jump to navigation

Apakah kalian mengira akan masuk surga, sedangkan belum datang ujian kepada kalian ? 29 Desember 2010

Posted by jihadsabili in akherat, nasehat.
trackback

Apakah kalian mengira akan masuk surga, sedangkan belum datang ujian kepada kalian ?

Alloh Subhanahu wa Ta’ala berkata :

 

الم ﴿١﴾ أَحَسِبَ النَّاسُ أَن يُتْرَكُوا أَن يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ

 

” Alif Laam Miiim, apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan begitu saja mengatakan : “kami telah beriman sedangkan mereka tidak diuji ?

 

وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ ۖ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ

 

“dan sungguh Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Alloh mengetahui orang-orang yang jujur dan sungguh Dia mengetahui orang-orang yang dusta”.

 

أَمْ حَسِبَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ السَّيِّئَاتِ أَن يَسْبِقُونَا ۚ سَاءَ مَا يَحْكُمُونَ

 

“ataukah orang-orang yang melakukan kejelekan itu mengira bahwa mereka akan luput (dari siksa) Kami ? amat buruklah apa yang mereka tetapkan”.

 

مَن كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ اللَّهِ فَإِنَّ أَجَلَ اللَّهِ لَآتٍ ۚ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

 

“barangsiapa yang mengharapkan perjumpaan dengan Alloh, maka sesungguhnya waktu yang dijanjikan Alloh pasti datang, dan Dialah Dzat yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”

 

وَمَن جَاهَدَ فَإِنَّمَا يُجَاهِدُ لِنَفْسِهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ لَغَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ

 

“dan barangsiapa yang besungguh-sungguh maka hanyasannya kesungguhannya untuk dirinya sendiri, sesungguh Alloh benar-benar Maha Kaya dari semesta alam”.

 

وَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَنُكَفِّرَنَّ عَنْهُمْ سَيِّئَاتِهِمْ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَحْسَنَ الَّذِي كَانُوا يَعْمَلُونَ

 

“dan orang-orang yang beriman dan beramal sholih, benar-benar Kami akan hapuskan kejelekan-kejelekan atas mereka dan benar-benar Kami akan balas mereka dengan sebaik-baik balasan dari apa yang telah mereka kerjakan”.

 

(QS. Al Ankabut : 1-7).

 

Jika ada seorang Rosul diutus kepada manusia, maka sikap manusia diantara dua keadaan, yaitu akan mengatakan “kami beriman” atau tidak mengatakan beriman dan mereka terus menerus melakukan perbuatan dosa.

 

Orang yang mengatakan “kami beriman” senantiasa akan diuji, ditimpakan cobaan dan diberikan pelajaran oleh Alloh Ta’ala untuk membedakan mereka antara yang benar-benar jujur keimanannya dan  yang berdusta.

 

Sedangkan mereka yang tidak mengatakan beriman maka mereka akan ditimpakan siksaan sebagaimana kaum-kaum yang terdahulu.

 

Dengan demikian, baik beriman maupun tidak beriman, keduanya  akan merasakan kepedihan, akan tetapi hamba yang mukmin hanya merasakan penderitaan di dunia saja dan akhirnya akan merasakan kebahagian yang sebenarnya, sedangkan orang-orang yang tidak beriman pada awalnya merasakan kenikmatan, akan tetapi kemudian keadaannya akan berubah menjadi kepedihan yang berkepanjangan.

 

Seorang bertanya kepada Imam Syafi’i rohimahulloh : “wahai Abu Abdillah, mana yang lebih baik, orang yang tentram ataukah orang yang diuji ? beliau menjawab : “seseorang tidak akan merasa tentram sampai ia diuji, karena Alloh Ta’ala telah menimpakan cobaan kepada Nabi Nuh, Ibrohim, Isa dan Muhammad Sholawatulloh wa Salamuhu alaihim ajma’in, dan ketika mereka bersabar, Alloh Ta’ala menetramkan mereka, karena itu jangan sampai ada orang yang menyangka bahwa ia akan dapat terlepas dari ujian sama sekali”.(Al Fawa’id, hal.208)

 

Orang yang memiliki akal akan mengetahuinya karena hal ini pasti akan terjadi pada setiap individu, sebab ia hidup bersama dengan orang lain, sementara orang lain memiliki keinginan dan pemikiran yang ingin disetujui, apabila tidak sesuai dengan keinginan mereka tentu akan menimpa sesuatu yang tidak ia senangi. Barangsiapa yang merenungi keadaan dirinya dan orang lain, maka ia akan mendapatkan pelajaran yang berharga.

 

Apabila hamba diberi petunjuk oleh Alloh Ta’ala, maka ia akan bersabar atas tekanan, ia tidak akan terjatuh pada apa yang diharomkan oleh Alloh Ta’ala, sampai suatu saat nanti hamba itu akan mendapatkan kebahagian baik di dunia maupun di akhirat, sebagaimana yang menimpa kepada para Nabi dan orang-orang yang mengikuti mereka, disiksa dan dimusuhi.

 

Seorang hamba hendaknya menyakini bahwa cobaan yang menimpa dirinya adalah ujian dari Alloh Ta’ala sebab tidak ada satupun manusia yang menetapkan keimanan bisa terlepas dari ujian, oleh karena itu ia akan senantiasa ingat kepada Alloh Ta’ala bahwa ia sedang dalam keadaan diuji.

 

Alloh Subhanahu wa Ta’ala berkata :

 

أَمْ حَسِبْتُمْ أَن تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُم مَّثَلُ الَّذِينَ خَلَوْا مِن قَبْلِكُم ۖ مَّسَّتْهُمُ الْبَأْسَاءُ وَالضَّرَّاءُ وَزُلْزِلُوا حَتَّىٰ يَقُولَ الرَّسُولُ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ مَتَىٰ نَصْرُ اللَّهِ ۗ أَلَا إِنَّ نَصْرَ اللَّهِ قَرِيبٌ

 

“apakah kalian mengira, bahwa kalian akan masuk surga, padahal belum datang kepada kalian semisal yang menimpa dari orang-orang sebelum kalian ? mereka ditimpa malapetakan dan kesengsaraan serta kegoncangan sehingga berkatalah Rosul dan orang-orang yang beriman yang bersamanya : “kapankah datang pertolongan Alloh ?” ketahuilah sesungguhnya pertolongan Alloh itu sangat dekat”.(QS. Al Baqoroh : 214).

 

Jiwa manusia tidak akan suci, kecuali setelah dicuci dengan ujian dan cobaan, akan tetapi jiwa yang tidak berilmu merupakan sumber semua keburukan pada diri manusia, bagaikan bulu dan air dalam satu periuk yang mendidih.

 

Itulah ibarat seseorang yang tidak memiliki keyakinan, sedangkan seseorang yang memiliki keyakinan dilandasi dengan ilmu dan amal, maka ia akan bersikap teguh, ada orang yang memiliki pengetahuan yang cukup, akan tetapi jiwanya tidak bersabar ketika ditimpa musibah.

 

Apabila engkau melihat orang yang berilmu tetapi tidak memiliki kesabaran, maka engkau akan menjumpainya dan apabila engkau melihat orang yang ingin bersabar tetapi tidak memiliki mata hati maka engkau juga akan menemuinya dan apabila engkau melihat orang yang berilmu, bersabar dan memiliki mata hati, maka itulah yang paling baik.

 

wallohu a’lam bish showab

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: