jump to navigation

Sebuah Renungan…PAPA…MAMA…KEMBALIKAN TANGAN SAYA…. 29 Januari 2011

Posted by jihadsabili in anak, keluarga.
trackback

Sebuah Renungan…PAPA…MAMA…KEMBALIKAN TANGAN SAYA….

Sekedar mengingatkan diri ini.Semoga bermanfaat buat kita semua “YA..Allah Engkau Maha Agung,Engkau Maha Tinggi lagi Maha Pengampun,Ampunilah diri ini jika ada kekurangan dalam usahaku ini.”

Khusus untuk Ibu-Bapak,Beristighfarlah banyak-banyak kalau tengah marah,Pukul Anak janganlah sampai mencacatkan.Sesal dulu pendapatan sesal kemudian tiada berguna!!.

Baru-baru ini Masjid di tempat saya telah mengadakan ceramah Umum.Antara kisah menarik yg telah di sampaikan oleh penceramah undangan tersebut ialah suatu kejadian yg telah berlaku di sebuah tempat,dimana tinggal suami isteri beserta seorang anak laki-laki baru berumur kurang lebih 3tahun yg nakal,juga seorang pembantu rumah.

Meskipun ini nyata,sadarilah bahwa ia hanyalah anak kecil.

Saat itu Suami Isteri sedang pergi bekerja dan seorang anaknya dirumah dengan pembantu.Ketika pembantu sedang sibuk dengan kerja harian mencuci dan memasak,anak itu bermain seorang diri di luar rumah.

Di takdirkan anak ini menemukan paku yg berkarat.Mencoret apa saja,dan dijadikannya mobil ayahnya bagai papan tulis.Suami isteri tersebut tidak membawa mobil tetapi hanya sepeda motor untuk penghematan.

Si anak dengan dengan kemampuannya,berkarya dengan berbagai goresan pada seluruh  body mobil ayahnya yg mengkilat itu.Habislah mobil tersebut dengan segala macam kreatifitas anak.

Kejadian ini tidak di sadari pembantu rumah.Sepulang ayah dari kantor ia terkejut setengah mati.Nasib baik,tak mati sebab lemah jantung,melihat mobil kesayangannya jadi sedemikian rupa.Hilang kesadaran langsung menyerang pembantu rumah yg bengong dan ketakutan sebab melihat muka tuannya yg merah seperti arang yg di bakar.

Siapa punya kerja ini,tanyanya dengan keras.Si anak yg ingin yg ingin bermanja dan tak mengerti dosa itu menjawab dengan jujur itu perbuatannya.Si ayah yg marah membara itu mengambil rotan dn memukul tangan si anak bertubi-tubi tanpa belas kasihan.Tak menghiraukan jerit tolong anak manja tersebut.

Setelah terasa puas barulah ia berhenti,tapi di sambung pula oleh si ibu yg geram dengan perangai anak tersebut,memukul dengan rotan di tempat yg sama sebagaimana suaminya tadi.Si ibu baru berhenti setelah melihat anak tersebut berhenti menangis karena jatuh pinsan.

Pembantu rumah hanya bengong melihat peristiwa tersebut di samping rasa terkejut dan rasa takut.

Ayah dan ibu anak tersebut dengan rasa benci dn marah membiarkan anaknya tidur dengan pembantunya,tanpa menghiraukan anaknya menangis selama tiga hari berturut-turut siang malam menanggung sakit.

Pembantu rumah tersebut karena sudah tidak tahan lagi melihat penderitaan si anak  yg menangis tidak henti-henti serta menanggung kesakitan yg teramat sangat lalu memohon kepada majikannya agar membawa anak tersebut ke dokter.

Karena sang ayah juga merasa terganggu maka dibawalah anak itu ke kelinik,yg langsung merekomendasi untuk di bawah ke dokter ahli.Setelah di periksa dengan sinar X,tidak ada jalan lain lagi melainkan amputasi.Memotong tangan anak tersebut agar tidak menjalar ke bagian atas sebab telah bengkak hampir ke paras siku dan bernanah di dalam di sebabkan tulang yg hampir hancur kena pukul.

Si ayah yg masih marah,begitu juga dengan si ibu menyetujui saja ketika dokter meminta menandatangani surat persetujuan,dengan sedikit rasa kesal di hati mereka tanpa banyak tanya.

Setelah anak tadi sadar dari pengaruh obat bius pembedahan ia terkejut melihat tangan berbalut putih macam perban.

Anak tersebut berkata kepada si ibu dan ayah.”Papa,mama,,saya janji tidak akan buat lagi perkara tersebut,tak akan menggores lagi mobil papa dan tidak akan nakal lagi” katanya berulang kali masih merasa takut akan di pukul lagi.

” TAPI PAPA,MAMA BERIKAN LAGI TANGAN SAYA,PASANGKAN LAGI TANGAN SAYA YG PAPA AMBIL ITU,SAYA BERJANJI TAK AKAN BUAT LAGI” katanya berulang kali sebagai tanda sesal.

Bagaikan gugur jantung si ibu,meraunglah ia setelah sadar dari khilaf yg telah ia lakukan.

Nasi telah menjadi bubur,…sesal kemudian tak ada gunanya…

###

 

Ya Akhi….Apa yg antum pikirkan setelah membaca tulisan ini…

Anak kecil yg tak tau apa-apa harus menanggung penderitaan seperti itu.

bayangkan jikalau ia adalah anak kita…..

Afwan Akhi…wa Anti..Jaga Hati..Jangan Marah..Jangan Marah…

dalam hal apapun…jangan marah.

Tak ada baiknya sama sekali.

***

Hitamnya mata hati ketika marah,tindakkanpun bagaikan orang buta.

“Ya…Allah terangilah hati-hati kami dengan cahaya hidayahMu

sebagaimana Engkau menerangi bumi ini dengan cahaya matahariMu”

 

Nasehat Ulama besarLuqman al-hakim ke pada anaknya “Wahai anakku,usahakanlah mulutmu tidak mengeluarkan kata-kata kotor,kesat dan kasar karena engkau akan lebih selamat apabila berdiam diri,kalaupun berbicara janganlah berkata yg bukan-bukan,melainkan yg memberi manfaat kepada orang lain”.

Imam al-Gazali juga berpesan supaya seseorang itu tidak memandang kecil,rendah atau hinah kepada siapapun,baik yg masih hidup ataupun yg sudah mati.”ini karena sikap demikian akan membinasakan kamu.Sebenarnya kamu tidak mengetahui mungkin orang itu lebih baik nasibnya dari pada kamu di kemudian hari”.

Allah subhaanahu wata’ala memerintahkan supaya orang mukmin bertaubat dari segala keburukan.Ini karena orang yg berakhlak mulia dan beriman tidak akan mengeluarkan kata-kata buruk.

Komentar»

1. rafaqo - 29 Januari 2011

Ya Allah…lunakanlah hati ini…agar selalu dapat sabar dalam mengatasi masalah…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: