jump to navigation

LARANGAN MENGAJARKAN ILMU TAPI IDAK MENGAMALKANNYA ( RENUNGAN UNTUKKU DAN KITA SEMUA) 4 Januari 2011

Posted by jihadsabili in nasehat.
trackback

LARANGAN MENGAJARKAN ILMU TAPI IDAK MENGAMALKANNYA ( RENUNGAN UNTUKKU DAN KITA SEMUA)

بسم الله الرحمن الرحيم

 

oleh Untuk Muslimah pada pada 03hb Januari 2011 pukul 12.32 pagi

 

 

BISMILLAHIRROHMANIRROHIIM

 

Larangan Mengajarkan Ilmu tapi Tidak Mengamalkannya

1. DALIL AL QUR’AN

ALLOH SUBHANHU WATA’ALA BERFIRMAN:

”Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedang kamu melupakan diri (kewajiban)mu sendiri, padahal kamu membaca Alkitab (taurat)??,  Maka tidakkah kamu berfikir??”

Q.S AL BAQOROH :44)

 

Dalam ayat lain ketika berbicara tentang kisah Syu’aib “alaihi wa sallam, ALLOH subhanahu wata’ala, berfirman:

 

”Syuaib berkata: ‘hai kaumku, bagaimana fikiranmu jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Tuhanku dan di anugerahi-Nya aku daripada-Nya rezeki yang baik, (patutkah aku menyalahi perintah-NYA)??. Dan aku tidak berkehendak menyalahi kamu (dengan mengerjakan)apa yang aku larang. Aku tidak bermaksud kecuali (mendatangkan) perbaikan selama aku masih berkesanggupan.Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) ALLOH. Hanya kepada ALLOH aku bertawakal dan hanya kepda-NYA-lah aku kembali”

(Q.s HUUD: 88)

 

 

Dan firman Allah Ta’ala ;

”Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat??, Amat besar kebencian di sisi ALLOH bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan” (Q.S. Ash Shaf : 2-3)

 

2. DALIL AS SUNNAH

Di riwayatkan dari Usamah bin Zaid rodhiyalloohu ‘anhu, ia berkata, saya mendengar RAsululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda: ”pada hari kiamat nanti akan di bawa seorang lelaki lalu di leparkan ke dalam api neraka. MAKA terburailah ususnya dalam api neraka, lalu ia berputar-putar seperti seekor keledai berputar-putar mengelilingi batu penggilingan, maka penduduk neraka BERKUMPUL MENDEKATINYA dan berkata: ” Hai Fulan, mengapa kamu seperti ini??. Bukannkan dahulu kamu menyuruh kami kepada perkara ma’ruf dan melarang kami dari perkara munkar?”. Maka lelaki itu berkata: ‘Dahulu aku menyuruh kamu kepada perkara ma’ruf namun aku sendiri tidak melakukannya dan melarang kamu dari perkara munkar namun aku sendiri melakukannya.”

[HR Al Bukhari dan Muslim]

 

 

Diriwayatkan dari Abu Barzah al Aslami radhiyallaahu ‘anhu, ia berkata,

 

Rasululloh shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda: ” Tidak beranjak kedua tapak kai seorang hamba pada hari kiamat hingga ia di tanyai tentang umurnya untuk apa ia habiskan??, Tentang ilmunya apakah ia amalkan??, tentang hartanya dari mana ia peroleh dan kemana ia belanjakan??, dan tentang tubuhnya utk apa ia gunakan??”

[Hasan lighairihi. Diriwayatkan oleh at Tirmidzi, ad Darimi, al

Khatib al Baghdadi dari jalur Sa’id bin ‘Abdillah bin Juraij, dari Abu Barzah]

 

Diriwayatkan dari Anas bin Malik rodhiyallohu “anhu, ia berkata: Rasululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam, beliu bersabada: ”pada malam isra’, Aku melihat beberapa orang lelaki yang di gunting mulut mereka dengan gunting dari neraka. Aku bertanya: ‘Siapakah mereka wahai Jibril?’, Jibril berkata:’ Mereka adalah para khotib dari umatmua, mereka menyuruh manusia kepada kebaikan namun mereka melupakan diri sendiri, sedangkan mereka membaca al-Kitab, Apakah mereka tidak menyadarinya?”

[Shahih, diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Ibnu Hibban, Ibnu Abi Syaibah, abu nu’aim dan lainnya dari beberapa jalur dari anas, Saya katakan: ”secara keseluruhan hadits ini shohih”]

 

3. FAWAID / KANDUNGAN BAB

BArang siapa tidak mengamalkan ilmunya atau perkataannya bertolak belakang dengan perbuatannya, maka ia pantas mendapat adzab yang sangat pedih, buruk dan keji, ALLOH membongkar aib dirinya dihadapan manusia di dalam MERAKA JAHANAM, di mana ususnya terburai, LALU ORANG YANG SOK ALIM DAN BANYAK BICARA INI berputar-putar mengelilinginya seperti seekor keledai, Sementara orang-orang menyaksikannya dan keheranan melihat keadaaanya. Lalu ALLOH ta’ala membuatnya berbicara tentang akibat dosanya sebagai celaan pedas dari ALLOH atas dirinya dan celaan atas orang lain yang sama seperti dirinya.

 

Kita memohon kepada Allah keselamatan dari kerugian dan penyesalan di hari kiamat.

 

ENSIKLOPEDIA LARANGAN jilid 1 – Pustaka Imam Asy Syafi’i

Mausuu’ah al-Manaahiyyiys Syar’iyyah fii Shahiihis Sunnah an-Nabawiyah

 

Syaikh Salim bin ‘Ied al-Hilali

Daar Ibnu ‘Affan Th. 1419 H

 



Catatan kecil:

yanah, sebelum kamu suruh orang untuk bertaqwa pada ALLOH, TANYA KAN PADA DIRI sudahkah kamu bertaqwa padaNYA??

 

sebelum menyuruh orang untuk tidak ikhtilat, berhati2 bergaul dengan ajnabi, sudahkah kamu melakukan itu??

sebelum menyuruh orang berhijab yang di syari’atkan, sudahkah kamu berhijab sempurna??

 

intinya, amalkan pada diri dulu, baru pada orang lain, jangan tergesa2 dalam menuntut ilmu , sabar dan perlahan tapi pasti dan rutin..



Komentar»

1. Irhab - 4 Januari 2011

http://lintastanzhim.wordpress.com/ dapatkan Al Akhbar terkini dan ilmu salafus shaleh didalamnya


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: