jump to navigation

Apakah Doa Sebelum Hubungan Intim Dapat Melindungi Anak yang Lahir dari Dosa Besar? 16 Januari 2011

Posted by jihadsabili in anak, munakahat.
trackback

<!–| –>

Apakah Doa Sebelum Hubungan Intim Dapat Melindungi Anak yang Lahir dari Dosa Besar?

Pertanyaan:

Orang yang membaca doa sebelum ber-jima’, kemudian dikaruniai anak, apakah doanya bisa melindungi anaknya dari perbuatan dosa besar?

Jawaban:

Terdapat satu hadis yang shahih, bahwa jika seseorang ketika hendak melakukan hubungan intim dia berdoa:

بِاسْمِ اللَّهِ اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا

Dengan nama Allah, Ya Allah, jauhkanlah kami dari setan dan jauhkanlah rizki yang Engkau berikan kepada kami (anak) dari setan

Kemudian dia dikaruniai seorang anak, maka setan tidak akan memberikan madharat kepadanya selamanya.” (HR. al-Bukhari dan Muslim).

Ulama berselisih pendapat tentang makna sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Setan tidak akan memberikan madharat kepadanya selamanya.” Ada beberapa pendapat dalam hal ini:

Pertama, maknanya adalah bahwa setan tidak mampu menguasai anak ini, karena keberkahan bacaan basmalah. Sehingga mereka termasuk di antara hamba Allah, yang Allah sebut dalam Al-Quran, dimana setan tidak memiliki kekuatan untuk mengalahkan mereka. Allah berfirman tentang mereka yang artinya, “Sesungguhnya, hamba-hamba-Ku tidak ada kekuasaan bagimu terhadap mereka, kecuali orang-orang yang mengikut kamu, yaitu orang-orang yang sesat.” (QS. al-Hijr: 42).

Kedua, setan tidak mampu memberikan madharat pada tubuh anak ini.

Ketiga, doa ini adalah sebab dia mendapatkan perlindungan dari perbuatan syirik dan kekafiran.

Keempat, si anak dijauhkan dari dosa besar.

Kelima, setan tidak bisa ikut bergabung bersama sang suami untuk menyetubuhi istrinya. Sebagaimana riwayat dari Mujahid, beliau mengatakan, “Sesungguhnya, orang yang ber-jima’ dan dia tidak membaca basmalah (doa sebelum jima’), maka setan membelit kemaluan orang ini dan ber-jima’ bersamanya.” Ibnu Hajar mengatakan, “Barangkali, inilah pendapat yang paling mendekati.”

(Fatwa al-Islam: Tanya-Jawab, no. 21734)

Diterjemahkan oleh Ustadz Ammi Nur Baits
Artikel http://www.KonsultasiSyariah.com

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: