jump to navigation

Hari Gini Pacaran? Gak Level Deh, Jahiliyah..!! 26 Desember 2010

Posted by jihadsabili in adaB, cinta.
trackback

Hari Gini Pacaran? Gak Level Deh, Jahiliyah..!!

 

Sebel nggak sih ketika ada beberapa teman kamu yang pacaran di sekolah bahkan di dalam kelas? Banget jawabnya. Tenang, rasa sebal tadi bukan karena sok ngiri tanda tak mampu atau tak laku. Sebagai perempuan muslimah yang berusaha menjaga izzah (harga diri), pacaran sama sekali bukan menjadi pilihan untuk menghabiskan masa muda. Betul tidak?  Lagipula memang kamu kan gak jualan barang, jadi gak butuh laku donk.

Sobat remaja, jangan pernah tersepona (eh.. terpesona) dengan aktivitas pacaran yang menjurus pada zina. Ingat kan batasan yang diberikan Allah di QS. Al-Isra: 32, wa laa taqrabuz-zina. Janganlah berdekatan dengan zina. Berdekatan saja tak boleh apalagi sampai melalukan. Na’udzubillah min dzalik.

 

Jangan khawatir kehabisan stok jodoh bila alasan remaja pacaran adalah agar mudah mendapat jodoh. Jodoh itu sudah dituliskan di Lauhil Mahfudz sejak awal mula tuh ditiupkan bersamaan dengan risky dan mati kita. Tinggal bagaimana menjemput jodoh itu merupakan pilihan manusia, apakah jalan halal atau haram yang akan ditempuh. Dan inilah yang nantinya bakal dihisab di hari perhitungan kelak.

Senyampang kamu masih muda, sangat muda bahkan, jangan sia-siakan waktumu dengan memikirkan dan beraktivitas pacaran saja. Jalanmu masih panjang. Fokuskan dirimu untuk meraih cita-cita setinggi-tingginya. Karena masa depanmu sangat berkaitan erat dengan ikhtiyar yang kamu lakukan hari ini.

Tak perlu beralasan macam-macam kalau gaya pacaran yang dilakukan tak macam-macam. Siapa bisa menjamin kalau ada dua anak Adam yang berlainan jenis berdua-duaan, maka setan tak akan menggoda? Tak ada jaminan itu sama sekali, sobat! Jadi jangan bermain api deh kalau tak terbakar.

….Pacaran itu aktivitas orang jahiliyah yaitu orang-orang yang masih bodoh karena belum mendapat cahaya Islam. Hanya saja jahiliyah yang ada terbungkus dengan istilah modern….

Pacaran itu aktivitas orang jahiliyah yaitu orang-orang yang masih bodoh karena belum mendapat cahaya Islam. Hanya saja jahiliyah yang ada terbungkus dengan istilah modern padahal intinya mah sama saja yaitu kemaksiatan. Pacaran ini hanya pantas dilakukan oleh orang zaman purba ketika mereka masih belum mengenal peradaban. Nah, bagi kamu-kamu yang merasa sudah jadi orang beradab, maka udah nggak zamannya lagi main pacaran deh.

Muslimah shalihah pasti ogah banget dengan aktivitas pacaran ini. Sudah gak produktif, maksiat lagi. Bisa sih dikatakan produktif yaitu ketika perut si cewek bertambah besar alias MBA (Married By Accident) alias hamil akibat berzina. Hii…astaghfirullah, na’udzubillah. Memproduksi calon jabang bayi yang tak tahu-menahu perbuatan dosa besar yang dilakukan oleh dua anak manusia ini. Asli, gak level banget kamu berada di posisi ini.

….Muslimah shalihah pasti ogah banget dengan aktivitas pacaran ini. Sudah gak produktif, maksiat lagi….

Tak ada asap bila tak ada api, kata pepatah. Tak ada perzinaan selama tak ada aktifitas mendekati zina. Dan pacaran adalah ajang yang pas bagi bagi kedua insan berlainan jenis untuk baku syahwat. Jadi kalo kamu tak mau terjebak dalam bujuk rayu syaitan dalam hal ini, maka JAUHI pacaran! Jauhi berdua-duaan tanpa mahrom, jauhi hal-hal yang bisa mengundang fitnah dan jauhi juga segala berbau dosa. Kalo kamu mengaku remaja muslim yang keren dan cerdas, pasti deh gak bakal memilih pacaran sebagai aktivitas masa muda kamu. So, hari gini pacaran? Gak level banget tuh!

k level banget tuh!

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: