jump to navigation

Hukum Sprei dan Bed Cover yang Bergambar Makhluk Bernyawa 5 Januari 2011

Posted by jihadsabili in adaB, nasehat.
trackback

Hukum Sprei dan Bed Cover yang Bergambar Makhluk Bernyawa

//

-Syaikh Abdul Aziz bin Bazz-
Pertanyaan

Apakah seprei dan selimut/bed cover yang bergambar makhluk bernyawa merupakan sesuatu yang muhaanah? [Muhaanah adalah sebuah istilah, yang artinya terhina, yang dimaksud terhina adalah benda tersebut digunakan secara terhina, yakni digunakan untuk bersandar atau diinjak-injak seperti keset alas kaki, atau benda yang diletakkan di bawah, bukan untuk pajangan yang digantung-gantung di dinding-dinding rumah.] Dan apakah keberadaan benda-benda tersebut di kamar tidur berdosa?

Jawaban

Seprei, bantal, selimut/bed cover, dan sejenisnya yang bergambar makhluk bernyawa yang muhaanah dan tidak memudharatkan hukumnya boleh sebagaimana hadits Aisyah –rodhiallohu ‘anha- bahwa Rasulullah –Shallallohu ‘alaihi wasallam- tatkala melihat tirai yang bergambar makhluk bernyawa maka beliau merobeknya dan mengingkarinya. Aisyah –rodhiallohu ‘anha- pun berkata: “maka kami menjadikan dari tirai tersebut dua sarung bantal, tempat bersandar Nabi –‘alaihissholaatu wassalaam-.”

Di dalam Sunan An-Nasa’i dan lainnya disebutkan bahwa Jibril dan Nabi – Shallallohu ‘alaihi wasallam- berjanji untuk bertemu lantas Jibril pun datang terlambat. Ketika Jibril datang menemui Nabi -Shallallohu ‘alaihi wasallam-, Nabi -Shallallohu ‘alaihi wasallam- pun bertanya kepadanya. Lalu Jibril pun menjawab : “Sesungguhnya di dalam rumah terdapat tirai yang didalamnya terdapat gambar-gambar makhluk bernyawa, juga patung, dan anjing.” Maka Nabi -Shallallohu ‘alaihi wasallam- menyuruh untuk memotong kepala patung tersebut, dan menyuruh untuk menjadikan tirai tersebut dua sarung bantal yang muhaanah, dan juga mengusir anjing. Adapun anjing ini menerobos masuk ke dalam rumah yang dimasukkan oleh Hasan atau Husein yang sedang bermain (cucu Nabi -Shallallohu ‘alaihi wasallam-).

Maka perbuatan Nabi -Shallallohu ‘alaihi wasallam- ini menunjukkan bahwa apabila terdapat gambar makhluk bernyawa di tikar atau ambal atau bantal atau kursi yang muhaanah maka tidak berdosa atas ini. Adapun apabila benda-benda tersebut digantung/dipajang di dinding rumah atau di pintu sebagaimana tirai rumah yang bergambar yang tersebut di atas maka ini sebuah kemungkaran dan tidak diperbolehkan.

– shalihah.com –

Sumber www.ibnbaz.org.sa diterjemahkan oleh Ummu Hudzaifah

Tulisan asli:

حكم الصور التي في المفارش والبطانيات المفارش والبطانيات التي فيها صور ذوات الأرواح، هل تعتبر من الأشياء المهانة، وهل في بقائها في غرف النوم حرج؟
المفارش والوسائد واللحف ونحوها مما يمتهن لا يضر وجود الصورة فيها، وقد ثبت عن عائشة – رضي الله عنها – أن النبي – صلى الله عليه وسلم – لما رأى في ستر عندها صورة هتك ذلك وأنكره، قالت: (فاتخذنا منه وسادتين يتكئ عليهما النبي عليه الصلاة والسلام) وفي سنن النسائي وغيره أن النبي – صلى الله عليه وسلم – واعد جبرائيل فتأخر عن وعده فلما جاءه سأله النبي – صلى الله عليه وسلم – فقال: (إن في البيت ستراً فيه تصاوير وتمثالاً وكلباً، فمر بالتمثال أن يقطع، وبالستر أن يجعل منه وسادتان منتبذتان توطأان، ومر بالكلب أن يخرج) ففعل النبي – صلى الله عليه وسلم – فأمر بقطع رأس التمثال وجعل الستر وسادتين وأمر بالكلب أن يخرج، وكان الكلب جرواً تحت ؟؟؟ أدخله الحسن أو الحسين. فالمقصود أن هذا يدل على أن جعل الستر وسادة كافي مما يمتهن فإذا كانت الصورة في بساط أو في وسادة أو في كرسي يمتهن فلا حرج في ذلك. أما إذا كانت تعلق على الجدران أو على الأبواب فهذا منكر لا يجوز.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: