jump to navigation

Awas Tertular Kanker Serviks di Kloset Duduk 5 Januari 2011

Posted by jihadsabili in kesehatan, muslimah.
trackback

Awas Tertular Kanker Serviks di Kloset Duduk

 

Kanker mulut rahim (serviks) menjadi momok bagi kaum wanita. Di Indonesia, kanker yang disebabkan Human Papilloma Virus (HPV) itu merenggut sedikitnya satu nyawa wanita setiap satu jam.

Dr Laila Nuranna SpOG(K), Kepala Divisi Onkologi Ginekologi Obstetri Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, mengatakan, penularan virus HPV biasanya terjadi lewar hubungan seksual.

Namun, kontak antarkulit di bagian genital juga bisa memicu penularan virus. Misalnya, saling bertukar pakaian dalam atau penggunaan kloset umum. Pada wanita hamil, penularan juga berisiko tinggi terjadi kepada anak yang dikandungnya.

Jumlah prevalensi wanita pengidap kanker serviks di Indonesia terbilang cukup besar. Setiap hari, ditemukan 40-45 kasus baru dengan jumlah kematian mencapai 20-25 orang. Sementara jumlah wanita yang berisiko mengidapnya mencapai 48 juta orang.

Dokter Laila mengatakan, sebagian besar kasus kanker serviks yang terdeteksi di rumah sakit sudah stadium lanjut sehingga sulit diobati. “Jika kanker ditemukan lebih dini, penanganannya akan lebih mudah dan tingkat harapan hidup lebih besar,” katanya saat Diskusi Kampanye dan Upaya Penanganan Kanker Serviks di Hotel Lumire Jakarta, Senin 12 April 2010.

Jenis virus HPV tipe risiko tinggi yang mendalangi kanker serviks misalnya virus tipe 16 18, 31 dan 33.
Pencegahan HPV dan kanker serviks perlu dilakukan secara lebih luas dalam hal pemeriksaan dan deteksi dini melalui VIA atau papsmear. Cakupan vaksinasi juga harus diperluas. Idealnya vaksin diberikan pada anak perempuan dan laki-laki usia 10 tahun.

Namun, vaksin masih bermanfaat diberikan hingga umur 55 tahun. “Usia yang telah masuk masa aktif seksual harus dideteksi lebih dulu keberadaan virus tersebut dalam tubuh,” ujarnya.
Jangka waktu pemberian vaksin pertama dan kedua bisa dilakukan dalam rentang waktu enam bulan. Dan rentang vaksinasi ketiga selama satu tahun.

Perluasan jangkauan vaksinasi dan edukasi mengenai kampanye kanker serviks dan penanganannya dalam beberapa tahun ke depan diharapkan mampu mengurangi penderita. “Paling tidak, pengetahuan tentang deteksi dini kanker serviks lebih baik sehingga penanganannya lebih cepat,” kata Laila.

dikutip dari vivanews.com

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: