jump to navigation

Cinta adalah ‘Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un {nah lho??} 12 Januari 2011

Posted by jihadsabili in cinta.
trackback

Cinta adalah ‘Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un {nah lho??}

Kalimat ini kudapat pertama kali saat bertanya kepada istriku yang saat kutanya belum menjadi istriku.

 

Cinta adalah ‘Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.

 

Sungguh bagi sebagian orang , ini adalah kalimat yang mungkin aneh dan baru terdengar agak ganjil.

 

Tapi, bagiku keanehan yang ada bukan pada makna yang sungguh dalam dari kalimat itu, tapi yang menjadi pertanyaanku adalah mengapa istriku saat itu memilih jawaban itu ?

 

Aku berusaha mengingat-ingat Al Baqarah ayat 156.

 

Al-Baqarah (2)  No. Ayat : : 156

 

الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُواْ إِنَّا لِلّهِ وَإِنَّـا إِلَيْهِ رَاجِعونَ

 

Artinya : “(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”

 

Aku pun lantas teringat oleh kisah “Khansa ‘an Nakha’iyah” yang mendapatkan kabar bahwa keempat putranya gugur di jalan Allah dalam perang di al-Qadisiyyah. Saat itu langsung yang dilakukan nya adalah memuji Allah dan bersyukur kepada Allah atas baiknya rangkaian takdir yang diciptakan Allah atas pilihannya yang terbaik dan diberlakukannya Qadha. Semua diyakini atas dorongan keimanan dan ketaatan kepada Illahi Sang Pencipta, Allah Subhana wata’ala.

Apakah ia murka? tidak… karena ia tahu jika ia murka maka ia akan mendapat kerugian dunia akhirat.

 

Jika anda dikejutkan oleh kabar bahwa rumah anda terbakar, anak anda meninggal, atau harta anda habis ikut terbakar , apa yang kira-kira anda lakukan ?

 

Maka dari sinilah Allah menyuruh kita untuk menyerahkan segala urusan kepada Allah, terimalah qadar Allah, sadarilah kenyataan yang ada,  dan carilah pahala atas perisitiwa itu. Sebab hanya itu yang ada di hadapanmu, tidak ada pilihan lain.  Ya, memang ada pilihan lain, tapi hina sekali dan agama peringatkan kita untuk menghindarinya.

 

Pilihan itu adalah menyesali apa yang terjadi dan menggerutu , marah sejadi-jadinya. Tapi apa yang didapat dari seperti itu ? yang didapat hanyalah kemarahan dari Allah, kebencian dari sesama manusia, pahala sabar hilang, dosa semakin banyak. Lebih dari itu, bencana itu tidak akan pergi, derita tidak akan hilang, dan takdir anda yang sudah tidak seperti akan pernah bisa dibalik atau diubah.

 

Sesungguhnya “balsem” untuk menawarkan musibah dan obat untuk mengurangi tekanan hidup adalah ungkapan tulus kita kepada Allah :  “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”

 

 

Artinya : kita semua adalah milik Allah, makhlukNya dan berada dalam kekuasaanNya, maka kita akan kembali kepada Allah juga akhirnya.

 

Lalu apa hubungannya dengan cinta ?

 

Mari, akan kukutip jawaban dari istriku, saat kutanya mengapa engkau memilih jawaban itu ?

 

Istriku menjawab :

 

Cinta bagiku bisa menjadi 2 hal, bisa menjadi kekuatan dan bisa menjadi ujian.

Kekuatan yang berasal dari Allah adalah kekuatan tertinggi. Dan itu hanya bisa didapat jika kita selalu bersandar kepada Allah dan kuasaNya, diatas segala-galanya.

Bagiku , sebuah rumahtangga adalah ujian. Maka aku tidak bisa menjalaninya dengan baik, jika aku tidak melandaskan semuanya kepada Allah. Aku , dan kau berasal dari Allah. Semua berasal dari Allah, termasuk cinta.

Berat, susah payah, penderitaan, tangisan, bahkan semuanya duka menurutku adalah ujian cinta dari Allah. Apakah dengan adanya kesusahan itu akan mengubah cintaku kepada Allah ? Membuatku tetap bersyukur dan beribadah atau malah menjadikanku lalai kepadaNya ?

Maka , yang kumau, rumah tangga bersamamu adalah karena Cinta Allah kepada kita.

 

Tanpa terasa air mata ku meleleh…

 

Ya Allah, aku juga ingin cinta Allah menjadi landasan hati, hidup dan rumahtanggaku.

 

 

Semua berasal dari Allah dan akan kembali kepada Allah….

http://www.facebook.com/pages/Kembang-Anggrek/197674079227 

Komentar»

1. rafaqo - 12 Januari 2011

subhanallah…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: