jump to navigation

Larangan Melewati di Depan Orang Sholat 15 Maret 2011

Posted by jihadsabili in fiqih, shalat.
trackback

Larangan Melewati di Depan Orang Sholat

riwayat Abu Dawud (no. 719) dari hadits Abu Sa’id radhiyallahu ‘anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لاَ يَقْطَعُ الصَّلاَةَ شَيْءٌ، وَادْرَؤُوْا مَا اسْتَطَعْتُمْ فَإِنَّمَا هُوَ شَيْطَانٌ

“Tidak ada sesuatu yang dapat membatalkan shalat dan tolaklah orang yang ingin lewat di hadapan kalian semampu kalian, karena dia (yang memaksa untuk lewat di depan orang shalat) adalah setan.”

 

Oleh: Ustadz Muhammad Na’im

 

Pertanyaan :

Apa hukum / akibat orang yang lewat di depan orang yang shalat? (Aris, 085288155xxx)

 

Jawaban :

Berkaitan dengan orang yang lewat di depan orang yang sholat maka hal ini ada beberapa keadaan :

 

1. Jika lewat di depan orang yang ma’mum, maka tidak merusak sholat seseorang dan tidak pula yang melakukannya termasuk berbuat sesuatu yang mungkar, karena sutrahnya ma’mum adalah imamnya.

Dari Abdullah bin Abbas radhiyallaahu’anhuma berkata : “Aku datang dengan mengendarai keledai betina, ketika itu aku sudah menginjak dewasa dan Rasulullah b sholat mengimami manusia di Mina tidak menghadap tembok. Maka aku melewati di antara sebagian shof kemudian turun dan aku biarkan keledai betina itu merumput kemudian aku masuk ke dalam shof dan tidak ada seorangpun yang mengingkarinya.” ( HR. Bukhari dan Muslim).

Dalam hadits ini Ibnu Abbas mengkhabarkan, kalau beliau melakukannya ketika sudah beranjak dewasa, jika hal itu sesuatu yang munkar yang akan merusak sholat tentu akan diingkarinya, namun ternyata tidak ada yang mengingakarinya baik Rasulullah ataupun para sahabat. Hal ini beliau lakukan di Mina dalam haji wada’ kurang lebih delapan puluh hari sebelum meninggalnya Rasulullah , yang menunjukkan : sahnya shalat, lewat di depan ma’mum bukan merupakan kemungkaran dan hukum itu tetap berlaku karena peristiwa itu terjadi di akhir masa Rasulullah .

 

2. Jika melewati orang yang shalat munfarid atau di depan imam yang menghadap sutrah maka hukumnya haram dan berdosa.

Dari Abi Juhaim bin Shammah Al-Anshari berkata : “Telah bersabda Rasulullah : “Seandainya orang yang lewat di depan orang shalat mengetahui dosa yang ditanggungnya dari perbuatannya maka dia berdiri selama empat puluh itu lebih baik baginya dari melewati di depan orang yang sholat.” (HR. bukhari dan Muslim)

Dari Abu Sa’id Al-Khudriy berkata : “Aku… …mendengar Rasulullah bersabda : “Jika salah seorang dari kalian sholat dengan mengahadap sesuatu yang menutupinya (sutrah), dan ada seseorang yang mau lewat di hadapannya maka tahanlah, jika menolak maka tahanlah dengan kuat, karena sesungguhnya itu adalah syaitan.” (HR. Bukhari dan Muslim).

 

Dari hadits di atas bisa diambil kesimpulan :

a. Haramnya lewat di depan orang yang sholat

b. Wajibnya menjauh dari lewat di hadapan orang shalat karena ancaman ini.

c. Disyari’atkannya sholat menghadap sutrah agar bisa lebih menjaga sholatnya dari tertputus dan kurang.

d. Disyari’atkannya mendekat ke sutrah agar bisa menghalangi orang mau lewat di hadapannya.

e. Lewat di depan orang sholat adalah termasuk perbuatan syaitan yang menginginkan untuk merusak ibadahnya manusia dan mengganggu dalam shalat mereka.

 

Wallaahu a’lam bishawab.

(Buletin Istiqomah Edisi No 35 Masjid Jajar, Solo Rubrik: Tahukah Anda?)

Sumber web: http://mediasalaf.com/tanya-jawab/lewat-didepan-orang-yang-sholat/

About these ads

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 45 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: