jump to navigation

Kutitip surat ini,anakku! 29 Januari 2011

Posted by jihadsabili in anak, nasehat.
trackback

Kutitip surat ini,anakku!
Ananda yg kusayang,di bumi Allah Ta’ala…
Segala puji Ibu panjatkan ke hadirat Allah yg telah memudahkan Ibu untuk beribadah kepada-Nya.Shalawat serta salam Ibu sampaikan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alihi wasallam,keluarga dan para sahabatnya.Amin..
Wahai Anakku..
Surat ini datang dari ibumu yg selalu di rundung sengsara..Setelah berpikir panjang Ibu mencoba untuk menulis dan menggoreskan pena,sekalipun keraguan dan rasa malu menyelimuti diri.Setiap kali menulis,setiap itu pula goresan tulisan terhalangi oleh tangis,dan setiap kali menitikkan air mata setiap itu pula hati terluka.
Wahai anakku,..
Sepanjang masa yg telah engkau lewati,kulihat engkau telah menjadi laki-laki dewasa,laki-laki yg cerdas dan bijak! karenanya engkau pantas membaca tulisan ini,sekalipun nantinya engkau remas kertas ini lalu engkau merobeknya,sebagai mana sebelumnya engkau telah remas hatiku dan telah engkau robek pula perasaanku.
Wahai Anakku…
25 tahun telah berlalu,dan tahun-tahun itu merupakan tahun kebahagiaan dalam kehidupanku.Suatu ketika dokter datang menyampaikan tentang kehamilanku dan semua ibu,sangat mengetahui arti kalimat tersebut.Bercampur rasagembira dan bahagiadalam diri ini sebagaimana ia adalah awal mula dari perubahan fisik dan emosi.Semenjak kabar gembira tersebut aku membawamu 9 bulan,tidur,berdiri,makan dan bernafas dalam kesulitan.Akan tetapi itu semua tidak mengurangi cinta dan kasih sayangku kepadamu,bahkan ia tumbuh bersama berjalannya waktu.
Aku mengandungmu wahai anakku..!pada kondisi lemah di atas lemah,bersamaan dengan itu aku begitu gembira tatkala merasakan tendangan kakimu atau geliat badanmu dalam perutku.Aku merasa puas setiap aku menimbang diriku,karena semakin hari semakin bertambah berat perutku,berarti semakin engkau sehat wal afiat dalam rahimku.
Penderitaan berkepanjangan menderaku,sampailah saat itu..ketika fajar pada malam itu,yg aku tidak dapat tidur dan memejamkan mataku barang sekejappun.Aku merasakan sakit yg tidak tertahankan dan rasa takut yg tidak bisa di lukiskan.Sakit itu terusberlanjut sehingga membuatku tidak lagi dapat menangis.Sebanyak itu pula aku melihat kematian menari-nari di pelupuk mataku,hingga..tibahlah waktunya..engkau keluar kedunia,,engaku lahir..Tangisku bercampur dengan tangismu,air mata kebahagian senantiasa menetes dalam keharuan dan kebahagiaan.Dengan itu semua,sirna semua keletihan dan kesedihan,hilang semua sakit dan penderitaan,bahkan kasihku kepadamu semakin bertambah dengan bertambah kuatnya rasa sakit.Aku raih dirimu sebelum aku meraih minuman,aku peluk cium dirimu sebelum meneguk satu tetes air yg ada di kerongkonganku.
Wahai anakku…
Telah berlalu tahun dari usia mu.Aku membawamu dengan hatiku dan memandikanmu dengan dua tangan kasih sayangku.Saripati hidupku kuberikan kepadamu.Aku tidak tidur demi tidurmu,berletih demi kebahagiaanmu.
Harapanku pada setiap harinya;agar aku melihat senyummu.Kebahagiaanku setiap saat adalah celotehmu dalam meminta sesuatu,agar aku berbuat sesuatu untukmu..itulah kebahagiaanku!
Kemudian berlalulah waktu,hari berganti hari,bulan berganti bulan dan tahun berganti tahun.Selama itu pula aku setia menjadi pelayanmu yg tidak pernah lalai,menjadi dayangmu yg tidak pernah berhenti,dan menjadi pekerjamu yg tidak pernah mengenal lelah serta mendo’akan selalu kebaikan dan taufiq untukmu.Aku selalu memperhatikan dirimu hari demi hari hinggah engkau menjadi dewasa.Badanmu yg tegap.ototmu yg kekar,kumismu dan jambang tipis telah menghiasi wajahmu,telah menambah ketampananmu.Tatkala aku mulai melirik kekiri dan kekanan demi mencari pasangan hidupmu.
semakin dekat hari perkawinanmu,semakin dekat pula hari kepergianmu.Saat itu pula hatiku mulai terasa teriris-iris,air mataku mengalir,entah apa rasanya hati ini.Bahagia telah bercampur dengan duka,tangis telah bercampur pula dengan tawa.Bahagia karena engkau mendapatkan pasangan dan sedih karena engkau pelipur hatiku akan berpisah denganku.
Waktu pun berlalu seakan -akan aku menyeretnya dengan berat.Kiranya setelah perkawinan itu aku tidak lagi mengenal dirimu,senyummu yang selama ini pelipur duka dalam kesedihan ,sekarang telah sirna bagaikan matahari yg ditutupi oleh kegelapan malam,tawamu yg selama ini kujadikan buluh perindu,sekarang telah tenggelam seperti batu yg dijatuhkan kedalam kolam yg hening dan dalam,bersama dedaunan yg berguguran.Aku benar-benar tidak mengenalmu lagi karena engkau telah melupakanku dn melupakan hakku.
Terasa lama hari-hari yg kulewati hanya untuk ingin melihat rupamu,detik demi detik kuhitung demi mendengarkan suaramu.Akan tetapi penantian kurasakan sangat panjang.Aku selalu berdiri di pintu hanya untuk melihat dan menanti kedatanganmu.Setiap kali berderit pintu aku menyangka bahwa engkaulah orang yg datang itu.Setiap kali telepon berdering aku merasa bahwa engkaulah yg menelpon.Setiap suara kendaraan lewat aku merasa bahwa engkaulah yg datang.Akan tetapi,semua itu tidak ada.Penantianku sia-sia,dan harapanku hancur berkeping,yg ada hanya keputusasaan,yg tersisa hanyalah kesedihan dari semua keletihan yg selama ini kurasakan.Sambil menangisi diri dn nasib yg memang telah ditakdirkan oleh-Nya.
Anakku..Ibumu ini tidaklah meminta banyak,dan tidaklah menagih padamu yg bukan-bukan.Yang Ibu pinta,jadikan ibumu sebagai sahabat dalam kehidupanmu,Jadikanlahibumu yg malang ini sebagai pembantu dirumahmu,agar senantiasa dapat menatap wajahmu,agar ibu teringat pula dengan hari-hari bahagia masa kecilmu.Yang ibu tagih kepadamu,jadikanlah rumah ibumu,salah satu tempat persinggahanmu,agar engkau dapat pula sekali-kali singgah kesana sekalipun hanya satu detik,jangan jadikan ia sebagai tempat sampah yg tidak pernah engkau kunjungi,atau sekiranya terpaksa engkau datangi sambil engkau tutup hidungmu dan engkaupun berlalu pergi.
Anakku..telah bungkuk pula punggungku.Bergemetar tanganku,karena badanku telah dimakan oleh usia dan di gerogoti oleh penyakit..Berdiri seharusnya di papah,dudukpun seharusnya di bopong,sekalipun begitu cintaku kepadamu masih seperti dulu..Masih seperti lautan yang tidak pernah kering.Masih seperti angin yg tidak pernah berhenti.Sekiranya engkau dimuliakan satu hari saja oleh seseorang,niscaya engkau akan balas kebaikannya dengan kebaikan setimpal.Sedangkan kepada ibumu…Mana balas budimu Nak…?Mana balas baikmu..?!Bukankah air susu seharusnya di balas dengan air susu serupa..?.Akan tetapi kenapa nak? Susu yg ibu berikan engkau balas dengan tuba?! Bukankah Allah Ta’ala berfirman ”Bukankah balasan kebaikan kecualindengan kebaikan pula?”(QS.ar-Rahman;60).Sampai begitu keraskah hatimu,dan sudah begitu jauhkah dirimu setelah berlalunya hari dan berselangnya waktu?.
Wahai anakku..setiap kali aku mendengar bahwa engkau bahagia dengan hidupmu,setiap itu pula bertambah kebahagiaanku.Bagaimana tidak,engkau adalah buah dari kedua tanganku,engkau hasil dari keletihanku,engkaulah laba dari semua hasil usahaku! Kiranya dosa apa yg telah aku perbuat sehingga engkau jadikan aku musuh bebuyutanmu? Pernahkah aku berbuat khilaf dalam salah satu waktu selama bergaul dengan mu,atau pernahkah aku berbuat lalai dalam melayanimu?.Lalu jika tidak demikian,sulitkah bagimu menjadikan setatusku sebagai budakdan pembantu yg paling hinah dari sekian banyak pembantu dan budakmu.Mereka semua telah mendapatkan upahnya,lalu mana upah yg layak untukku,wahai anakku..?Dapatkah engkau berikan sedikit perlindungan kepadaku di bawah naungan kebesaranmu?Dapatkah engkau menganugerahkan sedikit kasih sayangmu demi mengobati derita orang tua yg malang ini?Sedangkan Allah Ta’ala mencintai orang yg berbuat baik.
Wahai anakku,!Aku hanya ingin melihat wajahmu,dan aku tidak ingin menginginkan yg lain.
Wahai anakku…!hatiku teriris,air mataku mengalir,sedangkan engkau sehat wal afiat.Orang sering mengatakan bahwa engkau seorang laki-laki yg supel,dermawan dan berbudi.Anakku…tidak tersentuhkah hatimu terhadap seorang tua yg lemah,tidak terenyuhkah jiwamu melihat orang tua yg telah renta ini,ia binasa dimakan rindu,berselimutkan kesedihan dan berpakaikan kedukaan?,Bukan karena apa-apa,akan tetapi hanya karena engkau telah berhasil mengeluarkan air matanya..Hanya karena engkau telah membalasnya dengan luka di hatinya,,Hanya karena engkau telah pandai menikam dirinya dengan belati durhakamu tepat menghujam jantungnya.Hanya karena engkau telah berhasil pula memutuskan tali silaturrahim!.
Wahai anakku..Ibumu inilah sebenarnya pintu surga bagimu.Maka titilah jembatan itu menujunya,lewatilah jalannya dengan senyuman yg manis,pemaaf dan balas budi yg baik.Semoga aku bertemu denganmu di sana dengan kasih sayang Allah Ta’ala,sebagaimana Rasulullah telah bersabda;”Orang tua adalah pintu Surga yg ditengah,sekiranya engkau mau,sia-siakanlah pintu itu atau jagalah!”HR.Ahmad.
Anakku,aku sangat mengenalmu,tahu sifat dan akhlakmu,.Semenjak engkau beranjak dewasa sejakn itu pula tamak dan labamu kepada pahala dan surga begitu tinggi.Engkau selalu bercerita tentang keutamaan berjama’ah dan shaf pertama .Engkau selalu berniat untuk berinfak dan bersedekah.
Akan tetapi anakku..mungkin ada satu hadits yg terlupakan olehmu..satu keutamaan besar terlalaikan oleh mu..,Yaitu bahwa Nabi yg Mulia Shallallahu’alihi wasallam bersabda ”Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu ia berkata;’aku bertanya pada Rasulullah Shallallahu’alihi wasallam,’wahai Rasulullah,,amal apa yg paling mulia..?’Beliau berkata’Shalat pada waktunya’ aku berkata ‘kemudian apa wahai Rasulullah?.Beliau berkata ;’berbakti pada orang tua ‘aku berkata ‘Kemudian apa wahai Rasulullah?.Beliau menjawab ‘jihad di jalan Allah’.Lalu Beliau diam .Sekiranya aku bertanya lagi,niscaya Beliau akan menjawabnya.”HR>Bukhari,Muslim,dan Ahmad.
Wahai anakku..ini aku..pahalamu.tanpa engkau perlu bersusah payah untuk memerdekakan budak atau untuk berletih dalam berinfak.
Pernahkah engkau mendengar cerita seorang ayah yg telah meninggalkan keluarga dan anak-anaknya dan berangkat jauh dari negerinya untuk mencari tambang emas..?.Setelah 30 tahun dalam perantauan,kiranya yg ia bawa pulang hanya tangan hampah,dan kegagalan.Dia telah gagal dalam usahanya.Setibanya di rumah,orang tersebut tidak lagi melihat gubuk reotnya,tetapi yg di lihatnya sebuah perusahaan tambang emas yg besar.Berletih mencari emas di negeri orang kiranya,di sebelah gubuk reotnya orang mendirikan tambang emas.Begitulah perumpamaanmu dengan kebaikan.Engkau berletih mencari pahala,engkau telah beramal banyak,tapi engkau telah lupa bahwa di dekatmu ada pahala yg maha besar.Disampingmu ada orang yg dapat menghalangi atau mempercepat amalmu.Bukankah Ridhoku adalah keridhoan Allah,dan murkaku adalah kemurkaannya jua..?.
Anakku yg aku cemaskan terhadapmu,yg aku takutkan bahwa jangan-jangan engkaulah yg di maksudkan Nabi shallallahu’alihi wasallam dalam sabdanya ”Merugilah seseorang,merugilah seseorang,(di katakan pada Rasulullah) siapa dia wahai Rasulullah?,Beliau menjawab;’orang yg mendapatkan kedua ayah ibunya ketika tua,dan tidak memasukkannya ke surga.”HR.Muslim.
Anakku..Aku tidak angkat keluhan ini kelangit dan aku tidak adukan duka ini kepada Allah,karena sekiranya keluhan ini telah membumbung menembus awan,melewati pintu-pintu langit,maka akan menimpamu kebinasaan dan kesengsaraan yg tidak ada obatnya dan tidak ada tabib yg dapat menyembuhkannya,.Aku tidak akan melakukannya nak…Bagaimana aku melakukannya sedangkan engkau adalah jantung hatiku.. Bagaimana ibumu ini kuat menengadakan tangannya kelangit sedangkan engkau pelipur laraku,.Bagaimana ibu tega melihatmu merana terkena do’a mustajab,padahal engkau bagiku adalah kebahagiaan hidupku.
Bangunlah nak,uban sudah mulai merambat di kepalamu,akan berlalu masa sehingga engkau akan menjadi tua,dan al-jaza’ min jinsil ‘amal.Engkau akan memetik sesuai dengan apa yg engkau tanam.Aku tidak ingin engkau nantinya menulis surat yg sama kepada anak-anakmu,engkau tulis dengan air matamu sebagaimana aku menulismu dengan air mata itu pula kepadamu.
Wahai anakku,,Bertaqwalah kepada Allah,pada ibumu,peganglah kakinya sesungguhnya Surga di kakainya,Basuhlah air matanya,balurlah kesedihannya,kencangkan tulang ringkihnya,dan kokohkan badannya yg telah lapuk.
Anakku…Setelah engkau membaca surat ini,terserah kepadamu! Apakah engkau sadar dan akan kembali atau engkau ingin merobeknya.

Wassalam,

Ibumu

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: