jump to navigation

Kapan Menampakkan Sedekah Lebih Utama? 28 Desember 2010

Posted by jihadsabili in adaB.
trackback

Kapan Menampakkan Sedekah Lebih Utama?

Dari Jarir bin Abdillah Al-Bajali radhiallahu anhu dia berkata:
كُنَّا عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي صَدْرِ النَّهَارِ قَالَ فَجَاءَهُ قَوْمٌ حُفَاةٌ عُرَاةٌ مُجْتَابِي النِّمَارِ أَوْ الْعَبَاءِ مُتَقَلِّدِي السُّيُوفِ عَامَّتُهُمْ مِنْ مُضَرَ بَلْ كُلُّهُمْ مِنْ مُضَرَ فَتَمَعَّرَ وَجْهُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِمَا رَأَى بِهِمْ مِنْ الْفَاقَةِ فَدَخَلَ ثُمَّ خَرَجَ فَأَمَرَ بِلَالًا فَأَذَّنَ وَأَقَامَ فَصَلَّى ثُمَّ خَطَبَ فَقَالَ:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ إِلَى آخِرِ الْآيَةِ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا.
وَالْآيَةَ الَّتِي فِي الْحَشْرِ: اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ.
تَصَدَّقَ رَجُلٌ مِنْ دِينَارِهِ مِنْ دِرْهَمِهِ مِنْ ثَوْبِهِ مِنْ صَاعِ بُرِّهِ مِنْ صَاعِ تَمْرِهِ حَتَّى قَالَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ قَالَ فَجَاءَ رَجُلٌ مِنْ الْأَنْصَارِ بِصُرَّةٍ كَادَتْ كَفُّهُ تَعْجِزُ عَنْهَا بَلْ قَدْ عَجَزَتْ قَالَ ثُمَّ تَتَابَعَ النَّاسُ حَتَّى رَأَيْتُ كَوْمَيْنِ مِنْ طَعَامٍ وَثِيَابٍ حَتَّى رَأَيْتُ وَجْهَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَهَلَّلُ كَأَنَّهُ مُذْهَبَةٌ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً حَسَنَةً فَلَهُ أَجْرُهَا وَأَجْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا بَعْدَهُ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْءٌ وَمَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً سَيِّئَةً كَانَ عَلَيْهِ وِزْرُهَا وَوِزْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ بَعْدِهِ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَيْءٌ
“Pada suatu pagi, ketika kami berada dekat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, tiba-tiba datang segerombongan orang tanpa sepatu, dan berpakian selembar kain yang diselimutkan ke badan mereka sambil menyandang pedang. Kebanyakan mereka, bahkan mungkin seluruhnya berasal dari suku Mudhar. Ketika melihat mereka, wajah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam terharu lantaran melihat kemiskinan mereka. Beliau masuk ke rumahnya dan keluar lagi. Kemudian disuruhnya Bilal azan dan iqamah, sesudah itu beliau shalat. Sesudah shalat, beliau berkhutbah. Beliau membaca firman Allah, “Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Rabb kalian yang telah menciptakan kalian dari satu jiwa,” hingga akhir ayat, “Sesungguhnya Allah selalu mengawasi kalian.” Beliau juga membaca ayat yang terdapat dalam surat Al-Hasyr, “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Dan bertakwalah kepada Allah.” Mendengar khutbah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam itu, serta merta seorang laki-laki datang untuk menyedekahkan dinar dan dirhamnya, pakaiannya, satu sha’ gandum, satu sha’ kurma sehingga Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Meskipun hanya dengan setengah biji kurma.” Maka datang pula seorang laki-laki Anshar membawa sekantong yang hampir tangannya tidak kuat mengangkatnya, bahkan dia memang tidak kuat untuk mengangkatnya. Demikianlah, hingga akhirnya orang-orang lain pun mengikuti pula memberikan sedekah kepada mereka, sehingga saya melihat sudah terkumpul dua tumpuk makanan dan pakaian. Dan saya melihat wajah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berubah menjadi bersinar bagaikan emas. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun bersabda, “Barangsiapa yang mencontohkan mengerjakan perbuatan baik dalam Islam, maka dia akan memperoleh pahalanya dan pahala orang yang mencontoh perbuatan itu, tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun. Dan barangsiapa yang mencontohkan jalan yang buruk dalam Islam, maka dia akan mendapatkan dosanya, dan dosa orang yang mengikutinya dengan tanpa mengurangi dosa mereka sedikit pun.” (HR. Muslim no. 1017)

Penjelasan ringkas:
Asalnya, sedekah yang dirahasiakan lebih besar keutamaannya daripada sedekah yang dilakukan terang-terangan. Hanya saja, hukum asal ini terkadang terbalik jika ada masalahat yang lebih besar yang akan lahir dari sedekah terang-terangan. Seperti dalam hadits di atas, karena sahabat yang pertama menampakkan sedekahnya terang-terangan maka beruntunlah para sahabat setelahnya mencontohnya karena termotifasi dengan sedekah sahabat yang pertama, yang semua ini tidak akan terjadi jika seandainya sedekah dari sahabat yang pertama dilakukan secara sembunyi-sembunyi.

Jadi, di antara faktor yang menyebabkan sedekah terang-terangan lebih utama daripada sedekah sembunyi-sembunyi adalah ketika sedekah terang-terangan ini bisa memotifasi yang lain dan bisa menjadi amal tambahan bagi dirinya, karena semua pahala orang yang bersedekah akibat motifasi darinya akan mengalir kepadanya tanpa mengurangi sedikitpun dari pahala sedekah orang-orang tersebut.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: