jump to navigation

Tepuk Anak (Sholih ),eh salah! 28 Desember 2010

Posted by jihadsabili in adaB, anak.
trackback

Tepuk Anak (Sholih ),eh salah!

Kalau dulu kita cuma kenal tepuk Pramuka, sekarang tepuk tangan makin “variatif” . Lebih khusus lagi bagi anak-anak Taman Kanak-Kanak (TK/RA) , misal tepuk wudhu, tepuk malaikat, bahkan ada tepuk anak sholih?!, apa bukan tepuk anak salah ( penulis-Sukpandiat Idris). Ghuluw (berlebihan)

 

Ketahuilah tepuk tangan itu termasuk kebiasaan dan cara ibadahorang-orang musyrik, Firman Allah Ta’ala:

 

” Shalat mereka (orang-orang musyrik) di sekitar Baitullah itu, tidak lain hanyalah siulan dan tepukan tangan. Maka rasakanlah adzab disebabkan kekafiranmu itu. (al-Anfaal:35).

 

Imam Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Ibnu Abbas, beliau mengatakan,” Dahulu suku Quraisy mengelilingi (thawaf) Ka’bah dengan telanjang sambil bersiul dan bertepuk tangan.”

 

Dalam sebuah kitab yang membahas tentang metode pengajaran anak-anak, penyusunnya Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu menyeru kepada guru dengan mengatakan,:

 

Waspadalah bersiul dan bertepuk tangan , karena itu menyerupai para wanita, orang-orang fasik dan orang-orang musyrik. Jika ada suatu yang menakjubkanmu maka ucapkanlah “Masya Allah atau “Subhanallah”.

 

Salah Tempat

 

Maksud hati hendak menghibur anak namun  apa daya bertentangan dengan syariat!. Pertanyaan penulis (SI), apakah tidak ada cara lain mengajarkan anak sambil bermain dengan tidak bertentangan yang telah di tetapkan oleh Allah dan RosulNya. Jawab tentu tidak sahabat. Bertepuk tangan seperti yang di praktikan pada RA ( TK Islam) dan TK pada umumnya, dengan dalih ( bukan dalil) belajar sambil bermain merupakan syubhat BESAR, karena telah menggiring anak kita kepada penyerupaan orang munafik, dan kafir!.

 

Pengalaman anak ana  (Hada Muhammad) sewaktu di TK yang di kelola oleh teman-teman ahlussunnah, tiada tepuk tangan , dan tiada bernyanyi , toh mereka tetap bisa belajar sambil bermain!. Salah satu contohnya menghafal sebuah hadits, bisa dengan metoda “Cepat Tepat”. Atau sesekali di baca bareng. Cara lain ya di beri motivasi seperti pemberian hadiah bagi yang lebih dahulu hafal suatu hadits atau ayat Quran.

 

Alhamdulillah walau tanpa tepuk tangan dan bernyanyi, tingkat hafalan dan kepintaran lainnya, beda sekali dengan TK “Islam” lainnya (lebih unggul). Jadi tak ada alasan untuk menjadi anak shalih tanpa menyalahi syariat!.

 

Cikarang Barat, 22 Muharom 1432/ 28 desember 2010 , Jam 01.46 WIB,

 

Penuntut Ilmu,

 

 

Abu Hada Sukpandiar Ibnu Idris

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: