUSIA..

Di sisi lain, tidak sedikit juga ikhwan yang baik, yang mau ta’awun (tolong menolong).

Dengan hanya bicara yang bermanfaat. Tanpa banyak bercanda dan tidak bohong dalam bercanda.

Lebih memilih diam, atau berkata yang baik.

Rasulullah Saw bersabda: “Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata baik atau diam.” HR. Bukhari Muslim).

“Ucapan yang baik adalah sedekah.” (HR. Muslim).

Mereka tidak pasang-pasang foto diri, sengaja tidak upload-upload foto pribadi.

(Bukan hanya karena takut banyak yang naksir a.k.a untuk menjaga hati saudarinya )

Tapi juga untuk menolong saudari-saudarinya agar menjaga pandangan…


Karena mereka sadar Gadhul Bashar itu indah….

Mereka juga paham Rasulullah memerintahkan untuk menjaga pandangan, menundukkan pandangan, agar kita tidak melihat ikhwan atau akhwat selain mahrom kita…

Jika mereka sudah menjaga pandangan mereka di dunia nyata..

Kita bantu mereka menjaga pandangan mereka di dunia maya..

Jika mereka belum menjaga pandangan mereka di dunia nyata (karena keterbatasan ilmu)..

Maka alangkah baiknya kita ajari dan bantu mereka untuk menjaga pandangan mereka di dunia maya..

Satu-persatu Ingin Kuremove FBmu, Ikhwan

Kenapa?

Karena ada yang lebih ana khawatirkan, dari kebaikan-kebaikan yang banyak itu.

Hati ini teramat sangat lemah. Ilmu juga belum seberapa.

Aku tidak ingin membuat lemah semakin bertambah-tambah.

Dosa-dosa diri ini sudah begitu banyak.

Jadi ijinkan, satu-persatu Ingin Kuremove FBmu, Ikhwan

Karena aku ingin Allah ridho kepadaku…

Duhai Zauji….,sampai saat pertemuan kita tiba…

Ingin kujaga diri ini,,,

Dengan sewajarnya bagaimana

Hubungan Pertemanan Laki-Laki dan Perempuan.. itu..

Karena perempuan yang baik, hanya untuk laki-laki yang baik…

Alangkah baiknya bila diri ini menjaga diri dari ajnabi

Sungguh,Aku Merindukan Bersahabat Dengan Orang Orang Shalih

Mulai saat ini kujaga pandanganku..

Karena Muslimah Cantik, Bermahkota Rasa Malu

Karena Allah telah menjadikan rasa malu sebagai mahkota kemuliaanku.

Kujaga hatiku..

Kujaga demi izzah dan ‘iffah…

Karena aku ingin Menjadi Bidadari di Dunia & di Akhirat;…

Menjadi incaran dan simpanan hamba-hamba Allah yang shalih dan bertakwa.

Memurnikan ibadah hanya untuk-Nya semata

Yang selalu rindu keridhaan Allah dan rasul-Nya

Apalagi yang kucari duhai diri…

Tanpa sadar sesungguhnya maksiat dapat mengurangi umur

Dan aku tak ingin ada di antara jiwa-jiwa yang tertipu dunia…

Cukuplah kematian sebagai peringatan

Karena setiap hela nafas ini  menjadi langkah maju menuju kematian.

Referensi : Kaidahi Sebelum Memanfaatkan FB

Afwan, Satu-persatu Kuremove FBmu, Ikhwan

Jazakumullah khoiron atas kebaikan antum.

Afwan bila ada kata-kata/status/comment yg kurang n tidak berkenan selama ini.

Tenang, tenang. Meremove itu bukan memutuskan silaturahim…

Afifah Rizka Fitriawatawaa Shoubil Haqq

Bdg, 3:23 AM 12/2/2010

Komentar»

1. rafaqo - 16 Maret 2011

subhanalloh….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: