jump to navigation

Tahayul, Bid’ah, Syirik dan Khurafat Yang Sudah Familiar di Masyarakat 9 Desember 2010

Posted by jihadsabili in aqidah.
trackback

BEBERAPA KHURAFAT, TAHAYUL , BID’AH DAN SYIRIK

 

Sebagian masyarakat kita ada yang masih mempercayai hal-hal berikut di bawah ini :

 

 

1. Jika tanaman hias tertentu (bunga sri rejeki) yang ditanam dalam tempat bunga berdaun lebat, dianggap akan dapat rezeki

2. Membuat bubur merah dan putih sebagai syarat dalam suatu upacara supaya sukses.

3. Memasang / menusuk Cabai dan Bawang dengan lidi untuk penolak hujan.

4. Memasang jimat-jimat, rajah / wafaq / isim, bertuliskan arab atau lainnya di atas pintu masuk agar segala unsur yang jahat tidak bisa masuk. Atau membawa jimat-jimat.

5. Burung hantu berbunyi sebagai tanda tidak baik…. Kupu-kupu masuk rumah tanda akan ada tamu yang akan datang.

6. Bulu landak, gunting, pisau, cermin, daun jerangau untuk mengusir hantu anak.

7. Memukul benda -benda, nampan, dandang, panci, kentongan, nyiru, dll kalau ada anak yang hilang (katanya disembunyikan mahluk halus), atau kalau ada gerhana.

8. Kunang-kunang penjelmaan kuku mayat.

9. Jika kulit bergerak (kedutan dibawah mata dll) menandakan ada sesuatu yang akan terjadi.

10. Jika kendaraan membawa mayat, atau menabrak kucing akan sial.

11. Rumah yang dibangun salah letak, tidak sesuai arah feng sui akan menimbulkan kesialan.

12. Salah memberi nama pada anak menyebabkan sering sakit. Atau wajahnya sama dengan orang tuanya si anak harus dijual pura-pura (lewat upacara).

13. Jika perempuan makan pisang kembar, anaknya nanti kembar.

14. Perempuan hamil /ngidam tidak boleh makan sembarangan, seperti kepiting dll.

15. Jika seseorang tersedak, tergigit lidah atau tergigit bibir, tandanya ada orang yang membicarakan dia.

16. Tangan kanan gatal, akan dapat uang.

17. wanita hamil dilarang keluar di saat terjadi gerhana.

18. Suara burung Gagak tanda kesialan/ada yang mau meninggal

19. Masuk ketempat yang angker/ hutan/lembah, izin dulu kepada datuk/mahkluk penguasanya.

20. Hataman Al-Quran dengan Telor-telor yang dihiasi.

21. Anak lahir bulan safar harus ditimbang dengan buah-buahan atau lain-lain.

22. Anak laki-laki lahir diberi anting-anting emas sebelah kalau kakaknya meninggal.

23. Supaya anak cepat berjalan, kakinya dipukul dengan sejenis ikan, atau pelepah pisang.

24. Anak kecil diberi kapur di dahi (kening) atau dibelakang kuping, diberi arang bekas kuali, kunyit agar tidak kesindiran.

25. Menghambur Beras Kuning pada acara –acara yang dianggap sakral

26. Memberi lampu penerangan pada ari-ari, tembuni bayi yang baru lahir. Dan memberi garam, merica, bahkan buku dan pensil di dalam tembuni.

27. Bulu mata jatuh, cermin atau gelas/ piring pecah dll sebagai tanda kejadian sesuatu

 

28. Menaburkan BERAS KUNING pada acara-acara tertentu, dengan keyakinan memberi berkah dan keselamatan. Di dalam Beras Kuning biasanya diisi permen, uang logam dll. Benda-benda tersebut memiliki lambang-lambang atau syimbol-syimbol tertentu.

About these ads

Komentar»

No comments yet — be the first.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 47 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: