jump to navigation

Haruskah Menceritakan Kejadian Masa Lalu Kepada Calon Suami? 13 Maret 2011

Posted by jihadsabili in jodoh, munakahat.
trackback

<!–| –>

Haruskah Menceritakan Kejadian Masa Lalu Kepada Calon Suami?

Pertanyaan:

Saya penah melakukan ‘apa yang orang dah kawin buat’ sewaktu umur saya 7/8 tahun dengan budak lelaki yang sebaya dengan saya (jiran sepermainan saya). Tapi waktu tu saya memang tak tahu yang perbuatan kami tu salah. Saya cuma ikut apa yang dia ajak saya buat. kerap kali jugak kami melakukannya… Sekarang baru saya faham.. Saya telah buat perkara yang salah…tapi waktu tu, memang saya tak tahu apa-apa. Saya tak penah ceritakan perkara kepada sesiapa, termasuk mak ayah saya. Saya sekarang risau adakah saya dara lagi atau tidak. Perlukah saya ceritakan pada tunang saya akan perkara sebenar…tapi saya takut, kalau dia putuskan pertunangan kami kerana hal ini. Buat pengetahuan ustaz, kami (saya dan tunang) sama-sama belajar di sekolah men agama yang sama. Saya tak lagi buat perkara terkutuk tu. Semua tu kisah silam saya semasa kecil. Saya benar-benar rasa bersalah apa yang telah saya lakukan dulu. Saya harap ustaz dapat memberikan pandangan apa yang patut saya lakukan. Sekian.

Wassalam.

05 Juni 2002

Jawaban:

Nak tahu..

Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh.

Alhamdulillah, wasshalaatu wassalaamu ‘alaa Rasulillah wa ba’du:

Ukhti yang budiman,…. Semoga Allah menerima taubat kita semua. Allah akan menerima taubat seorang hamba kalau ia betul-betul bertaubat kepada Allah, orang yang bertaubat seperti orang yang tidak punya dosa, kalau taubatnya taubat nasuha, Allah berfirman (yang artinya),

“Dan orang yang bertaubat dan mengerjakan amal saleh, maka sesungguhnya dia bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya.” (QS. Ath-Thalaq: 71)

Adapun masalah ukhti dengan tunangan ukhti, sebaiknya ukhti berterus terang dengannya, sebab keterusterangan ini akan memberikan jalan yang terbaik. Kalau ukhti telah berterus terang dengan dia, tahunya dia bisa menerima apa adanya pada diri ukhti itu akan lebih mempererat hubungan rumah tangga kalian kelak, kalau dia tidak menerima bahkan terjadi pemutusan tunangan dari pihak dia, berarti ukhti belum ditakdirkan oleh Allah dengan dia, tapi kalau tidak terus terang, tahunya ia mencium hal yang tidak baik setelah akad nikah, maka bisa mengakibatkan rumah tangga itu pecah. Berpisah sebelum akad nikah lebih ringan daripada bercerai setelah menikah. Ukhti juga bisa mengatakan kepadanya bahwa perbuatan terjadi pada masa kecil, apalagi ukhti tidak tahu hukumnya, ukhti tidak berdosa, sebab Rasulullah mangatakan, “Kalam itu terangkat dari tiga golongan diantaranya adalah dari anak-anak sampai ia menjadi baligh.” Adapun ukhti saat itu belum baligh dan tidak mengetahui hukumnya. Kalaupun perbuatan itu terjadi pada diri orang yang telah baligh lalu ia bertaubat dengan taubat yang sebenarnya, maka Allah menerima taubatnya.

Jangan lupa selalulah bertakwa dan mendekatkan diri kepada Allah, sebab itu membantu ukhti keluar dari problem yang ukhti hadapi, Allah berfirman (yang artinya),

Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar.” (QS. 65:2)

Semoga Allah Ta’ala memberikan jalan keluar bagi ukhti dan kaum muslimin semuanya dalam setiap problem yang dihadapi. Wallahu ‘alam.

Dijawab oleh Ustadz Muhammad Elvi Syam, Lc.
Artikel www.KonsultasiSyariah.com dengan seditit penataan bahasa seperlunya.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: