jump to navigation

DURHAKA PADA DUA IBU BAPAK 11 Maret 2011

Posted by jihadsabili in adaB, keluarga.
trackback

DURHAKA PADA DUA IBU BAPAK

Kita mendapati bahwa orang yang berbakti kepada kedua orang tuanya, dianugerahi Allah anak-anak yang berbakti kepadanya, adapun orang yang tidak berbakti kepada kedua orangtuanya, maka Allah berikan kepadanya anak-anak yang durhaka kepadanya.

KISAH NYATA:

Ada sebuah kisah nyata yang ditorang ibu. Ia berkata,   “…. suatu hari istri anak saya meminta suaminya (anak saya) agar menempatkan saya di ruangan yang terpisah, berada di luar rumah. Tanpa ragu-ragu, anak saya menyetujuinya, saat musim dingin yang sangat menusuk, saya berusaha masuk ke dalam rumah, tetapi pintu-pintu terkunci rapat. Rasa dingin pun menusuk tubuh saya. Kondisi saya semakin memburuk. Lalu, anak saya membawa saya kesuatu tempat, aku kira akan dibawa ke rumah sakit. Akan tetapi, ternyata aku di bawa kepanti jompo. Dan setelah itu dia tidak pernah lagi menemui saya…..” (majalah As-Sunnah).

Saudaraku, penggalan kisah diatas merupakan masalah yang banyak terjadi sekarang ini. Tidak sedikit dari kita (anak) yang ketika kesuksesan duniawi telah diraih, melupakan jasa-jasa orang tuanya yang telah bekerja keras membanting tulang untuk menyokong dirinya semenjak ia kecil. Banyak anak tidak ingat bagaimana dulu orang tua rela tidak tidur semalaman untuk menggendongnya, menjaganya, menyusuinya, sampai membersihkan ompolnya. Namun jasa-jasa itu justru dibalas dengan menyerahkan orang tuanya ke panti Jompo. Ini adalah salah satu bentuk kedurhakaan yang besar karena yang dibutuhkan orang tua kita adalah pelayanan kita justru di saat mereka sudah memasuki usia renta. Yang mereka butuhkan adalah perhatian kita dan kesiapan kita untuk menceboknya, mengeluarkan kotorannya, menemaninya, membantunya berjalan dan menjaganya di saat tubuh mereka sudah lemah.

KEDUDUKAN BERBAKTI KEPADA ORANG TUA

Islam telah mensyariatkan bahwa orang tua memiliki porsi tertinggi untuk diberikan pelayanan oleh seorang anak. Oleh karena itu, membuat kedua orang tua menangis adalah salah satu larangan yang harus dijauhi.

Dari Abdullah bin Amr radhiyallahu’anhu, beliau berkata, “Ada seseorang yang datang kepada Rasulullah seraya berkata, “saya datang demi berbaiat kepadamu untuk berhijrah,namun saya meninggalkan kedua orang tua, mereka menangis.’ Maka Rasulullah bersabda, :kembalilah kepada kedua orang tuamu dan buatlah keduanya tertawa sebagaimana engkau telah membuat keduannya menangis,” (HR. Abu Dawud)

Ibu bapak merupakan sebab lahirnya kita di dunia ini. Karena itu, perhatikanlah bahwa Allah telah menunjukkan besarnya hak orang tua dengan menggandengkan antara perintah untuk berbuat baik kepada keduannya dengan perintah untuk bertauhid kepada-Nya, sebagaimana dalam potongan surat Luqman ayat 14 berikut ini, yang artinya, “bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang tuanmu,” Dengan demikian, melakukan kedurhakaan kepada orang tua merupakan perbuatan keji dan termasuk ke dalam dosa yang besar yang diancam dengan siksa neraka.

Dari Thoisalah rahimahullah, bahwasanya Ibnu Umar radhiyallahu’anhu berkata kepadanya, “Apakah engkau takut masuk dalam neraka?”. Aku berkata, “iya”. Umar berkata lagi,”Dan apakah engkau ingin masuk syurga?”. Aku berkata, “iya”. Umar berkata, “Apakah kedua orang tuamu masih hidup?”. Aku berkata, “ibuku bersamaku”. Ia berkata, :Demi Allah jika engkau lembut padanya tatkala berbicara dan engkau memberi makan kepadanya maka engkau sungguh akan masuk surga selama engkau menjauhi dosa-dosa besar” (Tafsir Ath-Thabari).

……….bersambung……………….

(Buletin At-Tauhid)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: