jump to navigation

tanya jawab masalah haid dan istihadah bersama ustad abu muawiyah 21 Juni 2011

Posted by jihadsabili in fiqih, muslimah.
trackback

1. Pertanyaan:

Saya punya permasalahan.

Setelah melahirkan, haid saya jd agak aneh…

Dahulu sebelum melahirkan, saya haid hanya sampai 7 hari. Tapi setelah melahirkan haid menjadi lebih lama, bisa sampai 12 hari. sudah 9 hari…eh keluar drah lagi sedikit…hingga hilang bercak pd hari ke 12.

Nah sekarang saya masih bingung…

Kemarin saya masih haid, tiba2 malam berhenti dan ada bercak sedikit..

Biasanya kalau mau berhenti haid beberapa hari muncul bercak yg semakin lama semakin sedikit hingga hilang…sampai muncul cairan putih…

Nah, kemarin msh keluar darah dan sudah hari ke 6, tiba2 berhenti…tadi saya temui ada setitik noda coklat…

Apakah saya boleh sholat dan puasa? Kebetulan tadi saya belum makan & minum smp siang…

Terus terang ini membuat saya jadi bingung karena dalam keadaan keragu-raguan yg amat sangat…

Boleh sholat apa nggak…boleh apa nggak…

Akhirnya td saya mandi besar & sholat Ashar.

Tolong diberikan penjelasan yg sejelas2nya…

Karena haid ini kadang membingungkan…

Jawaban:

Yang jelas, kapan darah yang keluar itu (walaupun bercak) masih mempunyai ciri-ciri darah haid yang telah kami sebutkan, dan juga tanda suci (cairan putih) belum keluar maka dia masih dianggap haid yang tidak boleh shalat dan berpuasa. Wallahu a’lam.

1. Pertanyaan:

Asslamu alaikum wr. wb

Saya punya masalah tetang darah haid,,,

sudah sekitar 2 bulan ini saya haid tetapi warna darahnya berbeda, darah yang keluar warnanya merah cerah tidak tidak hitam /pun merah ati pokonya tidak seperti darah haid sebelumnya,,,,dan masa keluarnya kurang dari 7 hari, tetapi saya kl sedang keluar seperti itu saya tidak menjalankan sholat,,, apakah tindakan saya ini salah?

miftahul janah

Jawaban:

Waalaikumussalam warahmatullah.

Selama waktu datang haid bulanan (adat haid) masih normal dan masih waktunya seperti bulan-bulan sebelumnya, maka dikembalikan saja kepada adat haidnya. Karenanya pertanyaan di atas kurang lengkap tanpa penyebutan adat haidnya.

Semua darah yang keluar sebelum dan setelah adat haid bukanlah haid, apapun warna dan baunya, sehingga dia tetap wajib shalat. Dan pada masa adat haid itu anda dihukumi haid apapun warna darah yang keluar, bahkan walaupun tidak keluar darah selama tanda suci belum terlihat. Wallahu a’lam.

1. Pertanyaan:

Assalamu’alaikum wr.wb

Sejak saya memasang IUD 2,5 bulan lalu hampir setiap hari saya mengeluarkan kadang flek coklat tua, seringnya darah kadang merah segar kadang hitam pekat. Selama 2,5 bulan tersebut, saya tetep sholat kecuali pada tanggal saya dapat haid seperti biasanya dulu (sebelum pasang IUD). Namun lama haid saya jadi berubah, dulu hanya 7 hari, sekarang jadi 9 atau 10 hari. Trus kadang dalam masa istihadhoh, saya menjumpai darah yang keluar adalah darah hitam seperti haid dan deras, namun karena di luar ada, saya tetap sholat. Mohon pencerahan, bagaimana seharusnya? apakah tindakan saya salah? terima kasih. Wassalamu’alaikum wr.wb.

evi

Jawaban:

Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.

Apa yang anti lakukan sudah benar insya Allah. Hanya saja perlu diketahui bahwa adat dihukumi berubah jika perubahan itu sudah terjadi 3 bulan berturut-turut. Misalnya adatnya 7 hari, lalu bulan depan menjadi 9 atau 10 hari dan maka pada bulan itu dia masih memakai adat yang 7 hari. Jika bulan depannya masih 9 atau 10 hari maka dia tetap berpatokan pada 7 hari. Jika bulan depannya masih 9 atau 10 hari maka mulai saat itu dihukumi adatnya telah berubah menjadi 9 atau 10 hari dan menjadikan 9 atau 10 hari ini menjadi patokan.

Adapun darah yang keluar deras berwarna hitam (seperti haid) di luar masa adat, maka sebagian ulama menamakannya dengan darah kotor, yang dia bukan najis dan tetap wajib mengerjakan shalat. Wallahu a’lam.

1. Pertanyaan:

Jika darah keluar selama 6 hari,lalu 5hr kemudian keluar darah lagi, maka yang mana disebut sbg darah haid/istihadhah?

Jawaban:

Dalam hal ini butuh diketahui berapa adat kebiasaan haidnya, dan apa ciri darah yang keluar 5 hari kemudian.

1. Pertanyaan:

saya difahamkan bahawa tempoh darah haid antara sehari semalam hingga ke 15 hari dan selebihnya waktu suci.namun perlu mengikut kebiasaan wanita tersebut berapa harikah biasanya dia mengalami haid.untuk kepastian,sekiranya wanita tersebut mengalami haid dalam masa 5 hari seperti kebiasaan, dan dia mandi dan bersuci.3 hari kemudian dia keluar darah selama sehari penuh kemudian berhenti kemudian keluar lagi.begitulah tidak tetapnya darah tersebut keluar sehingga sukar dibezakan.wanita tersebut dikira haidh pada hari kebiasaannya dan istihadah pada hari yang lain dan beribadah seperti biasa.betulkah begitu,ustaz?

terima kasih.

hannan

Jawaban:

Ana masih belum terlalu jelas dengan maksud antum, cuma untuk hukumnya, darah yang keluar 3 hari setelah itu harus diketahui apa ciri-cirinya, apakah ciri darah haid atau istihadhah.

1. Pertanyaan:

jika kebiasaan haid 6/7 hari, tapi setelah 7 hari tsb keluar darah lagi dgn ciri2 hitam, kental dan berbau,apakah darah yg keluar stelah 7 hari itu termasuk istihadhah atau haid?

terima kasih.

indry

Jawaban:

Wallahu a’lam, kalau memang yang keluar setelah tujuh hari itu ciri-cirinya seperti darah haid yang telah kami sebutkan, maka dia adalah darah haid dan berlaku padanya hukum darah haid.

1. Pertanyaan:

Aswb, afwan ustadz ada yang mengatakan bahwa jika wanita yang terkena istihadhah hendak shalat maka wajib mandi sebelumnya dan shalatnya dijama’. Kalo boleh tau sumber yang berpendapat demikian darimana?Kemudian yang paling shahih mengenai darah tersebut gimana? Kalo bisa dengan dalilnya ustadz. Jazakallah

Abidatullah

Jawaban:

Pendapat ini diriwayatkan dari Ali, Ibnu Abbas, Ibnu Umar, Ibnu Az-Zubair, dan Atha, dan ini juga adalah pendapat Ibnu Hazm. Beliau mewajibkan mandi setiap mau shalat berdasarkan hadits Ummu Habibah bintu Jahsy riwayat Abu Daud (1/205) bahwa tatkala dia terkena istihadhah, Nabi r memerintahkan dia untuk mandi setiap kali mau shalat. Akan tetapi ini adalah hadits yang lemah karena bertentangan dengan riwayat Al-Bukhari (1/84) dan Muslim (1/262) pada kisah yang sama dimana disebutkan dalam hadits itu bahwa mandinya Ummu Habibah setiap kali shalat hanyalah atas inisiatifnya sendiri, bukan perintah dari Nabi r, sebagaimana yang dikatakan oleh Asy-Syafi’i dan Asy-Syaukani. Lihat Al-Majmu’ (2/536) dan Sailul Jarrar (1/149).


Adapun Ibnu Hazm mengharuskan menjama’ berdasarkan hadits Asma bintu Umais riwayat Abu Daud (1/207) dimana di dalamnya disebutkan perintah Nabi r untuk menjamak zuhur dengan ashar dan maghrib dengan isya.

Akan tetapi kedua dalil yang diutarakan oleh Ibnu Hazm di atas adalah dalil yang lemah, dinyatakan lemah oleh Al-Baihaqi, An-Nawawi, Asy-Syaukani, dan selainnya. Lihat Al-Majmu’ (2/536) dan Sailul Jarrar (1/149)

Masih ada lima pendapat lainnya berkenaan thaharah bagi wanita yang terkena istihadhah, tapi yang kuat adalah pendapat yang menyatakan tidak ada kewajiban mandi baginya kecuali mandi suci dari haid atau mandi junub. Ini adalah pendapat Asy-Syafi’iyah, dan juga pendapat Urwah bin Az-Zubair, Sufyan Ats-Tsauri, dan Abu Tsaur, dalilnya karena darah istihadhah bukanlah najis sehingga tidak perlu adanya thaharah kecuali kalau sekedar mandi untuk bersihbersih biasa-, dan juga mewajibkan untuk mandi setiap kali shalat adalah amalan yang memberatkan, wallahu a’lam, dan juga berdasarkan hukum asal bahwa seseorang tidak dibebani apa-apa kecuali dengan dalil yang shahih, karenanya siapa yang mau mewajibkan sesuatu atas wanita yang terkena istihadhah maka hendaknya dia mendatangkan dalil yang shahih lagi tegas, dan dia tidak akan mendapatkannya, wallahu a’lam.

1. Pertanyaan:

saya punya kebiasaan waktu haid yang tidak beraturan, namun terakhir ini saya haid dari awal bulan tetapi tidak beraturan sehari keluar darah, sehari tidak, hingga akhir bulan.

ani

Jawaban:

Yang dia jadikan patokan adalah waktu kebiasaan haid sebelum haidnya tidak beraturan seperti itu. Dia teranggap haid pada waktu itu walaupun darah tidak keluar, dan dia tidaklah haid sebelum dan setelah waktu itu walaupun ada darah yang keluar, wallahu a’lam.

1. Pertanyaan:

Afwan ustad saya mau nanya. Selama seminggu saya haid,tapi saya lupa kapan mulainya. Terus pada bulan yang sama sekarang saya keluar darah, ciri2nya: darahnya langsung banyak, tipis, merah dan tidak ada baunya. Menurut ustad itu darah haid atau darah istihadhah?

Nurma

Jawaban:

Dari ciri-cirinya itu darah istihadhah, lagi pula sudah dikatakan kalau bulan itu darah haidnya sudah keluar. Wallahu a’lam

1. Pertanyaan:

Bismillah, assalamu’alaikum.

Ustadz apabila darah keluar sehari setelah haidh yang dikira darah haidh, lalu meninggalkan shalat, setelah yakin itu bukan darah haidh karena sudah 3 hari lepas dari kebiasaan haidh, apakah wajib menqadha shalat yang tertinggal?

jazakumullahu khoir

Zakiyah

Jawaban:

Waalaikumussalam warahmatullah

Ana nggak paham, di atas disebutkan keluarnya darah sehari setelah haid, lalu setelahnya disebutkan sudah 3 hari setelah selesainya masa haid.

Yang jelas, selama masa kebiasaan haidnya masih bagus maka itu yang dia jadikan patokan. Jika setelah berlalunya masa haid lalu masih ada darah yang keluar (walaupun ciri-cirinya haid) maka dia tetap tidak terhitung haid. Jika dia meninggalkan shalat karena ragu-ragu, padahal masa haidnya telah berlalu, maka yang nampak wallahu a’lam dia harus mengqadha` shalat yang dia tinggalkan tersebut.

1. Pertanyaan:

Asslm. ust mf mo nya kalo seorang wanita ikut KB suntik trus haidnya hampir 1 bln apakah termasuk haid atau istiadhah bagaimana membedakannya atau ada gejala lainnya selain dari itu. trims Wsslm.

Haryanti

Jawaban:

Dia berpatokan pada jadwal rutin haidnya sebelum ikut KB suntik, yakni ketika haidnya masih normal. Darah yang keluar sebelum dan setelah masa jadwa haid normalnya, bukanlah darah haid. Akan tetapi dia dihukumi istihadhah atau darah kotor yang bukan najis dan tetap wajib mengerjakan shalat.

1. Pertanyaan:

Assamu’alaiku Wr.Wb

saya punya kebiasaan haid 7 hari tiap bulan, pada bulan selanjutnya saya haid selama 7 hari kemuadian hari ke enambelas saya keluar darah dan ciri cirnya sama seperti darah haid selama selama 7 hari.menurut ustadz itu darah haid apa darah istihadhah?

intan

Jawaban:

Waalaikumussalam warahmatullah

Itu bukanlah darah haid karena dia keluar setelah masa adat haid, karenanya dia tetap harus mengerjaklan shalat. Adapun namanya, maka sebagian ulama menamakannya dengan darah kotor. Dia bukan darah istihadhah karena istihadhah warnanya merah. Wallahu a’lam

Sumber:

http://al-atsariyyah.com/?p=791&cpage=1#comment-729

http://al-atsariyyah.com/?p=764&cpage=1#comment-718

About these ads

Komentar»

No comments yet — be the first.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 47 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: