jump to navigation

Nasehat bagi para suami dan calon suami. 16 Desember 2010

Posted by jihadsabili in jodoh, keluarga, munakahat, nasehat.
add a comment

Nasehat bagi para suami dan calon suami.

Ia adalah bagian dari tulang rusukmu,Ia adalah belahan jiwamu, Ia adalah tawanan di tanganmu, Padanya sumber ketenangan, cinta kasih dan ketentraman karena demikanlah Allah menciptakannya untukmu, Ia adalah pakaian bagimu, dan yang terutama dan utama ia adalah amanah yang Allah berikan untukmu, …Bagaimanakah engkau memperlakukan amanah itu?? …Terlalu banyak wasiat tersebar untuk para istri seakan islam adalah agama yang hanya mengutamakan para suami dan kaum lelaki. Padahal tidaklah demikian,islam membela kaum wanita memuliakan dan mengangkat derajat mereka.Wanita adalah orang yang disucikan, ibu para ulama, ibu para panglima, dan ibu para pembesar, Bukankah ia adalah ibu Umar,ibu Anas,ibu Umar bin Abdil Aziz, ibu imam Ahmad, ibu imam Syafi ’i, ibu Shalahudin,ibu Ibnu Taymiyah, ibu Ibnul Qayyim dan yang lainnya?? Untuk para suami risalah ini kutulis sebagai penyejuk hati bagi kaum wanita dan para istri. Wahai hamba Allah yang bertakwa, …berbahagialah dan bersyukur pada-Nya atas nikmat istri yang Allah karuniakan kepadamu.Dengannya terjagalah jiwa dan tubuhmu dari melakukan hal-hal yang diharamkan-Nya. Ketika habis masa bulan madumu,… tiba-tiba kini engkau tidak lagi memiliki waktu. Waktu untuk bergurau dan bercengkrama dengan istri tercinta. Bila sang istri meminta,maka kaupun berkilah betapa lelah dan penatnya hari- harimu disibukkan dengan pekerjaanmu. Rumah hanya menjadi hotel untukmu, datang dan pergi sesuka hatimu, Ketika kepalamu menyentuh bantal engkau mendengkur laksana tiada orang lain di sisimu. Seakan engkau lupa bahwa sumber teladan kita adalah manusia yang paling sibuk diatas muka bumi pada waktu itu. Beliau memiliki lebih dari 4 orang istri, dan lihatlah dalam sejarah adakah diantara istri-istrinya lepas dari pengawasan beliau? Adakah yang mengeluhkan tentang kesibukan beliau? Beliau shalallahu alaihi wassalam ditimpa berbagai macam persoalan umat dan masalah yang sekiranya diletakkan (dibebankan) kepada banyak orang, niscaya mereka tak akan sanggup mengembannya. Tapi lihatlah ketika sahabat bertanya kepada Aisyah radhiyallahu ‘anha: “bagaimana sikap Rasulullah bila menemui kalian?” Ia menjawab: “Beliau masuk dengan tertawa dan tersenyum ”.Seakan tidak ada beban di pundak beliau yang mulia, seakan beliau tidak memiliki beban dan persoalan yang berat. Sehingga istri-istri beliau merasa nyaman dan senang bercanda dengan beliau.Dalam kitab Bukhari bab Al-Adab, Zaid bin Tsabit berkata tentang Rasulullah : suka bercanda dengan istrinya, dihormati diluar rumah ”Tentu berbeda, sebagian suami kita temukan mereka suka bercanda dan tertawa dengan teman- temannya akan tetapi cemberut dan bermuka masam terhadap keluarganya di rumah. Wahai para suami Rasulullah telah bersabda: “Sesungguhnya istrimu memiliki hak atasmu ”(dikeluarkan oleh Muslim 3652, Ahmad 26917, Abu Dawud 2285). Istri adalah wanita yang lemah lembut, menginginkan kasih sayang, cinta kasih, keramahan dan kebajikan. Karena itu hendaklah suami senantiasa bertakwa kepada Allah dalam menghadapi istri dengan memberikan kasih sayang, kelembutan, kesetiaan dalam menjaganya, memberinya nafkah sesuai dengan kemampuan suami, pakaian dan janji setia. Sebagaimana yang dikumandangkan oleh beliau pada haji Akbar(dalam hadits yang sangat panjang) yaitu ketika mengumumkan hak-hak wanita dan hak seluruh manusia, beliau bersabda: Allah, Allah, pada wanita karena mereka itu adalah tawanan disisi kalian. Dan saling berpesanlah agar berlaku baik terhadap wanita”(hadits riwayat Tirmidzi, hasan shahih) Adalah Aisyah ketika ditanya tentang perilaku Rasulullah yang paling membekas dan berkesan dikalbunya sepeninggal beliau maka ia hanya mampu meneteskan airmata seraya berkata: Semua sikap dan perilakunya mengesankan bagiku ( kaana kullu amrihi ‘ajabani). Bagaimana tidak Rasulullah seakan selalu punya waktu untuknya. Rasulullah pernah mengajaknya berlomba lari, beliau Shalallahu alaihi wassalam pernah kalah dan pada kesempatan yang lain beliau memenangkannya sehingga beliau tertawa seraya berkata: “Ini adalah pembalasanku dari kekalahanku yang dulu ”. Adakah hal ini dicontoh oleh para suami? Tidaklah harus di lapangan atau dijalan raya cukuplah ketika tidak ada orang lain dirumah kita bisa melakukannya. Justru yang sering kita dengar dan membuat hati ini miris dan berduka, istri yang lari ketakutan karena dikejar-kejar suaminya yang sedang marah, yang dimana jika kita bertanya bagaimana keadaan rumah tangganya, tiba-tiba airmata yang keluar, tampak kesedihan dan kebencian diwajahnya. Yang hadir adalah rasa takut, jengkel, duka dan lara bila mendengar suaminya di sebut. Sebab yang tergambar dalam benaknya adalah masa-masa yang penuh penderitaan, penganiayaa

CANTIKKU HANYA UNTUK SUAMIKU 16 Desember 2010

Posted by jihadsabili in jodoh, munakahat, muslimah, nasehat.
add a comment

CANTIKKU HANYA UNTUK SUAMIKU

Mempercantik diri bagiku sebagai seorang wanita adalah lumrah, sekalipun Allah telah menciptakan kaumku, Binti Hawa, dalam bentuk yang cantik lagi menarik, yang aku maksud dengan mempercantik diri adalah upaya untuk mempertahankan kecantikanku itu sebagai sebuah anugerah dari sang Maha Kuasa. Tetapi dalam hal ini aku tidak berlebih-lebihan dan memaksakan diri, wajar dan natural saja, aku tidak merasa perlu ke salon karena hal itu perlu ongkos yang kalau disedekahkan akan lebih berguna, atau buat beli jajan anak-anak saja, biar mereka lebih gembira, di samping itu di sana aku tidak merasa aman dari pandangan laki-laki asing, sekalipun salon tersebut katanya adalah salon khusus muslimah, tetapi siapa yang menjamin, aku teringat sebuah sabda Rasulullah saw yang intinya bahwa wanita manapun yang membuka pakaiannya bukan di rumah suaminya maka dia telah mencabik-cabik perlindungan Allah atas dirinya, naudzubillah, aku tidak mau hal itu menimpaku.

 

Aku merasa cukup dengan upayaku sendiri, caraku sendiri yang aku baca dari beberapa majalah wanita Islam atau tabloid, cara-cara alami dan natural dalam merawat kecantikan, misalnya dengan membuat masker dari buah-buahan: bengkoang, mentimun, alpukat dan buah-buah segar lainnya, aku melakukan itu secara berkala untuk untuk menjaga agar kulitku tetap segar, khususnya wajah agar tetap kencang dan menawan. Aku juga rajin membuat jus buah dan meminumnya, plus sayuran hijau yang kata ahli kesehatan bermanfaat bagi tubuh.

 

Bagiku menjaga kecantikan berarti menjaga kesehatan, mana bisa cantik kalau tidak sehat, ada satu rahasia yang ingin aku bagi kepada sesama Binti Hawa, aku berusaha menjaga kesehatan dengan selalu minum madu secara rutin, hampir tiada hari tanpa minum madu dan alhmadulillah aku tetap sehat, aku teringat sebuah ayat dalam al-Qur`an yang menyatakan bahwa madu adalah kesembuhan, dan aku pun teringat bahwa Rasulullah  mengajak kaum muslimin untuk mencari kesembuhan pada madu, inilah yang memotivasiku untuk selalu minum madu.

 

Aku sadar bahwa cantik itu bersih, maka aku berusaha menjaga kebersihan tubuhku dengan mandi mininal pagi dan sore, memperhatikan daerah-daerah kotor dengan menggosoknya sebersih-bersihnya, kebersihan rambut aku jaga setiap dua atau tiga hari sekali, kebersihan mulut aku lakukan dengan berkumur pada saat berwudhu dan sebelum beranjak tidur sekaligus berwudhu dan sesudah bangun dari tidur dengan menggosok gigi. Kedua tangan dan kedua kakiku selalu aku cuci selesai melakukan atau memegang sesuatu, kuku-kuku keduanya tidak luput dari perhatianku, aku tidak suka merawat kuku tangan seperti yang dilakukan oleh sebagian kaumku sehingga ia panjang seperti kuku binatang buas, selain bisa menjadi sarang kuman juga bisa menghalangiku untuk melakukan beberapa aktifitas rumahku seperti mencuci dan lainnya, lebih dari semua itu bahwa yang demikian itu tidak sejalan dengan fitrah yang digariskan oleh Rasulullah .

 

Aku tahu bahwa cantik itu tidak sejalan dengan bau tubuh yang tidak sedap, untuk menjaga ini, selain aku mandi dengan benar secara rutin, aku juga membuang sarang bau tidak sedap pada tubuh, ketiak yang menjadi salah satu biang bau kurang sedap selalu menjadi perhatianku dengan membuang bulu yang tumbuh di sana, sebagai muslimah aku tahu Nabi  menganjurkan hal itu, terkadang aku memakai satu dua semprotan pengharum badan selesai mandi dan aku yakin tidak akan keluar rumah, tetapi kalau aku yakin akan keluar rumah karena ada hajat untuk itu maka aku tidak memakainya, karena aku tahu agamaku melarangku sebagai wanita untuk meninggalkan rumahnya dalam keadaan tubuh berbau harum, aku tidak mau menjadi pemicu fitnah bagi kaum laki-laki.

 

Pakaian di rumah juga aku perhatikan, aku tidak boleh memakai baju yang kotor atau berbau apek, sekalipun koleksi baju rumahku tidak banyak, namun aku selalu menjaga agar bajuku tetap segar dan bersih, untuk urusan yang satu ini aku lebih cenderung kepada suami, maksudku pada saat membeli baju rumah, pendapat suamiku adalah nomor satu, jika dia bilang suka maka aku tersenyum mengiyakan, sebaliknya kalau dia tidak suka maka aku pun meninggalkannya, pada saat aku memakai sebuah baju, lalu suamiku memintaku untuk menggantinya dengan baju yang lain, maka aku akan menggantinya sekalipun ia masih bersih, toh tetap bisa dipakai ketika dia tidak rumah, aku tahu ada baju favorit bagi suamiku, dia paling suka kalau aku memakai baju tertentu, maka aku bersuaha sesering mungkin memakainya.

 

Aku juga tahu bahwa semua itu adalah kecantikan lahir, sekalipun penting namun tidak kalah dengannya adalah kecantikan sisi lain yaitu melalui akhlak mulia dan ilmu agama. Di mana cantiknya pada saat akhlak buruk menghiasi diri: ucapan dusta, ghibah, namimah, hasad, tamak dan akhlak buruk lainnya? Di mana cantiknya sebagai wanita muslimah kalau ternyata tidak mengerti perkara-perkara dasar dalam agamanya? Oleh karena itu aku selalu berusaha untuk menghiasi diri dengan akhlak dan budi pekerti mulia, plus upaya menambah ilmu agama melalu membaca, bertanya dan menghadiri majlis ilmu.

 

Satu hal yang ingin aku katakan kepada saudari-saudariku, bahwa aku melakukan semua itu adalah demi suamiku dan hanya untuk suamiku, ya cantikku memang hanya untukmu suamiku seorang, aku ingin tulus kepada suamiku, aku tidak ingin membagi sedikit pun dari kecantikanku kepada orang lain karena hal itu tidak patut, aku dan diriku hanya untuknya, maka demikian pula kecantikanku. Aku tidak ingin mengikuti sebagain wanita yang justru ingin terlihat cantik dengan berdandan habis manakala hendak keluar rumah untuk hajat ini dan itu, para wanita yang bersolek bukan untuk suaminya, aku melihat mereka adalah para istri yang tidak tulus kepada suami mereka, karena mereka telah membagi apa yang seharusnya menjadi hak murni suami kepada orang lain, kasihan suami mereka, tetapi bagaimana lagi, yang terjadi justru suami mereka memang mendiamkan atau mengizinkan. Wallahu a’lam.

” NASEHAT PENUTUP TAHUN “ 16 Desember 2010

Posted by jihadsabili in kematian, nasehat.
add a comment

Segala puji bagi Allah yang telah menetapkan sifat fana bagi dunia ini dan mengabarkan bahwa akhirat adalah negeri abadi, dengan kematian dia membinasakan usia yang panjang.

Saya memuji-Nya atas segenap nikmat-Nya yang tercurah dan saya bersaksi bahwa tidak ada yang berhak diibadahi selain Allah semata, Dzat Yang Menundukkan segala sesuatu. Dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Dia telah memperingatkan dari condong kepada negeri ini, shalawat serta salam semoga tercurah kepada beliau dan keluarganya beserta para shahabatnya yang taat dan suci sepanjang siang dan malam.

 

Wahai sekalian manusia, bertakwalah kepada Allah dan pikirkanlah dunia kalian dan betapa cepat dia berlalu. Bersiap-siaplah menyambut akhirat dan kengeriannya. Setiap bulan yang menghampiri seseorang semakin menyeret dia mendekati ajal dan akhiratnya. Sebaik-baik kalian adalah yang panjang umurnya lagi baik amalannya, dan sejelek-jelek kalian adalah yang panjang umurnya lagi buruk amalannya. Tidak ada selain apakah seseorang diberi pahala atas ketaatan dan kebaikannya atau diganjar dengan dosa atas kejelekan dan kemaksiatannya, kecuali apabila dikatakan fulan telah wafat. Alangkah dekatnya kehidupan dengan kematian. Dan segala yang akan datang pasti datang. Dan kalian sekarang akan meninggalkan tahun yang telah usai dan usia kalian pun semakin berkurang dan akan menyambut tahun yang kalian tidak tahu apakah kalian akan menyelesaikannya ataukah tidak?! Maka hisablah diri-diri kalian apa yang telah kita perbuat pada tahun yang lalu? Apabila kebaikan, bersyukurlah kepada Allah dan sambunglah kebaikan itu dengan kebaikan. Sedangkan apabila buruk, bertaubatlah kepada Allah darinya dan isi sisa-sisa usia kita (dengan kebaikan) sebelum luput darinya.

 

Berkata Maimun bin Mihran, “Tidak ada kebaikan dalam kehidupan kecuali bagi orang yang bertaubat atau seseorang yang beramal shalih mencari derajat yang tinggi.” Yakni orang yang bertaubat, kesalahan-kesalahannya gugur disebabkan taubatnya dan orang yang beramal shalih bersungguh-sungguh dalam menggapai derajat yang tinggi dan selain mereka merugi. Sebagaimana firman Allah Ta’ala, “Demi masa, sesungguhnya manusia benar-benar berada di dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih dan saling nasihat menasihati di dalam kebenaran dan saling nasihat menasihati di dalam kesabaran.” Pada ayat ini Allah bersumpah dengan waktu yang merupakan zaman dimana manusia tinggal, bahwa setiap manusia berada di dalam kerugian. Kecuali mereka yang memiliki 4 sifat yang disebutkan; iman, amal shalih, saling nasihat-menasihati di dalam kebenaran dan saling nasihat menasihati di dalam kesabaran di atas kebenaran.

 

Surat yang agung ini merupakan tolok ukur amal perbuatan, dengannya seorang mukmin menimbang dirinya sehingga jelaslah baginya apakah dia termasuk golongan yang beruntung atau merugi. Oleh karena itu Al Imam Asy-Syafi’i berkata, “Seandainya setiap orang mentadabburi surat ini pastilah cukup baginya.” Dan sebagian ulama berkata, “Dahulu orang-orang yang shiddiq merasa malu kepada Allah apabila di hari itu (kualitas) amalannya seperti kemarin hari.” Hal ini menunjukkan bahwa mereka tidak rela hari berganti kecuali amalan kebajikannya bertambah. Dan mereka malu apabila tidak ada kebajikan yang bertambah dan mereka menganggap hal itu sebagai kerugian. Maka dengan bertambah usia seorang mukmin bertambah pula kebaikannya. Barangsiapa kondisinya seperti ini kehidupan lebih baik darinya daripada kematian. Dan pada doa Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, “Ya Allah jadikanlah kehidupan sebagai penambah kebaikan bagiku dan (jadikanlah) kematian sebagai penghenti kejelekan dariku”. HR Muslim.

Dan At-Tirmidzi meriwayatkan dari Abu Hurairah Rhadiyallahu ‘Anhu, bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Tidaklah seseorang wafat kecuali dia menyesal, apabila dia orang yang baik dia menyesal kenapa tidak lebih baik dan apabila dia orang jahat dia menyesal kenapa dia tidak bertaubat.”

Dan ditampakkan orang-orang yang telah wafat di dalam tidur, ia berkata, “Tidak ada pada kami yang lebih banyak daripada penyesalan dan tidak ada pada kalian yang lebih banyak daripada kelalaian.” Dan sebagian mereka melihat di dalam tidurnya, ia berkata, “Kami menyesal atas suatu yang besar, kami mengetahui tapi kami tidak berbuat sedangkan kalian berbuat tapi tidak mengetahui. Sungguh demi Allah sekali tasbih atau dua kali atau satu rakaat atau dua rakaat yang terdapat di lembaran (amalan kami) lebih kami cintai daripada dunia dan seisinya.”

Wahai hamba-hamba Allah, sesungguhnya setiap amalan tergantung penutupannya. Barangsiapa berbuat baik pada sisa umurnya akan diampuni kesalahannya yang telah lalu, dan barangsiapa berbuat buruk pada sisa umurnya akan dihukum atas kesalahan yang telah lalu dan kesalahan di sisa umurnya. Orang-orang yang telah wafat menyesal atas apa yang telah luput dari berbagai kesenangan dunia yang fana. Apa yang telah berlalu dari dunia walaupun pada masa yang lampau sungguh telah hilang kelezatannya dan tinggal sisa-sisanya dan apabila kematian telah datang seolah-olah itu semua tidak ada. Allah Ta’ala berfirman, “Maka bagaimana pendapatmu jika Kami berikan kepada mereka kenikmatan hidup bertahun-tahun, kemudian datang kepada mereka azab yang telah diancamkan kepada mereka, niscaya tidak berguna bagi mereka apa yang mereka selalu menikmatinya. (QS. Asy-Syuara’: 205-207)

 

Dan pada Shahih Muslim dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, beliau bersabda, “Allah mengangkat udzur dari hambanya yang Dia panjangkan umurnya sampai enam puluh tahun.” Dan di dalam Sunan At-Tirmidzi, “Usia ummatku antara enam puluh sampai tujuh puluh tahun, dan sedikir dari mereka yang melewati itu.” Wahai yang bergembira dengan bertambahnya usia, sesungguhnya engkau bergembira atas berkurangnya usiamu.

Berkata sebagian ahli hikmah, “Bagaimana bisa bergembira seseorang yang harinya membinasakan bulannya dan bulannya membinasakan tahunnya dan tahunnya membinasakan umurnya. Bagaimana bisa bergembira seseorang yang umurnya menggiringnya kepada ajalnya dan kehidupannya menggiringnya kepada kematiannya.”

 

Akan didatangkan di hari kiamat seseorang yang paling panjang umurnya di dunia dari golongan kelas atas yang menelantarkan ketaatan kepada Allah dan melakukan kemaksiatan-kemaksiatan, kemudian dicelup di neraka sekali celup, kemudian dikatakan padanya, “Apa engkau pernah merasakan kesenangan di dunia sekali saja? Apa pernah engkau melalui kegembiraan di dunia sebentar saja? Maka ia berkata, “Sungguh tidak pernah wahai Rabb! Lupa segala macam kenikmatan dunia pada awal dirasakan padanya azab. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang diberikan pada mereka kesempatan hidup kemudian mereka telantarkan dalam kelalaian dan kesenangan. Dan diberikan pada mereka harta kemudian mereka hambur-hamburkan di jalan syahwat-syahwat yang haram. Ketika mereka merasakan balasan mereka yang pertama, mereka lupa setiap apa yang pernah mereka miliki di dunia dari waktu dan harta dan semua apa yang pernah mereka rasakan dari kelezatan dan syahwat. Merekalah orang-orang yang memusatkan akal-akalnya dan aktifitasnya serta perhatiannya untuk dunia mereka dan mengikuti syahwat perut dan kemaluan mereka dan meninggalkan kewajiban terhadap Rabb mereka dan melupakan akhirat mereka. Hingga datang kepada mereka kematian sehingga mereka keluar dari dunia dalam keadaan tercela, merugi dari kebaikan-kebaikan, sehingga bersatulah pada mereka sakratulmaut dan ruginya kematian. Maka mereka pun menyesal di saat penyesalan tidak lagi bermanfaat, “dan pada hari itu diperlihatkan neraka Jahannam, dan pada hari itu ingatlah manusia, akan tetapi tidak berguna lagi mengingat itu baginya. Dia mengatakan, “Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal saleh) untuk hidupku ini.” Maka, pada hari itu tiada seorangpun menyiksa seperti siksa-Nya, (QS. Al Fajr: 25)

 

Maka pikirkanlah wahai manusia sekalian! Dengan habisnya tahun habis pula umur seseorang dan pikirkanlah, dengan berpindahnya tahun perpindahan ke negeri akhirat. “Hai kaumku, sesungguhnya kehidupan ini hanyalah kesenangan (sementara) dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal. (Barangsiapa mengerjakan perbuatan jahat, maka dia tidak akan dibalas melainkan sebanding dengan kejahatan itu.Dan barangsiapa yang mengerjakan amal yang saleh baik laki-laki maupun perempuan sedang ia dalam keadaan beriman, maka mereka akan masuk surga, mereka diberi rezki di dalamnya tanpa hisab. (QS. Ghafir: 39-40

FACEBOOK DALAM TINJAUAN SYAR’I 15 Desember 2010

Posted by jihadsabili in fatwa.
add a comment

FACEBOOK DALAM TINJAUAN SYAR’I

FACEBOOK DALAM TINJAUAN SYAR’I

Ngomong-ngomong soal dunia maya, tentu kamu nggak asing dengan situs Facebook. Situs yang diklaim sebagai media jaringan social ini konon disebut-sebut sebagai pengganti situs Friendster. Nggak aneh sih memang kalo ada yang bilang kayak gitu. Toh, Friendster dan Facebook memang fungsinya sama sebagai media komunikasi. Hanya saja, Facebook memiliki lebih banyak fasilitas yang memanjangkan penggunaannya daripada Friendster. Jadi inget nih, sama email yang masuk ke Fata, “Dulu ketika muncul Friendster, orang ramai-ramai gunakan situs ini. Eh sekarang ada Facebook, banyak orang bondong-bondong pindah ke Facebook.” Seperti itu kali ya, kegemparan Facebook hingga dikatakan “banyak orang berbondong-bondong pindah ke Facebook.” Memangnya ada apa dengan Facebook?
LIHAT DULU FACEBOOK
Kayaknya, nggak perlu terlalu detil-detil amat jelasin tentang Facebook. Toh, penjelasan singkatpun sudah bisa untuk melacak apa itu Facebook. Perlu kamu ketahui aja, kalo Facebook itu situs jaringan social yang diluncurkan pada 4 Februari 2004 (Wikipedia.org). Nah, situs ini pertama kali di desain oleh mahasiswa Harvard Universty keturunan Yahudi bernama Mark Zuckerberg. Si pendesain konon adalah mahasiswa yang aktif sebagai anggota Alpha Epsilon Pi. Sekedar info, Alpha Epsilon Pi adalah perkumpulan mahasiswa yang bertujuan mencetak kader-kader tangguh pemimpin bangsa Yahudi di kemudian hari. Jadi, Mark Zuckerberg juga bisa dikatakan calon pemimpin Yahudi mendatang donk? Tapi belum tentu jadi Perdana Mentri Israel lho…
Saat kemunculan Facebook, sebenarnya nggak ada yang memprediksi akan bisa meledak seperti sekarang ini. Kok bisa sih? Coba kita runut dech. Awalnya, Facebook hanyalah situs komunitas. Keanggotaan awal hanyadibatasi bagi siswa Harvard College. Terus, karena adanya permintaan, dalam dua bulan berikutnya keanggotaannya diperluas ke sekolah-sekolah di wilayah Boston, Rochester, Stanford, NYU, dan Northwestern. Penambahan demi penambahan terus berlanjut hingga setiap orang yang memiliki alamat surat-e suatu universitas kayak edu, .ac. dan uk bisa menikmati layanan Facebook. Hingga juli 2007, tercatat ada 34 juta anggota aktif. Dalam sehari, foto yang dikirim ke situs ini bisa mencapai 8,5 juta buah. Banyak kan?
FACEBOOK: OH YES?!
Dengan Facebook, banyak orang memang bisa mendapatkan keuntungan. Kamu juga? Tali silaturahmi yang sudah lama putus bisa terjalin indah kembali dengan Facebook. Kan dengan begitu, kita jadi tahu kondisi temen kita yang jauh di negeri seberang or seberang rumah. Kangen pun gak harus mahal dan capek lagi. Kalo HP kamu cuma melepaskan rindu dengan suara, Facebook bisa melepaskan rindumu pada teman or keluarga dengan foto. Lebih riil kali ya, pikir sebagian orang.
Dan keuntungan lain, kamu bisa tahu banyak hal or peristiwa-peristiwa penting di tempat lain tanpa harus pergi ke tempat peristiwa. Contohnya, teman kamu baru saja terkena musibah kecelakaan. Nah, dengan Facebook, dalam sekejap kamu bisa mendapatkan informasi itu plus menyebarkan ke teman yang lain tanpa menghabiskan pulsa dan capek mencet tombol HP. Oiya, foto teman kamu yang sedang sakit juga bisa kamu dapatkan dari Facebook. Kamu juga bisa tukar pikiran dan pendapat biar tambah pintar melalui Facebook. Cuma, kalo mau tukar pendapatan kayaknya nggak bisa, he..he
FACEBOOK: OH NO?!
Yang namanya dunia maya itu memang nggak selamanya menawarkan keuntungan. Jika mau jujur, Facebook lebih menawarkan kerugian yang dahsyat dibandingkan memberikan keuntungan. Pernah suatu ketika ada seorang ibu yang hamper saja bercerai gara-gara keranjingan Facebook. Kenapa koq bisa begitu? Soalnya, si ibu ini sering melalaikan tugasnya demi Facebook. Suaminya sering nggak dapat perhatian karena si istri lebih khusyuk di depan meja computer. Si anak sering mengeluh gara-gara umi-nya nggak masak dan malas jemput sekolah. Dan yang lebih parah, si ibu mengalami masalah kesehatan karena terlalu lama duduk di kursi tanpa pergerakan yang berarti.
Facebook yang awalnya dibuat agar orang-orang mudah berkomunikasi kadang justru diselewengkan. Contoh kongkritnya begini. Ada saja orang yang usil ngaku cewek padahal dia termasuk kaum Adam. Nah, untuk lebih meyakinkan kalo dia memang cewek tulen, dipajanglah foto cewek cakep. Entah dari mana asalnya. Orang yang nggak tahu, biasanya dari kalangan cowok, akhirnya ngajak kenalan dan ngobrol ngalor ngidul. Setelah gitu, muncullah pikiran-pikiran kotor (baca:piktor) dari orang yang ngajak ngobrol tadi. Jika sudah begini, “pembohong” tadi puas banget.
Belum lagi, Facebook juga membuat kantong jadi tipis. Betapa banyak orang keranjingan Facebook harus mengeluarkan ratusan ribu rupiah Cuma untuk bayar ongkos internet. Coba kalo uang itu digunakan untuk bantu saudara-saudara kita di Palestina, jadi lebih bermanfaat kan? So, benar kalo ada yang bilang kalo Facebook bikin mata hati tertutup. Bagaimana tidak? Banyak saudara muslim yang menderita malah enak-enakan main Facebook. Keterlaluan nggak kalo gitu?
LEBIH BIJAK LAGI…
Yang namanya Iptek pasti ada nilai positif dan negatifnya. Tinggal kitanya yang kudu pinter dalam menyelaraskan dengan nilai syariat. Seperti dalam hal membuat, memasang, dan berkirim foto dalam fasilitas ini. Islam telah menegaskan bahwa orang yang paling pedih siksanya adalah para pelukis gambar bernyawa. Nah, terkait dalam fasilitas Facebook ini yang biasa memasang dan berkirim foto perlu kiranya dihindari berkirim gambar makhluk bernyawa karena bisa dianalogikan sebagai pembuat makhluk bernyawa itu.
Itu baru satu tinjauan syariat saja. Masih banyak lagi, seperti aspek pemborosan dan kesia-siaan mesti dihindari. Prinsip Islam yang disabdakan oleh Rasulullah perlu kita pegangi. “Diantara tanda baiknya keislaman seseorang ia akan meninggalkan sesuatu yang tidak berguna.” Termasuk dalam hal ini bukan?
Yang jelas, iptek kudu disikapi dengan bijak. Penggunaannya pun mesti ditimbang dengan agama. Karena agama ini hanya menginginkan banyaknya manfaat yang dipetik umatnya ketimbang mudharat. So gunakan fasilitas iptek tanpa menerjang pagar syariat. Ok?

“APAKAH IMUNISASI” = RACUN & NAJIS ? 15 Desember 2010

Posted by jihadsabili in anak, kesehatan.
add a comment

“APAKAH IMUNISASI” = RACUN & NAJIS ?

 

Imunisasi merupakan cara terbaik untuk melindungi anak dari berbagai macam penyakit. Anda mendengar hal ini dari dokter, media masa, brosur di klinik, atau teman-teman anda. Tetapi apakah anda pernah berpikir ulang tentang tujuan imunisasi? Pernahkah anda meneliti lebih lanjut terhadap isu-isu dan cerita mengenai sisi lain imunisasi (yang tidak pernah diinformasikan oleh dokter)? Baiklah, mari kita ikuti lebih lanjut…

Serangkaian imunisasi yang terus digiatkan hingga saat ini oleh pihak-pihak terkait yang katanya demi menjaga kesehatan anak, patut dikritisi lagi baik dari segi kesehatan maupun syariat. Teori pemberian vaksin yang menyatakan bahwa “memasukkan bibit penyakit yang telah dilemahkan kepada manusia akan menghasilkan pelindung berupa anti body tertentu untuk menahan serangan penyakit yang lebih besar. Benarkah?

 

TIGA MITOS MENYESATKAN

Vaksin begitu dipercaya sebagai pencegah penyakit. Hal ini tidak terlepas dari adanya 3 mitos yang sengaja disebarkan. Padahal hal itu berlawanan dengan kenyataan.

 

Mitos 1 : Vaksin efektif melindungi manusia dari penyakit.

Kenyataan : Banyak peneliti medis mencatat kegagalan vaksinasi. Campak, gabag, gondong, polio, terjadi juga di pemukiman penduduk yang telah diimunisasi. Sebagai contoh, pada tahun 1989, wabah campak terjadi di sekolah yang punya tingkat vaksinasi lebih besar dari 98%. WHO juga menemukan bahwa seseorang yang telah divaksin campak, punya kemungkinan 15 kali lebih besar untuk terserang penyakit tersebut daripada yang tidak divaksin.

 

Mitos 2 : Imunisasi merupakan sebab utama penurunan jumlah penyakit.

Kenyataan : Kebanyakan penurunan penyakit terjadi sebelum dikenalkan imunisasi secara masal. Salah satu buktinya, penyakit-penyakit infeksi yang mematikan di AS dan Inggris mengalami penurunan rata-rata sebesar 80%, itu terjadi sebelum ada vaksinasi. The British Association for the Advancement of Science menemukan bahwa penyakit anak-anak mengalami penurunan sebesar 90% antara 1850 dan 1940, dan hal itu terjadi jauh sebelum program imunisasi diwajibkan.

 

Mitos 3 : Imunisasi benar-benar aman bagi anak-anak.

Yang benar, imunisasi lebih besar bahayanya. Salah satu buktinya, pada tahun 1986, kongres AS membentuk The National Childhood Vaccine Injury Act, yang mengakui kenyataan bahwa vaksin dapat menyebabkan luka dan kematian.

 

RACUN DAN NAJIS? TAK MASUK AKAL

Apa saja racun yang terkandung dalam vaksin? Beberapa racun dan bahan berbahaya yang biasa digunakan seperti Merkuri, Formaldehid, Aluminium, Fosfat, Sodium, Neomioin, Fenol, Aseton, dan sebagainya. Sedangkan yang dari hewan biasanya darah kuda dan babi, nanah dari cacar sapi, jaringan otak kelinci, jaringan ginjal anjing, sel ginjal kera, embrio ayam, serum anak sapi, dan sebagainya. Sungguh, terdapat banyak persamaan antara praktik penyihir zaman dulu dengan pengobatan modern. Keduanya menggunakan organ tubuh manusia dan hewan, kotoran dan racun (informasi ini diambil dari British National Anti-Vaccination League).

 

Berikut pendapat dari para ilmuwan atau ahli medis ttg vaksinasi:

 

- “Satu-satunya vaksin yang aman adalah vaksin yang tidak pernah digunakan.” (Dr. James R. Shannon, mantan direktur Institusi Kesehatan Nasional Amerika)

 

- “Vaksin menipu tubuh sup…aya tidak lagi menimbulkan reaksi radang. Sehingga vaksin mengubah fungsi pencegahan sistem imun.”(Dr. Richard Moskowitz, Harvard University)

 

- “Kanker pada dasarnya tidak dikenal sebelum kewajiban vaksinasi cacar mulai diperkenalkan. Saya telah menghadapi 200 kasus kanker, dan tak seorang pun dari mereka yang terkena kanker tidak mendapatkan vaksinasi sebelumnya.”(Dr. W.B. Clarke, peneliti kanker Inggris)

 

- “Ketika vaksin dinyatakan aman, keamanannya adalah istilah relatif yang tidak dapat diartikan secara umum”.( dr. Harris Coulter, pakar vaksin internasional)

 

- “Kasus polio meningkat secara cepat sejak vaksin dijalankan. Pada tahun 1957-1958 peningkatan sebesar 50%, dan tahun 1958-1959 peningkatan menjadi 80%.”(Dr. Bernard Greenberg, dalam sidang kongres AS tahun 1962)

 

- “Sebelum vaksinasi besar besaran 50 tahun yang lalu, di negara itu (Amerika) tidak terdapat wabah kanker, penyakit autoimun, dan kasus autisme.”(Neil Z. Miller, peneliti vaksin internasional)

 

- “Vaksin bertanggung jawab terhadap peningkatan jumlah anak-anak dan orang dewasa yang mengalami gangguan sistem imun dan syarat, hiperaktif, kelemahan daya ingat, asma, sindrom keletihan kronis, lupus, artritis reumatiod, sklerosis multiple, dan bahkan epilepsi. Bahkan AIDS yang tidak pernah dikenal dua dekade lalu, menjadi wabah di seluruh dunia saat ini.”~ Barbara Loe Fisher, Presiden Pusat Informasi Vaksin Nasional Amerika

 

- “Tak masuk akal memikirkan bahwa Anda bisa menyuntikkan nanah ke dalam tubuh anak kecil dan dengan proses tertentu akan meningkatkan kesehatan. Tubuh punya cara pertahanan tersendiri yang tergantung pada vitalitas saat itu. Jika dalam kondisi fit, tubuh akan mampu melawan semua infeksi, dan jika kondisinya sedang menurun, tidak akan mampu. Dan Anda tidak dapat mengubah kebugaran tubuh menjadi lebih baik dengan memasukkan racun apapun juga ke dalamnya.”(Dr. William Hay, dalam buku “Immunisation: The Reality behind the Myth”)

 

- Dan ternyata faktanya di Jerman para praktisi medis, mulai dokter hingga perawat, menolak adanya imunisasi campak. Penolakan itu diterbitkan dalam “Journal of the American Medical Association” (20 Februari 1981) yang berisi sebuah artikel dengan judul “Rubella Vaccine in Suspectible Hospital Employees, Poor Physician Participation”. Dalam artikel itu disebutkan bahwa jumlah partisipan terendah dalam imunisasi campak terjadi di kalangan praktisi medis di Jerman. Hal ini terjadi pada para pakar obstetrik, dan kadar terendah lain terjadi pada para pakar pediatrik. Kurang lebih 90% pakar obstetrik dan 66% parak pediatrik menolak suntikan vaksin rubella.

 

Bencana akibat vaksin yang tidak pernah dipublikasikan:

* Di Amerika pada tahun 1991 – 1994 sebanyak 38.787 masalah kesehatan dilaporkan kepada Vaccine Adverse Event Reporting System (VAERS) FDA. Dari jumlah ini 45% terjadi pada hari vaksinasi, 20% pada hari berikutnya dan 93% dalam waktu 2 mgg setelah vaksinasi. Kematian biasanya terjadi di kalangan anak anak usia 1-3 bulan.

* Pada 1986 ada 1300 kasus pertusis di Kansas dan 90% penderita adalah anak-anak yang telah mendapatkan vaksinasi ini sebelumnya. Kegagalan sejenis juga terjadi di Nova Scotia di mana pertusis telah muncul sekalipun telah dilakukan vaksinasi universal.

* Jerman mewajibkan vaksinasi tahun 1939. Jumlah kasus dipteri naik menjadi 150.000 kasus, di mana pada tahun yang sama, Norwegia yang tidak melakukan vaksinasi, kasus dipterinya hanya sebanyak 50 kasus.

* Penularan polio dalam skala besar, menyerang anak-anak di Nigeria Utara berpenduduk muslim. Hal itu terjadi setelah diberikan vaksinasi polio, sumbangan AS untuk penduduk muslim. Beberapa pemimpin Islam lokal menuduh Pemerintah Federal Nigeria menjadi bagian dari pelaksanaan rencana Amerika untuk menghabiskan orang-orang Muslim dengan menggunakan vaksin.

* Tahun 1989-1991 vaksin campak ”high titre” buatan Yugoslavia Edmonton-Zagreb diuji coba pada 1500 anak-anak miskin keturunan orang hitam dan latin, di kota Los Angeles, Meksiko, Haiti dan Afrika. Vaksin tersebut sangat direkomendasikan oleh WHO. Program dihentikan setelah di dapati banyak anak-anak meninggal dunia dalam jumlah yang besar.

* Vaksin campak menyebabkan penindasan terhadap sistem kekebalan tubuh anak-anak dalam waktu panjang selama 6 bulan sampai 3 tahun. Akibatnya anak-anak yang diberi vaksin mengalami penurunan kekebalan tubuh dan meninggal dunia dalam jumlah besar dari penyakit-penyakit lainnya WHO kemudian menarik vaksin-vaksin tersebut dari pasar di tahun 1992.

* Setiap program vaksin dari WHO di laksanakan di Afrika dan Negara-negara dunia ketiga lainnya, hampir selalu terdapat penjangkitan penyakit-penyakit berbahaya di lokasi program vaksin dilakukan. Virus HIV penyebab Aids di perkenalkan lewat program WHO melalui komunitas homoseksual melalui vaksin hepatitis dan masuk ke Afrika tengah melalui vaksin cacar.

* Desember 2002, Menteri Kesehatan Amerika, Tommy G. Thompson menyatakan, tidak merencanakan memberi suntikan vaksin cacar. Dia juga merekomendasikan kepada anggota kabinet lainnya untuk tidak meminta pelaksaanaan vaksin itu. Sejak vaksinasi massal diterapkan pada jutaan bayi, banyak dilaporkan berbagai gangguan serius pada otak, jantung, sistem metabolisme, dan gangguan lain mulai mengisi halaman-halaman jurnal kesehatan.

* Kenyataannya vaksin untuk janin telah digunakan untuk memasukan encephalomyelitis, dengan indikasi terjadi pembengkakan otak dan pendarahan di dalam. Bart Classen, seorang dokter dari Maryland, menerbitkan data yang memperlihatkan bahwa tingkat penyakit diabetes berkembang secara signifikan di Selandia Baru, setelah vaksin hepatitis B diberikan secara massal di kalangan anak-anak.

* Melaporkan bahwa, vaksin meningococcal merupakan ”Bom waktu bagi kesehatan penerima vaksin.”

* Anak-anak di Amerika Serikat mendapatkan vaksin yang berpotensi membahayakan dan dapat menyebabkan kerusakan permanen. Berbagai macam imunisasi misalnya, Vaksin-vaksin seperti Hepatitis B, DPT, Polio, MMR, Varicela (Cacar air) terbukti telah banyak memakan korban anak-anak Amerika sendiri, mereka menderita kelainan syaraf, anak-anak cacat, diabetes, autis, autoimun dan lain-lain.

* Vaksin cacar dipercayai bisa memberikan imunisasi kepada masyarakat terhadap cacar. Pada saat vaksin ini diluncurkan, sebenarnya kasus cacar sudah sedang menurun. Jepang mewajibkan suntikan vaksin pada 1872. Pada 1892, ada 165.774 kasus cacar dengan 29.979 berakhir dengan kematian walaupun adanya program vaksin.

* Pemaksaan vaksin cacar, di mana orang yang menolak bisa diperkarakan secara hukum, dilakukan di Inggris tahun 1867. Dalam 4 tahun, 97.5& masyarakat usia 2 sampai 50 tahun telah divaksinasi. Setahun kemudian Inggris merasakan epidemik cacar terburuknya dalam sejarah dengan 44.840 kematian. Antara 1871 – 1880 kasus cacar naik dari 28 menjadi 46 per 100.000 orang. Vaksin cacar tidak berhasil.

* Dan masih banyak lagi.

 

Mengapa vaksin gagal melindungi terhadap penyakit?

 

Walene James, pengarang buku Immunization: the Reality Behind The Myth, mengatakan respon inflamatori penuh diperlukan untuk menciptakan kekebalan nyata.

Sebelum introduksi vaksin cacar dan gondok, kasus cacar dan gondok yang menimpa anak-anak adalah kasus tidak berbahaya. Vaksin “mengecoh” tubuh sehingga tubuh kita tidak menghasilkan respon inflamatory terhadap virus yang diinjeksi.

 

SIDS (Sudden Infant Death Syndrome) naik dari 0.55 per 1000 orang di 1953 menjadi 12.8 per 1000 pada 1992 di Olmstead County, Minnesota. Puncak kejadian SIDS adalah umur 2 – 4 bulan, waktu di mana vaksin mulai diberikan kepada bayi. 85% kasus SIDS terjadi di 6 bulan pertama bayi. Persentase kasus SIDS telah naik dari 2.5 per 1000 menjadi 17.9 per 1000 dari 1953 sampai 1992. Naikan kematian akibat SIDS meningkat pada saat hampir semua penyakit anak-anak menurun karena perbaikan sanitasi dan kemajuan medikal kecuali SIDS.

 

Kasus kematian SIDS meningkat pada saat jumlah vaksin yang diberikan kepada balita naik secara meyakinkan menjadi 36 per anak.

 

Dr. W. Torch berhasil mendokumentasikan 12 kasus kematian pada anak-anak yang terjadi dalam 3,5 – 19 jam paska imunisasi DPT. Dia kemudian juga melaporkan 11 kasus kematian SIDS dan satu yang hampir mati 24 jam paska injeksi DPT. Saat dia mempelajari 70 kasus kematian SIDS, 2/3 korban adalah mereka yang baru divaksinasi mulai dari 1,5 hari sampai 3 minggu sebelumnya.

 

Vaksin dan WHO adalah Konspirasi Zionis Yahudi?

 

Jika kita merunut sejarah vaksin modern yang dilakukan oleh Flexner Brothers, kita dapat menemukan bahwa kegiatan mereka dalam penelitian tentang vaksinasi pada manusia didanai oleh Keluarga Rockefeller. Rockefeller sendiri adalah salah satu keluarga Yahudi yang paling berpengaruh di dunia, dan mereka adalah bagian dari Zionisme Internasional.

 

Dan kenyataannya, mereka adalah pendiri WHO dan lembaga strategis lainnya :The UN’s WHO was established by the Rockefeller family’s foundation in 1948 – the year after the same Rockefeller cohort established the CIA. Two years later the Rockefeller Foundation established the U.S. Government’s National Science Foundation, the National Institute of Health (NIH), and earlier, the nation’s Public Health Service (PHS).~ Dr. Leonard Horowitz dalam “WHO Issues H1N1 Swine Flu Propaganda”

 

Wah hebat sekali ya penguasaan mereka pada lembaga-lembaga strategis. Dilihat dari latar belakang WHO, jelas bahwa vaksinasi modern (atau kita menyebutnya imunisasi) adalah salah satu campur tangan (Baca : konspirasi) Zionisme dengan tujuan untuk menguasai dan memperbudak seluruh dunia dalam “New World Order” mereka.

 

Imunisasi yang selama ini digembar-gemborkan oleh Zionis dapat berdampak kepada masalah yang sangat serius bagi kehidupan penduduk dunia. Mereka yang bertujuan untuk menjadikan ras lainnya berada di bawah kekuasaan mereka dengan berbagai cara. Sudah cukup adik laki-laki saya yang menjadi korban konspirasi imunisasi ini. Kini saatnya kita membuka mata dan bertanya pada hati nurani kita dengan berbagai propaganda yang mereka lakukan.

 

Bahkan Allah telah menyuruh kita berhati-hati terdadap berita dari mereka :

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” Qur’an surah Al-Hujuraat (49) : 6

 

Lalu adakah imunisasi yang benar menurut Islam?

 

Ada! Bahkan Rasulullah sendiri yang mengajarkan dan merekomendasikannya.

 

Imam Bukhari dalam Shahih-nya men-takhrij hadits dari Asma’ binti Abi Bakr.

Dari Asma’ binti Abu Bakr bahwa dirinya ketika sedang mengandung Abdullah ibn Zubair di Mekah mengatakan, “Saya keluar dan aku sempurna hamilku 9 bulan, lalu aku datang ke madinah, aku turun di Quba’ dan aku melahirkan di sana, lalu aku pun mendatangi Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam, maka beliau Shalallaahu alaihi wasalam menaruh Abdullah ibn Zubair di dalam kamarnya, lalu beliau Shalallaahu alaihi wasalam meminta kurma lalu mengunyahnya, kemudian beliau Shalallaahu alaihi wasalam memasukkan kurma yang sudah lumat itu ke dalam mulut Abdullah ibn Zubair. Dan itu adalah makanan yang pertama kali masuk ke mulutnya melalui Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam, kemudian beliau men-tahnik-nya, lalu beliau Shalallaahu alaihi wasalam pun mendo’akannya dan mendoakan keberkahan kepadanya.

Dalam shahihain -Shahih Bukhari dan Muslim- dari Abu Musa Al-Asy’ariy, “Anakku lahir, lalu aku membawa dan mendatangi Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam, lalu beliau Shalallaahu alaihi wasalam memberinya nama Ibrahim dan kemudian men-tahnik-nya dengan kurma.” dalam riwayat Imam Bukhari ada tambahan: “maka beliau SAW mendoakan kebaikan dan memdoakan keberkahan baginya, lalu menyerahkan kembali kepadaku.”

 

Seseorang ahli medis  mengatakan bahwa bayi dilahirkan dalam keadaan kekurangan glukosa. Bahkan apabila tubuhnya menguning, maka bayi tersebut dipastikan membutuhkan glukosa dalam keadaan yang cukup untuknya. Bobot bayi saat lahir juga mempengaruhi kandungan glukosa dalam tubuhnya.

Pada kasus bayi prematur yang beratnya kurang dari 2,5 kg, maka kandungan zat gulanya sangat kecil sekali, dimana pada sebagian kasus malah kurang dari 20 mg/100 ml darah. Adapun anak yang lahir dengan berat badan di atas 2,5 kg maka kadar gula dalam darahnya biasanya di atas 30 mg/100 ml.

Kadar semacam ini berarti (20 atau 30 mg/100 ml darah) merupakan keadaan bahaya dalam ukuran kadar gula dalam darah.

Hal ini bisa menyebabkan terjadinya berbagai penyakit, seperti bayi menolak untuk menyusui, otot-otot bayi melemas, aktivitas pernafasan terganggu dan kulit bayi menjadi kebiruan, kontraksi atau kejang-kejang.

Terkadang bisa juga menyebabkan sejumlah penyakit yang berbahaya dan lama, seperti insomnia, lemah otak, gangguan syaraf, gangguan pendengaran, penglihatan, atau keduanya.

Apabila hal-hal di atas tidak segera ditanggulangi atau diobati maka bisa menyebabkan kematian. Padahal obat untuk itu adalah sangat mudah, yaitu memberikan zat gula yang berbentuk glukosa melalui infus, baik lewat mulut, maupun pembuluh darah.

Mayoritas atau bahkan semua bayi membutuhkan zat gula dalam bentuk glukosa seketika setelah lahir, maka memberikan kurma yang sudah dilumat bisa menjauhkan sang bayi dari kekurangan kadar gula yang berlipat-lipat.

 

Disunnahkannya tahnik kepada bayi adalah obat sekaligus tindakan preventif yang memiliki fungsi penting, dan ini adalah mukjizat kenabian Muhammad SAW secara medis dimana sejarah kemanusiaan tidak pernah mengetahui hal itu sebelumnya, bahkan kini manusia tahu bahayanya kekurangan kadar glukosa dalam darah bayi.

Tahnik sebaiknya dilakukan oleh orang-orang yang beriman kepada Allah, atau dapat pula dilakukan ayah atau ibu sang bayi.

 

Selain tahnik, ASI (Air Susu Ibu) merupakan imunitas yang terbaik untuk sang bayi. Keutamaan ASI daripada air susu lainnya : ASI lebih bersih dan steril, tidak terlalu dingin dan tidak terlalu panas, tidak rusak meski disimpan dalam waktu yang cukup lama (dalam tetek ibunya), sesuai lambung sang anak yang menyusu, memberikan antibody bagi anak, mencegah kegemukan bagi anak dan ibunya, menumbuhkan ikatan batin dan kasih sayang antara anak dan ibunya, dll. Banyak sekali keutamaan yang terdapat dalam ASI untuk sang bayi dan ASI diakui keutamaannya oleh para ulama dan ahli medis lainnya.

 

MAKHLUK MULIA VS HEWAN

Allah Azza wa Jalla telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Manusia merupakan khalifah di bumi, sehingga merupakan ashraful makhluqaat (makhluk termulia). Mengingat keunggulan fisik, kecerdasan dan jiwa secara hakiki, manusia mengungguli semua ciptaan Allah Azza wa Jalla yang ada. Manusia merupakan makhluk unik yang dilengkapi sistem kekebalan alami yang berpotensi melawan semua mikroba, virus serta bakteri asing dan berbahaya.

Jika manusia menjalani hidupnya sesuai petunjuk syariat yang berupa perintah dan larangan, kesehatannya akan tetap terjaga dari serangan virus, bakteri, dan kuman penyakit lainnya. Sedangkan orang-orang kafir, menganggap adanya kekurangan dalam diri manusia sebagai ciptaan Allah Azza wa Jalla, sehingga berusaha sekuat tenaga memperkuat sistem pertahanan tubuh melalui imunisasi yang tercampur najis dan penuh dengan bahaya.

 

Manusia merupakan makhluk yang punya banyak kelebihan . Terdapat perbedaan yang mencolok antara manusia dengan hewan tingkat rendah. Apa yang dapat diterapkan padanya tidak cocok bagi hewan, demikian juga sebaliknya. Namun, orang-orang atheis menyamakan hewan dengan manusia, sebab mereka menganut teori evolusi manusia melalui kera yang sangat ”menggelikan”.Oleh karena itu, mereka percaya bahwa apa yang dimiliki hewan dapat secara aman dimasukkan ke dalam tubuh manusia. Jadi, sel-sel hewan, virus, bakteri, darah, dan nanah disuntikkan ke dalam tubuh manusia. Logika setan ini adalah menjijikkan menurut Islam.

 

Imunisasi digembor-gemborkan sebagai suatu bentuk keajaiban pencegahan penyakit, padahal faktanya cara itu tidak lebih hanya sebagai proyek penghasil uang para dokter dan perusahaan farmasi. Dalam kenyataannya, imunisasi lebih banyak menyebabkan bahaya daripada kesehatan. Bahkan, mengacaukan proses-proses alami yang ada dalam ciptaan-Nya. Nah, dengan paparan singkat ini. Orangtua mana yang merasa tidak takut untuk memberikan imunisasi pada anaknya?

(www.missionislam.com/conissues)

 

 

HUKUM MENGKONSUMSI & BEROBAT DENGAN SESUATU YANG JELEK ATAU HARAM

 

Dalil dari Al Qur’an dan Hadits :

 

- Allah Subhanahu waTa’ala berfirman : “Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang ia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Baqarah : 173).

 

- Allah Subhanahu waTa’ala berfirman : “…dan (Allah) menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka.” (QS. Al A’raf : 157).

 

- Dari Ibnu Mas’ud, bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak menjadikan kesembuhan kalian pada sesuatu yang diharamkan kepada kalian.” (HR: Bukhari secara muallaq, secara maushul oleh Ath-Thabrani dengan sanad yang shahih, juga oleh Ahmad, Ibnu Hibban, Al-Bazzar dan Abu Ya’la).

 

- Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam pernah berbicara kepada Thariq bin Suwaid Al-Ja’fi ketika meminta disediakan khomr, maka Rasulullah melarangnya. Maka Thariq berkata, bahwa ia meminumnya sekedar untuk obat, maka Rasulullah menjawab, “Khomr bukan obat, akan tetapi penyakit!!” (HR. Muslim dan Tirmidzi).

 

- Dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu, “Rasulullah melarang berobat dengan sesuatu yang jelek.” (HR. Abu Daud).

 

- Masih dalam Sunnan Abu Daud, dari Abu Darda bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya Allah menurunkan penyakit dan obatnya, dan menjadikan setiap penyakit ada obatnya, maka berobatlah dan jangan berobat dengan barang haram.” (dikeluarkan juga oleh Ath-Thabrani, para perawinya tsiqah)

 

- Dan dari Thariq ibn Suwaid Al-Hadhrami, aku berkata kepada Rasulullah bahwa didaerah kami ada anggur-anggur, kami memeras dan meminumnya, dan kami menggunakannya untuk mengobati orang yang sedang sakit. Maka Rasulullah bersabda, “Itu (anggur perasan) bukanlah obat akan tetapi penyakit.” (HR. Muslim, Abu Daud dan Tirmidzi).

 

- Sementara dalam Sunan An-Nasa’i diceritakan, “Ada seorang dokter yang mencampurkan kodok ke dalam ramuan obatnya, sementara Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam melihatnya. Maka beliau melarang dokter itu membunuh kodok tersebut.” (HR: Abu Daud, Ahmad dan Al-Hakim dari Abdurrahman bin Utsman dengan sanad yang kuat).

 

Imam Ibnul Qayyim berkata dalam kitabnya Ath-Thibbun Nabawi, “Berobat dengan sesuatu yang diharamkan adalah perbuatan buruk baik menurut akal maupun menurut syariat. Dalam syariat telah dijelaskan dengan berbagai macam dalil. Sementara menurut logika adalah bahwa Allah Azza wa Jalla mengharamkan sesuatu karena sesuatu itu jelek. Allah tidak pernah mengharamkan yang baik-baik untuk umat ini sebagai hukuman buat mereka sebagaimana yang Allah haramkan terhadap Bani Israil (lihat QS. An-Nisa’:160). Allah mengharamkan atas umat ini tidak lain karena kejelekannya. Allah mengharamkan demi melindungi mereka juga dan menjaga jangan sampai mereka memakannya. Maka tidak semestinya kalau sesuatu yang haram itu digunakan untuk mengobati penyakit dan sejenisnya. Karena meskipun barang haram itu memiliki khasiat menghilangkan penyakit, namun pasti akan menimbulkan penyakit yang lebih parah lagi didalam hatinya karena kekuatan jahat yang dikandung barang haram tersebut. Berarti si pasien telah berusaha menghilangkan penyakit fisik dengan resiko penyakit hati.

 

Sesuatu yang diharamkan berarti harus dijauhi dan dihindari dengan segala cara. Menjadikannya sebagai obat berarti memberi motivasi untuk mencarinya. Itu jelas bertentangan dengan kaidah ‘tujuan syari’at’. Di samping itu, bila obat-obatan haram itu dibolehkan, terutama sekali memang amat disukai oleh hawa nafsu, pasti akan menggiring seseorang menikmati keinginan syahwat dan kelezatan semata. Terlebih-lebih lagi jika hati seseorang mempercayai khasiat dari obat-obat haram tersebut, dapat menghilangkan penyakitnya sehingga sembuh sama sekali. Jadilah obat-obatan haram itu sebagai sesuatu yang paling disukainya. Ajaran syari’at tentu saja akan menutup jalan ke arah itu sebisa mungkin. Tidak diragukan lagi bahwa terdapat kontradiksi dan kontroversi antara menutup jalan untuk mengkonsumsinya dengan membuka untuk mengkonsumsinya.

 

Disini terkandung sebuah rahasia yang amat lembut berkaitan dengan substansi berbagai benda haram yang tidak bisa dijadikan sebagai obat. Karena, salah satu kriteria obat adalah bahwa sesuatau yang akan dijadikan obat itu harus dapat diterima, memang diyakini berkhasiat dan mengandung keberkahan yang diciptakan Allah di dalamnya. Karena sesuatu yang bermanfaat adalah yang memiliki berkah.Sesuatu yang paling bermanfaat adalah sesuatu yang banyak berkahnya. Orang yang penuh berkah, dimanapun dia berada, adalah orang yang selalu bisa diambil manfaat darinya dimana ia tinggal. Dan dapat dimaklumi bahwa keyakinan seorang muslim bahwa sesuatu itu haram pasti akan menghalangi munculnya keyakinan bahwa sesuatu itu mengandung berkah dan manfaat, seiring dengan optimisme terhadap sesuatu tersebut sehingga bisa diterima oleh tubuhnya secara alami. Bahkan semakin tebal iman seseorang, tentu ia akan semakin membenci sesuatu yang haram tersebut dan semakin hilang keyakinannya terhadap sesuatu itu, disamping tubuhnya semakin alergi terhadapnya, kalau pada saat itu ia dipaksa mengkonsumsinya, sesuatu itu akan menjadi penyakit baginya, bukan obat. Kecuali bila keyakinan keharaman sesuatu itu hilang, demikian juga pesimisme dan kealergiannya terhadap sesuatu tersebut. Namun itu jelas bertentangan dengan konsep iman sehingga seseorang mungkin hanya akan menerima sesuatu itu sebagai penyakit belaka. Wallahu a’lam.” (Lihat kitab Ath-Thibbun Nabawi, bab “Petunjuk Nabi Tentang Larangan Berobat Dengan Barang-barang Haram”, dengan diringkas seperlunya).

 

Beberapa Penjelasan Medis :

 

Dan para dokter menduga di zaman dahulu dan zaman Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dan zaman setelah beliau sampai abad-abad terakhir bahwa khomr memiliki manfaat bagi kesehatan, kemudian sejumlah penelitian medis pun menemukan data yang membatalkan anggapan-anggapan itu. Anggapan itu hanyalah dugaan dan perkataan Al-Shadiq Al-Mashduq (Sang jujur dan diakui kejujurannya, Nabi Muhammad -pent) itulah yang benar yang tidak ada keraguan ataupun salah-faham pada kebenaran ucapannya.

 

- Ilmu medis telah membuktikan bahwa orang yang mengkonsumsi daging babi akan mudah terkena berbagai penyakit berat; cacing pita, cacing rambut, penyakit kudis, pengerasan pembuluh darah dan rasa nyeri pada persendian.

 

- Tentang darah, maka teori medis telah membuktikan indikasi penularan kuman dan virus sangat efektif melalui darah, ia juga bisa menyebabkan radang hati.

 

- Tentang bahaya khamer (segala hal yang memabukkan seperti : alkohol, narkoba, dll-pent), maka bukti medis menunjukkan bahwa mengkonsumsi khomer akan menyebabkan keracunan akut, serangan sistem pencernaan makanan, radang pankreas, rasa nyeri pada otot jantung, kekurangan darah, radang tenggorokan, rasa nyeri pada otot jantung, wasir, ketegangan jiwa, dll.

 

- Rokok dan berbagai makanan buruk (karena terkandung unsur racun dan bahan-bahan kimia berbahaya) juga telah dibuktikan dalam dunia medis tentang bahayanya. Dalam sebatang rokok, terkandung lebih dari 4000 racun dan gas yang sangat berbahaya bagi tubuh. Diantaranya : Hydrogen Cyanide (racun untuk hukuman mati), Toluidine, Ammonia (pembersih lantai), Urethane, Toluene (pelarut industri), Arsenic (racun semut putih),Dibenzacridine, Phenol, Butane (bahan bakar korek api), Polonium -210, Acetone (penghapus cat), Naphthylamnine, Methanol (bahan bakar roket), Pyrene, Dimethylnitrosamine, Napthalene (kapur barus), Cadmium (dipakai accu mobil), Carbon Monoxide (gas dari knalpot), Benzopyrene, Vinyl Chloride (bahan plastik PVC). (Sumber: www.bejubel.com)

 

- Larangan mengkonsumsi bangkai juga telah dibuktikan. Resiko terjadinya pembusukan dan tersebarnya bibit penyakit pada bangkai sangat besar, sehingga ia dikategorikan sebagai sumber penyakit yang sangat berbahaya bagi tubuh.

 

- Tentang larangan memakan hewan buas, maka secara naluri dan tabiat hal itu akan sangat berpengaruh pada kondisi kejiwaan seseorang. Seseorang akan “menjadi” seperti apa yang ia makan. Jika ia mengkonsumsi binatang buas, maka naluri kebuasaan pada hewan itu juga akan “menular” pada orang itu.

 

 

FATWA dari MUI tentang Imunisasi

 

Pekan Imunisasi Nasional

 

Fatwa Majelis Ulama Indonesia tentang penggunaan vaksin polio khusus (IPV).

 

Menimbang

1. Bahwa anak bangsa, khususnya Balita, perlu diupayakan agar terhindar dari penyakit Polio, antara lain melalui pemberian vaksin imunisasi;

2. Bahwa dalam program Pekan Imunisasi Nasional (PIN) tahun 2002 ini terdapat sejumlah anak Balita yang menderita immunocompromise (kelainan sistim kekebalan tubuh) yang memerlukan vaksin khusus yang diberikan secara injeksi (vaksin jenis suntik, IPV);

3. Vaksin khusus tersebut (IPV) dalam proses pembuatannya menggunakan enzim yang berasal dari porcine (babi), namun dalam hasil akhir tidak terdeteksi unsur babi, dan belum ditemukan IPV jenis lain yang dapat menggantikan vaksin tersebut

4. Bahwa oleh karena itu, Komisi Fatwa MUI memandang perlu menetapkan fatwa tentang status hukum penggunaan IPV tersebut, sebagai pedoman bagi pemerintah, umat Islam dan pihak-pihak lain yang memerlukannya.

 

Mengingat

1. Hadis-hadis Nabi. antara lain:

· “Berobatlah, karena Allah tidak membuat penyakit kecuali membuat pula obatnya selain satu penyakit, yaitu pikun” (HR. Abu Daud dari Usamah bin Syarik).

· “Allah telah menurunkan penyakit dan obat, serta menjadikan obat bagi setiap penyakit; maka, berobatlah dan janganlah berobat dengan berzdat yang haram” (HR. Abu Daud dari Abu Darda ).

· “Sekelompok orang dari sukcu ‘Ukl atau ‘Urainah datang dan tidak cocok dengan udara Madinah (sehingga mereka jatuh sakit); maka Nabi s.a.w. memerintahkan agar mereka diberi unta perah dan (agar mereka) meminum air kencing dari unta tersebut… “(HR. al-Bukhari dari Anas bin Malik).

· “Allah tidak menurunkan suatu penyakit kecuali menurunkan (pula) obatnya. ” (HR. al-Bukhari dari Abu Hurairah).

· Sabda Nabi s.a.w. yang melarang penggunaan benda yang terkena najis sebagaimana diungkapkan dalam hadis tentang tikus yang jatuh dan mati (najis) dalam keju : “Jika keju itu keras (padat), buanglah tikus itu dan keju sekitarnya, dan makanlah (sisa) keju tersebut: namun jika keju itu cair, tumpahkanlah (HR alBukhari, Ahmad, dan Nasa’i dari Maimunah isteri Nabis.a.w.)

 

2. Kaidah-kaidah fiqh :

· “Dharar (bahaya) harus dicegah sedapat mungkin.”

· “Dharar (bahaya) harus dihilangkan.”

· “Kondisi hajah menempati kondisi darurat.”

· “Darurat membolehkan hal-hal yang dilarang.”

· “Sesuatu yang dibolehkan karena darurat dibatasi sesuai kadar (kebutuhan)-nya.”

 

3. Pedoman Dasar dan Pedoman Rumah Tangga MUI periode 2000-2005.

 

4. Pedoman Penetapan Fatwa MUI.

 

Memperhatikan :

 

· Pendapat para ulama; antara lain : ”Imam Zuhri (w. 124 H) berkata , ”Tidak halal meminum air seni manusia karena suatu penyakit yang diderita , sebab itu adalah najis ; Allah berfirman :’…Dihalalkan bagimu yang baik-baik (suci)……’ (QS. Al-Matidah [5]: S)”; dan Ibnu Mas’ud (w 32 H) berkata tentang sakar (minuman keras) , Allah tidak menjadikan obatmu sesuatu yang diharamkan atasmu ” (Riwayat Imam al-Bukhori)

· Surat Menteri Kesehatan RI nomor: 11 92/MENKES/IX/2002, tanggal 24 September 2002, serta penjelasan Direktur Jenderal Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan Pemukiman Departemen Kesehatan, Direktur Bio Farma, Badan POM, LP. POM-MUI, pada rapat Komisi Fatwa, Selasa, 1 Sya’ban 1423/8 Oktober 2002; antara lain :

 

1. Enzim berasal dari Babi digunakan dalam pembuatan vaksin

Pemerintah saat ini sedang berupaya melakukan pembasmian penyakit Polio dari masyarakat secara serentak di seluruh wilayah tanah air melalui program Pekan Imunisasi Nasional (PIN) dengan cara pemberian dua tetes vaksin Polio oral (melalui saluran pencernaan).

 

Penyakit (virus) Polio, jika tidak ditanggulangi, akan menyebabkan cacat fisik (kaki pincang) pada mereka yang menderitanya. Terdapat sejumlah anak Balita yang menderita immunocompromise (kelainan sistim kekebalan tubuh) yang memerlukan vaksin khusus yang diberikan secara injeksi (vaksin jenis suntik, IPV). Jika anak-anak yang menderita immunocompromise tersebut tidak diimunisasi, mereka akan menderita penyakit Polio serta sangat dikhawatirkan pula mereka akan menjadi sumber penyebaran virus. Vaksin khusus tersebut (IPV) dalam proses pembuatannya menggunakan enzim yang berasal dari porcine (babi), namun dalam hasil akhir tidak terdeteksi unsur babi. Sampai saat ini belum ada IPV jenis lain yang dapat menggantikan vaksin tersebut dan jika diproduksi sendiri, diperlukan investasi (biaya, modal) sangat besar sementara kebutuhannya sangat terbatas. · Pendapat peserta rapat Komisi Fatwa tersebut, antara lain:

 

1. Sejumlah argumen keagamaan (adillah diniyyah: al-Qur’an, hadits, dan qawa’id fiqhiyyah) dan pendapat para ulama mengajarkan; antara lain :

· Setiap penyakit dan kecacatan yang diakibatkan penyakit adalah dharar (bahaya) yang harus dihindarkan (dicegah) dan dihilangkan (melalui pengobatan) dengan cara yang tidak melanggar syari’ah dan dengan obat yang suci dan halal;

· Setiap ibu yang baru melahirkan, pada dasarnya, wajib memberikan air susu yang pertama keluar (colostrum, al-liba’– kepada anaknya dan dianjurkan pula memberikan ASI sampai dengan usia dua tahun. Hal tersebut menurut para ahli kesehatan dapat memberikan kekebalan (imun) pada anak;

· Dalam proses pembuatan vaksin tersebut telah terjadi persenyawaan/persentuhan (ihtilath antara porcine yang najis dengan media yang digunakan untuk pembiakan virus bahan vaksin dan tidak dilakukan penyucian dengan cara yang dibenarkan syari’ah (tathhir syar’an) Hal itu menyebabkan media dan virus tersebut menjadi terkena najis (mutanadjis).

· Kondisi anak-anak yang menderita immunocompromise, jika tidak diberi vaksin IPV, dipandang telah berada pada posisi hajah dan dapat pula menimbulkan dharar bagi pihak lain.

Dengan bertawakkal kepada Allah SWT

 

MEMUTUSKAN

Menetapkan :

FATWA TENTANG PENGGUNAAN VAKSIN POLIO KHUSUS

· Pertama : Ketentuan Hukum

Pada dasarnya, penggunaan obat-obatan, termasuk vaksin, yang berasal dari –atau mengandung–benda najis ataupun benda terkena najis adalah haram. Pemberian vaksin IPV kepada anak-anak yang menderita immunocompromise, pada saat ini, dibolehkan, sepanjang belum ada IPV jenis lain yang suci dan halal. Fatwa ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dengan ketentuan jika di kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan, akan diperbaiki dan disempurnakan sebagaimana mestinya. · Kedua : Rekomendasi (Taushiah)

 

Pemerintah hendaknya mengkampanyekan agar setiap ibu memberikan ASI, terutama colostrum secara memadai (sampai dengan dua tahun). Pemerintah hendaknya mengupayakan secara maksimal, serta melalui WHO dan negara-negara berpenduduk muslim, agar memperhatikan kepentingan umat Islam dalam hal kebutuhan akan obat-obatan yang suci dan halal.

 

Ditetapkan di : Jakarta Pada Tanggal : 0 1 Sya’ban 1423 H / 08 Oktober 2002 M.

 

Ketua, Sekretaris,

K.H. MA’RUF AMIN HASANUDIN



 

Referensi:

- Majalah Nikah Volume 6, Mei 2007/Rabi’ul Akhir 1428

- http://sakinahonline.com/?p=525

- www.alsofwah.or.id

- Kitab Ath-Thibbun Nabawi oleh Ibnul Qayyim al Jauziyah

- Poster Ath-Thibbun Nabawi penerbit Granada

- dan beberapa penambahan lainnya.

 

SALAFUSH SHALIH VS DA’I KONDANG 15 Desember 2010

Posted by jihadsabili in aqidah, fatwa, nasehat.
add a comment

SALAFUSH SHALIH VS DA’I KONDANG

Fenomena Da’i Kondang sudah menjadi hal yang lumrah di negeri ini. Bahkan ‘katanya’, salah satu stasiun televisi di negeri ini mengadakan kontes da’i beken untuk memilih da’i-da’i yang nantinya akan diorbitkan. Maka, tidaklah heran jika kita mengetahui si dia dahulu dikenal sebagai artis atau model, eh… eh… sekarang ternyata sudah jadi ustadz loh!. Julukan ustadz dan ulama begitu murahnya di negeri kita ini, tidak perlu belajar ilmu syar’i secara mendalam, tidak perlu tahu bahasa arab, tidak perlu memahami ilmu hadits dan tafsir, tidak perlu tahu ilmu fiqh, dan lain-lain. Cukup dengan modal tampil beda, tahu sedikit tentang agama dan pintar ngomong, jadi ustadz deh… (diambil dari artikel “Ikhlas dan bahaya riya’,” oleh Ust. Firanda). Tulisan ini tidak hendak membahas da’i-da’i kondang tersebut, akan tetapi hanya akan membandingkan antara da’i-da’i kondang sekarang dengan para salafus shalih yang terdahulu, seperti apakah amal ibadah mereka dan keikhlasannya.

Rasulullah bersabda: ”Tatkala Allah menciptakan bumi, bumi tersebut bergoyang-goyang, maka Allah pun menciptakan gunung-gunung, kalau Allah lemparkan gunung-gunung tersebut di atas bumi maka tenanglah bumi. Maka para malaikatpun terkagum-kagum dengan penciptaan gunung, mereka berkata, ”Wahai Tuhan kami, apakah ada dari makhluk-Mu yang lebih kuat dari gunung?” Allah berkata, “Ada yaitu besi”. Lalu mereka bertanya (lagi), ”Wahai Tuhan kami, apakah ada dari makhluk-Mu yang lebih kuat dari besi?”, Allah menjawab, ”Ada yaitu api.”, mereka bertanya (lagi), ”Wahai Tuhan kami, apakah ada makhluk-Mu yang lebih kuat dari pada api?”, Allah menjawab, ”Ada yaitu air”, mereka bertanya (lagi), ”Wahai Tuhan kami, apakah ada makhluk-Mu yang lebih kuat dari pada air?”, Allah menjawab, ”Ada yaitu air” mereka bertanya (lagi), ”Wahai Tuhan kami, apakah ada makhluk-Mu yang lebih kuat dari pada air?”, Allah menjawab, ”Ada yaitu angin” mereka bertanya (lagi), ”Wahai Tuhan kami, apakah ada makhluk-Mu yang lebih kuat dari pada angin?”, Allah menjawab, ”Ada yaitu seorang anak Adam yang bersedekah dengan tangan kanannya lalu dia sembunyikan agar tidak diketahui tangan kirinya”. (Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnadnya 3/124 dari Anas bin Malik. Berkata Ibnu Hajar, ”Dari hadits Anas dengan sanad yang hasan marfu’” (Al-Fath 2/191).

Berkata Abu Hazim Salamah bin Dinar “Sembunyikanlah kebaikan-kebaikanmu sebagaimana engkau menyembunyikan kejelekan-kejelekanmu.” (Berkata Syaikh Abdul Malik Romadhoni , “Diriwayatkan oleh Al-Fasawi dalam Al-Ma’rifah wa At-Tarikh (1/679), dan Abu Nu’aim dalam Al-Hilyah (3/240), dan Ibnu ‘Asakir dalam tarikh Dimasyq (22/68), dan sanadnya s hohih”. Lihat Sittu Duror hal. 45). Dalam riwayat yang lain yang diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dalam Syu’ab Al-Iman no. 6500 beliau berkata, “Sembunyikanlah kebaikan-kebaikanmu sebagiamana engkau menyembunyikan keburukan-keburukanmu, dan janganlah engkau kagum dengan amalan-amalanmu, sesungguhnya engkau tidak tahu apakah engkau termasuk orang yang celaka (masuk neraka) atau orang yang bahagia (masuk surga)”. Berkata Syaikh Abdul Malik, “Namun mengapa kita tidak melaksanakan wasiat Abu Hazim ini?? Kenapa??, hal ini menunjukan bahwa keikhlasan belum sampai ke dalam hati kita sebagaimana yang dikehendaki Allah.”

Dari Abu Hurairah , dia berkata, Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang diciptakan-Nya, yang Pilihan, yang suka menyembunyikan amal, yang bajik, yang kusut rambutnya, yang berdebu mukanya, dan yang kelaparan perutnya. Jika mereka meminta izin kepada amir (pemimpin) untuk menghadap, maka mereka tidak diijinkan. Jika melamar wanita cantik, mereka tidak dinikahkan. Jika mereka tidak hadir, maka mereka tidak dicari. JIka mereka muncul, maka kedatangan mereka tidak disambut. Jika mereka sakit, mereka tidak dijenguk. Jika mati tidak dipersaksikan.” (Saya belum mendapat takhrij hadits ini-pent). Orang-orang bertanya, “Wahai Rasulullah, adakah diantara kami yang seperti itu?”. Beliau menjawab, “Dia bernama Uwais Al Qarny.” Mereka bertanya, “Siapa Uwais Al Qarny itu?” Beliau menjawab, “Matanya kebiruan, mudah bergaul, bahunya lebar, perawakannya sedang, kulitnya sawo matang, memelihara jenggot hingga ke dada, selalu mengarahkan pandangan kearah sujudnya, meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri, banyak membaca Al Qur’an, menangisi diri sendiri, mempunyai dua kain yang lusuh dan dia tidak peduli terhadap kainnya itu, berselimut dengan kain dari wool dan sorban dari wool pula. Tidak dikenal diantara penduduk bumi, namun terkenal diantara penghuni langit. Yang sekiranya dia bersumpah atas nama Allah, tentu Dia akan mengabulkan apa yang dia ucapkan dalam sumpahnya. Ketahuilah, pada Hari Kiamat akan dikatakan kepada hamba-hamba, ‘Masuklah kalian kedalam Surga’. Sementara dikatakan kepada Uwais, ‘Berhentilah dan mintalah syafaat’. Maka Allah memberinya syafaat seperti untuk Rabi’ah dan Mudhar. ‘Wahai Umar, wahai Ali, jika kalian berdua bertemu dengannya, maka mintalah agar dia memintakan ampunan bagi kalian berdua, maka niscaya Allah akan memberikan ampunan kepada kalian berdua’.”

Abu Hurairah menuturkan, “Maka Umar dan Ali terus mencarinya selama sepuluh tahun tak ada hasil. Pada tahun terakhir sebelum Umar meninggal, dia berdiri di atas bukit Abu Qubais, lalu berseru dengan suara lantang, ‘Wahai orang-orang Yaman yang menunaikan haji, adakah diantara kalian yang bernama Uwais?’ Ada seorang lelaki tua dengan jenggot panjang berdiri, lalu berkata, ‘Kami tidak mengenal orang yang bernama Uwais. Tapi anak saudaraku ada yang biasa dipanggil Uwais. Namanya hampir tidak dikenal, hartanya sedikit dan keadannya sangat hina sekiranya kami harus membawanya kehadapanmu. Dia biasa menggembala unta milik kami dan hina di tengah kami.’ Umar bersikap seakan-akan tidak menghendaki orang itu. Dia bertanya, ‘Apakah anak saudaramu itu terkena sakit?’ ‘Ya,’ jawabnya. ‘Dimana dia berada?’ ‘Dia berada di Arafah.’ Maka Umar dan Ali segera pergi ke Arafah hingga mereka berdua menemukan seseorang sedang berdiri mendirikan shalat di dekat sebatang pohon, sementara sekumpulan unta berada di sekitarnya. Umar dan Ali menambatkan keledainya kemudian menghampiri orang itu, lalu mengucapkan salam, ‘Assalamu’alaikum wa rahmatullah.’ Orang itu mempercepat shalatnya dan seusai shalat dia menjawab, ‘Assalamu’alaikum wa rahmatullah.’ ‘Siapa engkau ini?’ Tanya Umar dan Ali. ‘Aku adalah seorang penggembala unta dan orang yang diupah orang-orang itu.’ jawabnya. ‘Kami tidak bertanya tentang penggembalaan dan upahan. Siapa namamu?’ ‘Aku adalah Abdullah,’ jawabnya, yang artinya hamba Allah. ‘Kami sudah tahu bahwa semua penghuni langit dan bumi adalah hamba Allah. Siapa nama yang diberikan ibumu kepadamu?’ ‘Apa sebenarnya yang kalian inginkan dariku?’ Tanya orang itu. ‘Muhammad memberitahukan kepada kami seseorang yang bernama Uwais Al Qarny. Kami sudah tahu mata yang kebiru-biruan dan rambut pirang. Beliau juga memberitahukan bahwa dibawah bahumu sebelah kanan ada warna putih yang cemerlang. Maka perlihatkanlah kepada kami bahumu. Kalau memang ada tanda itu, maka engkaulah yang dimaksudkan.’ Ketika orang itu memperlihatkan bahunya, maka tampak tanda putih yang cemerlang. Maka seketika itu pula Umar dan Ali memeluknya dan berkata, ‘Kami bersaksi bahwa engkaulah Uwais Al Qarny. Mohonkanlah ampunan bagi kami, semoga Allah memberikan ampunan kepadamu.’ ‘Apa yang khusus dengan istighfarku atau siapapun dari anak Adam, sementara di daratan dan lautan ada sekian banyak orang-orang mukmin laki-laki dan wanita, orang-orang muslim laki-laki dan wanita. Rupanya Allah telah memberikan tanda kepada kalian berdua tentang urusanku. Lalu siapa sebenarnya kalian berdua?’ Ali menjawab, ‘Ini adalah Umar Amirul Mukminin, sedangkan aku adalah Ali bin Abu Thalib.’ Seketika Uwais berdiri tegak dan berucap, ‘Assalamu’alaikum wahai Amirul Mukminin wa rahmatullahi wa barakatuh, begitu pula engkau wahai Ali bin Abu Thalib, semoga Allah melimpahkan kebaikan kepadamu bagi umat ini.’ Umar dan Ali berkata, ‘Dan engkau semoga Allah melimpahkan kebaikan kepadamu.’ Umar berkata kepada Uwais, ‘Tetaplah ditempatmu semoga Allah merahmatimu, hingga aku masuk Mekkah dan memberimu nafkah dari pemberianku dan kelebihan kainku. Tempat ini merupakan tempat yang dijanjikan antara diriku dan dirimu.’ Uwais berkata, ‘Tempat yang dijanjikan antara diriku dan dirimu, padahal aku tidak akan melihatmu lagi setelah hari ini. Beritahukan kepadaku apa yang harus kuperbuat terhadap nafkah dan kain itu? Apakah kau tidak melihat jubah dan kain dari wool ini? Kapan engkau tahu aku akan membakarnya? Apakah engkau tidak tahu sandalku yang sudah kujahit ini? Kapan aku akan membuatnya usang? Sesungguhnya aku sudah mendapatkan empat dirham dari pekerjaanku menggembala ini. Kapan kalian melihat aku meminta tambahan? Wahai Amirul Mukminin, sesungguhnya dihadapanku dan dihadapanmu ada beban yang amat berat, yang tidak dapat dibawa kecuali oleh orang yang menganggapnya ringan. Karena itu, buatlah ia ringan, semoga Allah merahmatimu.’” (Shifatus Shafwah, 4/27).

Dalam riwayat lain, dari Usair bin Jabir, dia berkata, jika datang rombongan dari penduduk Yaman, maka Umar bin Al Khoththob bertanya kepada mereka, “Apakah diantara kalian ada Uwais bin Amir?” Hingga Umar bertemu dengan Uwais dan bertanya kepadanya, “Engkaukah yang bernama Uwais bin Amir?” “Ya,” jawabnya. “Apakah engkau dari Murad kemudian dari Qiran?” tanya Umar. “Ya,” jawab Uwais. “Apakah diantara kalian ada yang terkena penyakit kusta kemudian sembuh, kecuali hanya di satu tempat sebesar kepingan dirham?” tanya Umar. “Ya,” jawab Uwais. “Apakah engkau masih mempunyai ibu?” tanya Umar. “Ya,” jawab Uwais. “Aku mendengar Rasulullah bersabda, ‘Akan datang kepada kalian orang yang bernama Uwais bin Amir bersama rombongan dari penduduk Yaman, dari Murad kemudian dari Qiran. Diantara mereka terkena penyakit kusta, lalu sembuh kecuali di satu tempat sebesar kepingan dirham. Dia mempunyai seorang ibu dan dia sangat berbakti kepada ibunya, yang sekiranya dia bersumpah atas nama Allah, tentu Allah akan mengabulkan baginya. Jika engkau mampu agar dia memintakan ampunan bagimu, maka lakukanlah.’” (Ditakhrij Al Hakim dalam Al Mustadrak, seperti yang ditakhrij Muslim dalam Fadha’il Uwais Al Qarny). Maka Umar meminta Uwais agar memintakan ampunan baginya, sehingga Uwais memintakan ampunan baginya. Umar bertanya, “Hendak kemana engkau?” “Ke Kufah,” jawab Uwais. “Bagaimana jika aku menulis surat kepada pejabat disana agar dia memberimu bantuan?” tanya Umar. Uwais menjawab, “Aku lebih suka berdebu bersama orang-orang.” Pada tahun berikutnya ada seseorang yang terpandang diantara penduduk Kufah yang menunaikan haji. Maka Umar bertanya tentang Uwais kepada orang itu, “Bagaimana keadaannya ketika engkau meninggalkannya?” Orang itu menjawab, “Aku meninggalkannya dalam keadaan kusut dan barang bawaannya hanya sedikit.” Maka Umar berkata, “Aku mendengar Rasulullah bersabda, ‘Akan datang kepada kalian orang yang bernama Uwais bin Amir bersama rombongan dari penduduk Yaman, dari Murad kemudian dari Qiran. Diantara mereka terkena penyakit kusta, lalu sembuh kecuali di satu tempat sebesar kepingan dirham. Dia mempunyai seorang ibu dan dia sangat berbakti kepada ibunya, yang sekiranya dia bersumpah atas nama Allah, tentu Allah akan mengabulkan baginya. Jika engkau mampu agar dia memintakan ampunan bagimu, maka lakukanlah.” Setiba di Kufah, orang tersebut mendatangi Uwais dan berkata, “Mohonkanlah ampunan bagiku.” Uwais berkata, “Engkau tampak baru saja mengadakan perjalanan jauh untuk amal yang shalih (yaitu haji-pent), lalu meminta agar aku meminta ampunan? Apakah engkau bertemu Umar?” “Ya,” jawab orang itu. Maka Uwais memintakan ampunan baginya. Tak seberapa lama orang-orangpun tahu keberadaan Uwais, yang membuatnya langsung pergi (mengasingkan diri). (Lihat buku “Koreksi Dzikir Jama’ah M. Arifin Ilham,” oleh Abu Amsaka, cetakan Darul Falah).

Berkata Abdullah bin Mas’ud , “Seandainya kalian mengetahui dosa-dosaku maka tidak ada dua orangpun yang berjalan di belakangku, dan kalian pasti akan melemparkan tanah di kepalaku, aku sungguh berangan-angan agar Allah mengampuni satu dosa dari dosa-dosaku dan aku dipanggil dengan Abdullah bin Rowtsah”. (Al-Mustadrok 3/357 no. 5382). Berkata Syaikh Sholeh Alu Syaikh, “Untaian kalimat ini adalah madrasah (pelajaran), dan hal ini tidak diragukan lagi karena tersohornya seseorang mungkin terjadi jika orang tersebut memiliki kelebihan diantara manusia, bahkan bisa jadi orang-orang mengagungkannya, bisa jadi orang-orang memujinya, bisa jadi mereka mengikutinya berjalan di belakangnya. Seseorang jika semakin bertambah ma’rifatnya kepada Allah maka ia akan sadar dan mengetahui bahwa dosa-dosanya banyak, dan banyak, dan sangat banyak. Oleh karena tidaklah suatu hal yang mengherankan jika Nabi mewasiatkan kepada Abu Bakar –padahal ia adalah orang yang terbaik dari umat ini dari para sahabat Nabi – yang selalu membenarkan (apa yang dikabarkan oleh Nabi -pen), yang Nabi telah berkata tentangnya, “Jika ditimbang iman Abu Bakar dibanding dengan iman umat maka akan lebih berat iman Abu Bakar”, namun Nabi mewasiatkannya untuk berdo’a di akhir sholatnya, “Robbku, sesungguhnya aku telah banyak mendzolimi diriku dan tidak ada yang mengampuni dosa-dosa kecuali engkau maka ampunilah aku dengan pengampunan-Mu”. Yang mewasiatkan adalah Nabi dan yang diwasiatkan adalah Abu Bakar As-Shiddiq. Semakin bertambah ma’rifat seorang hamba kepada Robbnya maka ia akan takut kepada Allah, takut kalau ada yang mengikutinya dari belakang, khawatir ia diagungkan diantara manusia, khawatir diangkat-angkat diantara manusia, karena ia mengetahui hak-hak Allah sehingga dia mengetahui bahwa ia tidak akan mungkin menunaikan hak Allah, ia selalu kurang dalam bersyukur kepada Allah, dan ini merupakan salah satu bentuk dosa.
Berkata Hammad bin Zaid: “Saya pernah berjalan bersama Ayyub (As-Sikhtyani), maka diapun membawaku ke jalan-jalan lorong (selain jalan umum yang sering dilewati manusia-pent), saya heran kok dia bisa tahu jalan-jalan lorong tersebut ?! (ternyata dia melewati jalan-jalan kecil yang tidak dilewati orang banyak) karena takut manusia (mengenalnya dan) mengatakan, “Ini Ayyub” (Diriwayatkan oleh Ibnu Sa’ad (7/249), dan Al-Fasawi dalam Al-Ma’rifah wa At-Tarikh (2/232), dan sanadnya shahih.” (Sittu Duror hal 46)).

Berkata Hammad, “Pernah Ayyub membawaku ke jalan yang lebih jauh, maka akupun berkata padanya, “Jalan yang ini yang lebih dekat”, maka Ayyub menjawab: ”Saya menghindari majelis-majelis manusia (menghindari keramaian manusia-pent)”. Dan Ayyub jika memberi salam kepada manusia, mereka menjawab salamnya lebih dari kalau mereka menjawab salam selain Ayyub. Maka Ayyub berkata: ”Ya Allah sesungguhnya Engkau mengetahui bahwa saya tidaklah menginginkan hal ini !, Ya Allah sesungguhnya Engkau mengetahui bahwa saya tidaklah menginginkan hal ini!.” (ibid).

Berkata Imam Ahmad: “Aku ingin tinggal di jalan-jalan di sela-sela gunung-gunung yang ada di Mekah hingga aku tidak dikenal. Aku ditimpa musibah ketenaran”. (As-Siyar 11/210). Tatkala sampai berita kepada Imam Ahmad bahwasanya manusia mendoakannya dia berkata: “Aku berharap semoga hal ini bukanlah istidroj”. (As-Siyar 11/211). Imam Ahmad juga pernah berkata tatkala tahu bahwa manusia mendoakan beliau: “Aku mohon kepada Allah agar tidak menjadikan kita termasuk orang-orang yang riya”. (As-Siyar 11/211). Pernah Imam Ahmad mengatakan kepada salah seorang muridnya (yang bernama Abu Bakar) tatkala sampai kepadanya kabar bahwa manusia memujinya: “Wahai Abu Bakar, jika seseorang mengetahui (aib-aib) dirinya maka tidak bermanfaat baginya pujian manusia”. (As-Siyar 11/211). Abu Dawud Al Sijistany berkata, “Majelis Ahmad bin Hanbal adalah majelis akhirat, didalamnya sama sekali tidak ada pembahasan urusan keduniaan.” (Lihat Jawaahiru Sifatis Shafwah).

Ingat perkataan Ibnul Qoyyim, “Tidaklah akan berkumpul keikhlasan dalam hati bersama rasa senang untuk dipuji dan disanjung dan keinginan untuk memperoleh apa yang ada pada manusia kecuali sebagaimana terkumpulnya air dan api…” (Fawaid Al-Fawaid, Ibnul Qoyyim, tahqiq Syaikh Ali Hasan, hal 423).

Berkata Abu Zur’ah Yahya bin Abi ‘Amr, “Ad-Dhahhak bin Qois keluar bersama manusia untuk sholat istisqo (sholat untuk minta hujan), namun hujan tak kunjung datang, dan mereka tidak melihat adanya awan. Maka beliau berkata: ”Dimana Yazid bin Al-Aswad?” (Dalam riwayat yang lain: Maka tidak seorangpun yang menjawabnya, kemudian dia berkata: ”Dimana Yazid bin Al-Aswad?, Aku tegaskan padanya jika dia mendengar perkataanku ini hendaknya dia berdiri!”), maka berkata Yazid :”Saya di sini!”, berkata Ad-Dhahhak: ”Berdirilah!, mintalah kepada Allah agar menurunkan hujan bagi kami!”. Maka Yazid pun berdiri dan menundukan kepalanya diantara dua bahunya, dan menyingsingkan lengan bajunya lalu berdoa: ”Ya Allah, sesungguhnya para hamba-Mu memintaku untuk berdoa kepada-Mu”. Lalu tidaklah dia berdoa kecuali tiga kali kecuali langsung turunlah hujan yang deras sekali, hingga hampir saja mereka tenggelam karenanya. Kemudian dia berkata: ”Ya Allah, sesungguhnya hal ini telah membuatku menjadi tersohor, maka istirahatkanlah aku dari ketenaran ini”, dan tidak berselang lama yaitu seminggu kemudian diapun meninggal.” (Lihat takhrij kisah ini secara terperinci dalam buku Sittu Duror karya Syaikh Abdul Malik Romadloni hal. 47).

Dari Abu Hamzah Ats-Tsumali, beliau berkata: ”Ali bin Husain memikul sekarung roti diatas pundaknya pada malam hari untuk dia sedekahkan, dan dia berkata, ”Sesungguhnya sedekah dengan tersembunyi memadamkan kemarahan Allah”. Ini merupakan hadits yang marfu’ dari Nabi , yang diriwayatkan dari banyak sahabat, seperti Abdullah bin Ja’far, Abu Sa’id Al-Khudri, Ibnu “Abbas, Ibnu Mas’ud, Ummu Salamah, Abu Umamah, Mu’awiyah bin Haidah, dan Anas bin Malik. Berkata Syaikh Al-Albani: ”Kesimpulannya hadits ini dengan jalannya yang banyak serta syawahidnya adalah hadits yang shahih, tidak diragukan lagi. Bahkan termasuk hadits mutawatir menurut sebagian ahli hadits muta’akhirin” (As-Shohihah 4/539, hadits no. 1908). Dan dari ‘Amr bin Tsabit berkata, ”Tatkala Ali bin Husain meninggal mereka memandikan mayatnya lalu mereka melihat bekas hitam pada pundaknya, lalu mereka bertanya: ”Apa ini”, lalu dijawab: ”Beliau selalu memikul berkarung-karung tepung pada malam hari untuk diberikan kepada faqir miskin yang ada di Madinah”. Berkata Ibnu ‘Aisyah: ”Ayahku berkata kepadaku: ”Saya mendengar penduduk Madinah berkata: ”Kami tidak pernah kehilangan sedekah yang tersembunyi hingga meninggalnya Ali bin Husain” Lihat ketiga atsar tersebut dalam Sifatus Sofwah (2/96), Aina Nahnu hal. 9. Lihatlah bagaimana Ali bin Husain menyembunyikan amalannya hingga penduduk Madinah tidak ada yang tahu, mereka baru tahu tatkala beliau meninggal karena sedekah yang biasanya mereka terima di malam hari berhenti, dan mereka juga menemukan tanda hitam di pundak beliau.

Seseorang bertanya pada Tamim Ad-Dari ”Bagaimana sholat malam engkau”, maka marahlah Tamim, sangat marah, kemudian berkata, “Demi Allah, satu rakaat saja sholatku ditengah malam, tanpa diketahui (orang lain), lebih aku sukai daripada aku sholat semalam penuh kemudian aku ceritakan pada manusia” (Dinukil dari kitab Az- Zuhud, Imam Ahmad).

Ayyub As-Sikhtiyani sholat sepanjang malam, dan jika menjelang fajar maka dia kembali untuk berbaring di tempat tidurnya. Dan jika telah terbit fajar maka diapun mengangkat suaranya seakan-akan dia baru saja bangun pada saat itu. (Diriwayatkan oleh Abu Nu’aim dalam Al-Hilyah 3/8).

Berkata Muhammad bin A’yun, ”Aku bersama Abdullah bin Mubarok dalam peperangan di negeri Rum. Tatkala kami selesai sholat isya’ Ibnul Mubarok pun merebahkan kepalanya untuk menampakkan padaku bahwa dia sudah tertidur. Maka akupun –bersama tombakku yang ada ditanganku- menggenggam tombakku dan meletakkan kepalaku diatas tombak tersebut, seakan-akan aku juga sudah tertidur. Maka Ibnul Mubarok menyangka bahwa aku sudah tertidur, maka diapun bangun diam-diam agar tidak ada seorangpun dari pasukan yang mendengarnya lalu sholat malam hingga terbit fajar. Dan tatkala telah terbit fajar maka diapun datang untuk membagunkan aku karena dia menyangka aku tidur, seraya berkata “Ya Muhammad bangunlah!”, Akupun berkata: ”Sesungguhnya aku tidak tidur”. Tatkala Ibnul Mubarok mendengar hal ini dan mengetahui bahwa aku telah melihat sholat malamnya maka semenjak itu aku tidak pernah melihatnya lagi berbicara denganku. Dan tidak pernah juga ramah padaku pada setiap peperangannya. Seakan-akan dia tidak suka tatkala mengetahui bahwa aku mengetahui sholat malamnya itu, dan hal itu selalu nampak di wajahnya hingga beliau wafat. Aku tidak pernah melihat orang yang lebih menyembunyikan kebaikan-kebaikannya daripada Ibnul Mubarok” (Al-Jarh wa At-Ta’dil, Ibnu Abi Hatim 1/266).

Abdah bin Sulaiman Al Mawarzy berkata, “Kami bersama Abdullah bin Al Mubarak dalam suatu detasemen pasukan di wilayah Romawi, lalu kami berhadapan dengan musuh. Ketika kedua pasukan saling berhadap-hadapan, ada seorang dari pihak musuh yang maju kedepan, menantang duel satu lawan satu. Setiap orang yang melawannya dapat dibunuhnya. Lalu ada seseorang dari pasukan kaum Muslimin yang keluar menghadapinya, lalu berhasil membunuh prajurit yang tadinya tangguh itu. Maka orang-orang berhamburan menghampiri prajurit dari kaum Muslimin yang dapat membunuh prajurit musuh yang tangguh itu, yang ternyata dia menutupi mukanya dengan kain lengannya. Aku termasuk orang yang ikut berkerumun. Setelah kain lengannya dapat kusingkap, ternyata dia adalah Abdullah bin Al Mubarak. Maka dia berkata kepadaku, ‘Engkau wahai Abu Amr adalah orang yang telah membuka aibku’.” (Tarikh Baghdad, 10/167). Al Mawarzy berkata, “Aku mendengar Abu Abdullah, Ahmad bin Hanbal berkata, ‘Allah tidak meninggikan Ibnul Mubarak melainkan karena rahasia yang dia simpan’.” (Shifatush Shafwah, 4/27).

Diriwayatkan dari Sualaiman bin Dawud Al-Hasyimi: ”Terkadang saya menyampaikan sebuah hadits dan niat saya ikhlas, (namun) tatkala saya sampaikan sebagian hadits tersebut berubahlah niat saya, ternyata satu hadits saja membutuhkan banyak niat” Disebutkan oleh Al-Khotib Al-Bagdadi dalam Tarikh beliau (9/31), Al-Mizzi dalam Tahdzibul Kamal (11/412), dan Ad-Dzahabi dalam Siyar (10/625), lihat Jami’ul ‘Ulum wal Hikam hal 83, tahqiq Al-Arnauth).

Bilal bin Sa’ad rahimahullah berkata: “Janganlah anda menjadi wali Allah di hadapan manusia, tetapi ketika anda sedang sendiri, menjadi musuh-Nya.” (Riwayat Ahmad dalam Az Zuhd (hal 385), Al Faryabi dalam Shifatul Munafiq (91), Abu Fadhl Az Zuhry dalam Hadits-nya (401), Abu Nu’aim dalam Al Hilyah (5/228), Al Baihaqi dalam Asy Syu’ab (6548) dan Ibnu Asakir dalam Tarikh Dimasyq (10/488-489), Adz Dzahabi di As Siyar (11/518). Sanadnya Shahih, lihat Sittu Duror).

Nah, sekarang bandingkanlah! Dimanakah kedudukan da’i-da’i kondang dibandingkan dengan para salafush shalih yang terdahulu tersebut?! Manakah yang lebih utama, pujian manusia ataukah ridha Allah?

KISAH NYATA… KESABARAN SEORANG IBU 15 Desember 2010

Posted by jihadsabili in anak, keluarga, munakahat, nasehat.
add a comment

KISAH NYATA… KESABARAN SEORANG IBU

Prof. DR. Khalid al-Jubair penasehat spesialis bedah jantung dan urat nadi di rumah sakit al-Malik Khalid di Riyadh mengisahkan sebuah kisah pada sebuah seminar dengan tajuk Asbab Manshiyah (Sebab-sebab yang terlupakan). Mari sejenak kita merenung bersama, karena dalam kisah tersebut ada nasihat dan pelajaran yang sangat berharga bagi kita. Sang dokter berkata:

Pada suatu hari –hari selasa- aku melakukan operasi pada seorang anak berusia 2,5 tahun. Pada hari Rabu, anak tersebut berada di ruang ICU dalam keadaan segar dan sehat. Pada hari kamis pukul 11.15 –aku tidak melupakan waktu ini karena pentingnya kejadian tersebut- tiba-tiba salah seorang perawat mengabariku bahwa jantung dan pernafasan anak tersebut berhenti bekerja. Maka akupun pergi dengan cepat kepada anak tersebut, kemudian aku melakukan proses kejut jantung yang berlangsung selama 45 menit. Selama itu jantungnya tidak berfungsi, namun setelah itu Allah Azza Wa Jalla menentukan agar jantungnya kembali berfungsi. Kamipun memuji Allah Azza Wa Jalla. Kemudian aku pergi untuk mengabarkan keadaannya kepada keluarganya, sebagaimana anda ketahui betapa sulit mengabarkan keadaan kepada keluarganya jika ternyata keadaannya buruk. Ini adalah hal tersulit yang harus dihadapi oleh seorang dokter. Akan tetapi ini adalah sebuah keharusan. Akupun bertanya tentang ayah si anak, tapi aku tidak mendapatinya. Aku hanya mendapati ibunya, lalu aku katakan kepadanya: “Penyebab berhentinya jantung putramu dari fungsinya adalah akibat pendarahan yang ada pada pangkal tenggorokan dan kami tidak mengetahui penyebabnya. Aku kira otaknya telah mati.” Coba tebak, kira-kira apa jawaban ibu tersebut? Apakah dia berteriak? Apakah dia histeris? Apakah dia berkata: “Engkaulah penyebabnya!” Dia tidak berbicara apapun dari semua itu bahkan dia berkata: “Alhamdulillah.” Kemudian dia meninggalkanku dan pergi.

Sepuluh hari berlalu, mulailah sang anak bergerak-gerak. Kamipun memuji Allah Azza Wa Jalla serta menyampaikan kabar gembira sebuah kebaikan yaitu bahwa keadaan otaknya telah berfungsi. Pada hari ke-12, jantungnya kembali berhenti bekerja disebabkan oleh pendarahan tersebut. Kamipun melakukan proses kejut jantung selama 45 menit, dan jantungnya tidak bergerak. Dan akupun mengatakan kepada ibunya: “Kali ini menurutku tidak ada harapan lagi.” Maka dia berkata: “Alhamdulillah, Ya Allah jika dalam kesembuhannya ada kebaikan, maka sembuhkanlah dia wahai Rabbi.” Maka dengan memuji Allah, jantungnya kembali berfungsi, akan tetapi setelah itu jantung kembali berhenti sampai 6 kali hingga dengan ketentuan Allah, spesialis THT berhasil menghentikan pendarahan tersebut, dan jantungnya kembali berfungsi.

Berlalulah sekarang 3,5 bulan, dan anak tersebut dalam keadaan koma, tidak bergerak. Kemudian setiap kali dia mulai bergerak dia terkena semacam pembengkakan bernanah aneh yang besar di kepalanya, yang aku belum pernah melihat yang semisalnya. Maka kami katakan kepada sang ibu bahwa putra anda akan meninggal. Jika dia bisa selamat dari kegagalan jantung yang berulang-ulang, maka dia tidak akan bisa selamat dengan adanya semacam pembengkakan dikepalanya. Maka sang ibu berkata: “Alhamdulillah.” Kemudian meninggalkanku dan pergi. Setelah itu, kami melakukan usaha untuk merubah keadaan segera dengan melakukan operasi otak dan urat syaraf serta berusaha untuk menyembuhkan sang anak. Tiga minggu kemudian, dengan karunia Allah Azza wa Jalla, dia tersembuhkan dari pembengkakan tersebut, akan tetapi dia belum bergerak.

Dua minggu kemudian darahnya terkena racun aneh yang menjadikan suhunya 41,2⁰C, maka kukatakan kepada sang ibu: “Sesungguhnya otak putra ibu berada dalam bahaya besar, saya kira tidak ada harapan sembuh.” Maka dia berkata dengan penuh kesabaran dan keyakinan: “Alhamdulillah, Ya Allah jika dalam kesembuhannya ada kebaikan, maka sembuhkanlah dia wahai Rabbi.” Setelah aku kabarkan kepada ibu anak tersebut tentang keadaan putranya yang terbaring di atas ranjang nomor 5, aku pergi ke pasien lain yang terbaring di ranjang nomor 6 untuk menganalisanya. Tiba-tiba ibu pasien nomor 6 tersebut menangis histeris seraya berkata: “Wahai dokter, kemari! Wahai dokter, suhu badannya 37,6⁰C, dia akan mati, dia akan mati.” Maka kukatakan kepadanya dengan penuh heran: “Lihatlah ibu anak yang terbaring di ranjang nomor 5, suhu badannya 41⁰C lebih sementara dia bersabar dan memuji Allah.” Maka berkatalah ibu pasien nomor 6 tentang ibu tersebut: “Wanita itu tidak waras dan tidak sadar.” Maka aku mengingat sebuah hadits Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam yang indah lagi agung: “Fathuba lil Ghuraba’ (Beruntunglah orang-orang yang asing)” Sebuah kalimat yang terdiri dari 2 kata, akan tetapi keduanya menggoncangkan ummat. Selama 23 tahun bekerja di rumah sakit aku belum pernah melihat dalam hidupku orang sabar seperti ibu ini kecuali dua orang saja.

Selang beberapa waktu setelah itu ia mengalami gagal ginjal, maka kami katakan kepada sang ibu: “Tidak ada harapan kali ini, dia tidak akan selamat.” Maka dia menjawab dengan sabar dengan bertawakkal kepada Allah: “Alhamdulillah.” Seraya meninggalkanku seperti biasa dan pergi. Sekarang kami memasuki minggu terakhir dari bulan keempat, dan anak tersebut telah tersembuhkan dari keracunan. Kemudian saat memasuki pada bulan kelima, dia terserang penyakit aneh yang aku belum pernah melihatnya seumur hidupku, radang ganas pada selaput pembungkus jantung di sekitar dada yang mencangkup tulang-tulang dada dan seluruh daerah di sekitarnya. Dimana keadaan ini memaksaku untuk membuka dadanya dan terpaksa menjadikan jantungnya dalam keadaan terbuka. Sekiranya kami mengganti alat bantu, anda akan melihat jantungnya berdenyut di hadapan anda. Saat kondisi anak tersebut sampai pada tingkatan ini aku berkata kepada sang ibu: “Sudah yang ini tidak mungkin disembuhkan lagi. Aku tidak berharap. Keadaanya semakin gawat.” Diapun berkata: “Alhamdulillah.” Sebagaimana kebiasaannya, tanpa berkata apapun selainnya. Kemudian berlalulah 6,5 bulan, anak tersebut keluar dari ruang operasi dalam keadaan tidak berbicara, melihat, mendengar, bergerak dan tertawa. Sementara dadanya dalam keadaan terbuka yang memungkinkan bagi anda untuk melihat jantungnya berdenyut di hadapan anda, dan ibunyalah yang membantu mengganti alat-alat bantu di jantung putranya dengan penuh sabar dan mengharap pahala.

Apakah anda tahu apa yang terjadi setelah itu? Sebelum kukabarkan kepada anda, Apakah anda kira dari keselamatan anak tersebut yang telah melalui segala macam ujian berat, hal gawat, rasa sakit dan beberapa penyakit yang aneh dan kompleks? Menurut anda kira-kira apa yang dilakukan oleh sang ibu yang sabar terhadap sang putra di hadapannya yang berada di ambang kubur itu? Kondisi yang dia tidak punya kuasa apa-apa kecuali hanya berdoa, dan merendahkan diri kepada Allah Azza wa Jalla? Tahukah anda apa yang tejadi pada anak yang mungkin bagi anda untuk melihat jantungnya berdenyut di hadapan anda 2,5 bulan kemudian?

Anak tersebut telah sembuh sempurna dengan rahmat Allah Azza wa Jalla sebagai balasan bagi sang ibu yang shalihah tersebut. Sekarang anak tersebut telah berlari dan dapat menyalip ibunya dengan kedua kakinya seakan-akan tidak ada sesuatu apapun yang pernah menimpanya. Dia telah kembali seperti sedia kala, dalam keadaan sembuh dan sehat. Kisah ini tidaklah berhenti sampai disini, apa yang membuatku menangis bukanlah ini, yang membuatku menangis adalah apa yang terjadi kemudian:

Satu setengah tahun setelah anak tersebut keluar dari rumah sakit, salah seorang kawan di bagian operasi mengabarkan kepadaku bahwa ada seorang laki-laki beserta istri bersama dua orang anak ingin melihat anda. Maka kukatakan kepadanya: “Siapakah mereka?” Dia menjawab: “Tidak mengenal mereka.” Akupun pergi untuk melihat mereka, ternyata mereka adalah ayah dan ibu dari anak yang dulu kami operasi. Umurnya sekarang 5 tahun seperti bunga dalam keadaan sehat, seakan-akan tidak pernah terkena apapun, dan juga bersama mereka seorang bayi berumur 4 bulan.

Aku menyambut mereka dan bertanya kepada sang ayah dengan canda tentang bayi baru yang digendong oleh ibunya, apakah dia anak yang ke-13 atau 14? Diapun melihat kepadaku dengan senyuman aneh, kemudian dia berkata: “Ini adalah anak yang kedua, sedang anak pertama adalah anak yang dulu anda operasi, dia adalah anak pertama yang datang kepada kami setelah 17 tahun mandul. Setelah kami diberi rizki dengannya, dia tertimpa penyakit seperti yang telah anda ketahui sendiri.” Aku tidak mampu menguasai jiwaku, kedua mataku penuh dengan airmata. Tanpa sadar aku menyeret laki-laki tersebut dengan tangannya kemudian aku masukkan ke dalam ruanganku dan bertanya tentang istrinya. Kukatakan kepadanya: “Siapakah istrimu yang mampu bersabar dengan penuh kesabaran atas putranya yang baru datang setelah 17 tahun mandul? Haruslah hatinya bukan hati yang gersang, bahkan hati yang subur dengan keimanan terhadap Allah Tabaraka wa Ta’ala.”

Tahukah anda apa yang dia katakan? Diamlah bersamaku wahai saudara-saudariku, terutama kepada anda wahai saudari-saudari yang mulia, cukuplah anda bisa berbangga pada zaman ini ada seorang wanita muslimah yang seperti dia. Sang suami berkata: “Aku menikahi wanita tersebut 19 tahun yang lalu, sejak masa itu dia tidak pernah meninggalkan shalat malam kecuali dengan udzur syari. Aku tidak pernah menyaksikannya berghibah (menggunjing/gosip), namimah (adu domba), tidak juga dusta. Jika aku keluar dari rumah atau aku pulang ke rumah, dia membukakan pintu untukku, mendoakanku, menyambutku, serta melakukan tugas-tugasnya dengan segenap kecintaan, tanggung jawab, akhlak dan kasih sayang.” Sang suami menyempurnakan ceritanya dengan berkata: “Wahai dokter, dengan segenap akhlak dan kasih sayang yang dia berikan kepadaku, aku tidak mampu membuka satu mataku terhadapnya karena malu.” Maka kukatakan kepadanya: “Wanita seperti dia berhak mendapatkan perlakuan darimu seperti itu.” Kisah selesai…………. ( Dikutip dari kitab Asbab Manshiyah dan majalah Qiblati, edisi 01 tahun III, 10-2007 )

Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman: “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (Yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: Inna lillahi wa inna ilaihi raaji’un. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. Al-Baqarah: 155-157).

Rasulullah Salallahu alaihi wasallam apabila ada sesuatu yang membuatnya senang, beliaupun mengucapkan: “Alhamdulillahil ladzi bini’matihi tatimmush shalihaat (Segala puji bagi Allah, yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna.” Dan apabila ada sesuatu yang beliau benci, beliaupun mengucapkan: “Alhamdulillahi ‘ala kulli haal (Segala puji bagi Allah pada setiap keadaan).” (Hadits Shahih: shahihul Jami’ IV/201)

NASIHAT UNTUK PARA SUAMI 15 Desember 2010

Posted by jihadsabili in keluarga, munakahat, nasehat.
add a comment

NASIHAT UNTUK PARA SUAMI

NASIHAT UNTUK PARA SUAMI

Wahai para Suami!!

Apa yang memberatkanmu wahai hamba Allah!
untuk tersenyum / bermuka cerah di depan isterimu ketika masuk menemuinya, agar engkau mendapat pahala dari Allah?!!

Apakah yang membebanimu untuk bermuka cerah ketia engkau melihat isteri dan anak-anakmu?!! Engkau akan dapat pahala!!

Apakah mengurangi kewibawaanmu wahai hamba Allah! bila engkau mengecup kening isterimu dan bermain-main dengannya?!!

Apakah yang memberatkamu menyuapkan satu suapan makanan ke mulut isterimu, hingga engkau mendapat pahala karenanya?!!

Apakah sulitnya apabila engkau masuk rumah sambil mengucapkan salam dengan sempurna: Assalamu’alaikum wa rohmatullohi wa barokatuh; hingga engkau mendapatkan 30 kebaikan?!!

Apakah yang menyusahkanmu jika engkau berbicara dengan perkataan yang baik kepada isterimu, agar dia meridhaimu, meskipun sedikit berbohong agar ia senang?!!

Tanyakanlah tentang isterimu, tanyakanlah keadaannya ketika engkau baru masuk rumah.
Aku pikir tidak mengapa dan tidaklah berat bila engkau berkata kepada isterimu:
“Wahai kekasihku, sejak aku keluar dari sisimu sedari pagi hingga sekarang, seolah-olah setahun telah berlalu!!”

Sesungguhnya bila engkau mengharapkan pahala -walaupun engkau merasa jemu mendatangi dan mencampurinya- maka engkau mendapat pahala dan ganjaran Allah Ta’ala;
karena Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Dan dalam kemaluanmu ada sedekah.”

Apakah termasuk suatu kebodohan wahai hamba Allah!
bila engkau berdo’a pada Allah seraya berkata:
“Ya Allah perbaikilah aku dan isteriku, serta berikanlah keberkahan kepada kami.”

Apa yang memberatkanmu untuk membawa hadiah (oleh-oleh) untuk istri dan anak-anakmu, ketika engkau pulang dari safar?

Luangkan waktumu untuk menemani istrimu membaca Al Qur’an, membaca buku-buku yang bermanfaat, dan mendatangi majelis ilmu (majelis ta’lim) yang mengajarkan Al Qur’an dan As Sunnah menurut pemahaman para Shahabat.

Tahukah engkau bahwa ucapan yang lembut adalah sedekah ?!!

Wajah berseri dan senyuman adalah sedekah

Bersalaman sambil mengucapkan salam menghilangkan kesalahan-kesalahan dalam jima’ pun ada pahalanya.

=======

Maraji’:
– Fiqhut Ta’aamul Baina az Zaujaini wa Qabasat min Baitin Nubuwwah, Syaikh Musthafa al Adawi.
– Romantika Pergaulan Suami Isteri, Syaikh Musthofa Al ‘Adawi; kerjasama Media Hidayah dan Pustaka Al Haura; hal.209-211.
– Panduan Keluarga Sakinah, oleh Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Pustaka At Taqwa.

CURAHAN HATI SEORANG SUAMI 15 Desember 2010

Posted by jihadsabili in keluarga, munakahat, nasehat.
2 comments

CURAHAN HATI SEORANG SUAMI

“ Aku rasa istriku adalah karunia terindah yang Allah berikan kepadaku…
Saat di dalam rumah, ia selalu berusaha memanjakanku. Kebutuhanku selalu dia penuhi sebelum dirinya. Saat aku pergi meninggalkan rumah, tak ada gelisah atas anak-anak dan hartaku. Aku percaya dia tidak akan menelantarkan mereka. Aku yakin ia akan senantiasa menjaga kehormatan diri dan keluarganya.

Saat aku di tempat kerja, bahkan saat di luar kota, seringkali ia menelepon menanyakan keadaanku. Saat aku sakit, ia menjadi yang begitu perihatin dengan keadaanku. Dan dengan panggilan sayang yang sering ia ucapkan, aku menjadi begitu bahagia. Aku merasa, bahwa kehadiranku di dunia ini, keberadaanku di tengah-tengah mereka menjadi semakin berharga.

Istriku juga akan sangat bahagia saat aneka masakan dan kue yang dibuatnya lahap kami nikmati. Ia juga begitu senang saat dapat berbagi dengan para tetangga. Ia selalu mendukung setiap kebaikan yang aku lakukan. Ia pun tak pernah memberatkanku dengan segala macam tuntutan yang sulit aku penuhi. Ia lebih tenang dan senang saat berkumpul bersama kami di dalam rumah, daripada berkeliling di mal-mal atau tempat hiburan dan rekreasi.

Bahkan, saat kami kesulitan keuangan, ia tidak jarang harus menjual perhiasan yang dipakainya secara diam-diam. Menyadari segala kebaikan yang dipersembahkannya kepadaku, aku merasa sangat miskin kebaikan.

Aku merasa berutang budi begitu banyak terhadapnya. Sepertinya apa yang selama ini aku berikan sangat tidak sebanding dengan segenap kebaikan yang ia persembahkan. Dan aku menjadi semakin terharu, saat menawarkan sedikit kemewahan, tapi ia menolak dan lebih memilih hidup apa adanya.

Saat aku memberi sesuatu yang membahagiakannya, tak lupa ucapan terima kasih dan doa mengalir dari bibirnya. Ini semakin memacu semangatku untuk mengimbangi segala kebaikannya dengan mempersembahkan kebahagiaan untuknya.

Anak-anakku begitu bahagia saat berada di dekatnya. Kami merasa begitu sedih dan kehilangan saat ia marah karena sikap atau perkataan kami yang tak berkenan di hatinya. Dan aku menjadi semakin terharu, saat ia mengatakan tak berkeberatan untuk mencarikanku istri lagi. ‘Bagaimana mungkin aku membutuhkan wanita lain kalau kamu adalah wanita terbaik yang aku miliki? Apalagi yang aku cari dari seorang wanita?’

Sejujurnya kuakui, setelah Allah dan Rasul-Nya, ia adalah sumber kebahagiaan kami. Tapi saat aku mengakui dengan sejujurnya akan hal itu kepadanya, ia hanya tertawa dan menganggapnya hanya rayuan belaka. Wahai sayangku, semoga Allah membalas semua kebaikanmu dengan surga-Nya yang terindah. Engkau adalah bidadari yang Allah karuniakan padaku di dunia……..”

Dari Suamimu yang tercinta

(Di nukil dari buku “Menjadi Bidadari Cantik ala Islam”, oleh Ummu Ahmad Rifqi –istri dari Ust. Zaenal Abidin bin Syamsudin Lc. Penerbit Pustaka Imam Abu Hanifah, Cetakan pertama, Maret 2009)

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada para sahabatnya, “Maukah aku kabarkan kepada kalian tentang istri kalian yang berada di surga?” Kami berkata, “Ya wahai Rasulullah.” Beliau bersabda: “Dia adalah wanita yang sangat mencintai lagi subur, bila sedang marah atau sedang kecewa atau suaminya sedang marah maka ia berkata, ‘Inilah tanganku aku letakkan di tanganmu dan aku tidak akan memejamkan mata sebelum engkau ridha kepadaku.”
(HR: Thabrani dalam al Ausath 5806)

Dari Abu Umamah bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tidak ada perkara yang lebih bagus bagi seorang mukmin setelah bertakwa kepada Allah daripada istri yang shalihah, bila ia menyuruhnya maka ia menaatinya, bila ia memandangnya membuat hati senang, bila bersumpah maka ia mendukungnya dan bila ia pergi maka ia dengan tulus menjaga diri dan hartanya.”
(HR: Ibnu Majah dalam Sunan-nya 1857)

KEAJAIBAN PENGOBATAN NABI (THIBBUN NABAWI) 15 Desember 2010

Posted by jihadsabili in kesehatan.
add a comment

KEAJAIBAN PENGOBATAN NABI (THIBBUN NABAWI)

Dari Ibnu Abbas r.a, bahwasanya Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Kesembuhan bisa diperoleh dengan tiga cara: Dengan meminum madu, dengan pembekaman, dengan Kayy (besi panas), dan aku melarang umatku (menggunakan) pengobatan dengan besi panas.” (HR: Al Bukhari no. 5683, Ahmad, Ibnu Majah dan Al Bazzar).

- KEUTAMAAN AL QUR’AN :

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Dan Kami turunkan dari Al Qur’an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman…” (QS. Al Isra’: 82). “Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Rabbmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada…” (QS. Yunus : 57).

Al Qur’an merupakan penyembuh yang sempurna diantara seluruh obat hati dan juga obat fisik, sekaligus sebagai obat bagi seluruh penyakit dunia dan akhirat. Tidak semua orang mampu dan punya kemampuan untuk melakukan penyembuhan dengan Al Qur’an. Jika pengobatan dan penyembuhan itu dilakukan secara baik terhadap penyakit, dengan didasari kepercayaan dan keimanan, penerimaan yang penuh, keyakinan yang pasti, terpenuhi syarat-syaratnya, maka tidak ada satu penyakitpun yang mampu melawan Al Qur’an untuk selamanya. Bagaimana mungkin penyakit-penyakit itu akan menentang dan melawan firman-firman Rabb bumi dan langit yang jika (firman-firman itu) turun ke gunung, maka ia akan memporak-porandakan gunung-gunung tersebut, atau jika turun ke bumi niscaya ia akan membelahnya. Oleh karena itu, tidak ada satu penyakit hati dan penyakit fisikpun melainkan di dalam Al Qur’an terdapat jalan penyembuhannya, sebab kesembuhan, serta pencegahan terhadapnya bagi orang yang dikaruniai pemahaman oleh Allah terhadap Kitab-Nya. Al Allamah Ibnul Qayyim Rahimahullah berkata : “Barangsiapa yang tidak dapat disembuhkan oleh Al Qur’an, berarti Allah tidak memberikan kesembuhan kepadanya. Dan barangsiapa yang tidak dicukupkan oleh Al Qur’an, maka Allah tidak akan memberikan kecukupan kepadanya.” (Lihat Zaadul Ma’aad karya Ibnul Qayyim, IV/6, IV/352).

- KEUTAMAAN RUQYAH :

Pengobatan dengan cara ruqyah juga merupakan pengobatan yang sangat mujarab. Karena, sebuah doa jika tidak ada hal-hal yang menghalangi terkabulnya menjadi sarana yang cocok untuk menolak sesuatu yang kita benci dan mendatangkan apa yang kita harapkan. Doa juga merupakan obat yang sangat mujarab, apalagi bila disertai ilhah (rengekan agar permintaannya dikabulkan). Doa yang disertai ilhah akan mampu menolak dan menghilangkan musibah atau setidak-tidaknya dapat meringankan. (Lihat kitab Al Jawab Al Kafi, hal 22-25). Ruqyah juga memiliki khasiat medis yang tidak bisa diabaikan. Penyakit yang diderita seseorang bukan hanya disebabkan oleh sesuatu yang bersifat lahir, namun juga sesuatu yang bersifat tersembunyi. Maka pengobatan ruqyah merupakan cara terbaik untuk membersihkan tubuh seseorang dari segala pengaruh buruk yang timbul akibat gangguan setan, sihir, ‘ain (pandangan mata jahat), kesurupan jin, sengatan binatang berbisa, dll.

- KEUTAMAAN MADU :

Allah Azza Wa Jalla berfirman: “Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia.” (QS. An Nahl: 69). Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :“Hendaknya kalian menggunakan dua macam obat: madu dan Al Qur’an.” (HR: Ibnu Majah dan Al Hakim dalam Shahih-nya).
Manfaat Madu : Mengobati perut melilit atau buang-buang air (HR: Al Bukhari, Muslim), membaguskan hafalan (Ibnul Jarir, Az Zuhri), menghilangkan kotoran pada usus dan pembuluh darah, menetralisir kelembaban tubuh Mencuci lambung, membersihkan lever, memperlancar buang air kecil dan mengobati batuk berdahak (Ibnul Qayyim). Juga dapat menyembuhkan Osteoporosis (tulang kropos), gangguan pencernaan, radang tenggorokan, migraine, pembersih muka (masker), jantung, pertumbuhan gigi, sulit tidur, luka bakar, anemia, meningkatkan daya tahan tubuh, keputihan, gatal-gatal/alergi, menambah nafsu makan, sariawan, menguatkan kandungan ibu hamil, melancarkan buang air kecil, menguatkan fungsi ginjal, menormalkan tekanan darah, menyuburkan peranakan, dll.

- KEUTAMAAN HABBATUS SAUDA’ :

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Hendaknya kalian mengkonsumsi Habbatus sauda’ (jintan hitam). Karena Habbatus sauda’ mengandung obat untuk segala jenis penyakit, kecuali As Saam (kematian).” (HR: Al Bukhari, Muslim, At Tirmidzi, Ahmad dan Ibnu Hibban). Ibnul Qayyim al Jauzi : Dapat membunuh bakteri, menghilangkan penyakit alopecia, kusta, demam, batuk berdahak, maag, nyeri haid, ASI tidak normal, dll. Selain itu juga dapat menyembuhkan penyakit liver, Ginjal, Tumor, Asam Urat, Kanker , Sakit gigi, Diabetes, Keputihan, ostereoporosis (Rapuh tulang), Paru-paru Rheumatik, penguat system kekebalan tubuh, membuang racun dalam tubuh, menghilangkan/mengurangi alergi, asma, bronchitis, memecah batu ginjal, memacu pertumbuhan rambut dan mencegah kerontokan, memperlambat proses penuaan sel, menormalkan tekanan darah, memperkuat daya konsentrasi, menyembuhkan impotensi, menyeimbangkan hormone, dll. Kandungan Habbatus Sauda : Crystalline Nigellone dan Arginine, Asam Alfa Linolenic dan Asam Linoleic, Karotin, 15 macam asam amino Protein, Karbohidrat, minyak Olatile, Kalsium, Sodium, Potasium, Magnesium, Selenium, Zat Besi, Vitamin A, B1, B2, B6, C, E, dan Niacin.

- KEUTAMAAN AIR ZAM-ZAM :

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Air Zamzam itu penuh berkah. Ia merupakan makanan yang mengenyangkan (dan obat bagi penyakit).” (HR: Muslim IV/1922 no. 2473, Al Bazzar, Al Baihaqi dan Ath Thabrani). “Air Zamzam tergantung kepada tujuan diminumnya.” (HR: Ahmad III/357, 372, Ibnu Majah no.3062 dan lainnya). Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam pernah membawa air zamzam (didalam tempat-tempat air) dan ghirbah (tempat air dari kulit binatang), beliau menyiramkan dan meminumkannya kepada orang-orang yang sakit.” (HR: At Tirmidzi dan Baihaqi, lihat Silsilah Al Hadits Ash Shahihah no. 883).

- KEUTAMAAN BEKAM ( HIJAMAH ) :

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Sesungguhnya sebaik-baik apa yang kalian lakukan untuk mengobati penyakit adalah dengan melakukan bekam.” (HR: Abu Dawud no. 3857, Ibnu Majah no. 3476, Al Hakim IV/410, Ahmad II/342 dari Abu Hurairah r.a). Dari Abdullah bin Mas’ud r.a., Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan ketika beliau di Isra’kan, tidaklah beliau melewati sekumpulan Malaikat, melainkan mereka meminta kami, “Perintahkanlah ummatmu untuk berbekam.” (HR: At Tirmidzi). Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Barangsiapa berbekam pada hari ketujuhbelas, sembilan belas, dan dua puluh satu (tahun Hijriyyah), maka ia akan sembuh dari segala macam penyakit.” (Shahih Sunan Abi Dawud, II/732).
Manfaat Bekam : Dapat menyembuhkan Rabun mata dan Vertigo, penyakit yang berhubungan dengan otak, gemetaran, ketakutan dalam tidur, konjungtivitis, katarak, kudis, mata berair, mata bengkak, luka sariawan, koreng bintik-bintik, exophthalmos, pelebaran pupil mata, koreng di kepala, mengompol, mimisan, telinga bengkak, bisul, sinusitis, sakit gigi dan linu gigi geraham, pendarahan di rahim, encok, rambut rontok, rabies, dll.

- KEUTAMAAN SIWAK :

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Kalau bukan karena memberatkan ummatku, pasti sudah kuperintahkan mereka bersiwak setiap kali hendak shalat.” (HR: Al Bukhari dan Muslim). “Bersiwak itu adalah cara mensucikan mulut dan mendapatkan keridhaan Allah.” (HR: Al Bukhari).
Manfaat Siwak : Mengharumkan mulut, menguatkan gusi, menghilangkan dahak, mempertajam pandangan mata, menghilangkan gigi keropos, menyehatkan lambung, menjernihkan suara, membantu pencernaan, mempermudah bicara, memberi semangat dalam membaca, berdzikir dan shalat, mengusir kantuk , membuat Allah ridha, mengagumkan para Malaikat dan memperbanyak amal kebaikan. (Ibnul Qayyim).

- KEUTAMAAN MINYAK ZAITUN :

Allah Azza wa Jalla berfirman : “…yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang banyak berkahnya, (yaitu) pohon Zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api…” (QS. An Nur:35). Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Konsumsilah minyak Zaitun dan gunakan sebagai minyak rambut, karena minyak Zaitun dibuat dari pohon yang penuh dengan berkah.” (HR: At Tirmidzi dan Ibnu Majah). “Gunakanlah minyak Zaitun sebagai lauk dan gunakanlah sebagai minyak rambut karena ia berasal dari pohon yang penuh dengan berkah.” (HR: Al Baihaqi dan Ibnu Majah).
Manfaat minyak Zaitun : Mempercepat penyembuhan luka bakar, melindungi luka dari bakteri, mencegah rontoknya rambut, menghilangkan gatal-gatal, menurunkan kolesterol, menguatkan kandung empedu, menurunkan kadar gula/diabetes, menurunkan asam lambung, menghilangkan flek dan kerut wajah, melindungi dari bakteri, mencegah rontoknya rambut, memberikan vitamin pada kulit, mencegah kulit kering, melembutkan, menghaluskan, mengencangkan kulit, dll.

- KEUTAMAAN CELAK ( BATU ITSMID ) :

Dari Salim, dari ayahnya secara marfu’: “Gunakanlah Itsmid, karena Itsmid bisa menjernihkan pandangan mata dan menumbuhkan bulu mata.” (Diriwayatkan oleh At Tirmidzi dan Hakim, shahih dan disepakati oleh Adz Dzahabi). Sementara dalam kitab Abu Nu’aim ada tambahan “…menghilangkan kotoran.” (Riwayat Ath Thabrani dan Ibnu Abi Ashim dari Ali, dan sanadnya hasan). Dari Ibnu Abbas secara marfu’, bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Celak yang terbaik bagi kalian adalah itsmid. Karena itsmid dapat menjernihkan penglihatan dan menumbuhkan rambut.” (HR: At Tirmidzi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, dan Hakim. Dihasankan oleh Tirmidzi).
Manfaat Celak : Menjaga kesehatan mata, memperkuat cahaya penglihatan, menjernihkan mata, memperlembut materi busuk yang ada dalam mata serta memaksannya keluar, penghias mata. Bila dipakai sebelum tidur, dapat menyelimuti kelopak mata, menenangkan mata dan memelihara kealamiannya. (Lihat Thibbun Nabawi oleh Ibnul Qayyim).

- KEUTAMAAN PARFUM ( WANGI-WANGIAN ) :

“Bahwasanya Rasulullah tidak pernah menolak wangi-wangian.” (Shahih Al Bukhari). Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Barangsiapa yang ditawari wewangian, janganlah ia menolaknya. Karena wewangian itu semerbak baunya namun ringan dibawa kemana-mana.” (Shahih Muslim). Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda “Dari dunia kalian, yang kusukai adalah wanita dan minyak wangi. Namun yang menjadi tambatan hatiku adalah shalat.”

Manfaat wewangian : Disukai malaikat dan dibenci setan, disukai oleh ruh yang baik dan dibenci oleh ruh yang jelek, mengikuti sunah Rasulullah dan para Nabi, dapat membersihkan otak, jantung serta seluruh organ tubuh bagian dalam, menggembirakan hati, menyenangkan jiwa, memberi kesegaran ruhani, melambangkan kebersihan dan keindahan, dll.

- KEUTAMAAN GURAH :

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Cara pengobatan yang terbaik buat kalian adalah bekam dan qisth laut. Janganlah kalian menyiksa anak-anak kalian dengan membiarkan mereka terkena penyakit udzrah.” (Hadits Shahih, dalam Thibbun Nabawi oleh Ibnul Qayyim). “…Celaka kalian. Janganlah kalian bunuh anak-anak kalian. Wanita manapun yang anaknya terkena penyakit udzrah atau sakit di kepalanya hendaknya mencari qisth India, dicampur dengan air lalu digunakan sebagai gurah.” (HR: Ahmad, Hakim, Abu Ya’la, dan Al Bazzar. Rawi-rawinya shahih).

Qisth laut ada dua macam, Qisth India dan Qisth Cina. Jenis ini merupakan obat kuno yang senantiasa dipergunakan di India hingga saat ini untuk mengobati pusing, flu dan sebagian penyakit asma dengan cara menggurah. Udzrah adalah sejenis penyakit yang menyerang tenggorokan akibat darah yang bergejolak. Gurah adalah sejenis obat yang diteteskan ke dalam hidung. Terkadang berasal dari satu jenis dan terkadang merupakan ramuan. Baru kemudian digunakan bila diperlukan. Caranya adalah dengan dicekokkan ke dalam hidung seseorang dengan berbaring, sehingga obat gurah itu bisa langsung masuk ke otak, lalu penyakitnya akan dikeluarkan melalui bersin atau semburan hidung. (Lihat kitab Thibbun Nabawi oleh Ibnul Qayyim).

Manfaat Gurah : Dapat mengeluarkan lendir kotor, kuman penyakit, racun (kopi, rokok, alcohol, nikotin, dll), membersihkan saluran pernafasan, pencernaan dan darah, membuat suara menjadi keras, nyaring, panjang, merdu, halus, bersih, dll. Juga dapat menambah volume paru-paru, memanjangkan nafas, menyembuhkan penyakit TBC, Asma, sesak nafas, mengguk, sakit kepala, migraine, pusing, stress, Flu, pilek, alergi debu, dll.

- KEUTAMAAN KURMA ( AJWAH ) :

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Barangsiapa yang mengkonsumsi tujuh butir kurma Ajwah di pagi hari (dalam riwayat lain : tujuh butir kurma Al Aliyyah), pada hari itu ia tidak akan terganggu oleh racun ataupun sihir.” (Hadits Shahih riwayat Al Bukhari dan Muslim). Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda “Kurma Ajwa itu berasal dari surga. Ia adalah obat dari racun, seperti jamur truffle, airnya adalah obat penyakit mata.” (HR: An Nasa’i, dan ibnu Majah dari Jabir dan Abu Said). Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Rumah yang tidak ada kurma di dalamnya, akan membikin lapar penghuninya.” (Hadits Shahih, lihat kitab Thibbun Nabawi oleh Ibnul Qayyim).

Manfaat Kurma : Memiliki kandungan hormonoxotosine yang dapat membantu proses persalinan, mengandung hormone extrogene yang memiliki fungsi krusial untuk membantu kerja khusus setiap anggota tubuh yaitu : tulang, payudara, kulit, mulut rahim, horman FSH, pembentukan tubuh yang yang mengurangi kerapuhan tulang, menyeimbangkan ion dan garam dalam tubuh, membantu produksi spermatozoid bagi laki-laki, menyeimbangkan kolesterol, membersihkan rahim, dll.

- KEUTAMAAN SUSU / ASI :

“Dan sesungguhnya pada binatang ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagi kamu. Kami memberimu minum daripada apa yang berada dalam perutnya (berupa) susu yang bersih antara tahi dan darah, yang mudah ditelan bagi orang-orang yang meminumnya.” (QS. An Nahl: 66). “(Apakah) perumpamaan (penghuni) surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tiada berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tiada berubah rasanya…” (QS. Muhammad : 15). “Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh…” (QS. Al Baqarah: 233).

Keutamaan ASI daripada air susu lainnya : ASI lebih bersih dan steril, tidak terlalu dingin dan tidak terlalu panas, tidak rusak meski disimpan dalam waktu yang cukup lama (dalam tetek ibunya), sesuai lambung sang anak yang menyusu, memberikan antibody bagi anak, mencegah kegemukan bagi anak dan ibunya, menumbuhkan ikatan batin dan kasih sayang antara anak dan ibunya, dll. Keutamaan susu kambing, sapi dan unta : Mengandung vitamin A, vitamin D, Choline, Calcium, Phosphate. Bahan tersebut sangat berguna bagi pertumbuhan fisik dan kesehatan badan.

- KEUTAMAAN HINNA ( INAI / PACAR ) :

Diriwayatkan oleh Al Bukhari dan Abu Dawud, bahwa setiap kali ada orang yang datang menemui Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam dan menceritakan sakit di kepalanya, pasti beliau bersabda : “Bekamlah!” Dan setiap kali orang menceritakan sakit di kakinya kepada beliau, beliau berkata: “Gunakan inai untuk membalutnya.” (HR: Abu Dawud, At Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad, Al Hakim, Al Bukhari dalam Tarikh-nya). Nabi pernah terkena penyakit pusing sehingga terpaksa melumuri kepalanya dengan inai. Beliau bersabda: “Insya Allah, obat ini berkhasiat menghilangkan pusing.” (HR: Ibnu Majah, masih disangsikan keshahihannya).

Manfaat inai: Memperindah, mengkilatkan, mewarnai jari-jari, kuku, rambut, kulit, menumbuhkan dan menguatkan rambut, menghilangkan jerawat di kaki, betis dan seluruh tubuh, menyembuhkan koreng, cacar air, sakit pinggang, luka bakar, pusing/sakit kepala, migraine, dll.

- KEUTAMAAN JAHE ( JANZABIL ) :

Allah Azza wa Jalla berfirman: “Di dalam surga itu mereka diberi minum segelas (minuman) yang campurannya adalah jahe.” (QS. Insan: 17). Dari Abu Sa’id Al Khudri bahwa ia menceritakan: “Raja Romawi pernah menghadiahkan kepada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam satu karung jahe. Beliau memberikan kepada setiap orang satu potong untuk dimakan, dan aku juga mendapatkan satu potong untuk kumakan.” (HR: Abu Nu’aim dalam kitab Ath Thibb An Nabawi).

Manfaat Jahe: Dapat menghangatkan tubuh, membantu pencernaan, melunakkan makanan, mengatasi penyumbatan lever, mengatasi angin duduk, menambah hormone, menghilangkan dahak, menambah daya hafal, mengharumkan bau mulut, meningkatkan gairah seksual, menghambat ejakulasi dini, menguatkan fungsi paru-paru, menghilangkan pegel dan linu-linu, menghilangkan mual dan kembung, mencegah batuk, pilek, asma dingin, melancarkan buang air besar/kecil.

By: Maktabah Salman, Bojong Gede, Bogor

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 48 pengikut lainnya.